
Pada Akhirnya Albert harus terpisah dari sang kekasih. Setelah membaringkan tubuh clara di tempat tidur. Chiko memintanya menemui di ruang tamu. Chiko adalah sahabat terdekat Albert. Walaupun kebiasaan Chiko sangat buruk tapi dia tahu sekarang kakak dari kekasihnya sudah tidak seperti dulu.
“Apa yang ingin kamu bicarakan Chiko?” Tanya Albert setelah mendudukkan tubuhnya di salah satu sofa yang menghadap Chiko.
“Sebaiknya kamu menjauhi Clara.” Ucap Chiko langsung pada intinya. Wajah Albert tergambar jelas rasa kesal dan amarah. Dia tidak suka ada yang melarangnya berdekatan dengan wanitanya. Clara sudah dia claim sejak pertama kali Albert bertemu.
“Aku punya alasan kenapa meminta kamu menjauh dari adikku. Sudah cukup keluargaku membuat kenangan buruk saat masa mudanya. Aku tidak ingin kamu juga menorehkan luka di hati adikku.” Ucap Chiko.
“Aku tidak mungkin melukai atau membiarkan Clara terluka. Aku tidak peduli tentang alasan kamu melarangku untuk berdekatan dengan Clara. Tapi yang harus kamu ingat.Sesuatu yang sudah diclaim menjadi milik Albert Nicolas Jacobson tidak akan pernah dilepaskan.” Ucap Albert yang langsung berjalan menuju kamar Clara. Dia berniat untuk membawa kekasihnya kembali ke kediamannya. Membiarkan Clara bersama Chiko hanya mempermudah sahabatnya menjauhkannya dengan Clara.
Namun belum sampai dia di depan pintu kamar. Tubuhnya sudah ditarik dengan kencang oleh Chiko. Albert yang tidak persiapan dengan mudah ditarik oleh kakak Clara.
“Sebaiknya kamu ikuti permintaanku karena aku adalah keluarga clara dan kamu hanya sebatas kekasih Albert. Ingat yang kamu lakukan di masa lalu padaku. Aku dapat mengerti laranganmu sekarang kamu yang harus mengerti laranganku untuk mendekati adik tersayangku.” Ucap Chiko diakhiri dengan pintu yang tertutup keras.
Albert marah bahkan urat-urat mulai muncul di leher dan tangannya. Namun sebuah tepukan membuat Albert membalikkan tubuhnya. Orang itu adalah Rico tangan kanan Albert sekaligus sahabat Albert. Selain Chiko Rico adalah orang yang sangat mengenal Albert maupun kakak dari kekasih sahabatnya.
“Biarkanlah dulu mereka Bersama, Clara pasti tidak akan meninggalkanmu.” Ucap Rico.
“Aku tidak mungkin meninggalkan clara dengan lelaki berengsek seperti Chiko.” Ucap Albert.
Rico menghela nafas. Memang sulit berbicara dengan sahabat sekaligus atasannya ini. Hanya Clara yang bisa membuat Albert nurut dalam satu kali ucapan.
“Aku tahu alasan Chiko melarang kamu berdekatan dengan Clara. Walaupun aku juga kesal dengan alasannya tapi biarkan kakak adik memiliki waktunya. Mereka sudah sangat lama tidak bertemu dan kamu tahu akan itu bukan. Tenanglah bagaimanapun Chiko adalah kakak Clara dia tidak akan melakukan hal buruk pada adik yang sangat dia sayangi.” Jelas rico.
Albert menghela nafas dengan kasar. Dia bukan tidak ingin membiarkan kekasihnya waktu Bersama Chiko. Bagaimanapun dia tahu kondisi chiko saat Clara meninggalkan rumah tanpa memberi tahunya. Albert sangat tahu perasaan chiko karena dia juga seorang kakak dari gadis bernama Micky. Gadis yang memiliki sifat sama dengan sang kekasih.
Tapi keberadaan Clara adalah candu untuknya. Dia akan sangat merindukan Clara walau hanya terpisah beberapa menit saja. Sekarang dia harus membiarkan kekasihnya seharian berada di apartement sahabatnya. Hal itu sebuah hukuman untuknya.
“Kita pergi ke markas, aku harus melampiaskan emosiku. “ ucap Albert.
