
Author Pov
Seorang wanita paruh baya baru saja sampai di pemakaman umum. Dia berniat mengunjungi makan sahabatnya. Hari ini tepat 1 tahun kepergiannya. Wanita itu memiliki banyak hutang budi sahabatnya ini. Dia sadar kalau tidak ada sahabatnya dia tidak akan bisa bertahan dengan situasi keluarganya. Setelah anak gadisnya pergi dari rumah membuat berbagai rasa bersalah menghanggapinya. Dia tidak bisa membuat apapun , bahkan dia membiarkan suaminya sendiri melakukan semua itu pada anak gadisnya. Saat dia menuju barisan makam , wanita itu melihat seorang wanita muda yang mirip dengan anak gadisnya yang menghilang 5 tahun yang lalu. Tanpa wanita muda sadari dia mengikutinya hingga hatinya tak kuat untuk memanggil nama wanita muda itu.
"Clara."
Dia melihat gerak -gerik wanita muda itu. Dirinya tidak tahu apa yang sedang dipikirkan dalam otak cantiknya. Dia berjalan mendekat ke wanita muda berharap orang itu tidak kabur seperti 5 tahun lalu.
"Ku mohon Clara sayang jangan ..." tanpa sadar air matanya jatuh saat melihat wanita muda hanya diam tanpa melakukan apapun. Bahkan dia melihat tubuh wanita muda itu mulai bergetar dan terdengar isakan yang begitu memilukan. Tanpa menunggu lagi wanita paruh baya segera menarik wanita muda itu dalam pelukannya. Dia menyalurkan setiap kerinduan yang selama ini dia pendam selama 5 tahun.
"Sayang , mom mohon jangan tinggalkan mom lagi. Maafkan mom." Dia merasakan tubuh wanita muda itu semakin bergetar tanpa ada satu kata yang keluar selain suara isakkan yang memilukan.
"Sudah cukup mom mengikuti permintaanmu 5 tahun yang lalu. Mom mohon sekali ini kamu mengambulkan permintaan mom."
"Mom , aku gak bisa dan tak akan bisa melakukan itu." Akhirnya suara itu keluar dari wanita muda itu. Dia sangat merindukan suara imut anaknnya.
"Setidaknya sekali ini kamu berkorban untuk mom. Bertahan demi mom dan your brother sayang."
"Mom, aku tak akan pernah bisa menjadi bagian ......."
"Kamu lah yang seharusnya menjadi bagian bukan anak gadis sial itu ."
"Mom dia anakmu sungguh tak semestinya mom seperti itu."
"Dia bukan anakku ataupun anak ayah sialanmu."
"Sungguh mom dia suamimu ." Suara kekehan keluar dari wanita muda itu. Dia tidak habis pikir dengan sang ibu.
"Nak semua sudah berubah , Dad sungguh menyesal dengan perbuatannya." Wanita muda itu menyanggah perkataan wanita paruh baya itu.
"Dia hanya menyesal dengan perbuatanya tapi tidak dengan posisiku di keluarga mom. Dia tetap menganggapku anak tiri walau itu .."
"SSSt setidaknya mom ingin kamu bertemu dengan kakakmu. Apa kamu tidak ingin melihat keadaannya nak." Dia memang merindukan kakak tertuanya tapi sebuah hal membuatnya berpikir kembali untuk menemui sang kakak.
"Kamu harus melihat keadaannya saat ini nak, sungguh dia menjadi sangat hancur setelah kehilanganmu. Dia merasa gagal menjadi kakakmu , bahkan ketika dia tahu apa yang terjadi dia tidak bisa melakukan apapun untuk menolongmu." Wanita muda itu sedikit tergugah hatinya saat mendengar keadaan sang kakak. Dia sangat menyayangi kakaknya itu. Dia tidak pernah tahu kalau tindakannya selama ini menyakiti sang kakak.
"Baiklah Mom aku akan ikut dengan mom saat ini tapi hanya untuk bertemu kakak dan aku mohon mom jangan minta lebih karena aku belum siap dengan semua itu." Wanita paruh baya hanya mengangguk karna dia mengerti keadaan sang anaknya. Walaupun dia bertemu selama bertahun -tahun namun dia mengetahui watak sang anak yang begitu mirip dengan sang suami.
************
Di tempat lain seorang pria sedang berkutat dengan tumpukan kertas yang memenuhi setiap bagian meja kerjanya. Hingga sebuah suara memecah kesenyuan ruangan tersebut. Awalnya dia enggan mengangkat telepon itu karna dia sedang membaca dokumen penting untuk rapat hari ini namun saat membaca nama sang penelepon sesegara dia sudah pekerjaannya. Setelah adiknya menghilang membuatnya semakin dekan dengan sang ibu. Karna bagaimanapun cara untuk menghilangkan kerinduan dengan sang adik yang memiliki wajah yang mirip dengan ibu hanya berbeda warna mata saja.
"Hallo mom."
"Ada apa mom ? jarang -jarang mom menelepon aku jam segini."Ini masih sangat pagi untuk momnya menelepon. Sekarang baru saja jam 10 biasanya momnya menelepon jam 5 sore untuk menyuruhnya pulang. Sangat mengejutkan ,apalagi dia mendengar suara mom yang berbeda dari hari biasanya. Dia bisa merasakan bahwa momnya sedang bahagia saat ini.
"........"
"Apa ? aku akan segera pulang mom." Segera dia mengambil kunci mobil dan jasnya. Sepertinya hari ini dia akan bolos kerja tapi dia tidak peduli karna ini perusahannya.
