
Setelah pertemuan dengan Alex. Clara tidak memiliki semangat lagi untuk menikmati liburannya. Tentu saja Albert tahu pria yang mendatangi kekasihnya. Ada perasaan yang mengganjal di hatinya. Dia hanya khawatir kalau Clara masih memiliki perasaan pada pria itu. Terlihat tatapan terluka yang tergambar di kedua wanitanya.
“Kamu tidak berniat untuk menjelaskan tentang pria itu?” ucap albert yang sudah tidak kuat dengan keheningan keduanya di dalam mobil. Mereka masih berada di tempat parkir dan Albert tidak berniat untuk segera pulang. Sebelum masalah hari selesai dan tidak ada lagi yang menggangunya. Dia suka menahan perasaan dalam hati.
“Albert aku berharap kamu tidak salah paham. Dia bukan siapa-siapa lagi.” Ucap Clara yang sepertinya masih belum ingin menceritanya. Tapi Albert tidak akan berhenti begitu saja.
“Tapi kamu terlihat memiliki hubungan dengan pria itu. Kalau kamu tidak menjelaskannya. Aku pasti menduga kamu berselingkuh dengan pria lain. Walaupun aku tidak akan melepaskanmu meskipun kamu melakukan hal itu dengan pria lain. Mungkin pria itu saja yang akan aku berikan hukuman.” Ucap Albert yang sekarang menatap tajam kedepan. Clara terkejut mendengarnya.
“Jangan Albert, dia memiliki seorang istri dan anak.” Ucap Clara yang membuat Albert semakin kesal karena wanitanya tidak langsung menjelaskannya. Dia menghadap Clara. Wajah Clara ditarik mendekati wajahnya. Lalu dia kecup dahi kekasihnya dengan sayang.
“Jelaskan sekarang aku tidak suka menahan rasa penasaran terlalu lama.” Ucap Albert yang mendapatkan anggukan kepala.
“Pria itu adalah mantanku dulu. Dia selingkuh dengan sahabatku sendiri. Bahkan saat itu sahabatku telah hamil pria itu. Mereka mengecewakan kepercayaanku. Tentu saja aku sudah tidak ada lagi perasaan padanya Albert. Kamu harus percaya.” Ucap Clara pada kekasihnya. Dia memegang tangan pria itu. Albert membuang nafas kasar. Tentu saja dia sudah tahu kalau pria itu adalah mantan kekasih dari wanitanya. Karena itu dia merasa sedikit cemburu pada pria berengsek itu.
“Aku akan selalu percaya padamu sayang.” Ucap Albert yang kembali mengecup dahi kekasihnya. Tanpa kedua sadari Alex melihat keduanya. Lebih tepatnya pria itu mengikuti Albert dan Clara.
Alex merasa marah saat melihat Clara bersama dengan pria lain. Dia tidak suka hal itu karena hingga saat ini Alex masih punya perasaan pada kekasih di masa lalunya. Dia tidak bisa melupakan keberadaan wanita itu meskipun dirinya sudah memiliki istri dan anak.
Tapi mereka bukan yang diinginkan oleh Alex. Wanita yang sekarang berstatus istrinya adalah orang yang menjebaknya. Saat itu alex berada dalam pengaruh obat hingga dia melakukannya dengan sahabat kekasihnya. Sungguh penyasalah selalu menghinggapi setelah bertahun-tahun.
Sebenarnya Alex sedikit terkejut saat melihat orang yang bersama Clara. Tentu saja dia mengenal pria yang sangat disegani di dunia bisnis. Walaupun usianya terbilang masih muda, tapi Albert sudah sukses dengan bisnis di berbagai bidang.
Alex tidak takut dengan itu semua. Dia sudah bertekad untuk mengejar Clara lagi. Jadi dia pastikan akan memanfaatkan waktu Clara di jepang untuk mengebalikan perasaan mereka. Alex percaya kalau wanitanya masih menyukainya sampai saat. Terlihat dari tatapan rindu Clara padanya.
“Aku tidak akan melepaskanmu untuk kedua kalinya. Clara.” Ucap Alex sebelum mobilnya meninggalkan tempat itu.
“Albert kita pulang sekarang, aku sangat lelah dan ingin merebahkan badanku.” Ucap Clara dengan wajah yang terlihat lelah. Albert menganggukan kepala dan meminta supirnya untuk kembali kediamannya.
Sebenarnya Albert sadar kalau Alex tadi melihat mereka. Dia sekarang hanya mengawasi pria itu. Jika dia berniat macam-macam pada Clara. Sudah dipastikan dia akan memberikan hukuman pada mantan dari kekasihnya.
