My student love

My student love
bahagia 2



pagi hari


seperti biasa Lisa dengan ritualnya yang harus bersiap-siap ke kampus, sudah menuju Reza dibawah yang menunggunya .


Lisa. : pagi.. (duduk)


seperti biasa juga Reza mencium kening Lisa, sebagai ucapan selamat pagi.


Reza. : pagi juga..


Reza pun tanpa banyak berkata segera meluncur ke kampus.


parkiran


Lisa yang sudah segera turun dari mobil Reza pun pamit,


Lisa. : duluan iya aku..


sebelum keluar Reza menahan tangan Lisa dan menarik Lisa ke arahnya, mereka pun berciuman didalam mobil, Reza pun segera mengakhiri ciuman itu,


Reza. : semangat iya..


Lisa. : kamu juga (menciumnya lagi dan pergi keluar ).


Reza pun tersipu malu dan tersenyum sendiri di dalam mobil, " pagi-pagi sudah membuatku seperti ini " gumamnya, segera lah keluar menuju ruangan kerjanya.


Lisa yang baru mengecek hp nya baru sadar, kalau semalam Reza mengirimkan pesan ucapan selamat tidur, dia pun berjalan sambil tersenyum memandangi hpnya, tiba-tiba Rasti datang dari belakang.


Rasti. : orang gila, masih pagi sudah senyum-senyum sama hp nya !


Lisa. : sirik aja loe.. (melihat hpnya lagi)


Rasti. : percaya deh sama pacarnya pak dosen mah.


Lisa. : jangan kenceng kenceng ntar ada yang denger.


Rasti. : lah emang knp ? loe mau diem diem gitu.


Lisa. : bukan gitu, masih gak percaya aja gw sama diri gw sendiri hehehe


Rasti. : si kmapret gw kira knp ! sini gw tabok dulu pake sepatu gw biar loe sadar.


mereka pun berjalan menuju kelas sambil bercanda, hari ini tidak ada jadwal Reza mengajar dikelasnya.


Rasti yang melihat Lisa seperti tidak bersemangat, " cie bt .. gak ketemu pacar " ledeknya, Lisa pun melirik sambil menulis " apaan sih.. ini gw lagi nulis ras, apanya yang bt " jawabnya, "keliatan tau dari muka loe.. kangen iya.. cie cie " ledeknya lagi, "Rasti.. please deh " jawabnya sambil melotot , mereka melanjutkan belajarnya.


Reza yang baru saja keluar dari kelas sebelah sudah melihat Lisa yang berjalan ke arah kantin, dia pun mengikuti dari belakang.


tak lama hidangan pun tersedia, saat Lisa dan Rasti hendak memakan makanannya mereka dikejutkan dengan kehadiran Reza yang tiba-tiba duduk di samping Lisa.


Reza. : bi.. satu iya


ceu edoh pun mengangguk, Lisa dan Rasti melihat Reza bersamaan.


Rasti. : lis.. ko ada dia (melihta ke Reza)


Lisa. : gw juga gak tau (melihat ke Reza juga)


Reza. : kenapa pada ngeliatin .. cakep iya !


Lisa dan Rasti yang mendengar jawaban tersebut saling memandang satu sama lain dan berkata "pede bgt" sambil tertawa .


Reza. : yakin gak cakep .. (mendekatkan mukanya kepada Lisa)


Rasti. : hmmm... hmmm.. ada orang kali di sini, ya kali disini juga. (ngedumel)


Reza dan Lisa pun langsung spontan duduk seperti biasa,


Lisa. : apaan sih ras.. (malu-malu)


Rasti. : nanti lanjut di rumah aj (ledeknya)


Lisa. : mulai deh..


reza yang mendengar mereka berdua berbicara hanya bisa tertawa kecil, dan mereka bertiga menghabiskan makanannya terus pulang.


Lisa. : ayo pulang za..


Reza pun berdiri dan berjalan menuju parkiran "ayo", Lisa mengikutinya dibelakang, tiba-tiba Reza terhenti dan Lisa pun menabrak punggung reza.


Lisa. : ada apa.. ko berhenti ?


