My Lovely Mafia

My Lovely Mafia
Chiko And Albert



Chiko membawa Clara pergi ke taman hiburan. Tampa mereka sadari Albert mengikuti adik kakak itu. Dia tidak rela kekasihnya bersama pria lain walaupun mereka memiliki hubungan darah. Albert hanya mengamati kedua orang itu.


Sebenarnya Chiko sudah sadar kalau Albert mengikuti mereka tapi dia berpura-pura tidak sadar. Dia akan membuat pria itu panas dan marah melihat ke romantisannya bersama sang Adik. Kapan lagi dia bisa memancing kemarahan seorang Albert yang terkenal dingin dan cuek orang lain. Hiburannya menjadi dua kali lipat hari ini.


"kakak kita akan main apa dulu?" tanya Clara.


"Bagaimana kalau rumah hantu? Sepertinya menarik."Tanya Chiko pada sang adik.


"Sebenarnya Clara tidak suka rumah hantu kakak, Banyak hantu pasti menyeramkan." jelas Clara. Clara memang gadis yang penakut dengan hal-hal yang berbau hantu. Walaupun dia gadis tangguh yang tidak takut melawan para pria yang berbadan kekar. Tapi nyali akan ciut ketika melihat hantu.  Chiko tahu akan kelemahan sang adik. Hal itu menjadi kesempatan untuk membuat Albert terbakar karena Adiknya akan sering-sering memeluknya.


Albert yang mendengar usulan Chiko. Dia kesal dengan niat kakak tidak berahlak itu. Pasti Chiko akan menerima banyak pelukan dari sang kekasih karena Clara takut tempat gelap dan hantu.


"Dasar Kamu Chiko, Awas akan aku balas nanti." gumam Albert yang mengikuti Chiko masuk kedalam rumah hantu.


Dia tepat duduk di belakang Chiko dan Clara. Dia tidak mungkin membiarkan Clara pergi berduaan dengan Chiko walaupun mereka adik kakak.


Benar seperti dugaan mereka berdua Clara ketakutan saat melihat hantu yang muncul ketika kereta itu berjalan. Sudah beberapa kali Clara bersembunyi di dada Chiko. Tentu sebuah senyuman mengejek Albert muncul di wajah Chiko. Berbeda dengan kakak Clara, Albert menekuk mukanya. Bahkan orang-orang yang disekitar Albert menatap takut pada pria itu. Karena wajahnya yang menyeramkan.


"Tenang adikku, ada kakak jadi tidak usah takut. " ucap Chiko sambil mengelus kepala Clara yang bersembunyi di dada Chikot.


"kakak, Clara takut." Ucap Clara dengan suara pelan.


Albert tidak bisa menahan adegan kedua orang itu. Dia seperti akan meledak sebentar lagi. Beruntung kereta itu sudah sampai ujung permainan. Clara turun dari kereta dengan bantuan Chiko. Namun setelah itu Clara merasa tubuhnya ditarik kedalam pelukan seseorang. Dia mencoba mendorong tubuh itu tapi pelukannya terlalu kuat. Clara mencium parfum yang sangat di sukainya. Dia tahu siapa yang sedang memeluknya saat ini. Siapa lagi kalau bukan Albert. Pemuda itu memberikan tatapan tajam para Chiko. Ternyata Chiko memberikan tatapan yang tak kalah tajam dari Albert.


"Albert, kamu ngapain di sini? Jangan bilang kamu mengikuti kita?" tanya Clara.


"Tentu sayang, mana mungkin aku membiarkan kamu pergi dengan pria lain." ucap Albert.


"Dia bukan pria lain, Chiko adalah kakakku." jelas Clara yang sudah lepas dari pelukan Albert.


