
Clara terbangun dari tidurnya karena mendangar suara keras dari arah pintu. Dia sebenarnya tidak ingin bangun karena baru bisa terlelap beberapa jam lalu. tugasnya yang harus dikumpulkannya menyebabkan dia harus bergadang mengerjakan itu. Dia berjalan dengan setengah sadar. Bahkan matanya jelas masih tertutup. Clara membuka pintu tanpa ada niatan melihat sumber pembuat suara itu.
"Kamu masih tidur? jangan bilang kamu gadang lagi?" tanya Albert yang sejak tadi mengetuk pintu kamar wanitanya.
Dia sangat sebal kalau melihat keadaan clara seperti saat ini. Bahkan wanita yang didepannya masih di dalam mimpi. Matanya masih setengah tertutup, kepalanya menunduk.
Albert berinsiatif membawa tubuh itu kembali ke tempat tidur. Dia mengangkat tubuh kecil itu. Bahkan wanita itu tidak sama sekali protes. Clara malah memeluk leher Albert semakin erat dan terlelap kembalo. Albert mendengus saat melihat clara malah tertidur di dalam pelukannya.
Pada akhirnya Albert memangku tubuh Clara. Sedangkan wanita itu menyembunyikan wajahnya dicelah leher Albert. Dia mengelus punggung clara. Sebenarnya dia tidak suka dengan keadaan Clara yang kurang tidur karena mengerjakan tugas kuliahnya. Karena itu dia awalnya menolak permintaan Clara untuk melanjutkan kuliahnya. Dia akan sering bergadang karena kebiasaanya yang suka menunda-nunda tugas kuliahnya.
Apalagi tadi malam, mereka harus pulang cukup malam karena acara dinner di rumah orang tua Albert. Dia sebal mengingat kejadian tadi malam yang hancur karena keberadaan seseorang yang tidak diharapkan kehadirannya. Dia sedikit marah pada dady yang mengundang wanita yang pernah membuat Clara menjauhinya.
"Bukankah kamu ada kelas pagi? kalau kamu tidak bangun sekarang. kamu akan telat clara dan tugas-tugas itu tidak bisa kamu kumpulkan." ucap Albert yang langsung menghilangkan rasa kantuk clara. Bahkan wanita itu sampai meloncat dari tubuh Albert. Hal itu tentu membuat pria itu terkejut dengan tindakan wanitanya.
"Jangan ulangi lagi kebiasaan itu. Kamu bisa terluka jika meloncat seperti itu." ucap Albert.
"Albert aku telat, kamu keluar dulu dari kamar sekarang. Aku harus mandi. "Ucap Clara yang sudah berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam ruangan itu.
Sedangkan Albert keluar setelah membantu memasukkan beberapa barang Clara kedalam tas yang akan digunakan wanita itu. Albert bahkan tahu semua barang-barang apa saja yang selalu dibawa wanitanya.
"Kamu ingin sarapan apa sayang." ucap Albert.
"Terserah Albert tapi aku sudah telat." teriak Clara dari kamar mandi.
Albert berjalan menuju dapur. Dia memerintahkan kokinya untuk membuatkan sandwich untuk clara. Dia memilih makanan itu karena mudah untuk dimakan saat dalam perjalanan nanti. Pria itu melihat Clara berlari menuruni tangga. Walaupun penampilannya sedikit berantakan tapi tidak menghilangkan kecantikan wanita itu. Albert mendekati Clara, dia membantu membawa beberapa barang bawaan wanita itu.
"Clara kamu ambil sandwich di dapur yang sudah dibuat oleh koki. Aku menunggu kamu di mobil." ucap Albert setelah itu pergi meninggalkan Clara.
Clara masuk kedalam mobil dengan satu sandwich di dalam mulutnya dan beberapa makanan di dalam bekal yang dibuatkan oleh para koki.
"Ayo Albert kita pergi, aku bisa telat nih." ucap Albert.
Tapi tidak diperdulikan oleh Albert. Dia membantu memasangkan sabuk Clara. Lalu dia dengan santainya menggigit sandwich yang ada di mulut Clara. Tentu perbuatan itu membuat Clara tersipu malu.
"Albert jangan menggodaku." protes Clara setelah menelan sandwich itu.
"Rasa sandwich menjadi enak setelah menempel di bibir kamu sayanga ." ucap Albert.
Setelah itu tidak permbicaraan antar keduanya. Clara yang fokus dengan makanannya yang sesekali menyuapi Albert. Sedang pria itu fokus menyetir. Beruntungnya hari jalan tidak terlalu padat jadi Clara tidak akan telat untuk kelas paginya.
