My Lovely Mafia

My Lovely Mafia
Permintaan Clara



Albert langsung berjalan mendekati Clara. Dia memeluk badan Clara dengan erat. Sedangkan Clara tertawa melihat kekasihnya yang sangat manja ini. Padahal mereka hanya tidak bertemu beberapa jam saja. Tapi Albert seperti tidak bertemu Clara berbulan-bulan.


"Sayanga, aku rindu kamu." ucap Albert yang memeluk badan Clara.


"hahhaa, Albert hanya menginap di Apartement kakakku dan kita hanya tidak bertemu beberapa jam saja. Satu hari saja tidak." ucap Clara sambil megelus punggung Albert. Albert sangat merasakan pelukan dan aroma Clara. Padahal yang diucapkan sang kekasih sangat benar. Mereka hanya berpisah beberapa jam saja. Tapi dia juga bingung dengan dirinya yang sangat merindukan Clara.


Albert melepaskan pelukannya. Dia menatap wajah Clara sebentar dan dia memberikan kecupan di dahi kekasihnya. Clara selalu suka dengan perlakuan manis Albert. Kekasihnya tidak seperti pria-pria yang diluar sana. Albert sangat menghargai Clara dan menjaganya. Dia tidak pernah melakukan melebih kecupan dahi dan bibir Clara. Walaupun mereka tinggal satu rumah tapi Albert tidak pernah memintanya melakukan hubungan badan. Dia juga tidak berniat mencari wanita untuk memuaskan nafsu lelakinya seperti kakaknya dulu. Karena itu Clara sangat mencintai Albert. Tidak mungkin Clara melepaskan lelaki sebaik Albert bukan.


Albert mengangkat badan Clara. Dia berjalan menuju kursi kerjanya. Clara duduk di pangkuan Albert. Pria itu memeluk kembali badan Clara dan menghirup aroma dari tubuh kekasih yang selalu membuatnya tenang.


"Aku tidak ingin berjauhan dengan kamu lagi sayang. Bagaimana kalau kita nikah saja? Biar kakak kamu tidak memisahkan kita berdua." ucap Albert yang berada di leher Clara.


"Aku ingin menyelesaikan kulaihku. Agar saat itu aku hanya fokus pada kamu dan anak-anak kita saja Albert." Ucapan Clara membuat Albert sangat senang.


"Kamu harus janji ya, Segera bereskan kuliahmu itu. Aku sudah tidak sabar menunggu kamu menjadi istriku.  Kita bisa bangun dan tidur bersama. Aku bisa melihat kamu saat bangun di pagi hari. Kita bisa selalu bersama-sama tanpa ada yang menghalangiku. Selain itu aku tidak akan ada yang berani mendekati kamu karena kamu sudah menjadi milikku." ucap Albert.


"Bersabarlah, Aku akan menyelesaikan dengan cepat. Jadi kamu jangan mengganggu kuliahku. Agar aku bisa cepat selesai." ucap Clara untuk mengingatkan kebiasaan Albert yang selalu memintanya ikut ke kantornya.


"Aku hanya tidak suka berjauhan dengan kamu Clara." ucap Albert yang membuat Clara memutar matanya karena bosan mendengar alasan sang kekasihnya.


"Aku datang ke kantor kamu hari ini karena ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu." ucap Clara.


"Bukankah sejak tadi kita berbicara." ucap Albert dengan polos. Clara menghela nafasnya. Dia melepaskan pelukannya. Sekarang mereka dalam posisi saling bertatapan.


"Kita harus membicarakan tentang hubungan kita dan hubungan kakak dengan micky." ucap Clara sambil melepaskan kedua tangan Albert yang melingkar di pinggangnya. Dia bangun dari posisi duduknya dan berjalan menuju sofa. Dia merasa posisi seperti sedikit memalukan bila Rico masuk ke ruangan ini tiba-tiba.


Sedangkan Albert kesal karena Clara menjauh darinya. Dia mengikuti langkah Clara menuju sofa. Albert langsung melebahkan badannya. Kepalanya berada di pangkuan Clara. Clara tidak banyak protes dengan perlakuan Albert. Karena dia sudah biasa dengan sikap manja Albert padanya. Dia mengelus kepala kekasihnya. Sedangkan Albert menatap wajah Clara.


"Kamu tidak pernah bercerita tentang Micky yang menyukai kakakku." ucap Clara.