Tapi jawaban Clara tidak diperdulikan oleh Albert. Dia menarik tangan Clara menjauh Chiko. Saat sudah diluar rumah hantu Chiko melepaskan pegangan Albert dan Clara. Dia menyembunyikan badan Clara di belakangnya. Dia tidak rela adiknya berpacaran dengan Albert. Walaupun mereka berteman tapi dia tidak iklas dengan Albert memiliki sang adiknya yang imut. Sedangkan Albert si es berjalan tentu tidak akan cocok dengan sang adik.


Chiko tidak tahu kalau Albert akan berubah menjadi emak-emak rempong jika bersama Clara. Bahkam Clara yang lebih terlihat dingin pada sang kekasih. Sifat dingin Albert hanya mencair ketika berduaan dengan Clara. Gadis yang sudah merebut hati sang ketua mafia itu.


"Menjauhlah dari adikku. Aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian berdua." ucapan Chiko membuat Albert marah terlihat wajahnya. Orang-orang disekitar mereka takut dengan kedua wajah pria tampan itu. Kedua pria sempurna merebutkan Clara.


"Lah kok kakak gitu sih?" tanya Clara yang berada di belakang badan Chiko.


Chiko langsung membalikkan badannya menuju Clara. Dia memegang kedua wajah Clara. Tentu itu membuat Albert semakin marah.


"Lihatlah wajah imut dan manis kamu tidak cocok dengan seorang Albert yang mukannya seperti iblis itu." ucap Chiko yang membuat orang-orang disekitar mereka terkejut.


Bagaimana tidak wajah Albert tidak jelek bahkan wajahnya sangat tampan seperti pahatan dewa yunani. Wajah yang terlalu sempurna bahkan badannya juga. Mereka tidak habis pikir ucapan Chiko. Walaupun pria itu juga memiliki wajah dan perawakan badan yang tidak jauh dengan Albert. Bedanya kalau Chiko berwajah Asia dengan kulit sedikit gelap sedangkan Albert berwajah seperti orang western dengan kulit putihnya.


"Lepaskan tanganmu dari muka kekasihku." peringatan Albert.


"hey dia adikku jadi sah-sah saja aku memegang wajahnya." jelas Chiko.


"Aku tidak peduli itu, Clara hanya boleh disentuh olehku." Ucap Albert yang sudah menarik Chiko dari badan Clara.


Sedangkan sumber masalah mereka sedang bingung dengan kedua pria itu. Mereka seperti kucing dan anjing tidak aku. Tapi mereka terlihat sangat akrab dibandingkan dengan orang yang baru pertama kali bertemu.


"kakak kenal dengan Albert sebelumnya?" tanya Clara.


"Sebenarnya aku tidak ingin kenal dengan es berjalan ini." jelas Chiko.


"Kakak berteman dengan Albert ?" tanya Clara.


Clara dapat menyimpulkan kalau mereka adalah teman yang sangat akrab. Dasar pria yang sangat gengsi.


"Clara mau main permainan yang lain, Kalian kalau mau berantem mendingan cari lapangan saja." ucap Clara yang meninggalkan kedua pria itu. Kedua pemuda itu saling melemparkan tatapan tajam. Setelah itu mereka mengejar Clara. Chiko berada di sebelah kiri Clara dan Albert di bagian Kanan.


Clara kesal dengan kedua pemuda yang selalu memperebutkannya seperti benda. Dia yang kesal pada akhirnya memilih untuk pulang. Tentu perdebatan antara kedua pemuda itu tidak akan pernah berhenti. Clara menghela nafas melihat kedua pria itu yang terlihat seperti anak kecil. Mereka seperti sedang memperebutkan mainan.


"Clara pulang bersama aku.Aku kakaknya."


"aku tidak perduli, dia harus pulang denganku." ucap Albert.


"Kamu cuman kekasihnya  bukan suaminya. Jadi kamu belum berhak mengatur Clara. Aku kakaknya dan keluarganya. Jadi aku lebih memiliki kekuatan yang lebih besar dari kamu." ucap Chiko yang tidak mau kalah.


"Tidak bisa." tolak Albert.


