
Clara dan Albert memilih untuk terbang menuju Indonesia. Mereka tidak ingin lagi bertemu dengan mantan Clara maupun mantan sahabatnya. Dia juga tidak ingin disebut wanita yang merusak pernikahan orang lain. Sejak awal yang harus disalahkan kedua orang itu bukan dirinya.
Orang yang menjadi korban adalah Clara. Dia merasakan luka karena dikhianati dan dikecewakan oleh kedua orang yang paling disayanya. Sekarang mereka malah saling menyerangnya seakan-akan Clara adalah orang ketiga di antara hubungan mereka.
“Jangan dipikirkan mereka lagi. Sekarang kita bisa melanjutkan liburan di negara asalmu.” Ucap Albert yang sejak awal menatap kekasihnya. Clara hanya diam sejak mereka naik ke pesawat. Kekasihnya lebih memilih menatap langit malam dari jendela pesawat dibanding menatapnya. Tapi Albert sadar kalau kekasihnya hanya sedang resah dengan kedua orang di masa lalunya yang tiba-tiba muncul begitu saja.
“Aku hanya merasa lucu kalau mengingatnya. Mereka yang bermain api tapi jadi aku yang harus menanggung akibat perbuatan mereka. Sejak awal aku yang terluka karena keegoisan mereka. Tapi sekarang mereka malah menyerangku seakan-akan aku orang yang salah.” Ucap Clara dengan kepalanya disandarkan di dada kekasihnya.
“Kalau begitu kamu harusnya memberikan mereka perlajaran adikku.” Ucap kakak Clara yang tiba-tiba muncul saja.
“Kenapa kakak ada di pesawat?”tanya Clara pada kakaknya yang membuat wajah pria itu ditekuk. Bisa-bisanya adiknya itu tidak sadar keberadaan kakaknya sendiri. Padahal sejak awal dia dan micky sudah berada di pesawat ini.
“Kamu sangat jahat adikku. Bahkan keberadaan kakakmu saja tidak kamu sadari.” Ucap Chiko dengan wajah marahnya. Dia sekarang merajuk pada adiknya. Chiko berjalan menuju kekasihnya dan memeluk dengan wajah sedih.
“kakak tidak cocok dengan ekspresi seperti itu.” Ucap Clara dengan polos yang membuat orang-orang yang berada di pesawat menertawakan Chiko. Benar-benar Clara adalah adik durhakannya ini. Bahkan kakaknya saja dia buat seperti lolucon.
“Kamu malah membuat kakakmu sendiri loluco. Dasar adik durhaka.” Ucap Chiko pada adiknya. Clara yang tidak merasa melakukan itu malah kesal. Dia memang mengatakn yang sebenarnya kalau wajah Chiko tidak cocok saat merajuk.
“Siapa yang menjadikan kakak lolucon juga? Kalau orang yang harus dibilang durhaka adalah kakak.” Ucap Clara dengan wajah cueknya. Dia tidak sadar kalau Chiko sedang sakit hati. Pria itu malah merengek di pelukan micky.
“Sayang adikku sudah tidak sayang lagi. Kamu tidak akan meninggalkanku kan?”tanya Chiko dengan wajah sedihnya. Hal itu membuat micky tertawa. Wajah chiko memang tidak cocok untuk merajuk. Bukannya orang gemas malah ingin menggaploknya.
“Micky lebih baik kamu cari pria lain saja, kakak tidak ada baiknya dengan untukmu.” Ucap Clara yang bukannya membantu kakaknya malah semakin memanasi saja. Chiko menatap tajam pada adiknya. Sayangnya hal itu tidak akan pernah berpengaruh pada Clara.
Albert marah saja Clara masih santai saja. Apalagi Chiko yang kalau marah tidak menyeramkan. Sedangkan Albert jengah dengan sahabatnya. Dia tidak sadar kalau badannya itu tidak cocok dengan ekspresi merajuknya. Apalagi menangis, badannya saja kekar tapi hatinya hello kitty.
“Aku akan memilih pria lain kalau kamu seperti ini terus.” Ucap Micky yang membuat Chiko gelagapan. Dia langsung kembali ke Chiko cool. Tidak ada lagi wajah merajuk apalagi air mata yang menetes.