“Kamu bisa menyandarkan kepalamu di bahuku. Nanti kalau sampai aku akan menggendongmu.” Ucap Albert yang dianggukan kepala oleh Clara. Dia tidak menolak tawaran kekasihnya. Karena saat ini dia juga sedang membutuhkan sandaran dari kekasihnya.
“Raizen kamu tahu yang harus kamu lakukankan. Jangan dulu memberikan hukuman padanya. Awasi saja dulu pria itu.” Ucap Albert pada pria muda yang duduk di kursi supir. Pria muda itu menganggukkan kepala.
Raizen adalah bawahannya yang mengurus peruasahaan dan beberapa bisnis di negara ini. Albert tidak mungkin berlama-lama di negara ini. Karena itu dia menunjuk pria itu menjadi penanggung jawab bisnisnya. Raizen akan menginformasikan pada Rico jika terjadi masalah pada bisnisnya.
Barulah saat itu Albert akan datang ke negara ini. Raizen adalah anak dari kepala pelayan yang sudah dianggap sebagai nenek bagi Albert. Dia anak dari Kagami pelayan setiap keluarga Albert.
Raizen menatap pasangan yang duduk di bangku penumpang. Dia masih tidak percaya informasi dari Rico. Kalau tuannya sudah menemukan wanita yang bisa menjinakkanya. Sekarang dia percaya kalau Albert berubah saat bersama dengan nona Clara. Walaupun hal itu hanya terjadi saat bersama kekasihnya saja. Sisanya tuannya masih sama dengan dulu. Mungkin dia lebih ramah dan tidak mudah marah seperti beberapa bulan lalu saat dirinya bertemu dengan Albert.
Bahkan Raizen masih terkejut melihat perlakuan pria itu pada kekasihnya. Tuannya menolak bahkan menatap tajam saat dirinya berniat membantu membawa badan nonanya yang sedang tertidur. Padahal saat bersama adiknya saja pria itu akan meminta Raizen untuk menggedongnya.
Raizen jadi ingat nona mudanya yang sangat cantik dan imut. Sayangnya dia hanya bisa menyimpan perasaannya pada wanita muda itu. Hanya Rico saja yang tahu kalau Raizen mempunyai perasaan pada micky. Dia sadar kalau dirinya tidak pantas untuk mendampingi wanita sesempurna itu.
“Semoga nona selalu baik dan bahagia.” Gumam Raizen sebelum kembali ke rumah yang disediakan oleh Albert yang tidak jauh dari rumah utama.
Sedangkan di tempat lain seorang pria sedang merengek pada kekasihnya yang terlihat cuek padanya. Orang itu adalah Chiko yang baru saja menyelesaikan pekerjaan calon kakak iparnya. Tapi saat dia datang ke apartement kekasihnya. Wanitanya bilang kalau akan berangkat ke jepang besok pagi karena ada jadwal pemotretan.
Padahal Chiko baru saja berniat untuk menikmati waktunya bersama sang kekasihnya. Pada awal mereka pacaran, Chiko disibukkan dengan pekerjaan Albert yang menumpuk. Kenapa kakak dan adik memiliki kesukaan untuk menyiksanya sih pikir Chiko.
“Sayang kamu tega ninggali aku yang sudah kerja keras mengikuti permintaamu.” Ucap Chiko pada kekasihnya yang malah asik memainkan game di hp-nya. Sungguh dia sedang didiamkan oleh Micky. Alasannya wanita itu terlalu malas berdebat dengan kekasihnya yang seperti anak kecil ini.
“Kamu harus pengertian Chiko. Aku juga punya pekerjaan dan aku harus menyelesaikan pekerjaanku. “
“Tapi kenapa ke jepang, kalian mau meninggalkan aku di sini sendirian.” Ucap Chiko dengan wajah ditekuk. Sungguh micky gemas dengan tingkah menyebalkan pacaranya. Apakah benar pria di depannya adalah orang yang menakluhkan banyak wanita di luar sana.
“kamu tinggal ikut aku saja sayang, selain itu pekerjaanmu sudah selesaikan.” Ucap Micky yang membuat sebuah senyuman terbit di wajah pria itu. Kenapa dia baru sadar itu. Tentu saja Chiko tidak ingin menyiakan waktu berlibur dengan kekasihnya. Tapi diakan sedang tidak bisa bertemu dengan Clara.
“Tenanglah, Clara sudah mengizinkannya.” Ucap Micky yang membuat Chiko senang. Pria itu langsung memeluk badan kekasihnya. Dia sangat mencintai wanitanya.
“Aku mencintaimu sayang.” Ucapa Chiko dengan sebuah kecupan di pipinya yang membuat senyuman terbit di wajah Micky. Dia senang karena perlakuan manis dari sang kekasihnya.