My Lovely Mafia

My Lovely Mafia
Masa lalu Clara



Clara masih belum sadar dari pingsannya. Padahal sudah lebih dari 5 jam sejak kejadian wanita itu pingsan. Bahkan Chiko sudah diobati dan duduk di hadapan Albert dan Rico. Sedangkan micky berada di kamar tempat Clara masih belum sadarkan diri.


“Bisa kamu jelaskan Chiko?” tanya Albert.


Chiko menceritakan semua kejadia yang dialami oleh Clara saat dirinya berusia 5 tahun. Kejadian membuat seseorang di dalam tubuh adiknya terbangun. Clara memiliki Alter ego yang sangat berbahaya.


Flashback.


Clara yang sedang menunggu kakaknya menjemputnya di depan gerbang sekola. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya.Keluar pria bertubuh besar yang langsung membawa badan Clara. Saat itu kakak Chiko melihat adiknya diculik. Tapi dia tidak bisa mengejar mobil itu.


Dia langsung menghubungi ayahnya dan memberitahu tentang penculikan sang adik. Ayahnya langsung menggerakkan bawahannya untuk mencari anaknya. Sedangkan Chiko memilih mengurung diri di dalam kamar dan menyalahkan dirinya atas penculikan adiknya.


Sedangkan ditempat lain Clara yang sudah sadar dari obat bius. Ketakutan melihat ruangan yang gelap dan hanya ada satu lilin saja untuk menerangi ruangan itu.Beberapa pria besar datang dengan wajah yang takut.


“kalian siapa?” tanya Clara dengan suara yang pelan.


“kita adalah orang yang memberikan kamu kesenangan.” Ucap seorang pria dengan senyum yang menakutkan.


“Apa yang kamu ucapakna hey?” tanya seorang pria lain.


“bukankah kita bisa menyiksanya, agar pria tua itu segera mengirimkan uang.” Ucap pria itu.


“kamu benar.” Ucap yang lain.


Selama 3 hari Clara selalu disiksa. Badannya sudah sangat lemas dan tidak berdaya karena tidak diberikan makan maupun minum. Saat Clara sudah pasrah dengan hidupnya.


Seorang wanita datang dan membantunya untuk membuka tali. Wanita itu memberikan sebuah pisau pada Clara. Setelah itu Clara disuruh sembunyi.


“kamu bisa sembunyi di sana.” Ucap wanita itu sambil menunjuk sebuah kotak yang berada di pojok ruangan. Clara melakukan seperti yang diucapkan oleh wanita itu.


Saat Clara baru saja masuk ke dalam kotak. Tiba-tiba pintunya dibuka dengan keras. Pria yang beberapa hari ini melukainya datang. Wajah terlihat sangat marah pada wanita yang menyelamatkannya.


“Kamu memang sudah bosan hidup ya.” Ucap pria yang menggunakan baju hijau itu. Pria itu menarik rambut panjang wania yang tidak dikenal Clara.


Saat itu clara dapat melihat semua pelakuan pria itu pada wanita yang menyelamatkannya dari celah kotak. Clara menangis dengan mulutnya yang dibekap agar suaranya tidak terdengar.


Siksaan diberikan oleh para pria itu pada wanita itu. Ternyata wanita itu bernasib sama dengan Clara. Wanita itu dibawa dan digilir oleh para pria itu.


Bahkan Clara melihat adegan mereka menyiksa wanita itu. Tangisan dan rintihan yang tidak berhenti. Saat wanita itu menatap box yang berisi Clara. Wanita itu masih bisa tersenyum. Hal itu semakin membuat mental Clara tergoncang. Dia sangat marah dengan perlakuan pria- pria itu.


Saat mereka sudah merasa lelah, Clara keluar dengan ekspresi yang sudah berubah.Tidak ada rasa takut yang tergambar di wajah anak kecil berusia 5 tahun.


Saat pria itu berniat mendekati badan Clara. Gadis kecil itu langsung melukai pria itu dengan pisaunya tepat di urat nadinya. Ketiga pria lain langsung teralihkan dengan temannya yang berteriak.


“kamu tidak bisa mengurus anak kecil itu.” Ucap pria lain.


Ketiga orang itu terkejut saat gadis kecil itu menusuk kembali kaki temannya. Mereka masih terkejut dengan perbuatan gadis itu.