Albert terdiam saat mendengar ucapan sang kekasih. Sebenarnya dia tidak ingin membalas tentang hubungan sang adik dan kakak kekasihnya itu. Dia masih sedikit kesal dan tidak terima Chiko.Namun saat dia ingat kembali sahabatnya tidak begitu bersalah. Dia sudah merubah dirinya menjadi baik saat mendekati adiknya. Tapi dia tetap tidak bisa menerima masa lalu sahabatnya itu.


"Aku masih kesal dengan kakakmu sayang." ucap Albert.


"Apa yang telah diperbuat kakakku hingga kamu marah padanya? Pasti bukan hal kecil bukan?" tanya Clara sambil mengelus wajah Albert. Dia selalu tidak menyangka dapat berdekatan dengan pria tampan seperti Albert.


"Dia hampir melecehkan adikku." ucap Albert yang kembali menerawang kejadian itu. Clara terkejut dengan ucapan sang kekasih.


"APA? DASAR KAKAK BERENGSEK ITU TIDAK PERNAH TOBAT TERNYATA." ucap Clara dengan nada keras. Sedangkan Albert gemas melihat Clara yang berapi-api saat ini. Albert tertawa melihat wajah kekasihnya itu. Clara bingung ketika Albert tiba-tiba tertawa saat dia sangat marah dengan kelakuan kakaknya.


"Kamu tahu sayang, saat kamu marah seperti tadi. Wajah kamu sangat menggemaskan.heheheh." ucap Albert yang membuat Clara tersipu malu. Tentu saja Albert semakin gemas dengan gadisnya ini.


"Kamu hanya boleh memperlihatkan wajah tersipu malu kamu di depan aku saja." ucap Albert yang melihat Clara mengalihkan wajahnya karena kedua pipinya sudah memerah.


"Berhenti membuat aku semakin malu." ucap Clara .


"Aku sangat suka membuat kamu malu sayang." ucap Albert.


"Kembali ke topik pembicaraan kita. Jadi kamu tidak akan memaafkan kakakku?" tanya Clara pada Albert.


"Entahlah, Aku masih sedikit kesal saja pada Chiko. Aku sudah tahu alasan dia hampir melecehkan adikku saat itu. Dia diberikan obat perangsang oleh seorang wanita saat di club. Aku tahu dia tidak ingin membuat micky kecewa karena melakukannya dengan wanita lain. Tapi aku juga tidak habis pikir dengan mereka berdua. Micky bahkan tidak menolak kakakmu." ucap Albert.


"Ternyata kakakku masih suka ke club malam ya." ucap Clara dengan wajah yang sangat menyeramkan menurut Albert. Dia tidak pernah melihat kekasihnya semarah ini.


"Sudahlah kamu tidak usah berekspresi seperti ." ucap Albert pelan yang membuat Clara menatap Albert dengan bingung.


"kenapa?"


"Kamu sedikit menyeramkan kalau seperti itu." ucap Albert dengan senyum tipisnya.


"Benarkah? kakak aku juga pernah mengatakan seperti itu." ucap Clara dengan santai. Albert bahkan terkejut dengan kekasihnya. Clara memang bukan seorang mafia sepertinya tapi tatapannya beberapa saat lalu seperti ingin menguliti kakaknya.


"Albert apakah aku minta sesuatu padamu?" tanya Clara.


"Tentu saja apapun akan aku berikan."


"Kalau begitu berikan kesempatan sekali lagi untuk kakakku." ucap Clara.


"Baiklah." ucap Albert yang membuat Clara tersenyum manis pada Albert. Dia bahkan memberikan kecupan pada pipi Albert. Tentu saja Albert tersenyum lebar setelah mendapatkan hadiah dari sang kekasih.


"Kenapa kamu tiba memberikan hadiah di sini sih?" ucap Albert sambil menunjuk bibirnya.


"Jangan ngelunjak ya mas,." ucap Clara sebal saat melihat tatapan tengil kekasihnya.


"Tapi Albert sebelum kamu memberikan kesempatan pada kakaku itu. Aku harus memberikannya hukuman bukan." ucap Clara sambil tersenyum jahat yang membuat Albert bergidik melihatnya.


'Aku harus berhati -hati dengan Clara, Dia lebih menyeramkan ternyata.' ucap Albert dalam hati.