Reza. : disamping aku jalannya, knp di belakang !


Reza yang mendengar jawaban Lisa agak sedikit kesal,


Reza. :lalu kenapa kalau dikampus ?


Lisa. : iya gpp sih, cumaaaa...


Reza. : cuman apa (mencium bibir lisa sekilas sehingga Lisa tak bisa melanjutkan jawabannya ).


Reza. : aku gak mau dengar apaapa, itutin kata aku aja, ngerti kan.


Lisa. : iya ngerti (malu)


mereka segera pergi dan pulang ke apartemen, Lisa yang tertidur belum mengetahui bahwa Reza menuju apartemen miliknya .


Reza. : bangun sayang. . sudah sampai (mencium kening).


Lisa yang baru bangun dan tersadar bahwa ini bukan apartemen miliknya, "ini dimana"


Reza. : apartemen aku, ayo masuk (menarik Lisa)


Lisa hanya menuruti Reza, dan memasuki kamar reza, dia kagum saat melihat kamarnya yang rapi, bersih, dan wangi maskulin pria.


Reza. : ayo duduk dulu.


Lisa langsung duduk, Reza mengambilkan minum untuk Lisa dan duduk di sampingnya sambil membuka kemeja setengah dada, Lisa pun melihatnya dengan wajah memerah.


Lisa. : knp ajak aku kesini ?


Reza. : habis kamu tidur, lagian juga kamu kan belum tau apartemen aku dimana, jadi sekalian aja (melihat ke Lisa)


Lisa. : terus kamu mau ngapain ?


Reza pun tersentak dengan pertanyaan seperti itu.


Reza : kamu berharap aku apa-apain !(ledeknya).


setelah Reza berkata seperti itu, Reza pun langsung mencium bibir Lisa dengan lembut dan sedikit ganas, karna Reza telah menahan diri sejak kemarin.


hmmm... lirih Lisa,


Reza yang mendengarnya, langsung makin bersemangat mencium bibir Lisa, tak lupa tangan yang membuka kancing baju Lisa, dan segera Reza memindahkan ciumannya tersebut.


Reza pun langsung melanjutkan, "yang boleh kan itu" bisiknya. Lisa pun mengangguk, Reza yang mengerti mulai merajai are bawahnya.


Reza mencium keningnya dan tertidur di samping Lisa, Lisa yang kelelahan pun ikut tertidur, akhirnya mereka tertidur sampai pagi karena besok hari libur .


jam 10.00


Lisa pun terbangun dari tidurnya, dan mencium aroma makanan lezat, "ya ampun dimana ini " dia pun berpikir dan teringat apa yang telah terjadi kemarin, Lisa segera bergegas mandi, dan menemui Reza.


Reza. : pagi sayang (mencium kening)


Lisa. :pagi.. (duduk dan tersenyum)


Reza. : ayo dimakan sarapannya, aku sudah buatin buat kamu.


tanpa basa-basi Lisa langsung memakan sarapannya.


Reza yang asik melihat Lisa makan dengan lahapnya hanya bisa tersenyum.


Reza. : makannya pelan-pelan masih banyak di dapur (ledeknya).


Lisa. : hehehee. .. laper (sambil ngunyah).


Reza pun pergi menuju sofa sambil melihat tv, Lisa yang asik makan tak menghiraukannya, setelah Lisa selesai makan Lisa pun menghampiri Reza yang asik menonton dan duduk disampingnya sambil bersandar manja, Reza pun menerima dan tersenyum.


Reza. :knp.. ? sudah makannya.(mengelus rambutnya)


Lisa. : kenyang aku .. (mendengak kewajah Reza)


Reza. :(mencium ) dasar manja.. (ledeknya)


Lisa. : tapi cintakan.


Reza pun melanjutkan aksinya yang kemaren di sofa sampai sore hari.


sebenarnya Reza ingin bertanya kenapa Lisa bisa memberikan keperawanannya kepadanya, namun karena melihat sikap Lisa seperti itu Reza pun mengurungkan niatnya dan melanjutkan lagi aksinya, mungkin besok dia akan bertanya kepada Lisa.


\=> like dan komen


jangan lupa ya say ...