
Albert dan Clara masih dengan posisi yang sama. Hanya saja sekarang ada Chiko di dalam ruangan ini. Setelah pembincangan tadi Clara langsung menelepon kakaknya untuk datang ke kantor Albert.
Chiko duduk dengan wajah menunduk saat melihat tatapan tajam dari sang adik. Pasti Albert sudah menceritakan tentang perbuatannya dulu. Dia kesal dengan Albert dengan santainya malam tiduran di pangkuan Clara dan memainkan rambut adiknya.
"Ada apa kamu meminta kakak datang ke kantor si kuman." ucap Chiko. Sayangnya pria yang diberikan panggilan kuman itu tidak memperdulikan Chiko. Dia bahkan terkejut melihat Albert yang seperti anak kecil pada adiknya. Dia tidak menduga seorang pemimpin mafia yang terkenal kejam bisa sangat manja pada adiknya.
"Kenapa kamu ngeliatin Albert kaka? aku meminta kaka ke sini bukan untuk melihat albert." ucap Clara sinis. Sedangkan Albert memberikan tatapan mengejek pada Chiko. Tentu membuat Chiko kesal dengan sahabat yang malah bermanja dengan adiknya saat ini.
"Kakak masih suka sama micky gak?" tanya Clara yang pada intinya. Chiko terdiam, dia tidak berani menatap adiknya. Bohong kalau dia sudah tidak menyukai gadis kecil yang selalu membuatnya tidak berkutik selain adik di depannya. Tapi dia ingat kesalahannya dulu. Dia hampir saja merusak gadisnya itu.
"Jawab saja hey buaya." ucap Albert pada Chiko yang dihadiahi tatapan tajam dari kakak Clara. Tapi tatapan Clara lebih tajam darinya yang membuat Chiko kembali tertunduk.
"Kenapa kakak natap Albert begitu?" pertanyaan Clana membuat Chiko berasa seperti penjahat yang sedang diintrogasi. Adiknya memang menyeramkan saat sedang seperti ini.
"Aku sudah tahu kelakuan kakak beberapa tahun sebelum aku meninggalkan rumah. Aku pikir kakak sudah tobat. Tapi sepertinya hobi kakak masih tetap sama ya. Apakah kakak ingin aku melakukan itu lagi?" ucap Clara. Chiko terdiam , keringat dingin sudah keluar di wajahnya. Tangannya dingin karena takut dengan adiknya di depannya.
Sedangkan Albert kagum dengan kekasihnya yang bisa membuat seorang Chiko seperti saat ini. Tapi dia akui kalau kekasihnya saat ini seperti singa yang siap menerkam mangsanya jika salah langkah.
"Adek kakak sudah berhenti bermain dengan wanita sejak kamu menjauhi kakak tapi..." ucapan Chiko dipotong dengan Clara
"Tapi kakak masih suka pergi club malam dan minum-minum bukan?" tanya Clara. Chiko hanya menganggukkan kepalanya.
"Tapi sekarang aku sudah berhenti Adikku. " bela Chiko.
"ya kakak berhenti karena aku meninggalkan rumah bukan."
"Kakak ingat punya adik perempuankan?" pertanyaan Clara itu membuat Chiko semakin merasa bersalah dengan perbuatannya dulu. Dia sangat suka melakukan hal itu untuk memuaskan nafsunya. Hingga clara mengetahui saat adiknya mengunjungi Apartement. Dia ingat adiknya mengamuk dan hampir saja Chiko habis ditangan adiknya. Adiknya memang sangat menyeramkan kalau marah.
"Aku ingat adikku. Tapi aku sudah berhenti dengan kehidupan bebas itu." ucap Chiko.
"kakak ingin mendapat restu Albert unutk dapat mengejar micky lagi?" Chiko menganggukan kepala. Chiko masih ingin mengejar micky. Setelah Albert melarangnya untuk datang ke negara ini dan memintanya menjauhi dari gadis kecil itu. Dia langsung sadar akan kehidupan bebasnya sebelumnya adalah kesalahan. Apa yang pernah diucapkan adiknya benar-benar terjadi. Dia menyesal sudah jatuh ke dalam hidup bebas. Dia melukai gadisnya karena kepuasan sementara.