Clara ingin cepat pulang dan merebahkan badannya yang sudah tidak enak badan. Dia hanya tidur beberapa jam tadi malam dan badannya sudah tidak memiliki tenanga. Sekarang dia harus melihat kedua orang yang sedang berdebat. Kalau saja Apartementnya tidak dijual oleh Albert mungkin sekarang dia akan pulang ke apartement dan menjauh dari kedua pria yang memusingkan ini. Tapi sayang itu cuman angan-angan Clara.


"Albert, aku pulang dengan Chiko." ucap Clara menengahi kedua pria itu. Tentu Chiko langsung tersenyum lebar yang membuat Albert kesal pada temannya sekaligus kakak kekasihnya.


"Tidak bisa." tolak Albert.


"Aduh Albert aku sudah lama tidak bertemu dengan kakakku jadi biarkan kami melepaskan ke rinduan." jelas Clara. Namaun Albert langsung menggelengkan kepala. Sekarang wajah Albert merajuk seperti anak kecil yang ditinggal oleh sang ibu. Chiko terkejut dengan ekspresi temannya. Sepertinya Albert sudah sangat jinak dengan sang adik. Bahkan dia merasa Albert seperti anjing.


"Kamu menggelikan Albert." ucap Chiko yang dihadiahkan tatapan tajam dari Albert.


"Slow dude" ucap Chiko.


"Atau kamu ikut bersama kita saja Albert. " ucapan Clara langsung disetujui oleh Albert. Dia bahkan memeluk badan Clara di depan Chiko. Tentu itu membuat Chiko kesal melihat Albert yang melemparkan senyum mengejek. Karena Chiko gagal memonopoli sang adik.


Alber menggendong badan Clara seperti anak kecil. Kedua kaki Clara memeluk tubuh Albert. Gadis itu menyandarkan kepalanya pada bahu Albert. Tentu saja Chiko tidak terima adik semanja itu pada pria lain. Bahkan Clara tidak pernah seperti itu padanya.


"Clara sini sama kakak digendong." tawar Chiko namun Clara menggelengkan kepalanya. Setelah gadis itu telelap digendongan Albert.


"Kamu kalah 1000 langkah denganku." ucap Albert.


"Cih , aku belum merestui hubungan kalian." ucap Chiko.


"Aku tidak peduli, Ayo kita ke tempatmu. Clara pasti lelah dia kurang tidur semalam." ucap Albert dihadiahi tatapan tajam dari Chiko. Kakak Clara berpikir Albert sudah melakukan sesuatu pada Clara.


"Buang pikiran kotormu itu. Aku tidak akan melakukan itu jika Clara tidak menginginkannya. Dia lebih berharga dibandingkan kamu tahu. Clara bergadang mengerjakan tugas kuliahnya." jelas Albert.


Setelah itu Albert membaringkan tubuh clara di kursi belakang. Setelah itu dia duduk di kursi samping Chiko.


"Ada apa kamu kembali ke negara ini?" tanya Albert.


"Aku hanya ingin bertemu adikku." jelas Chiko.


"Kamu tidak bisa menipuku kau tau itu chiko. Kamu  sudah berjanji untuk ke negara ini." ucap Albert.


"Ya, Ada sebuah masalah dalam keluargaku dan aku pergi meninggalkan negara asalku. Selain itu aku rindu dengan adikku yang bertahun-tahun meninggalkan rumah." ucap Chiko.


"Ternyata Clara adalah adik yang kamu cari waktu itu."


"Ya seperti itu."


Selama perjalanan menuju apartement Chiko keduanya saling berbincang. Bagaimanapun mereka memang sahabat. Hubungan mereka sangat baik hingga Chiko membuat Albert marah beberapa tahun. Albert melarang Chiko datang ke negara ini kembali. Sebenarnya Albert masih tidak ingin Chiko berada di negara ini Tapi sahabatnya adalah kakak dari wanita yang dicintainya. Mungkin dia harus memaafkan sang sahabatnya mulai sekarang.