“Gak gitu juga kali. Lebay banget kamu kak.” Ucap Clara yang membuat Chiko menatap tajam kembali. Adiknya menjadi menyebalkan setelah berdekatan dengan Albert. Sepertnya sahabatnya memang bukan pria yang terbaik untuk adiknya.
“kamu seharusnya berjauhan dengan adikku Albert. Kamu membawa dampak buruk pada Clara kecilku.” Ucap Chiko yang membuat albert kesal. Rasanya dia ingin melepar kekasih adiknya sekaligus kakak kekasihnya itu keluar. Dia sangat menyebalkan akhir-akhir ini.
“kamu ingin dilempar dari pesawat.”Ancam Albert yang membuat Chiko meneguk ludahnya sangat sulit. Tentu saja hal itu bukan hanya ancaman. Sahabatnya itu selalu mewujudkan ucapannya kalau sedang marah. Seperti dia sudah membangunkan singa tertidur.
“Benar, lempar saja.” Ucap Clara yang malah mendukung kekasihnya. Sebenarnya siapa yang memiliki hubungan darah dengan adiknya itu. Dia malah kejam pada kakak kandungnya sendiri.
“HEY AKU KAKAK KANDUNGMU LOH. DASAR ADIK DURHAKA.”teriak Chiko yang membuat Clara tertawa keras. Sedangkan Albert hanya tersenyum saja melihat kekasihnya kembali bahagia. Hal itu juga terjadi pada Chiko. Walaupun dia kesal dengan ucapan adiknya itu. Tapi dia senang sekarang adiknya sudah tidak lagi murung. Dia tidak suka saat melihat Clara murung seperti masa lalu lagi.
Sekarang adiknya harus bahagia. Tidak akan dia biarkan ada kesedihan yang menghinggapinya lagi. Biarlah di masa lalu dia gagal menjaga adiknya. Tapi tidak akan terjadi lagi sekarang.
Selain itu Clara sudah memiliki Albert yang berada di sampingnya. Dia yakin sahabatnya bisa menjaga adiknya dengan baik. Karena dia tahu sebesar apa rasa cinta sahabatnya pada adiknya. Terlihat dari perlakuan sahabatnya pada Clara. Padahal dulu Albert pria dingin dan tidak suka berdekatan dengan wanita. Bahkan saat orangtuanya menjodohkannya dengan angela wanita cantik yang terkenal sebagai model. Pria itu sama sekali tidak tertarik.
“Aku senang kamu kembali tersenyum lagi. Jangan bersedih lagi. Aku tidak suka melihatmu seperti itu.” Ucap Albert dengan tangannya mengelus kepala kekasihnya. Hal itu membuat Clara perlahan terlelap dan tertidur di dalam pelukan kekasihnya.
“Kamu tidak berniat memberikan mereka pelajaran?”tanya Chiko pada sahabatnya.
“Tentu saja jika mereka semakin berulah. Untuk sekarang aku akan memaafkan mereka. Aku tidak tega pada anak mereka.” Ucap Albert sambil menatap kekasihnya. Dia memang memberikan kesempatan kedua untuk Alex maupun katy.
“Kamu harus tahu kalau alex sudah memberikan gugatan cerai pada istrinya. Dia berniat mengejar adikku. Jadi kamu harus berhati-hati pada kedua orang itu. Mereka akan berbahaya untuk Clara maupun kamu.”jelas Chiko yang dianggukan oleh Albert. Dia sudah mengetahui hal itu. Bawahannya sudah memberikan informasi itu semua sebelum mereka terbang. Dia tidak terkejut mendengar manta kekasihnya Clara mengajukkan perceraian mereka. Albert bisa melihatnya dari tatapan Alex yang tidak akan menyerah begitu saja. Tentu saja tidak ada pria yang melepaskan Clara. Karena dia tahu seberapa berharga kekasihnya.
Karena itu dia tidak akan melepaskan Clara begitu saja. Mungkin tidak lagi ampunan pada Katy maupun Alex setelah ini. Albert akan benar-benar memberikan hukuman pada mereka. Walaupun dia harus melukai anak yang tidak berdosa.