
Albert berjalan mendekati Clara dan Chiko yang sedang berpelukan. Dia menarik Clara dari pelukan sahabatnya. Wajah Chiko kesal dengan kekasih adiknya sekaligus kakak wanitanya. Apa dia tidak bisa membiarkan dirinya senang sesaat saja karena adiknya sudah mau lagi memeluknya.
“kamu tidak bisa membiarkan aku senang sebentar saja.” Ucap Chiko kesal pada pria di depannya. Sedangkan Micky tertawa gemas dengan tingkah keduanya. Kapan lagi dia bisa melihat tingkah kakaknya yang kekanakan seperti saat ini.
“Kamu peluk saja micky, jangan peluk clara. Dia punya aku.” Ucap Albert dengan tatapan tajam pada kakak kekasihnya. Sedangkan Clara sangat kesal melihat tingkah kekasihnya yang menyebalkan.
Tidak bisakah dikondisikan rasa cemburunya itu. Selain itu juga Clara tidak mungkin berselingkuh dengan kakaknya sendiri. Kenapa Albert jadi bodoh jika berhubungan dengan Clara. Chiko dan Micky hanya menggelengkan kepala melihat tingkah menyebalkan Albert.
“Sudahlah aku malas berdebat sama pria gila ini. Bagaimana bisa adikku bisa jatuh cinta pada pria setengah gila ini.” Ucap Chiko memilih menarik micky ke salah satu sofa. Dia tidak ingin lagi berdebat dengan sahabatnya itu.
“Aku tuh tampan dan kaya hal itu yang membuat adik kamu juga bisa mencintai aku selain perasaan aku yang sebesar dunia ini.” Ucap Albert yang membuat Clara merasa malu sendiri dengan ucapan pria itu. Sungguh Albert terlihat seperti orang bodoh dibandingkan seorang pembisinis yang terkenal pintar dalam berbisnis.
“Micky kakakmu benar-benar aneh. Dia sangat lebay dan gila. Apakah kamu mau masih menganggapnya sebagai kakakmu sayang?”tanya chiko pada kekasihnya yang dijawab dengan senyuman saja. Sedangkan Albert sudah melotot tidak suka dengan ucapan sahabatnya yang merendahkannya.
Selain itu adiknya bukan membela. Dia malah menyutujui ucapan Chiko tentang dirinya. Ternyata tidak ada yang mendukungnya. Pria itu langsung menatap kekasihnya tapi Clara juga sepertinya berpikir sama.
“Sialan kamu Chiko awas saja kamu. Micky kenapa kamu tidak membela kakakmu sendiri?” tanya Albert pada adiknya.
“kakak saja tidak merindukanku. Dasar kakakku ini tidak mengangap adiknya sendiri.” Ucap Micky yang seperti sedang marah pada kakaknya. Walaupun dia tidak seperti itu sebenarnya. Dia hanya ingin menggoda kakaknya yang sekarang seperti anak kecil.
Lihatlah sekarang pria itu malah merajuk pada Clara yang berakhir dengan kekasihnya mengelus punggu Abert. Dia tahu kalau perasaan pria itu sedang tersakiti. Walaupun Clara juga menikmatinya. Karena pria di dalam pelukannya terlalu menyebalkan akhir-akhir ini.
“Clara kita keluar saja dari rumah. Aku tidak ingin bertemu dengan kedua orang yang menyebalkan itu.” Ucap Albert yang seperti anak kecil saat ini. Sungguh pria itu tidak sadar kalau umurnya sudha tidak lagi muda. Apa dia tidak malu berkelakuan seperti saat ini.
“Ayo aku juga ingin jalan-jalan lagi.”
“kalian tidak mengajakku?” tanya Chiko pada Albert yang di jawab dengan delekan pria itu. Sungguh Albert sekarang terlihat seperti perempuan yang lagi Pms.
“Kamu pergi saja sama micky.” Ucap Albert sebelum meninggalkan pasangan itu di ruang keluarga.
“apakah dia benar kakakmu sayang? Dia berbeda.” Ucap Chiko yang membuat micky kembali tertawa. Dia juga tidak menyangka kakaknya seperti itu. Ternyata banyak yang berubah sejak kakaknya berpacaran denagn Clara. Dia senang kakaknya tidak lagi dingin seperti dulu. Setidaknya dia terlihat seperti manusia yang bisa menikmati hidupnya.
“Sudahlah biarkan saja.” Ucap micky.