Saat orang yang dilukai Clara terduduk memegang lukanya, Clara dengan santainya menusuk dada pria itu dengan sangat dalam tepat di jantungnya.


Ketiga pria itu langsung bergerak mendekati Clara. Mereka berniat untuk menangkap gadis kecil itu. Tapi tiga tembakan melesat mengenai mereka.


Tenyata Clara mengambil pistol dari teman yang sudah terbaring tidak berdaya. Tiga tembakan itu ternyata mengenai dada kiri, kepala dan tangan. Hanya satu orang yang masih bergerak karena hanya terkenal tembakan di tangannya saja.


“Sialan kamu anak kecil.” Ucap pria itu yang berniat menembak Clara. Tapi kalah cepat dengan gadis kecil itu. Tembakannya mengenai matanya. Pria itu berteriak karena rasa sakit yang dirasakannya. Sekali lagi tembakan dilesatkan tepat di kepala pria itu.


Wanita yang menyelamatkan Clara terkejut dengan tindakan gadis kecil itu. Dia tidak menyangka kalau Clara akan membunuh 4 pria dewasa dengan tangannya sendiri. Tanpa ada luka yang bersarang di tubuhnya. Bahkan saat Clara menarik pelatuknya tidak ada wajah ketakutan.


“Kalian harus dihukum karena sudah melukai orang lain.” Gumam gadis kecil itu. Kata-kata itu dirinya dapatkan dari salah satu pria saat menyiksanya. Pria itu mengatakan kalau Clara sudah membuat anaknya hidup miskin karenanya dirinya harus disiksa.


Clara berjalan mendekati wanita yang menyelamatkannya. Dia menangis melihat kondisi wanita itu. Air matanya mengalir dan teriakan yang tidak jelas mengikuti.


“aaaaaaaaaahaahhhhk.” Teriak Clara yang tidak mengucapkan sepatah kata hanya berteriak dan menangis.


Wanita yang sudah tidak berdaya itu mengelus pipi Clara yang membuat gadis kecil itu menatapnya. Wanita itu tersenyum sebelum kematian menjemputnya. Ternyata wanita itu mengalami pendarahan yang sangat parah.


Clara hanya menangis sambil menatap mayit di depannya. Beberapa jam telah berlaru beberapa polisi masuk ke ruangan itu terkejut melihat pemandangan yanng memilukan.


Clara tidak lagi menangis tapi dia sedang menusuk  salah satu pria dengan pisau kecilnya. Bahkan dari 4 pria yang dibunuh Clara. Salah satu dengan kondis pencernaan yang terlihat dengan jelas.


Polisi terkejut melihat kondisi anak itu. Dia seperti jiwa yang kosong. Tidak ada ekspresi senang atau sedih dalam melakukannya. Tangannya terus bergerak untuk menusuk badan para penjahat itu.


Ayah dari Clara berlari dan memanggil anaknya. Dia gagal melindungi anaknya. Sekarang Anaknya tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Saat melihat hal yang dilakukan gadis kecil berusia lima tahun saja sudah membuat hatinya hancur berkeping-keping.


“Clara sayang.” Panggil ayah clara dengan lembut.


“AYAH.”teriak Clara bersamaan tangisan yang mengikut. Seperti jiwanya sudah kembali seperti anaknya yang sangat maja. Ayah Clara langsung membawa tubuh anaknya kedalam pelukannya. Clara menangis kencang.


Setelah kejadian itu Clara harus melakukan perawatan mentalnya. Ternyata gadis kecil berusia 5 tahun itu mengidap Alter Ego. Seluruh keluarga Clara tertekan tapi tidak dengan kakak keduanya. Bahkan Chiko sangat menyalahkan keadaan adiknya.


Perlahan Clara berubah menjadi gadis yang pendiam dan tidak seceria sebelumnya. Senyuman sudah sepenuhnya terenggut dari kehidupannya. Ternyata kesempatan itu dimanfaatkan oleh kakak kedua Clara untuk menyisihkan adiknya. Tapi Chiko yang tahu itu terus melindungi sang adiknya hingga suatu hari dia harus pergi untuk urusan bisnis. Saat dirinya kembali adiknya sudah pergi.