
jam pelajaran pun berakhir, Haikal yang sudah dari lebih dulu pergi ke parkiran dan menunggu shesil keluar dari gerbang, kebetulan cuaca sangat cerah hari itu jadi matahari sangat panas sehingga membuat Haikal berkeringat, setelah menunggu sangat lama, akhirnya shesil pun muncul, dengan sigap Haikal melambaikan tangannya seakan memberikan sinya untuk menghampirinya.
shesil pun mengerti dengan apa yang Haikal lakukan, dengan sungkan ia menghampirinya.
" kenapa ? " tanya nya
" gw anterin lagi, ayo naik panas nih " jelas nya, tanpa basa basi Haikal menyalakan motornya dan menyuruh shesil untuk cepat cepat menaiki motornya, shesil hanya menurut tanpa berkomentar karena ia pun merasa kepanasan.
setengah diperjalanan Haikal berhenti di tukang jualan es kelapa, dan menarrik tangan shesil untuk mengikutinya duduk di es kelapa.
" ngapain mampir kesini kal ?" tanyanya
" aku tuh nunggu kamu udah hampir 1 jam, mana panas bgt, gak ada tukang es yg lewat " jelasnya dengan kibas kibas baju.
" apaan sih aku aku segala, lagian sih yang nyuruh coba ? " jawabnya
" ya namanya juga lagi usaha shil shil, gitu aja gak peka, udah minum dulu esnya " jelasnya
shesil hanya tertawa kecil mendengar jawaban Haikal, shesil juga sebenarnya mengerti dengan apa yang Haikal lakukan selama ini, namun ia tidak ingin memikirkan yang lebih, karena itu masih belum bisa dipastikan.
mereka telah melanjutkan perjalannya, dan tibalah di depan rumah shesil.
" makasih iya kal,, " jelasnya
Haikal tidak menjawabnya, ia malahan melirik ke arah rumah dengan mencurigakan.
" haikaaaaal.. !! liatin apaan sih Ampe nengok kesana kesini " tanyanya lagi
" eeekh maaaf shil, ko rumah kamu sepi bgt iya " tanyanya
" oookh, masih pada kerja lah jam segini mah, cuman ada bibi doang " jelasnya
Haikal hanya menjawab oh,, shesil pun masuk ke dalam rumah meninggalkan Haikal yang masih saja menatapnya berjalan sampai menutup gerbang rumahnya.
Haikal dengan cepat pulang kerumahnya, sesampainya dirumah Haikal merebahkan tubuhnya dikasur miliknya, karena ia sangat lelah Haikal pun tertidur dengan seragam lengkapnya.
_ esoknya
dikarenakan Haikal hari ini kesiangan ia tidak berangkat bareng shesil lagi, karena diburu-buru waktu, entah mimpi apa ia sampai bisa kesiangan masuk sekolah.
baru saja sampai gerbang, terdengar bunyi bell masuk, ia hanya bisa menarik napas lega, dan menaruh motornya diparkiran .
dengan rambut yang masih berantak, Haikal berjalan sambil mengaca di jendela sepanjang kelas sampai tiba di depan kelasnya sendiri, Haikal tak menyadari jika dibelakang ada guru yang dari tadi mengikuti tingkahnya, sampai di tertawa kan oleh teman sekelasnya.
puk !!
pukulan buku diatas kepalanya dari sang guru .
" eeh ... bapak, bapak ngikutin saya dari tadi " tanyanya
" kamu tuh dirumah gak punya kaca apa,sepanjang jalan ngaca terus, udah cantik apa " ledek guru yang sambil duduk dikursinya.
" sembarangan, gak sempet lah pak namanya juga kesiangan " jawabnya sambil berjalan ke kursinya.
Haikal yang merasa sedikit malu akan tindakan bodohnya itu, namun ia juga sangat bt tidak bertemu dengan shesil.
selama jam pelajaran Haikal hanya bengang bengong tak seleran untuk belajar, ia terus saja memikirkan shesil.
tiba-tiba
braak !!
bunyi gebrakan meja
Haikal langsung tersadar, dan melihat guru disampingnya sedang menatapnya.
