My Lovely Mafia

My Lovely Mafia
31. I hate you



Albert merentangkan tangannya saat Clara sedang berjalan menujunya. Sedangkan wanita itu tertawa melihat tingkah kekasihnya itu. Rasanya dia tidak pernah bisa bosan dengan tingkah kekasihnya itu. Ada saja yang bisa membuatnya gemas dan kesal di waktu bersamaan.


Clara masuk ke dalam pelukan kekasihnya. Semua itu tidak lepas dari pandangan Alex yang terlihat marah dan tidak terima. Sedangkan Edgar menatap dengan senyuman yang lebar. Pada akhirnya dia yang memiliki Clara.Selain itu Albert tidak akan membiarkan pria manapun mengambil kekasihnya.


Karena sejak pertemuan pertama mereka, Clara sudah menjadi miliknya. Dia tidak pernah melepaskan apa yang sudah menjadi miliknya. Selain itu Albert buka orang yang suka berbagi bahkan pada keluarga wanitanya.


“Aku senang kamu memilihku.” Ucap albert yang membuat Clara langsung menatap wajah kekasihnya. Kenapa Albert bisa tahu kalau dia memilihnya.


“Kamu mendengarkannya?” tanya Clara dengan wajah penuh tanya.


“aku tidak perlu mendengarkan pembincangan kalian. Aku sudah menduga kalau pria itu sedang ingin merebutmu dariku. Tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi.” Ucap Albert yang membuat senyum merekah di wajah Clara.


“Ya kamu tidak boleh membiarkan aku pergi bukan?”tanya Clara yang dianggukkan oleh pria. Tentu saja Albert tidak akan membiarkan kekasihnya pergi. Karena wanita ini adalah rumahnya. Jika dia tidak ada disekitarnya, Albert tidak bisa kembali ke rumahnya.


“Ayo kita jalan-jalan lagi.” Ajak Clara yang sudah melepaskan pelukannya. Dia menarik tangan kekasihnya ke dalam taman yang penuh dengan pohon sakura. Sungguh pemandangan yang indah. Dia tidak akan bisa melupakan kenangan ini semua.


Sedangkan Alex mengepalkan tangannya melihat wanita yang dicintainya lebih memilih pria lain. Dia tidak bisa menerima ini semua. Karena hanya dia saja yang boleh membuat Clara tersenyum dan bahagia. Tidak akan ada pria lain yang bisa menempati posisi itu. Semua ini karena istrinya itu.


Dia berjalan menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari posisinya saat ini. Alex butuh waktu untuk menenangkan dirinya. Dia masih mempunyai waktu banyak untuk mencuri hati Clara kembali. Dia akan menemukan keburukan pria itu yang membuat wanitanya akan kembali padanya.


Clara sangat menikmati waktu bersama Albert. Mereka sekarang sedang duduk di bawah pohon sakura yang sedang bermekaran. Pemandangan yang akan selalu dirinya rindukan saat sudah kembali kekehidupannya lagi.


“Kamu menyukainya?” tanya Albert.


“Sayang, Al. Aku rasanya ingin tinggal di sini saja.” Ucap Clara yang kedua matanya menatap bunga sakura.


“Kamu bisa melakukannya, setelah kita menikah bagaimana kalau kita tinggal di negara ini?”tanya Albert pada kekasihnya yang dijawab dengan gelengan kepala. Pria itu bingung kenapa kekasihnya tidak suka dengan tawarannya.


“Kalau kita jadi menikah, aku akan selalu ikut kemana kamu pergi.” Ucap Clara yang membuat Albert tersenyum lebar. Kenapa kekasihnya jadi sangat manis sekali saat ini. Rasanya dia ingin waktu berhenti sekarang saja. Dia  merasa kalau Wanita di sampingnya sangat mencintainya.


“Albert, aku berharap kamu selalu percaya padaku. Aku tidak akan pernah mengkhianati hubungan kita. Tapi aku hanya ingin memberi peringatan padamu saja Al. Aku akan pergi jika saat itu kamu mengecewakanku. Aku tidak bisa mempertahankan kamu jika kamu benar-benar memberikan luka pada hatiku.” Ucap Clara yang membuat Albert terdiam. Dia tidak mungkin melukai wanitanya karena dia sangat berarti untuk Albert. Tapi dia takut jika ada orang yang mencoba mengganggu hubungannya.


“Kalian sangat suka bermesraan di tempat umum.” Ucap seorang pria yang muncul yang membuat kedua orang itu kesal. Siapa lagi kalau bukan Chiko.  Dia sedang pergi sebentar untuk membali minuman untuk kekasihnya. Saat tidak sengaja melihat adiknya sedang bermesraan dengan sahabatnya.


