
_ esok
jam 09.00 pagi
tring.. triing... tring .. (bunyi hp Lisa)
" siapa sih yang nelpo, masih ngantuk ooooaam " membuka kan matanya dan mencari hpnya yang berdering dari tadi.
" hallo " ucap Lisa
" pagi sayang, bisakah kamu kehotel ?" tanya Reza
" memangnya ada apa mas " jawab Lisa
" gpp, mas kangen aja ! pengen ditemenin kamubiar semangat, mas tunggu iya nanti mas kirimkan alamatnya dah bye muuuuuuuuuuuaaaach love you " kata Reza dan langsung mematikan telponnya, karena harus mitting .
tut,Tut..
" iikh, belum juga jawab apa-apa udah dimatiin " keluh Lisa .
tak lama pesan masuk pun sampai ke hp Lisa, tertuliskan alamat hotel Reza .
Lisa pun pergi mandi, karena sudah hampir jam makan siang tiba, setelah beberapa menit akhirnya Lisa selesai dan telah siap untuk pergi.
jam 10.00
" bibiiiiii dimana ? " sahut Lisa yang baru keluar dari kamarnya.
" iya non, ada apa ?" jawab bibi dengan cepat sampai ke sana.
" bibi, bikinin Lisa 2kotak makan yang paling enak ?" pinta Lisa
" cie cie sudah baikan nih !! gitu dong non kan bibi seneng liatnya, siap non pokoknya bibi buatin yang paling spesial, non tunggu aja " jawab bibi yang sedikit meledek Lisa .
" apaaan sih bibi, udah sana cepetan bikinin 1 jam kelar " usir Lisa .
bibi pun dengan cepat pergi kedapur dan mengobrak-abrik dapur. Lisa memilih menunggu diruang tamu sambil membaca sebuah majalah.
_ 1 jam sudah
" bibi udah kelar belom lama bgt sih " tanya Lisa
bibi pun dengan cepat berlari dengan 1 tas yang berisi 2 kotak makan, lalu menghampiri Lisa yang sudah menunggunya diluar rumah .
" sabar non, kan spesial " Jawa bibi dengan senyum meledek.
" lama bgt nanti telat, udah iya Lisa pergi dulu darah bibi " jawab Lisa yang berjalan masuk kedalam mobilnya.
" iya non, hati-hati " sahut bibi yang melambaikan tangannya .
Lisa pun melajukan mobilnya menuju alamat tersebut, setelah berputar-putar mencari hotel tersebut akhirnya Lisa menemukan hotelnya.
" adeeeeh, udah muter-muter ternyata ini, padahal gw udah 2 x balik lewat sini, bodoh bgt sih gw " gumamnya
segera Lisa turun dan masuk kedalam, menghampiri resepsionis yang berjaga disana.
" selamat siang Bu, ada yang bisa saya bantu? " sambut resepsionis tersebut.
" saya mau tanya, apakah Reza Wiguna menginap di hotel ini ? " tanya Lisa dengan ragu.
" sebentar iya saya cek dulu "
" betul Bu, BPK Reza Wiguna menginap di lantai xx dengan kamar no xxx " jelas resepsionis.
" makasih iya mba " jawab Lisa
lalu Lisa pun segera pergi kelantai xx dan kamar no xxx dengan cepat.
setibanya di pintu no xxx Lisa pun mengetuk pintu kamar tersebut, tak lama pintu pun terbuka.
ceklek !!
" kamu sudah sampai sayang ? ayo masuk " tanya Reza " kenapa ko cemberut " terusnya.
" habisnya, kamu ngirimin alamatnya kurang lengkap, aku tuh muter-muter tau terus kamu juga gak nulis no kamarnya lagi, iikh capek tau aku " jelas Lisa yang masih berdiri
" iya.. iya .. maaf, aku yang salah ? udah sekarang jangan cemberut lagi kan sudah sampai " kata Reza sambil memeluk Lisa dari belakang.
" oiya mas, apa mas sudah makan ? aku bawa makanan, ayo kita makan mas " ajak Lisa
Lisa pun duduk dan membukakan kotak makannya, sedangkan Reza mengambil air minumnya.