Tentu saja Rico tidak terkejut dengan ucapan Albert. Karena sahabatnya selalu melampiaskan amarahnya pada orang-orang yang mengganggu dalam bisnis.
Padahal sudah sangat lama Albert tidak datang ke markas karena keberadaan Clara selalu membuat mood sahabatnya membaik tanpa harus melakukan penyiksaan pada orang lain. Sekarang dia merasa menyesal mengikuti rencana Chiko. Clara memang tidak seharusnya dipisahkan dari mesin pembunuh ini. Karena hanya Clara yang mengontrol Albert.
“Baiklah Albert.” Ucap Rico.
“Tadi kamu mengatakan ada alasan kenapa Chiko melarangku untuk mendekati Clara. Kalau begitu ceritakan.” Perintah Albert.
“Kenapa kamu tidak bertanya langsung pada Chiko saja. Bukankah itu lebih baik dibandingkan kamu mendengarnya dariku langsung.” Ucap Rico. Sekarang mereka sedang menuju markas milik Albert. Rasanya aneh melewati jalan ini karena sudah lama tidak pergi ke markas.
“Aku tidak ingin menunggu lama untuk Chiko menceritakan alasanya.” Ucap Albert.
Pada akhirnya Rico menceritakan alasan Chiko melarang sahabatnya berdekatan dengan Clara. Albert yang mendengar alasan Chiko kesal sekaligus sebal karena hal itu menurutnya sangat sepele. Tapi berbeda bagi Chiko yang sangat menyangi Clara dibandingkan hidupnya.
Di tempat lain,Clara sebenanrnya sudah sadar sejak Albert membaringkan tubuhnya ke tempat tidur. Dia mendengar pembicaraan kakaknya dengan Albert kekasihnya. Dia terkejut kakaknya sangat menolak hubungannya dengan Clara. Padahal dia menduga kalau hubungan Chiko dan Albert bukan hanya sebatas kakak kekasih dan kekasih Clara.
Setelah Albert meninggalkan Apartement kakaknya yang dulu digunakan saat masa kuliahnya ini. Clara langsung keluar dari kamar dan berencana meminta penjelasan dari sang kakak.
Dia sangat hafal dengan sikap kakaknya yang tidak pernah mengambil langkah tanpa suatu alasan. Chiko selalu memiliki alasan untuk setiap perbuatannya bahkan perbuatan buruk yang sangat dibenci oleh Clara hingga saat ini jika dia mengingatnya.
“kakak.” Panggil Clara.
“Kamu sudah bangun? “tanya Chiko pada Clara yang melihat adiknya keluar dari kamar tidurnya.
“Gak kak aku masih tidur.” Ucap Clara dengan nada kesalnya.
“kakak ajah yang aneh-aneh orang matanya ajah melek begini ditanyain begitu. Pertanyaan yang gak penting masih saja jadi kebiasaan kakak.” Protes Clara pada sang kakak.
“Ya adikku yang bawel. Kenapa kamu jadi makin cerewet ya tinggal di sini?”
“Karena Albert sama menyebalkan dengan kakak.”
“Ngomong-ngomong nih kamu selama ini tinggal di mana?” pertanyaan Chiko membuat wajah Clara pucat. Dia belum menceritakan kalau selama ini dia tinggal di rumah Albert. Pasti dia akan kena marah kakaknya. Semua ini karena kekasihnya yang menyebalkan.
‘Awas saja kamu Albert, karena perbuatan kamu. Aku jadi berada di ujung jurang ke marahan kak Chiko.’ Ucap Clara dalam hati.
“Sebenarnya Clara tinggal bareng sama Albert.”
“APA” ucap Chiko dengan nada tinggi.
“Sejak kapan adik kakak yang sangat polos ini tercemari. Kamu memang harus berjauhan dengan kuman satu itu.” Ucap Chiko.
“Yang kakak sebut kuman itu adalah pacarnya clara loh.” Ucap Clara denga santainya.
“Tapi kakak gak restuin hubungan Clara dengan kuman itu satu.” Ucap Chiko sambal mengelus kepala adiknya.
