
Lisa yang sedang mandi, Reza pun dengan cepat mengambil hadiah didalam mobil,
" semoga kamu suka sayang dengan hadiah ini, semoga kamu bisa percaya lagi " gumam Reza lalu melangkah masuk dan menunggunya di ruang tamu, karena sekarang mungkin Lisa sedang ganti baju.
deg.. deg.. deg ..
" aduh jantung gw kenceng banget, jadi grogi gw, udah kaya pacaran pertama rasanya " gumam Reza sambil memegang sebelah dadanya.
Lisa pun sudah rapi, wangi, dan pastinya cantik. dengan mini dress berwana pink yang ketat dibagian atasnya, sehingga membuat dadanya terlihat sangat besar.
" sabar za, tinggal sedikit lagi dia akan jadi milik loe sepenuhnya " gumam Reza dengan terus menatap Lisa yang mulai berjalan kearahnya.
" kamu kenapa mas, liatinnya gitu bgt ? " sahut lisa
" kamu, cantik bgt sayang " jawab Reza
" gombal kamu mas " sahut Lisa yang duduk disampingnya.
baru saja Lisa duduk tiba-tiba bibi datang.
" maaf non, makanannya sudah siap " kata bibi
" iya bi " jawab Lisa yang langsung berdiri
bibi pun langsung kembali mengerjakan tugasnya, semenjak ada reza, bibi berusaha menghindari mereka berdua, agar mereka bisa ada waktu untuk saling menjelaskan satu sama lain.
" ayo mas, kita makan " ajak Lisa
" sebentar sayang, duduk dulu ! ada yang mau mas omongin ? ini penting !! " balas Reza
Lisa pun kembali duduk " hal penting apa sih mas ?".
kini Reza duduknya agak dekat dengan Lisa dan menghadap ke arah Lisa, Lisa pun bingung "sebenarnya ada hal penting apa" gumam Lisa
tiba-tiba Reza memegang tangan Lisa dan langsung dicium olehnya seketika,
" sayang, aku tau aku salah, aku tau kamu marah, aku tau kamu kecewa bgt sama aku, tapi aku sungguh-sungguh cinta sama kamu, yang ada dihati aku cuma kamu, aku mau kamu selamanya, aku sakit kalau kamu pergi, aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, aku kembali bukan karena anak, aku kembali karena kamu, tanpa anak pun aku akan terus mencari kamu sampai kapanpun, aku harap kamu benar-benar bisa maafin aku sayang, aku benar-benar menyesal sungguh menyesal sayang " jelas Reza yang masih memegang tangan Lisa sesekali diciumnya.
Lisa pun langsung menangis karena mengingat kejadian itu lagi.
" mas, aku udah maafin kamu, aku harap kamu benar-benar menyesali itu semua, mas jangan bahas ini lagi iya, aku sedih kalau harus mengingat kejadian itu lagi " jawab Lisa
" iya sayang, makasih iya sayang" sahut Reza dan langsung memeluk Lisa dengan sangat erat.
" mas, pelan-pelan peluknya, perut aku keteken mas " lirih Lisa yang sesak dengan peluka Reza
Reza pun mengelus perut Lisa dengan lembut dari luar baju dressnya, " maafin papih iya sayang, papih gak sengaja " sahut Reza
Lisa pun yang mendengarnya langsung tersenyum malu oleh perbuatannya.
" sayang bisakah kamu tutup matamu sebentar saja " pinta Reza
" kenapa memangnya mas ?" jawab Lisa yang ragu untuk menutup matanya .
" sudah tutup saja " pinta Reza
Lisa pun hanya menuruti, saat Lisa sudah menutup matanya, Reza pun mengeluarkan hadiahnya dari bawah meja tamu.
" sekarang buka mata kamu " pinta Reza dengan senyuman manisnya.
Lisa yang melihat 1 set perhiasan yang sangat indah dan cantik didepan matanya, serasa mau pingsan sesaat.
" ini buat apa mas ?" tanya Lisa yang bingung dengan perhiasan tersebut.
" mau kah kamu Lisa Puspita Sari menikah dengan saya Reza Wiguna secepatnya " jelas Reza yang sedikit menggoda Lisa
tanpa ragu Lisa langsung mengangguk " iya mas aku mau " dan langsung memeluk Reza yang masih memegangi perhiasan tersebut.
buk !!