“Kamu mengganggu saja kesenangan orang. Sana pergi.” Ucap Albert yang membuat Chiko kesal dan memukul bahu sahabatnya itu.


“Kamu tahu aku adalah kakaknya Clara. Aku bisa saja tidak merestui kamu kalau seperti ini.”Ancam Chiko pada Albert yang tidak membuatnya takut. Dia pikir dengan ancaman seperti bisa membuat Albert takut.


“Kalau kamu seperti itu aku juga akan melakukan yang sama padamu Chiko. Aku tidak akan merestui kamu berpacaran dengan micky.” Ucap Albert dengan senyum mengejek pada sahabatnya. Sedangkan Chiko menatap sebal pada kekasih adiknya itu. Dia selalu kalah dengan Albert. Kenapa dia selalu saja bisa membalas ucapannya.


“Ternyata kamu di sini kak.” Panggil micky yang baru saja datang. Dia mencari kekasihnya yang tiba-tiba menghilang. Kata beberapa kru, Chiko pergi untuk membelikannya minum. Sungguh Chiko adalah pria yang romantis seperti kakanya yang memperlakukan sahabatnya.


“Sayang kamu kok di sini. Padahal kamu tunggu di sana saja. Pasti kamu juga lelahkan. Mau aku gendong ke tempat pemotreta.” Tawar Chiko yang membuat wanita muda itu tersipu malu. Sunggu dia bersyukur dapat dicintai oleh pria di depannya. Chiko selalu memperlakukannya seperti seorang putri. Karena itu dia sangat mencintai pria itu.


“Lihatlah sayang, kakakmu bukankah lebih parah dibandikanku.” Adu Albert yang membuat Clara tertawa. Sedangkan Chiko dan micky tersipu malu. Rasanya Chiko ingin kabur saja karena sudah memperlihatkan seberapa bucinnya dia pada adik sahabatnya ini.


“Sialana kamu Albert.” Ucap Chiko sebelum meninggalkan Albert dan Clara. Sedangkan pria itu langsung mengangkat badan kekasihnya. Micky langsung  menyembunyikan wajahnya di dada kekasihnya.


Orang-orang yang berada di taman itu menatap iri pada perlakuan Chiko pada kekasihnya. Apalagi para wanita mulai berteriak saat Chiko melewati mereka. Sepasang kekasih itu seperti berada di drama korea saja.


“Kamu ingin seperti itu sayang?”tawar Albert yang malah mendapatkan pukulan dari kekasihnya. Wajah Clara langsung memerah mendengar godaan kekasihnya. Sedangkan Albert tertawa melihat wajah kekasihnya. Sungguh menggemaskan pikir Albert. Dia langsung menarik badna kekasihnya kedalam pelukannya.


Sepasang ibu dan anak yang melewati taman itu.  Ibu muda itu menatap tajam pada Clara. Orang itu adalah Katy, istri dari alex. Dia tadi sedang berasam suami dan anaknya berniat untuk menikmati bunga sakura. Tapi suaminya tiba-tiba meninggalkannya. Sekarang dia tahu alasan kenapa Alex meninggalkannya dan anaknya.


Katy berjalan mendekati Clara yang sedang berjalan menuju keluar taman. Dia langsung menarik rambut Clara yang membuatnya berteriak karena rasa sakit yang dirasakannya. Albert langsung mencoba memisahkan dengan sang kekasih. Setelah mereka berpisah, wanita itu kembali melanjutkan aksinya dengan berteriak.


“Dasar kamu wanita murahan. Suami orang saja kamu kejar. Kamu tidak malu Clara, Alex sudah mempunyai anak. Lihat anak kami sudah besar dan sekarang kamu ingin menggangu keluargaku. Tidak bisakah kamu membiarkanku bahagia dengan keluarga kecilku. Aku sangat membenci kamu Clara. Kenapa kamu harus dicintai oleh Alex” Ucap wanita itu yang membuat Clara terkejut. Dia tidak berniat kembali dengan mantannya.


“Bisakah anda tidak mencemari nama baik kekasih saya.” Ucap Albert yang berdiri di depan Clara. Dia tahu kalau kekasihnya masih dalam keadaan syok.


“Anda harusnya tidak melindungi wanita itu. Bukankah kamu harusnya menjauh wanita yang suka mengganggu kebahagia orang lain. Atau dia mendapatkanmu karena menggodamu terlebih dahulu.” Ucap Katy yang membuat Albert naik pitam. Dia sudah menganggkat tangannya tapi ditahan oleh kekasihnya. Clara menggelengkan kepala dan menunjuk anak laki-laki di samping manta sahabatnya dengan lirikan matanya. Albertpun menahan amarahnya karena ada seorang anak keicl yang tidak semesti melihat pertengkaran orang dewasa.