
Clara menarik Albert untuk menjauh dari mantan sahabatnya. Dia tidak ingin terjadi kekerasan di depan anak kecil. Masalah mereka tidak semestinya diketahui oleh anak kecil polos. Jika harus ada orang disalahkan. Maka orang itu Alex, pria itu masih tidak sadar dengan kesalahanny.
Meskipun dia melakukan dalam keadaan tidak sadar. Dia harusnya tetap mempertanggung jawabkan. Karena orang yang paling dirugikan adalah wanita bukan dirinya.
Saat mereka sudah menjauhi. Clara masih bisa mendengar teriakan dari wanita itu. Apakah dia tidak malu melakukan itu di depan umum. Dia masih egois sama seperti beberapa tahun. Padahal dia sekarang sudah menjadi seorang ibu dan istri. Apalagi tadi dia melihat perut mantan sahabatnya membuncit.
“DASAR KAMU WANITA PEREBUT SUAMI ORANG.”teriak Katy beruntungnya dia tidak menggunakan bahasa jepang. Jadi tidak ada yang mengerti tentang umpat wanita itu. Sedangkan Albert sangat marah kekasihnya diumpat. Tapi dia harus menahan untuk saat ini.
“kamu harusnya marah saat wanita itu menghinamu di tempat umum.” Ucap Albert pada kekasihnya yang dibalas dengan senyuman. Seakan-akan semua hinaan itu tidak mempengaruhinya.
“Aku tidak merasa jadi buat apa aku marah. Hanya membuang-buang tenaga saja.” Ucap Clara dengan santai yang membuat Albert kagum. Kekasihnya memang seorang yang berpikir sebelum bertindak. Dia tidak melakukan sesuatu sesuka hatinya. Kecuali saat sisi lainnya menggantikan Clara. Hal itu sudah beda lagi.
“Aku kagum melihatmu yang seperti. Kalau orang lain pasti sudah membalas hinaan wanita itu.” Ucap Albert yang entah kenapa akhir-akhir ini jadi sangat cerewet. Bahkan mengalahkan Clara yang notabennya seorang wanita. Walaupun Clara memang bukan orang yang banyak berbicara.
“Aku tidak sekeren itu hingga kamu harus kagum Al. Aku hanya merasa tidak ada hal yang harus diungkit lagi dari masa lalu. Kenanganku bersama Katy dan Alex hanya menyisakan luka saja. Aku tidak ingin membuka luka itu kembali. Tidak ada untungnya untukku. Bahkan aku tidak pernah berpikir untuk kembali pada pria itu.” Ucap Clara dengan tatapan sendunya. Saat ini mereka sedang berada di pinggir sungai yang terlihat indah.
Sebenarnya Clara hampir saja terbawa emosi dengan ucapan Katy. Tapi anak laki-laki dan perut buncit katy membuat semua amarahnya reda. Dia tidak tahu bagaimana kehidupan pernikahan Katy dan Alex selama beberapa tahun. Mungkin mantan sahabatnya itu tidak bisa merasakan kebahagian selama menikah dengan Alex.
Pria itu masih tetap egois hingga saat ini. Dia ingat beberapa hari sebelum kedua orang itu menikah. Alex masih mendatanginya dan mengajaknya kabur saja. Dia tidak ingin bertanggung jawab dengan bayi yang dikandung oleh Katy. Pria itu benar-benar berengsek. Jika saat itu Clara bukan orang yang berpikir logis. Dia akan memilih Alex meninggalkan katy. Tapi dia bukan wanita egois yang bisa bahagia di atas penderitaan wanita lain. Itu terlalu kejam pikirnya. Dia tidak ingin karma mendatanginya di masa lalu. Cukup penghianatan saja yang dia rasakan.
“ Clara.” Panggil Albert yang menyadarkan Clara dari lamunannya. Sebenarnya pria itu sudah memanggil beberapa kali nama kekasihnya. Tapi tidak mendapatkan respon apapun.
