
Micky terkejut saat melihat pria yang telah mencuri hatinya selama ini ada di depan kampus. Sedang berbincang dengan seorang wanita yang sanagt dikenalnya. Dia terdiam, rasa rindu mucul dari hatinya. Bohong kalau dia sudah tidak mencintai pria itu. Dia tetap memiliki perasaan padan pria berengsek yang membuatnya berulangkali terluka.
Dia senang melihat pria itu tersenyum tapi juga rasa sakit dirasakan secara bersamaan karena bukan dia yang bisa membuat pria itu tersenyum lebar. Kenapa dia tidak pernah tersenyum lebar di depannya.
Dia ingin mendatangi pria itu dan memeluk tubuhnya. Sudah bertahun-tahun tidak bertemunya tertanyata pesona pria itu tetap sama. Pria baik yang membuat micky nyaman disampingnya. Tapi dia tetap pria yang berulang kali membuat micky harus mengeluarkan air mata.
“Mereka terluhat sangat akrab.”
Micky sedang melihat Chiko sedang bercanda dengan Clara di depan gerbang. Dia tidak tahu hubungan apa yang dimiliki oleh Clara dengan pria itu. Terlihat dkat dan intim. Dia ingin marah karena seharusnya Clara tidak seperti itu dengan pria lain.
Clara adalah pacar sang kakak. Tapi di depannya clara sedang asik berbincang dengan Chiko. Tapi beberapa saat kemudian dia melihat kakanya datang menghampiri Clara. Awalnya Albert marah-marah dengan dengan Clara dan Chiko. Hingga akhirny Clara dan Chiko pergi meninggalkan Albert sendiri.
Micky berjalan mendekati kakaknya. Dia ingin sebuah penjelasan tentang yang terjadi beberapa saat lalu.
“Kak.” Panggilan Micky membuat Albert berhenti melangkah menuju mobilnya. Dia melihat adik perempuannya. Dia tidak menduga adiknya berada di kampus.
‘Apakah dia melihat Chiko tadi’ gumam Albert.
“Kakak kenapa membiarkan Clara pergi dengan kak Chiko?” tanya Micky.
“Siapa yang bilang aku membiarkan mereka pergi Bersama. Aku berniat mengikuti mereka. “ ucap Albert.
“Bukankah kakak harusnya marah Clara pergi Bersama Chiko secara tidak langsung clara sedang berselingkuh dengan chiko.”ucap Micky yang dihadiahkan tatapan tajam dari Albert.
“Tidak mungkin aku membiarkan Clara selingkuh. Chiko itu kakaknya Clara Micky. Aku harap kamu sudah melupakan Chiko.” Ucap Albert. Setelah itu Albert meninggalkan Micky bergitu saja.
Micky tentu terkejut saat tahu kalau Chiko adalah kakak dari Clara. Kenapa dunia ini sangat sempit. Dia belum bisa moveon tapi malah mendapatkan fakta kalau kakak calon iparnya adalah pria yang membuatnya galau tiap malam.
Micky pulang dengan perasaan yang campur aduk. Satu hal yang ingin lakukan adalah meminta penjelasan Clara mengenai Chiko. Dia ingin menggali informasi dari calon kakak iparnya.
Dia penasaran mengenai kabar pria itu. Apakah sudah ada wanita yang bisa mendapatkan hati Chiko. Apakah dia masih sama seperti Chiko dulu. Apakah dia pernah memikirkan tentangnya.
Sayang harapannya harus pupus karena Ana tidak pulang ke kediaman Albert. Bahkan kakaknya tidak pulang semalam. Dia tidak peduli kemana pergi kakaknya saat ini.
Micky sudah berencana untuk berbincang dengan Clara saat dikampus. Beruntungnya hari ini dia memiliki kelas yang sama dengan Clara. Dia sengaja datang lebih awal dari biasanya. Menunggu clara dan mengorek informasi tentang pria pujaannya.
Clara datang ke kampus di antar dengan Chiko. Dia berencana untuk pergi ke kantor Albert setelah kelas. Karena itu dia beralasan akan pergi main Bersama teman kampus. Tentunya kakanya tidak akan membiarkanya bertemu dengan Albert.
“Micky.” Teriak Clara.
Clara sudah tahu tentnag kakaknya yang memiliki perasaan pada adik kekasihnya. Tapi perasaan itu tidak bisa disampaikan pada micky karena Albert melarangnya. Dia sangat tahu alasan Albert melarang kakaknya berdekatan dengan micky. Dulu kakaknya pria berengsek yang suka berganti-ganti pasangan hanya untuk memuaskan nafsunya. Dia juga membenci hal itu dari kakaknya.