"Rain batalkan pertemuan hari ini dan kosongan jadwalku hingga dua hari kedepan. Untuk laporkan bisa kamu kirim lewat email." Dia segera menuju parkiran. Pria itu sudah tidak peduli dengan pandangan orang lain karena mengendarai mobil dengan ugal-ugal yang pasti saat ini dia ingin cepat-cepat menuju rumah.
"MOM WHERE ARE YOU ?" setelah sampai rumah segera mungkin dia mencari sang ibu. Dia sungguh tak sabar bertemu dengan seseorang yang dibawa oleh sang ibu. Hingga suara yang dia rindukan menyadarkannya.
"Oh aku sangat terkejut , my brother menjadi sangat bar-bar. aku bingung pergi kemana sifat dinginnya yang dulu ." Secepat kilat pria itu berlari pada wanita muda itu dan membawanya kedalam pelukkannya.
"aku merindukanmu adikku , kenapa kamu melakukan semua itu tanpa mengatakannya pada kakakmu ini. Apa kamu sudah tidak menganggapku sebagai kakakmu lagi huh." Rasa kesal , marah, sedih , bahagia pada pria itu bercampur aduk saat melihat sang adik yang sudah dia cari selama 5 tahun belakangan ini. Bahkan harapannya hampir saja putus untuk dapat melihat dan berkumpul kembali dengan sang adik.
"Aku gak akan lama kakak di sini, aku ke rumah Cuman untuk melihat keadaanmu. Aku tidak bisa berlama-lama di sini karna aku tak semestinya kembali berada di sini ." Emosi sang pria memuncak saat pendengan perkataan sang adik. Dia tidak marah dengan sang adik tapi dia marah dengan keadaan dan dirinya sendiri kalau saja pada saat itu tidak egois akan keinginannya mungkin sang adik tak akan menderit seperti ini.
"Siapa bilang kamu adalah anak dari keluarga ini ."
"Kata siapa kakak? Dia hanya anak angkat di sini buat apa dia berada di sini ." Mendengar perkataan dari seorang wanita yang lebih tua 1 tahun dari sang adik membuatnya tak bisa lagi menahan emosi.
"Harusnya kamu yang sadar diri Mikaila , kamulah yang hanya anak angkat dan satu hal yang kamu tak tahu kalau anak dari keluarga Britario adalah adikku Clara bukan lo. Lo cuman orang yang beruntung bisa masuk keluarga ini dan orang yang tak tahu....." perkataannya berhenti saat sang adik menarik lengannya dan memberikan tatapan kalau dia tak apa –apa tapi hal itu malah membuat sang kakak semakin marah akan wanita tidak tahu diri itu .
"kakak aku mau pulang nanti aku telepon kakak deh."
"Pulang kemana ? di sini rumah kamu dek ." Wanita itu menggelengkan dan pergi meninggalkan kedua orang itu. Saat wanita itu membuka pintu rumah dan pada saat sang kepala keluarga rumah itu ada di depan pintu. Sang pria paruh baya terkejut saat melihat sang anak yang telah menghilang karna kesalahan yang tak pernah bisa dia maafkan hingga kapanpun. Sama seperti pria itu wanita muda itu terkejut melihat sang anak. Namun dia sadar kalau dia harus pergi dari rumah ini meninggalkan berbagai kenangan indah saat masa kecilnya. Tapi sebuah suara dari sang ayah membuatnya berhenti.
"Sungguh Clara , ayah sudah tak punya muka untuk bertemu denganmu nak. Ayah bukan orang tua yang baik untukmu bahkan orang tua ini lebih percaya pada orang lain yang notabennya bukan siapa-siapa disbandingkan anak kandungnya sendiri. Mungkin maaf ayah tak akan bisa dimaafkan oleh mu bahkan ayah sadar semua itu. Tapi ini lah kata yang sudah ayah pendam selama 5 tahun kebelakang ini. Maafkan Ayahmu ini bahkan panggilan ayah tak pantas untuk orang sepertiku." Wanita muda terkejut mendengar perkataan sang ayah. Dia tak pernah marah akan perbuatan sang ayah bahkan dia sudah memaafkannya sejak 5 tahun lalu.
"Aku lebih peduli pada anak yang tak memiliki hubungan darah denganku dan istriku. Bahkan aku sadar bahwa istriku tidak menyukai tindakan yang menyangi anak itu dibandingkanmu yang adalah anak kandungku. Sungguh ayah tak pernah menyesal dengan kehadiranmu di dunia ini. Kamu adalah anak yang ayah tunggu sejak lama tapi tak pernah bisa ayah perlakukanmu dengan baik sungguh maafkan ayahmu ini sayang. Kembalilah karna di sinilah tempatmu pulang."
"Jadi aku bukan anakmu yah , tapi kenapa ? sungguh aku membencimu Clara kalau saja kamu tak pernah lahir aku akan menjadi anak gadis tunggal di keluarga ini. Kalau begitu kamu seharusnya memang tak pernah disini pergi kamu dari sini."
"KAMU YANG SEHARUSNYA PERGI ****** BUKAN ADIKKU."
"Aku adikmu kakak."
"KAMU HANYA ORANG LAIN YANG BERUNTUNG BISA HIDUP DI KELUARGAKU ."
"Kalau aku gak bisa menjadi anak gadis satu-satunya keluarga ini berarti kamu juga tidak Clara." Secepat kilat wanita itu berlari menuju Clara. Semua terkejut dengan kejadian yang terjadi saat ini.
Apa yang terjadi sama Clara dan apa yang dilakukan oleh mikaila terhadap Clara ayo ikutin terus updatenya dan jangan lupa ya like and comment