My Lovely Mafia

My Lovely Mafia
Save Me



Clara Pov


Setelah melewati hari yang begitu melelahkan untukku dan keluargaku walaupun kami semua belum dapat menemukan keberadaan mikaela sejak hari itu. seakan-akan dia tertelan oleh bumi. Mungkin awalnya keluargaku berniat untuk memasukkannya ke dalam penjara karena perbuatannya terhadapku pada hari itu. Namun aku meminta pada seluruh keluargaku untuk melupakan semua kejadian itu bagaimanapun dia pernah menjadi bagian dari keluargaku dan tetap akan aku anggap sebagai kakak perempuanku yang selalu aku sayangi hingga saat ini. Aku percaya dia tidak benar-benar dengan perkataannya saat itu hanya saja keadaan yang mendorongnya untuk melakukan itu.


Flashback


secara cepat mikaila menancapkan pisau yang sejak tadi dia pegang ke tubuh Clara. Semua orang  terkejut dengan tindakan sang wanita muda itu. Mereka tidak menyangkan akan terjadi hal seperti ini. Anak yang selama ini mereka rawat dan mereka sayangi dengan teganya menyerang adiknya sendiri.


"Kakak, hukkkk." wanita muda itu menangis saat mendengar sang adik yang sedang dia tusuk memanggilnya dengan panggilan sayang.


"Kenapa kakak menangis hukkk, bukankah ini yang kakak pengen lakukan selama in hukkk." matanyapun pelahan  menutup.


"Clara ."


Flahshback end


"Apa kamu gak bisa menunda ke pergianmu Clara? Kamu baru saja keluar dari rumah sakit bahkan lukamu belum benar-benar kering ."


"Aku sudah menundanya 1 minggu kakak dan ingat aku hanya pergi untuk kuliah bahkan dad dan mom mengizinkanku ."


"Kata siapa sayang , mom tak pernah mengizinkanmu kalau bukan karena ancamanmu. "


"Sudahlah sayang kamu bisa menengoknya. dia hanya pergi untuk kuliah."


"Itu tak mungkin , kamu paling gak bisa jauh-jauh dari aku kalau kau harus tahu."


"Sudahlah , aku sudah harus pergi." Aku segera memeluk mereka satu persatu. Setidaknya aku pergi tanpa penyesalan walau masih ada satu masalah yang belum aku selesaikan dengan Kak mikaila tapi untuk saat ini aku ingin merasakan kebahagian sementara. Mungkin aku egois untuk saat ini.


"Aku pergi mom ,dad , and my brother."


                                                                                            *************


Seorang pria sedang duduk di kursi kebesarannya. Berbagai pikiran negatif sudah mengisi seluruh bagian otaknya. Dia bingung harus mencari kemana lagi gadisnya itu. Terakhir dia bertemu dengannya saat di restaurant itu dan sekarang sudah 3 minggu berlalu saat itu. Bahkan dia tidak bertemunya di pesawat. Hal itu membuatnya gusar akan semua itu. Apalagi saat mendengar kabar bahwa gadisnya tidak masuk pada penyambutan barunya.


"Tuan ."


"Kau menemukan informasi tentangnya." Dia mengangguk


"Ya Mr Albert. Setelah kami selidiki kalau nona Clara baru saja terbang ke amerika 3 hari yang lalu, dan hal yang membingungkan adalah beberapa jam setelah sampai dia menghilang."


"Apa Maksudmu?"


"Kami mempunyai firasat dia dibawa oleh orang -orang Crash ."


"Jadi maksud kamu gadisku akan dijadikan pelacur huh?" Lelaki itu mengangguk menjawab pertanyaan tuannya.


"Ini tidak bisa dibiarkan, mereka ingin bermain dengan milikku berarti mereka menginginkan kematian. Siapkan mobil kita akan pergi ketempat itu." Senyum smirk muncul di bibirnya.


                                                                                             ******


Clara Pov


aku terbangun saat mendengar suara berisik dan pada saat itu aku terkejut dengan keadaan mereka. Aku mulai mengingat -ingat lagi yang terjadi beberapa jam yang lalu. Seingatku saat aku ingin menuju apartementku seseorang memukul tengkukku dan seketika kegelapan menarikku kedalamnya.


"Kau sudah sadar nona."


"Aku ada dimana dan kenapa kalian mengikatku?"


"tenanglah sebentar lagi pemilikmu akan datang."


"Apa maksudmu ?"


"Ya kamu akan saya jual."


"Apa? "


"Berhentilah berbicara kau *****."


aku mencoba melepaskan ikatan pada tanganku tapi tak bisa. Bahkan aku sudah pusing memikirkan nasibku kedepannya. Aku takut pikiran negatifku menjadi kenyataan. Aku masih ingin menghirup udara lepas dan memberikan harta berhargaku pada suamiku .


Sebuah kain menutup mataku. Aku takut benar-benar takut pikiran negatifku terjadi. Aku gak mau hidupku seperti ini. Baru saja kehidupanku kembali bahagia. Apa tuhan tidak memperbolehkanku untuk merasakan kebahagian walaupun hanya sesaat saja. Aku benci semua ini. Secara tiba-tiba kain yang menutup mataku terbuka dan sungguh yang saat ini aku lihat semakin membuatku takut.


"Pakai baju ini."


"Kamu orang baru ya, bawa enjoy ajah. Mungkin awalannya memang sedikit hmm you know tapi lama-lama kamu akan merasa bahagia." Aku melihat wanita itu yang berjalan dengan santai tanpa sehelai benang menutup tubuhnya.