“kamu mau meninggalkanku sendiri di rumah sedangkan kamu pergi pemotretan.” Rajut chiko sekarang yang membuat jengah micky.
Pria itu langsung mengejar kekasihnya yang marah. Dia tidak akan membiarkan micky pergi sendirian. Dia tahu di tempat pemotretan pasti banyak pria. Dia tidak akan membiarkan ada pria yang menatap kekasihnya.
Raizen melihat wanita yang dicintainya. Ternyata nonanya sudah dewasa. Sayangnya dia sudah memiliki kekasih dan terlihat pria itu sangat menyangi nonanya. Chiko sadar kalau ada yang sedang menatap kekasihnya langsung menatap tajam pria itu. Raizen langsung mengalihkan tatapannya.
“Siapa pria itu?”tanya Chiko pada dirinya sendiri.
Clara dan Albert sengaja tidak menggunakan supir. Mereka ingin lebih bebas tanpa terganggu oleh Raizen. Selain itu Albert tidak ingin bawahannya sering melihat kekasinya. Sungguh tingkah Albert sudah melebih dari batas. Tapi Clara tidak melarang pria itu kecuali terhadap kakaknya.
Mereka berhenti di sebuah taman yang berada di tengah kota. Tempat sanga indah dengan bunga sakura yang bermekaran. Saat mereka baru saja berniat untuk masuk. Seseorang memanggil Clara yang sudah dia tahu siapa orang itu.
“Clara.” Panggil alex yang memang sengaja mengawasi setiap kegiatan Clara. Dia tahu kalau mereka akan datang ke tempat ini. Alex tidak memperdulikan keberadaan Albert yang berada di samping wanita itu.
Albert menatap jengah pada pria yang dengan beraninya menunjukkan ketertarikan pada Clara. Sedangkan Clara juga sudah malas berhubungan dengan Alex. Dia tidak ingin sahabat masa lalu marah karena berpikir dia berniat merebut pria ini.
“Alex kenapa kamu ada di sini?” tanya Clara pada alex dengan nada dingin dan sinis. Dia tidak suka dengan keberadaannya. Dia menggangu waktunya bersama Alebert. Apa pria itu tidak sadar kalau Clara dan Albert tidak menerima keberadaanya. Dasar pria itu tidak peka sekali.
“Bisakah kita berbicara sebentar.” Ucap Alex pada Clara yang mendapatkana tatapan tajam dari Albert. Tapi Alex juga menatap tajam pada pria itu.
“huh, Albert aku akan berbincara sebentar dengan pria ini. Kamu bisa menungguku di sini.” Ucap Clara pada Albert sebelum meninggalkan kekasihnya. Albert menarik tangan Clara, Dia memberikan kecupan pada kekasihnya. Hal itu membuat Alex kesal dengan perlakuan pria itu pada wanita yang dicintainya.
Dia tidak rela pria lain memperlakukan hal manis pada wanitanya. Pria itu masih mengaku kalau Clara adalah wanitanya. Padahal dia sudah memiliki istri dan anak.
“Apa yang ingin kamu bicarakan alex? Aku tidak punya waktu untuk kamu berbasa basi .” ucap Clara dengan sinis.
“Clara kenapa kamu seperti ini padaku. Aku tahu kamu masih mencintaikukan. Jadi tinggalkan pria itu dan kembali padaku.” Ucap Alex sambil mencoba menggapai tangan Clara. Tapi segera dia tepis tangan alex dengan kasar.
“Kamu lupa kalau sudah punya istri dan anak. Jangan seperti ini alex. Kamu bisa melukai mereka.” Ucap Clara pada pria itu.
“Aku tidak pernah menyangi mereka. Wanita itu yang menjebakku. Kalau kamu mau kembali padaku. Aku bisa bercerai dengannya.” Ucap Alex dengan santai yang membuat Clara terkejut mendengarnya.
“kamu gila, aku tidak mungkin melakukan hal itu. Aku sudah mencintai Albert dan tidak ada lagi ruang untuk pria lain. Jadi jangan berpikir untuk kembali. Uruslah keluarga kecilmu saja dengan baik Alex dan jangan mengganggu aku lagi. Aku tidak suka bertemu dengan kamu Alex.” Ucap Clara yang langsung meninggalkan Alex yang terkejut mendengar ucapan wanita itu. Sedangkan Albert tersenyum mengejek pada pria itu. Alex mengepalkan tangannya karena kesal dengan Clara dan Albert.