" hati-hati sayang, pelan-pelan " sahut Reza
" aku seneng bgt mas mendengarnya " jawab Lisa
Reza pun melepaskan pelukannya, menaruh perhiasannya dimeja, dan menciumnya
cup ( kening )
cup ( pipi kanan )
cup ( pipi kiri )
cup ( bibir )
" mas, malulah !! nanti bibi lihat " rengek Lisa dengan manja
" biarin aja, aku kan calon suami mu sayang,sebentar lagi kita menikah " jawab reza
" memangnya mas mau menikahnya kapan " tanya Lisa yang kini bersandar di dada Reza.
Lisa pun hanya tersenyum bahagia dan memeluk Reza dari samping dengan erat.
Reza pun membalasnya dengan mencium kepala Lisa dengan lembut.
" sayang, pakai dulu hadiahnya " pinta Reza
" nanti kalau kita menikah " jawab Lisa
" ko nanti sih sayang, kalau untuk menikah aku beli yang lebih bagus dari ini " jelas Reza
Reza pun langsung memakaikan kalung di leher Lisa sebelum Lisa menjawab apapun.
" cantik kan, pas bgt sama kamu " sahut reza. yang menatap kearah Lisa .
" mas, kamu ini pemborosan tau " keluh Lisa dengan cemberut.
seketika Reza pun mencium bibir Lisa dengan lembut .
cup cup cup
" gak ada boros, jika buat kamu sayang " jelas Reza
Lisa pun tersipu malu dan berdiri untuk makan.
" ayo mas, kita makan, aku sudah laper " ajak Lisa.
" aduh anak papih laper iya , maaf iya tadi iklan dulu sayang " kata Reza yang mencium perut Lisa dan mengelusnya.
" apaan sih kamu mas, udah ayo " ajaknya lagi
mereka pun makan bersama, dengan canda dan tawa.
setelah makan Reza dan Lisa kembali duduk di sofa, Reza pun meraih hp nya dari saku celananya, sedangkan Lisa asyik dengan ice cream ditangannya.
" hallo pak " sahut Reza
" iya pak Reza, ada apa nih tiba-tiba menelpon saya " sahut pemilik butik
" enggak, saya mau melanjutkan pesanan saya yang tertunda, bisa kan pak " tanya Reza
" tentu bisa pak " jawab pemilik butik.
" tapi , calon istri saya lagi hamil pak, kira-kira bajunya muat gak iya " tanya Reza
" hamil berapa bulan pak, selamat iya pak " jawab pemilik butik.
" 4 bulan nan lah pak " balas Reza
" baik pak Reza, nanti saya atur dulu, pokoknya beres " sahut pemilik butik.
Reza pun mematikan telponnya, Lisa yang dari tadi berusaha mendengarkan namun tidak begitu jelas terdengar.
" kamu nelpon siapa mas ?" tanya Lisa dengan tatapan tajam
" aku nelpon, pemilik butik yang dulu kita fitting baju , kamu ingat kan ? " jelas Reza yang duduk disamping Lisa.
" oh " singkat Lisa dan melanjutka makan ice creamnya.
Reza pun tersenyum geli melihat tingkah Lisa yang naik turun, mencurigai dirinya.
" lihat sayang, mamih kamu curiga terus sama papih, tapi papih sayang ko sama mamih kamu, sayang kamu juga dong anak papih " jelas Reza yang menunduk kearah perut Lisa dan menciumnya.
seketika perut Lisa ditendang oleh bayinya,
dug !!
" aw " lirih Lisa
" kenapa sayang ? " tanya Reza langsung menyentuh perut Lisa lagi.
" ditendang mas, sama anak kamu " jawab Lisa
" hahahaaa . . kamu sih curigaan keaku, jadi aja ditendang, kamu jangan nakal sayang di dalam sana, lihat noh mamih kamu kesakitan " ledek Reza dan berbicara dengan perut bunci Lisa.
setelah mereka bersama, Reza pun pamit untuk kembali ke hotel, dan mengurus pernikahannya dengan Lisa .
" aku pulang ke hotel dulu iya sayang, nanti besok aku pasti kesini lagi" pamit Reza.
Lisa yang sudah lelah, hanya mengangguk dan mengantarkan Reza sampai mobilnya.
" mas pergi iya sayang" kiss kening "langsung tidur iya jangan bergadang " kata Reza .
Reza pun pergi kembali ke hotel, Lisa pun langsung masuk kekamar untuk beristirahat karena kelelahan seharian penuh bersama Reza .
_ like dan komen
jangan lupa ya say..