Reza pun datang membawa air minum " kamu yang masak sayang ? " .
Lisa menggelengkan kepalanya
" bukan, bibi yang masak, aku mual mas kalau mencium aroma bumbu masakan "
Reza duduk mendekati Lisa dan mengelus perut buncit Lisa.
" anak papih gak suka masak iya ? "
" oiya sayang, besok kita menikah ? "
hampir tersedak Lisa saat mendengar pertanyaan Reza.
" apaaa besok mas ? kamu yakin mas, aku belum menyiapkan apa-apa mas !!" tanya Lisa
" kamu gak usah menyiapkan apapun, semuanya sudah siap, yang harus kamu siapkan cuman diri kamu sja " jawab Reza
" baiklah " kata Lisa, mereka pun meneruskan makan siangnya, selama makan tangan kiri Reza tak mau lepas dari perut Lisa.
Lisa yang tak bisa fokus makan makanannya, sesekali tertawa kecil, akibat gerakan dari bayi dan tangan reza. Reza sangat suka mengelus perut Lisa, karena ia bisa merasakan bayinya bergerak-gerak didalamnya.
setelah selesai makan Reza pun kembali duduk di meja kerjanya dan mulai mengetik.
meja kerja yang tak jauh jaraknya dari Lisa duduk,sehingga Lisa bisa melihat jelas wajah serius Reza .
" mas ,kenapa mas gak balik ke kantor mas lagi aja ? kenapa masih di hotel " tanya Lisa.
" sebelum dapetin kamu dan nikahin kamu, mas gak akan balik ke kantor !" jawab Reza
" lalu " sambung Lisa
" setelah menikah, kamu harus ikut mas dan tinggal sama mas, jika kamu tetap tinggal disini, itu terlalu jauh, dan mas gak bisa jauh-jauh dari kamu sayang " jelas Reza sambil mengetik
" lalu, toko kue aku gimana dong ?" tanya Lisa
Reza pun berhenti mengetik laptopnya dan menatap kearah Lisa .
" jadi kamu lebih memilih toko kue kamu sayang dari pada aku " tanya Reza
Lisa pun menghampiri Reza, dan berdiri disamping Reza.
" bukannya begitu mas, mas kan tau aku tidak punya kegiatan, aku bosan mas kalau diem terus dirumah nantinya " jelas Lisa yang sedikit mengeluh.
Reza pun menarik Lisa, lalu Lisa pun duduk dipangkuan Reza.
" kamu kan lagi hamil sayang, kamu bisa serahin toko kamu ke bibi, biar bibi yang mengurusnya, pokonya mas gak mau lihat kamu bekerja ngerti kan sayang " jelas Reza dengan tegas
Lisa yang merasa jika Reza sudah mulai marah kepadanya, dengan cepat Lisa memeluknya agar Reza bisa lebih tenang sedikit.
" baiklah, nanti aku kasih tau bibi, sekarang kamu jangan marah-marah lagi,nanti anaknya nangis kalau mendengar suara papihnya yang galak begitu " ledek Lisa dan mencium Reza singkat. cup.
Reza pun membalas ciumannya dengan cepat Reza ******* bibir Lisa. setelah lama mereka berciuman Lisa pun menyudahinya dan beranjak untuk bangun dari pangkuan Reza .
namun sangat disayangkan, Reza menariknya kembali dan menyuruhnya tetap duduk dipangkuannya.
"mau kemana, udah duduk lagi" pinta Reza
" tapikan mas, mas lagi kerja " jawab Lisa yang sudah duduk dipangkuannya
" udah kamu diem aja, mas maunya begini sayang " pinta Reza
" baiklah mas, tapi kalau kaki mas kelelahan bilang iya, aku kan lagi hamil pasti berat " jawab Lisa
cup ( kening lisa )
" gak, mas kan kuat sayang " sahut Reza
Lisa pun tersenyum dan menurutin kemauan Reza, yang tak membiarkan Lisa bangun dari pangkuannya, sesekali Lisa melirik keatas untuk melihat wajah Reza, karena Reza lama menyelesaikannya Lisa pun tertidur diatas pangkuan Reza .
_ like dan komen
jangan lupa ya say...