" bengong terus.. saya paling gak suka jika ada anak yang tidak niat belajar, jika tidak ingin belajar silahkan pulang saja dari pada harus bengong disaat jam belajar, apa kamu mengerti Haikal " tegas sang guru
" hehe ngerti pak, maaf iya pak " jelasnya
Haikal berjalan kedepan sambil menggaruk kepala belakang, dan sedikit melirik ke temannya dengan tatapan tajam, karena ia tertawa.
dengan mudah Haikal menjawab soal-soal yang ada dipapan tulis, sang guru hanya menghela napas pendek, ia heran dengan anak muridnya yang satu ini, entah harus berkata apa.
" kembali ketempatmu " tegasnya
Haikal berjalan kembali duduk dikursinya, Rafi hanya tertawa kecil kearahnya, ia benar-benar membuat Haikal jengkel .
jam pelajaran pun telah usai, Haikal langsung menerkam Rafi yang dari tadi menertawakan nya.
" aduh, kal lepasin sorry sorry,, ya elah bercanda kali, lagian kebanyakan drama sih Lo hari ini " pintanya
" dari tadi Lo ketawa terus, puas Lo ketawain gw, ada guru didepan gw bukannya kasih tau malah diem aja, temen asu Lo " jelasnya
" gw juga kaga sadar kalau tuh guru ada di depan Lo, soalnya gw lagi sibuk nulis, tapi untung Lo pinter iya gak hehehe " jawabnya
" ngeles aja Lo, ayo ke kantin laper gw kesiangan bangun belum sempet sarapan tadi pagi " jelasnya
Rafi langsung menggandeng leher Haikal dan membawanya ke kantin sekolah, ternyata disana ada shesil dengan kedua temannya sedang makan.
Rafi pun tak perlu sinyal apapun, ia dengan sigap mendudukkan temannya disamping shesil, sehingga membuat shesil tersedak makanannya.
Haikal yang melihat pun langsung memberikan minuman kepadanya, dan menepuk-nepuk pundaknya secara perlahan .
" Lo sih, maen duduk-duduk in gw aja, bilang dulu biar gak kaget " omel Haikal
" sorry sorry,, kan katanya tadi laper gak sempet sarapan " jelas Rafi
" udah Sono pesenin makanan, ngoceh terus dari tadi " pinta nya, Rafi pun bergegas pergi memesan makanan .
shesil yang sudah baikan, namun Haikal mendapatkan tatap tajam dari kedua temannya, seakan-akan mereka tidak suka jika shesil tersakiti.
" maaf iya sil, gak sengaja bikin kamu kaget, itu ulahnya si Rafi kampret sorry iya " jelasnya
" iya gpp ko " jawabnya
shesil melanjutkan makanannya, sedangkan Haikal jadi diam karena ia merasa bersalah oleh ulahnya kepada shesil.
"aduh kenapa sih hari ini gw sial banget, cobaan macam ini yang gw alami" gumamnya
beberapa menit Rafi telah datang dengan makanan satu nampan penuh, entah apa yang Rafi lakukan kepada Haikal.
" ya ampun,, sekalian aja Lo borong satu kantin, bener bener nih temen ngajak ribut " protes Haikal
shesil dan kedua temannya hanya tertawa melihat Haikal dan Rafi berargumen lucu disampingnya .
Haikal berhenti berdebat dengan Rafi, karena melihat shesil tertawa kepada nya membuat malu akan kelakuan konyolnya lagi.
" habisin,, gak mau tau gw mah pokoknya " pinta Haikal
" oke, tapi Lo yang bayar deal " jawanya
" apa... ? jadi Lo beli ini semua belum dibayar, ya ampun bisa bangkrut gw tiap hari kaya gini terus mah " keluh Haikal
" tadi katanya laper gimana sih, sekarang begini begitu, udah makan aja lah protes mulu dari tadi " jelasnya
" serah Lo aakh Malih " singkat Haikal dan memakan lahap makanannya.
shesil dan kedua temannya hanya tertawa dan kembali melanjutkan makan siangnya, seperti biasa dengan keributan diantara Haikal dan Rafi, keributan yang membuat shesil tertawa melihat kelakuan konyol mereka.
😂 maafkan akika gaesy baru comeback lagi, mencoba untuk belajar berkarya lagi nih, semoga syuka ya,, maafkan atas ketiadaan updateannya. terimakasih yang masih setia untuk membaca karya akika,, love you gaesy...
_ like dan komen
jangan lupa ya say...