"Setelah selesai kelas langsung pulang." ucap Albert. Setelah itu pria itu meninggalkan kampus Clara. Sedangkan wanita itu langsung berjalan cepat menuju kelasnya. Karena dia takut telat datang.
Setelah kelas selesai, dia berniat langsung pulang karena rasa lelah pada tubuhnya. Bahkan ajakan dari adik Albert dia tolak. Sekarang dia sangat ingin pulang tidur dikasur empuknya. Dimelihat mobil milik Albert sudah terpakir di kampusnya. Dia segera berjalan menuju mobil itu tapi sebuah tangan mencekalnya. Awalnya dia berniat ingin membanting orang itu tapi dia terkejut melihar kakaknya ada di negara ini.
"Kakak"
"hallo adikku tersayang, kamu sepertinya tidak merindukan kakakmu setelah pergi ke negara ini." protes kakaknya.
"Kakak ngapain di sini? bukan sibuk ngurusin kerjaan perusahaan keluarga kita." ucap Clara yang merasa aneh dengan tingkah kakaknya. Dia sangat tahu kalau kakak workholic seperti Albert. Dia tidak mungkin terbang dari indonesi ke negara ini tanpa ada alasan.
"Aku harap kakak menceritakan alasan sebenarnya, aku sudah bukan anak kecil yang mudah kamu tipu ." ucap selidik Clara. Sedangkan Chiko menggaruk lehernya yang tak gatal. Adiknya memang sangat peka dan sulit dibohongi.
"Aku sedang bertengkah dengan ayah. Jadi bisakah adikkecilku menghimbur kakaknya ini." ucap Chiko.
"huh, sebenarnya aku ingin pulang, tapi melihat kakakku yang sedang butuh hiburan bagaimana kalau kita pergi ke taman bermain di kota ini. Sudah lama bukan kita tidak menghabiskan waktu bersama." ucapan Clara membuat Chiko sedikit murung. Dia ingat terakhir dia pergi bersama adiknya adalah sebelum Clara memilih meninggalkan rumah itu.
"Mari kita bersenang-senang my sister." ucap Chiko. Dia membawa Clara menuju mobilnya. Clara lupa untuk memberitahu Albert yang menjemputnya kalau dia akan pergi bersama dengan sang kakak.
Albert yang sejak tadi memperhatikan kekasihnya sedang bersama seorang pria. Bahkan Clara memeluk tubuh pria itu. Dia sangat marah dengan tindakan Clara. Tapi lebih marah pada pria yang berani menyentuk Clara. Apalagi Pria itu membawa Clara menuju mobilnya. Albert dengan cepat berjalan menuju kedua orang itu.
Albert menarik tangan Clara untuk menjauh dari Chiko dan dia memberikan pukulan pada pipi Chiko. Clara yang melihat itu terkejut. Apalagi sekarang keduanya sudah saling membalas. Clara mencoba melepaskan keduanya. Dia menarik tubuh Albert dari Chiko.
"Aduh Albert kamu ngapain sih?" ucap Clara marah.
"Kenapa kamu marah sama aku? harusnya aku yang marah melihat pacarku memeluk pria lain." ucap Albert dengan memberikan tatapan tajam pada Chiko.
"Clara tidak cocok jadi pacar kamu jadi sebaiknya kamu lepaskan tangan kamu."
"Kamu tidak berhak melarangku melepaskan Clara." ucap Albert dengan nada sinis. Chiko semakin menjadi untuk menggoda pemuda di depannya.
"Sayangnya Clara sudah bertunangan denganku jadi kamu harus melepaskan wanita ini." ucapan Chiko membuat Clara terkejut. Menurutnya Chiko sudah salam membangunkan singa tidur. Albert pasti akan sangat marah.
"Kamu pikir saya mempedulikan itu. Clara sudah sejak awal milik saya jadi menjauhlah kamu dari Clara."
"Maaf tapi tidak bisa, karena kami saling mencintai."
"Kakak berhentilah, cukup dengan drama ini." ucap Clara yang sudah takut kalau Albert marah karena itu berdampak pada kebebasannya. Ucapan Clara tentu mengejutkan alex. Dia tidak menyangka kalau Chiko adalah kakak Clara.
"sialan kamu mempermainkanku." ucap Albert kesal.
"Kamu saja yang tidak tahu kalau kami brother and sister. Karena itu aku ambil dulu adikku" ucap Chiko. setelah itu Chiko langsung masuk kedalam mobil dan meninggalkan Albert sendiri. Karena Clara sudah dibawa oleh teman menyebalkan itu.