My Love Younghoon

My Love Younghoon
kamar baru



hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁😁



Mata Younghoon adalah yang pertama kali kulihat. Dia tak jauh dihadapanku, baru saja menyelesaikan pemanasannya. Dia menatapku dengan rambutnya yang masih berantakan hingga tampak begitu tampan natural. Aku tertunduk dan melangkah mendekati mereka.


"Wahhh.. "Kata Sangyeon


"Benar benar bagus, tampak elegan"Kata Kevin sambil tersenyum.



Changmin datang mendekatiku dan menatapku hingga siap membuat hatiku meleleh.


"Ini hadiah dari team. Semoga kau suka." Katanya dan mereka semua bertepuk tangan.


"Aku akan bekerja dengan baik. Terimakasih banyak ." Kataku sambil menunjukkan sikap hormat dan trimakasih pada mereka.


"baikkah. hayo berangkat. "kata changmin lalu meraih tanganku dan menggandengnya berjalan keluar.


Changmin mengantarkanku bekerja dan kemudian pulang. Seh yon sahabatnya juga sangat baik. Aku bekerja sebagai staf officenya dan jam 3 aku sudah boleh pulang.


"Salam kenal semua. Namaku Ayara, mohon bimbingan dari senior. "Kataku saat berkenalan dengan staf yang lain.


"Hei Ayara, bagaimana kami bisa mengenalmu kalau kau menutupi wajahmu dengan masker ?" kata salah seorang dari mereka.


"Oh.. Ayara punya alergi jadi harus selalu pakai masker. Kedepannya kalian bisa saling kerja sama. "Kata Seh yon segera. Tampaknya Changmin sudah mengatur semuanya dengan baik. Aku tidak akan membuat changmin kecewa, aku akan bekerja dengan baik.


Setelah mengantarkanku. Changmin menyusul teamnya kesebuah tempat untuk mengikuti sebuah acara show life dan hingga saat itu aku belum tahu siapa mereka.


"Hei Ayara... ku dengar kau masuk kesini karna bantuan Changmin yah?" Tanya Susan saat kami makan siang bersama.


"Ehmm.. "


"Bagaimana kau bisa mengenalnya, apa aku bisa minta no hpnya? oh aku sangat mengidolakannya." Kata Susan gregetan.


"Lalu selain Changmin kau dekat dengan siapa lagi? " tanya Seong ni tak mau kalah.


"Kenapa kalian bertanya begitu? tampaknya Changmin sangat terkenal dikota ini."


"Jangan pura pura bodoh. Seluruh dunia tahu mereka siapa? "Kata Seong ni.


"Aku benar benar tidak tahu. Aku hanya seorang pekerja Part time distudio mereka. apa mereka dancer?"


"Kau sangat payah. Mereka itu the boys. idol kpop paling terkenal saat ini. "Kata Susan menjelaskan.


"idol... ?" Tanyaku tak percaya.


Sore itu sepulang bekerja aku harus segera pulang untuk melihat keadaan. setibanya aku disana rumah sudah nyaris kosong dan Min yori tengah membantu ajumma keluar dari rumah.


"Ohh onni kau sudah pulang "


"Maaf, kami baru boleh pulang jam 3"


"Tidak apa apa, aku sudah mengurus semua barang " Katanya dan setelah itu wajahnya tampak sedih.


"kenapa?"


"Onni, aku sangat minta maaf tapi aku harus mengatakan ini padamu. "


"apa... ?"


"Ditempat kami tinggal. Ruangannya sangat kecil. Kalau semua barang masuk sangat berdesakan. Aku tidak tahu harus bagai mengatakanna padamu ." Kata Min yori sedih dan aku mengerti maksudnya itu.


"Ah tidak apa apa. Onni sudah bekerja, Onni akan pinjam uang dan cari kos kosan " Kataku sambil tersenyum.


"Ayara... ini ada sedikit uang. Kau pasti memerlukannya. Ambillah " Kata ajumma.


"Tidak. Uang ini sengaja ajuma sisihkan untukmu. Anggap sebagai gajimu." Katanya sambil menyerahkan uang itu ketanganku. Aku menangis dan memeluknya.


"Ajumma...., trimakasih. Ajumma sudah seperti ibu buatku. Aku berjanji akan bekerja dengan baik. Aku akan datang untuk menjengukmu dan membawa hasil kerjaku. "Kataku begitu sedih.


