My Lovely Mafia

My Lovely Mafia
Brother and Sister



Clara bangun lebih awal dari biasanya. Alasannya hanya karena ingin menikmati pagi di negara sakura ini. Dia berjalan menuju taman di kediaman ini. Duduk di salah satu bangku tepat di bawah pohon sakura yang indah. Hingga sebuah tangan menutup kedua matanya.


“Al.” panggil Clara, pria itu langsung melepaskan kedua tangannya.


Albert cemberut karena wanitanya dengan mudah menebaknya. Hal itu membuat Clara tidak bisa menahan tawanya. Apakah pria itu tidak sadar kalau di rumah ini hanya dia saja yang bisa melakukannya. Tidak mungkin kalau pelayan melakunya.


“Kamu tahu tidak ada orang lain yang mungkin melakukannya.” Ucap Clara yang membuat wajah Albert kembali tersenyum.


“ah kamu benar, aku juga tidak akan membiarkan ada pria lain yang melakukan itu padamu. Menyentuh tanganmu saja tidak akan aku biarkan. Kamu hanya milikku saja Clara.” Ucap Albert yang sudah duduk di samping kekasihnya.


Beberapa saat kemudia kepala pelayan datang sambil membawa napan berisi dua gelas teh hangat untuk kedua majikannya. Walaupun pagi ini bisa terbilang cerah tapi udaranya cukup dingin. Padahal sedang musim semi mungkin itu terjadi karena tadi malam tiba-tiba turun hujan.


“Silahkan nona dan tuan.” Ucap pelayan wanita yang sudah tidak muda lagi.


“Nek sudah aku bilang panggil nama saja.” Protes Albert yang dianggukan juga Clara. Dia merasa tidak enak kalau ornag lebih tua memanggilnya seperti itu.


“baiklah nak Al, dan nak Clara. Nenek ini masuk dulu ke dalam rumah. Saat sarapan sudah siap, nanti nenek akan memanggil kalian berdua.” Ucap pelayan tua itu sebelum meninggalkan sepasang kasih itu.


“Ternyata tinggal di negara ini cukup menyenangkan juga.” Ucap Clara pada Albert dengan kedua matanya menikmati pohon sakura di depannya.


“kalau kamu suka, bagaimana kalau setelah kita menikah. Kita bisa tinggal di negara ini. Aku akan mengikuti kemanapun kamu mau.” Ucap Albert pada kekasihnya sambil menyelipkan rambut Clara ke belakang telinganya.


“Kita bisa membicarakan itu setelah kita menikah bukan?” ucap Clara pada kekasihnya.


“Kapan kamu lulus. Aku sudah tidak sabar menikahimu. Kamu tidak kasian padaku yang sudah tidak muda lagi.”Ucap Albert yang membuat wanita itu tertawa lenyah mendengar candaan kekasihnya.


“Apakah tuan Albert tidak bisa menunggu satu tahun lagi?” tanya Clara dengan wajah sedihnya.


“Aku akan menunggu kamu berapa lamapun itu. Tapi kamu juga ingat kalau umurku terus bertambah. Aku takut kamu tidak menerimaku saat aku tidak lagi muda.” Ucap Albert yang membuat Clara tidak bisa menahan tawanya. Albert juga ikut tertawa. Keduanya terlihat sanga bahagia. Orang -orang yang melihat keduanya ikut merasakan perasaan bahagia mereka. Terlihat kesederhanaan keduanya untuk menikmati waktu bersama.


Hanya dengan duduk di depan sebuah pohon bunga sakura saja sudah membuat keduanya bisa bahagia. Hal itu yang membuat Albert sangat mencintai wanitanya. Clara bukan wanita yang ribet yang berada di luar sana. Wanitanya adalah yang selama ini dirinya cari. Karena dia mirip dengan sang ibu yang sederhana dan baik.


Clara selalu memberikan kebahagian pada Albert dengan hal-hal sederhana yang dilakukannya. Semua yang dilakukan oleh Clara selalu membuat pria itu tertarik Seperti saat ini tingkah Clara yang memainkan tangannya sambil menatap bunga sakura. Tidak ada dari mereka yang berniat untuk mengeluarkan sepatah kata. Hingga Albert mengawali pembicaraan.