"Kalau begitu kakak harus menerima hukuman dariku dahulu. Setelah itu Albert akan memberikan kesempatan sekali lagi untuk kakak. Clara harap kakak bisa menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya atau kakak tahu apa yang diperbuat Clara pada kakak nanti." peringatan Clara pada Chiko.
Sedangkan Chiko senang dapat mendekati gadisnya. Tapi disaat bersamaan dia merasakan hidupnya berada di ujung tebing. Hukuman adiknya tidak bisa dianggap remeh . Terakhir kali saja dia berakhir di rumah sakit selama seminggu karena Clara mengetahuinya bersama wanita di dalam Apartement.
Sedangkan Albert yang tidak tahu hukuman Clara pada sahabatnya. Tapi dia menduga hukuman sangat menyeramkan karean wajah Chiko sudah tegang saat Clara bilang akan memberikan sebuah hukuman. Dia jadi penasaran dengan hukuman yang akan diberikan Clara.
'Sebenarnya apa yang akan diperbuat Clara pada Chiko.' ucap Albert dalam hati saat melihat Chiko mengkodenya untuk menolak permintaan kekasih. Tapi Albert tidak akan pernah menolak permintaan Clara semasih itu bukan permintaan berselingkuh atau putus.
"Tentu saja sayang, tidak hanya satu permintaan yang akan aku kabulkan. Semua permintaan kamu akan aku kabulkan asalkan bukan putus dariku atau berselingkuh dengan pria lain." ucap Albert.
"Terima kasih sayang, Aku ingin kamu menyiapkan sebuah ring untuk aku dan kakakku melakukan sparing." ucap Clara. Albert sangat senang saat kekasihnya memanggilnya sayang tapi juga terkejut dengan permintaannya. Tapi dia tidak terlalu khawatir dengan clara karena dia tahu Chiko tidak akan melukai adiknya.
"Baiklah. Kamu ingin itu siap kapan?" tanya Albert yang sudah duduk dari posisi tidurnya.
"Sore ini juga." ucap Clara.
Sekarang Albert tahu kenapa Chiko pucat dan memintanya menolak permintaan Clara. Sepertinya Chiko akan berakhir menyedihkan ditangan adiknya sendiri.
"Terimakasih sayang." ucapan Clara membuat Albert tersenyum lebar dan dia mengecup dahi Clara.
"hey jangan menyentuh adikku." ucap Chiko yang marah melihat Albert mengecup adiknya. Tapi dia kemabli ciut saat melihat tatapan tajam Clara padanya. Albert memberikan tatapan mengejek pada Chiko.
"Kamu harus kuat Chiko demi mickymu." ucap Chiko pada hatinya.
"kakak sebaiknya mempersiapkan hati dan tubuh kakak. Aku tidak akan suka kalau kakak mengalah denganku. Selain itu kakak juga jangan berharap aku akan setengah hati dalam pertandingan nanti sore ini." ucap Clara .
"Tidak bisa kamu memberikan aku hukuman yang lain adikku." ucap Chiko.
"Apakah kakak Chiko takut dengan hukuman ini?"tanya Clara. Sejujurnya Chiko akui kalau dia takut dengan adiknya. Dia masih dapat mengingat dulu dia harus melakukan terapi pada kakinya yang tidak bisa berjalan. Clara memang tidak pandang bulu walaupun Chiko adalah kakaknya. Karena hukuman Clara itu dia sedikit tidak berani menjalankan hobinya. Apalagi Clara menjauhinya selama sebulan. Itu semakin membuatnya sadar kesalahannya.
Tapi sekarang Chiko sudah tidak melakukannya lagi. Tapi adiknya tetap ingin menghukumnya.
Albert sudah berpindah, sekarang dia berada di samping Chiko. Dia menepuk bahu sahabatnya itu.
"Maaf aku tidak menolak permintaan adikku. Tapi aku juga senang kamu mendapatkan hukuman sesuai dengan hadiah yang aku berikan padanya. Aku minta padamu jangan sampai kamu mengecewakanku kembali. buaya." ucap Albert.
"Sudah diam kamu Albert. Aku tidak akan mengizinkan kamu berdekatan dengan adikku." ucap Chiko kesal.
"kakak ingin aku menambah hukumannya." peringatan Clara. Tentu saja Albert tertawa melihat Chiko yang tunduk pada kekasihnya. Tapi dia sadar kalau dirinya juga seperti pada Clara. Dia tidak menduga akan mendapatkan wanita yang membuat dia tunduk seperti ini.