Rencannya membawa Clara ke jepang untuk berlibur. Tapi semua itu sepertinya menjadi hancur setelah bertemu dengan mantan kekasihnya Clara. Apalagi istri pria itu sudah membentak dan menghina kekasihnya. Dia ingin sekali memberikan hukuman pada wanita itu. Tapi mengingat wanita itu sedang hamil. Semua rencananya sebaiknya tidak dilakukannya. Dia tidak ingin sesuatu balasan akan terjadi pada istrinya nanti di masa depan karena perbuatannya pada seorang wanita hamil.
“Kita sebaiknya membatlkan liburan di jepang. Aku ada pekerjaan di indonesia. Kamu mau ikut?”Tawar Albert yang membuat wajah Clara kembali lagi bergairah. Dia sudah merindukan sahabatnya sisil. Dia ingin menceritakan banyak pada wanita itu. Tentu saja dia senang dengan ajakkan Albert ke negara asalnya.
“Tentu saja aku mau ikut. Aku juga merasa liburan ini sangat membosankan.” Ucap Clara pada kekasihnya.
“kalau begitu kita akan pergi nanti malam. Karena itu kita harus menikmati sisa waktu kita sebelum pergi ke negara asalmu.” Ucap Albert yang dianggukkan oleh Clara yang sangat antusias.
“Tentu saja, bagaimana kalau kita berburu makanan. Aku sudah lapar.” Ajak Clara yang disetujui oleh pria itu. Dia sangat senang wajah kekasihnya kembali bersemangat. Dia juga ikut frustasi saat melihat wajah murung kekasihnya. Dia tidak saat wajah Clara ditekuk seperti tadi.
Sedangkan seorang pria yang sedang duduk di ruang keluarga dengan map di meja. Dia sedang menunggu seseorang. Tidak membutuhkan waktu lama wanita yang ditunggunya datang. Wanita itu adalah Katy dan anaknya.
“Kamu sudah pulang sayang.” Ucap Katy pada suaminya. Setelah itu dia meminta anak sulungnya pergi ke kamar. Setelah itu dia tidak menduga tatapan suaminya berubah. Padahal tadi pria itu masih membalas senyumannya. Tapi sekarang pria itu menatap tajam padanya. Seakan-akan dia telah melakukan kesalah yang besar saat ini.
“Aku ingin kita bercerai.” Ucap pria itu sambil memberikan map berisi surat gugat cerai. Hal itu membuat Katy terkejut. Padahal dia dan Alex tidak pernah memiliki masalah. Mereka hidup baik-baik saja selama ini. Kecuali kemarin suaminya pulang dengan keadaan mabuk dan terus memanggil nama Clara. Jangan bilang alasan suaminya meminta bercerai adalah wanita itu. Dia tidak bisa membiarkan itu terjadi.
“Aku tidak ingin kita bercerai. Kita sudah mempunyai Gio dan sebentar lagi adik Gio akan lahir. Kamu tega menghancurkan keluarga kita yang sudah berjalan lebih dari 3 tahun.” Ucap Katy pada suaminya yang memilih membuang wajahnya saat dia menatap dengan air mata bercucuran. Alex tidak ingin lemah saat melihat wajah katy lagi. Sejak awal dia memang tidak berniat untuk mempertahankan pernikahannya.
Dia hanya menemani wanita itu hingga anaknya lahir. Setelah itu dia akan kembali di sisi Clara. Wanita yang benar-benar dirinya cintai. Karen selama beberapa bulan bersama Katy. Cinta tidak pernah hadir bahkan setelah tiga tahun berlalu perasaan itu masih sama. Dia belum bisa melupakan rasa cintanya pada Clara.
“Aku tidak bisa mempertahankan pernikahan ini. Hubungan ini hanya menyiksaku terus menerus saja Katy. Sejak awal aku tidak pernah bisa mencintaimu.” Ucap Alex dengan suara lirih.
Katy yang mendengar ucapan suaminya membuat tangisnya semakin keras. Dia pikir selama ini usahanya telah menunjukkan hasil. Saat Alex tidak lagi memintanya untuk berpisah dan menjadi suami sekaligus ayah yang selalu ada untuknya maupun Gio. Tapi semua itu hanya ada dugaan Katy saja. Sejak awal dia tidak pernah memiliki hati suaminya.