Setelah ajuma dan Min yori berangkat. Aku lalu bergegas ke studio dan aku juga turut membawa tasku dan juga anak Anjing yang dulu ku selamatkan.


"Hei Ayara.... mau kemana? "Tanya Kevin saat melihatku datang. Setelah menceritakan semuanya pada Kevin. Kevin pun lalu membawaku menemui team yang lain diruang ganti dan kevin menceritakannya lagi pada teamnya.


"Ku mohon, ijinkan aku tinggal semalam saja disini. Aku akan cari tempat besok." Kataku memohon iba pada mereka.


"Hei Ayara..., kau sudah seperti keluarga disni. Jadi kau tak perlu khawatir. " Kata Hyunjae


"Ohh bukankah dilantai lantai satu masih ada gudang kosong. Kalau kau mau kau boleh mengubahnya jadi tempat tinggalmu." saran Jacob kemudian.


"Baiklah karna besok sabtu bagaimana kalau kita membantu Ayara menyiapkan kamar barunya." Kata New memberi ide dan mereka semua sangat setuju.


Malam itu aku tidur diruang ganti. Mereka semua sudah pulang dan kini hanya ada aku dan golden anak anjing yang kutemukan yang tinggal disana. aku tidur disofa panjang disana tanpa selimut dan bantal.


Keesokan harinya Younghoon yang lebih dulu datang. Dia yang lebih dulu melihatku masih tertidur disana. Golden ada dibawah sofa sedang mengibas ibaskan ekornya pada Younghoon. hatinya sedikit iba dia lalu mendekat dan mengamatiku yang masih tertidur lelap.



Younghoon memperbaiki rambut yang menutupi wajahku. Mengamatinya sesaat.



"Mengapa aku merasa pernah melihatmu, tapi dimana?" Fikir Yonghoon dan tiba tiba Golden menggonggong hingga membuatku terbangun. Younghoon segera berdiri. Aku menyadari ada seseorang didekatku. Aku lalu bangkit untuk duduk dan menunduk.



"Syukurlah kau sudah bangun. Anak anak akan segera datang."Kata Younghoon lalu berjalan keluar meninggalkanku disana dan sesaat sebelum pergi dia melihat sebuah cup mi instan tergelatak didalam tong sampah.


Aku segera mandi dan bersiap untuk berangkat kekantor. Saat aku keluar dari ruang ganti aku melihat mereka sedang mengobrol diluar.


"Selamat pagi" Kataku menyapa mereka


"Eh.. Ayara, kau mau pergi bekerja " Kata Changmin.


"Ehmm. Aku harus segera berangkat. Oppa bolehkan aku menitipkan golden disini. Dia tak punya tempat lain. Dia anjing yang baik dan pintar." Kataku


"ohh. tenang saja"


"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu." Pamitku namun Younghoon tiba tiba muncul dan menghadangku.


"Makanlah... "Katanya sambil menyerahkan sebuah bungkusan berisi roti didalamnya.


"trimakasih... " kataku lalu pergi.


Pagi itu New dan yang lainnya ke studio hanya ingin mempersiapkan sebuah kamar untukku. Mereka mengeluarkan jiwa seninya dan sangat menikmati moment untuk menghias kamar itu hingga tampak begitu bagus.


"Siang itu setelah menyelesaikan kamarku, Younghoon melanjutkan aktivitasnya menuju lokasi syuting. Rose tampak melambaikan tangannya kearah Younghoon saat Younghoon berjalan mendekati mereka.


"Ku fikir kau akan telat. Sutradara menunggumu"Kata Rose


"Sutradara atau kau yang menungguku? "Tanya Younghoon merayunya dan Rose segera tersenyum malu.


"Sepulang syuting nanti apa kau ada waktu. bagaimana kalau kita jalan jalan sebentar"


"ehmm. boleh... "


"hei Hwall apa yang sedang kau lakukan? "Tanya Sun woo saat melihat Hwall mengotak atik sebuah camera kecil.


"Aku benar benar penasaran dengan wajah Ayara. Aku akan pasang kamera" Katanya. Hwall lalu memasang salah satu kamera disana dan meletakkannya diatas sebuah vase bunga.


"Cepatlah.. kalau kyu tahu dia bisa marah."


"Ok, sebentar lagi"Kata Hwall sambil melekatkan kamera itu dengan solasi agar tak terjatuh.