Bahkan dulu dia sempat tidak ingin berbincang dengan kakaknya selama satu bulan. Setelah itu kakaknya berhenti dari kebiasaan buruknya walaupun dia masih suka datang ketempat lakna dan meminum minum keras. Tapi sekarang dia sudah berhenti total setelah Clara meninggalkan rumahnya.
Catatan hitam milik sang kakak mempersulit restu dari Albert. Dia pasti tidak rela memberikan micky yang selama ini dia jaga dengan baik pada kakak berengseknya. Clara juga kalau jadi Albert tidak akan pernah ikhlas. Kakaknya memang pria tampan dan kaya tapi karakternya lebih buruk dari Albert yang seorang mafia.
“Micky aku sudah tahu tentang kakakku dengan kamu.”
“Maksud kamu kakak Chiko? Dia cinta pertamaku.” Ucap Micky.
Clara terkejut karena kakaknya mengatakan kalau dia tidak tahu perasaan micky padanya. Jadi selama ini mereka tidak tahu perasaan satu sama lain.
“Bagaimana kabarnya Clara?”
“Dia baik, kak Chiko sudah tidak seperti dulu lagi. Dia pria baik walaupun sedikit mesum.”
“hahahha ternyata hal itu yang tidak pernah hilang.” Ucap Micky yang mengingat dulu dia sering digombalin ke arah hal-hal mesum. Pada akhirnya Chiko mendapat hukuman dari Albert karena memngajarkan adiknya yang tidak-tidak.
“Sepertinya kalian sangat dekat?”
“Tidak seperti itu hubunganku dengan kak chiko. Dia hanya teman kakak yang sering datang dan numpang makan.”
“Aduh aku malu banget punya kakak, kebiasan numpang makannya gak berubah.”
“Tapi dia unik .” ucap Micky
“Ya kamu masih suka sama kak chiko kan?” tanya clara yang dijawab anggukan kepala oleh micky.
“Kalau begitu perjuangkan dong.”
“Gak bisa Clara, dia gak cinta sama aku. “
“Kata siapa? Orang tadi malam dia bilang cinta banget sama kamu tapi dia merasa minder dengan kehidupan dulunya yang suka berganti wanita hanya untuk kepuasannya.” Jelas Clara.
“Aku tidak memperdulikan masa lalunya Clara. Setiap orang selalu punya catatan buruk tapi hal itu harusnya membuat kita bisa menjadi orang yang lebih baik lagi.” Ucap Micky. Clara tersentuh dengan ucapan adik kekasihnya. Dia merasa micky akan menjadi kakak iparnya wah lucu sekali ya.
“kakak iparku adalah adik suamiku.” Ucap Clara yang membuat Micky terdiam hingga keduanya tertawa keras bersamaan. Setiap orang yang berada di kelas itu menatap bingung pada kedua gadis itu.
“Kamu bisa saja.”
“Tapi aku setuju kok kalau kamu jadi kakak iparku. Jadi lucukan hhahaha.” Ucap Clara dan keduanya tertawa kembali. Keduanya berbincang hingga dosen masuk kedalam kelas dan memaparkan materi kepada mereka.
“Kakak dan Albert seperit harus berbaikkan agar saling mendapat restu.” Gumam Clara dalam hati. Clara sudah membuat rencana untuk kedua pria itu berbaikkan dan hubungan Clara dan Micky direstui oleh kakak mereka. Mungkin dia yang harus mulai bertindak.
Clara pergi menuju kantor Albert. Karena hari ini kekasihnya tidak bisa menjemputnya. Tapi Albert memintanya datang ke kantor. Katanya sih Albert kangen dengan Clara. Padahal mereka hanya baru terpisah satu haripun tidak. Apa daya kalau Albert sudah bucin pada Clara. Pria itu tidak bisa terpisahkan dengan Clara. Tadi malam saja dia harus mengalihkan rasa rindunya dengan membersihkan orang-orang yang mengggangu bisnisnya. Rico sampai pusing sendiri karena harus membereskan semua perbuatan Albert.
Sepertinya rico akan mengingat hari itu. Dia tidak akan membiarkan siapapun mengambil nona Clara dari bossnya. Karena itu akan membuatnya repot. Setidak keberadaan Clara tidak membuatnya bertambah pekerjaan.