“Kak, aku sudah bangun dari tadi dan mendengarkan pembicaraan kakak sama Albert. Clara tahu kalau kakak bukan tipe orang mengambil langkah tanpa suatu alasan jadi apakah kakak bisa jelaskan alasan kakak melarang Albert berdekatan dengan Clara?” ucap Clara yang sekarang menatap wajah kakaknya. Posisi keduanya sekarang sedang berhadapan.
“Kamu ternyata tukang nguping dan detektif abal-abal ya. Rasanya kakak kaya lagi diintrogasi saja.” Ucap Chiko dengan nada sedikit bercanda tapi Clara sama sekali tidak tertawa. Bahkan wajahnya sekarang menampilkan keseriusan.
“Jangan natap kakak gitu dong. Susah banget punya adik kaya penyidik ya. Alasan kakak melarang Albert berdekatan dengan kamu hanya dua hal. Pertama dan utama adalah Angel. “
“kakak kenal wanita ulat bulu bernama malaikat itu?” ucap Clana dengan polosnya sedangkan Chiko tertawa saat mendengar panggilan angel oleh adiknya. Walaupun dia mengakui tingkah angel kaya ulat kepanasan apalagi kalau berdekatan dengn Albert maupun dirinya.
“Angel tuh teman satu kampus kakak dan Albert.” Ucap Chiko.
“Jadi kakak teman satu kampus kak Albert?” tanya Clara.
“Ya seperti itu, hubungan kita lebih dari sebatas teman. Kakak, Albert dan Rico adalah sahabat walaupun kakak baru mengenal mereka saat kuliah. “
“Sudah kak meningan bahas cacing kepanasan saja. Kenapa kakak bilang alasan Albert harus menghindari Clara karena ulat kepanasan itu?” tanya Clara.
“kamu pasti tahukan bagaimana usaha ulat kepanasan itu untuk mencari perhatian Albert?” Clara menganggukkan kepala. Dia juga mengingat saat ulat kepanasan itu mengaku kalau calon istrinya Albert. Rasanya kesal kalau mengingat waktu itu.
“Masalahnya adalah pada angela, dia bukan wanita sehat. Dia seorang wanita yang mengidap OCD dan berpribadian ganda. Albert dan Rico mengetahui kondisi itu sejak mereka kecil. Albert benar-benar tidak suka keberadaan angela karena menurutnya urat kepanasan itu hanya penggangu. Tapi saat kakak kuliah dulu angela pernah hampir membunuh wanita yang mendekati Albert. Tentu hanya kita bertiga yang mengetahui itu. Makanya kakak takut kalau ulet kepanasan itu melakukan hal buruk pada kamu. Bagaimanapun kamu sudah mengambil Albert darinya.” Ucap Chiko.
“Aku tahu kakak khawatir dengan Clara tapi masalahnya Clara sudah cinta sama Albert.” Ucap Clara dengan senyum manis. Sebenarnya clara sudah tahu kalau menjadi kekasih Albert akan membuatnya berbahaya. Entah itu dari wanita yang mengejar kekasihnya ataupun musuh Albert dari dunia bisnis atau dunia mafia. Tapi dia sudah berjanji menerima kondisi Albert dan menjalani semuanya Bersama-sama.
“kakak sudah tahu pasti jawaban kamu seperti ini. Jadi mau gimana lagi. Makanya kakak mintanya ke Albert bukan ke kamu. Karena kakak sudah tahu kamu bakal menolak. “ ucap Chiko.
“Oh ya kakak tadi bilang ada alasan lain selain angel, Ap aitu?” tanya Clara.
Chiko sebenarnya tidak ingin menceritakan alasan keduanya karena itu berhubungannya dengan Albert. Adiknya tidak tahu hal ini. Dia juga malu dengan alasan kekanakannya.
“Ayolah kakak jangan ditahan gitu kaya orang nahan boker ajah.” Ucap Clara yang membuat Chiko kesal dengan ucapan sang adik.
“Alasannya adalah kakak ingin balas dendam dengan kekasih kamu yang dulu pernah melarang kakak juga.” Ucap Chiko
Clara tidak mengerti alasan kedua kakanya. Tapi saat dipikir-pikir lagi maksud kakak adalah kak Chiko pernah dilarang berdekatan dengan adik Albert yang berarti Micky.