"Berhentilah dengan kebiasaan burukmu itu Ned. Ayo aku bantu ." Wanita itu menarikku ke sebuah ruangan di sana dia membantuku menggunakan pakaian menjijikan yang memperlihatkan sebagian dadaku  dan pahaku. Aku merasa seperti seorang ****** mungkin saat ini aku akan disebut seperti itu.


"Wow kau memang cantik. Bawa dia kepemiliknya. Kau harus memuaskannya dia sudah membelimu dengan harga yang cukup fantasty."


"Cuh , aku tak sudi melakukannya ." Segera aku memukul lelaki yang tadi memegang kedua tanganku saatnya untuk kabur.


"Kejar dia."


Aku keluar dari pintu dan disuguhkan dengan musik keras yang selalu aku benci dari tempat seperti ini. Aku terus berlari diantara kerumunan orang itu, dan sialnya aku tak sengaja menubruk badan seseorang disaat bersamaan aku mencium parfum seseorang yang aku kenal dan rindukan. Tapi sadar bahwa itu tak mungkin orang itu. Aku tak pernah mengatakan tentang niatanku pergi ke negara bebas ini.


"I find you my little baby." Suara itu menyadarkanku , itu adalah suara al. Segera aku tanggahkan kepalaku dan mata kamipun bertemu. Aku melihat kerinduan dimatanya.


"Al, Itu kamu Al." Aku mencoba memberikan jarak antara kami tapi dia menarikku kedalaman pelukannya.


"Ya ini aku Clara. Kau membuatku sangat khawatir." Apakah semua ini nyata Al Khawatir padaku."Ayo kita pulang." Dia menarikku keluar dari keramaian di tempat itu hingga suara teriakan yang menggema diruangan itu.


"Kau mau bawa kemana pegawaiku ." Albert memberikan jasnya untuk menutupi pakaian yang aku pakai. Terlihar wajahnya sangat menyeramkan. Ini kali pertama aku melihat ekspresinya seperti ini.


"Kau duluan ke mobil , aku akan urusan masalah ini terlebih dahulu oke my little baby. Kau antar gadisku dan jangan sampai lecet." Dasar Al lagipula aku bukan anak kecil dan apa dia menitipkanku seperti seorang anak sd sangat lucu. Karna kesal dan kebisingan tempat ini akupun pergi keluar dari tempat ini.


                                                                               ****************


Albert Pov


Setelah sampai di tempat biadap ini aku hanya duduk di salah satu tempat biasa aku memesan minuman dan wanita. Aku tidak ada niatan untuk mengajak seorang wanita di sini saat ini. Aku hanya menyesap wineku sambil melihat keadaan di Club ini. aku berharap melihat gadisku di sini. Aku tidak akan membeli gadisku karna dia bukan barang dan dia sudah menjadi milikku jadi buat apa aku membelinya juga. Hingga aku melihat gadisku sedang berlari diantara kerumunan orang -orang. Wajahnya menunjukkan ketakutan semua itu semakin membuatku emosi. Siapapun orang yang berani membuat milikku seperti itu harus mendapatkan balasannya. Aku mengejarnya dan dia gak sadar sudah menabrakku. Dia masih terdiam dan bergerak sama sekali. Dia sangat menggemaskan saat ini dan saat aku melihatnya kembali sesaat itu rahangku mengeras , siapa yang berani menggunakannya pakaian kurang bahan ini bahkan punggunnya sangat terekspos.


"I Find You my little baby." Mata kami saat itupun bertemu. Aku sangat merindukan wajahnya. Bahkan seakan menatapnya tak akan pernah cukup untukku.


"Al , itu kamu Al." Aku menariknya kedalam pelukanku. Aku menghirup aroma tubuhnya yang sudah aku rindukan selama 3 minggu ini.


  "Ya ini aku Clara. Kau membuatku sangat khawatir." Aku menatap mata indah itu hingga kegaduhan ini menggangguku.


" Ayo kita pulang."   Aku menariknya dari kerumunan itu hingga sebuah suara memberhentikan kami dan aku melihat gadisku gemetar saat menatap orang yang memanggilnya tadi.


"Kau mau bawa kemana pegawaiku ." Aku memberikan jasku untuk menutupi pakaian yang mengeskpos bagian tubuh gadisku.


"Kau duluan ke mobil , aku akan urusan masalah ini terlebih dahulu oke my little baby. Kau antar gadisku dan jangan sampai lecet."  Setelah kepergian gadisku secara cepat aku mendekati wanita tua bangka itu.


"Kau tahu sekarang kau sedang bermain dengan seseorang yang akan mengambil nyawamu." aku melihat dia terkejut saat melihat wajahku.


"tuan ampuni saya, saya tidak bermaksud...."


Dor


aku sudah muak dengan ****** satu ini. Segera aku tembak orang di belakangnya. Ruangannya yang tadi gaduh tiba-tibapun hening saat aku berkata "Habisi semua orang disini kecuali temanku ." Aku segera meninggalkan tempat itu dan menuju gadisku.


"Kau tak apa-apa Al? Aku mendengar suara tembakkan dari dalam sana." Wajah sangat lucu dan menggemaskan saat dia khawatir seperti saat ini. Aku menyukainya saat dia khawatir padaku.


"Aku baik -baik saja sayang. Ayo kita pulang."


"Pulang?"


"Iya pulang emang kamu masih mau disini  sayang?" dia menggelengkan kepalanya.


"Maksudku aku, kita akan pulang kemana Al ? Jalan ke apartmentku bukan kesini ."


"Kita akan pulang kerumah kita sayang."


"rumah kita?"


      Jangan lupa like comment dan follow akun author karena bakal banyak banget novel- novel barul. Selain itu selalu berikan dukungan pada author agar selalu semangat update terus ya.