“benarkah? Sebenarnya aku belum siap bertemu dengan kakak. Tapi aku juga merindukannya.” Ucap Clara yang menatap kosong pohon sakura.


“Aku tidak suka kamu merindukan pria lain.” Protes Albert yang membuat Clara terkejut. Dia tidak habis pikir dengan kegilaan kekasihnya ini. Albert memang selalu mengatakan kalau dia tidak suka melihat Clara berdekatan dengan Chiko. Karena pria itu seorang pria. Albert hanya ingin dirinya sendiri yang boleh berdekatan dengannya.


Pria itu memang sangat prossesif dan bucin pada Clara. Terkadang dia senang dengan sikap kekasihnya. Tapi Albert cemburu dengan kakak kandungnya sendiri. Tidakkah dia sadar kalau dirinya juga memiliki adik perempuan. Apakah Clara cemburu saat Albert bersama micky. Tentu saja dia tidak karena Clara tahu micky hanya adik kekasihnya.


“Ayolah sudah berapa kali kita membahas ini. Aku sudah bosan dengan topik ini.” Ucap Clara dengan wajah kesal yang sedang menatap Albert. Sedangkan pria itu malah tersenyum. Dia tidak sadar kalau Clara bisa saja mengamuk jika pria itu salah satu kata saja. Dasar pria menyebalkan ini.


“Aku tetap aka cemburu dan tidak suka kamu berdekatan dengan Chiko. Kalian seperti sister complex. Chiko terlalu tergila-gila padamu sayang.” Ucap Albert yang membuat Clara terkejut mendengarnya. Dia tidak salah dengarkan. Sistercomplex. Bagaimana bisa dia memikirkan hal itu. Bukankah keterlaluan dia berpikir kalau kakaknya mempunyai perasaan padanya. Padahal sudah jelas Chiko sangat mencintai adiknya itu.


“kamu gila AL.”


“aku gila karena kamu terlalu cantik dan manis. Aku takut ada orang yang merebutmu dariku. Kamu terlalu berharga untukku bahkan dibandingkan semua yang aku miliki. “ ucap Albert yang membuat Clara senang sekaligus sebal mendengarnya.


“ya aku tahu aku seberharga itu tapi hentikan pemikiranmu yang sanagt menyebalkan.” Ucap clara yang memilih meninggalkan albert setelah menghabiskan tehnya.


Pria itu emngikut Clara yang sedang marah padanya. Mereka sarapan dengan suasana hening karena Clara masih marah dengan kekasihnya. Bukannya meminta maaf Albert malah semakin saja menggoda kekasihnya. Pria itu tidak sadar kalau saat ini kekasihnya dalam mode marah.


“Al berhenti aku sedang kesal.” Ucap Clara pada Albert yang asik memainkan rambutnya setelah selesai sarapan. Mereka sedang berada di ruang keluarga. Hari ini clara akan menunggu kedatangan kakanya sebelum jalan-jalan menikmati wisata di kota ini.


“Kamu tahu rambutmu ini sangat harum dan indah.” Ucap Albert yang membuat Clara jengah mendengarnya. Pria itu tidak bisa diam sehari saja. Dia membuat Clara tidak fokus menonton Tv.


“kamu ternyata masih suka mengganggu adikku Albert.” Ucap seorang pria yang muncul dari pintu penghubung dengan ruangan lain. Disamping pria itu ada wanita cantik yang seumuran dengan Clara.


Clara langsung berdiri saat mendengar suara yang sangat dikenalnya. Dia berlari mendekati kakanya. Chiko langsung merentangkan tangan menunggu kedatangan adiknya. Sayangnya orang yang dipeluk adalah micky. Albert menahan tawan melihat adegan menyakitkan bagi Chiko.


“hahahahhaha kasian kamu Chiko.” Ucap Albert yang mengejek sahabatnya.


“diam kamu calon ipar yang tidak tahu diri.” Ucap Chiko  pada Albert.


Setelah melepas rindu dengan sahabat barunya. Clara memeluk badan Chiko yang membuat pria itu tersenyum mengejek pada Albert. Pria itu terlihat kesal karena kekasihnya memeluk kakak laki-laki. Memang kedua orang itu tidak bisa benar-benar akur padahal akan mejadi adik dan kakak ipar.