
hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari
happy reader
happy ngelahu 😁😁
"Ku fikir kau sudah melupakanku."Kata Rose saat Younghoon mengajaknya bertemu disalah satu cafe.
"Ku rasa lebih baik kita membicarakannya segera. Aku tak mau lebih banyak menyakitimu."Kata Younghoon yang duduk dihadapan rose.
"Maksudmu apa? "
"Kita putus saja."Kata Younghoon dan Rose begitu terkejut.
"Maaf, aku hanya bisa memberikan segini dulu. Saat ini situasiku sangat sulit. Aku juga perlu uang. Aku janji akan membereskannya segera."Kataku saat bertemu dengan Sesa sore itu disebuah parkiran. Sesa segera meraih amplop yang kuserahkan. Dia memeriksanya dan lalu melemparkannya padaku.
"Kau jangan main main denganku. Apa kau sudah gila memberikan segini, apa kau fikir aku ini rentenir?"
"Aku minta maaf Sesa. Tapi saat ini aku hanya bisa memberikan sebanyak ini. Ini gajiku bekerja dari pagi hingga malam. Aku berjanji akan lebih hemat lagi agar bisa segera melunaskannya. "Kataku memohon tapi dengan kasar sesa kemudian menepis tanganku.
"Aku bukan orang yang sabaran. Jika dalam waktu seminggu kau tidak menyerahkannya. Aku yang akan memintanya langsung pada Younghoon. Ku dengar dia digosipkan denganmu baru baru ini. "
"Sesa tolong jangan begitu. Younghoon tak ada kaitannya dengan ini"
"Kalau begitu aku akan menjualmu saja. Aku perlu uang dan aku harus segera melunasi hutangku pada Jung. Sekarang semua terserah padamu. aku hanya akan memberikanmu waktu seminggu. kalau dalam waktu seminggu kau tak juga membawa uangnya. aku akan pilih jalannya sendiri "kata Sesa lalu pergi.
Aku kembali kekosku yang baru. Aku sungguh sangat ketakutan dengan ancaman Sesa. bagaimana jika Sesa benar benar melakukannya dan bagaimana bisa aku harus menyetujui untuk dijual olehnya.
Ibunya Younghoon mendapat pesan dari Rose. Rose mengirim fotoku saat menyerahkan uang pada Sesa dan Rose menjelaskan kalau Sesa bekerja sebagai penjual gadis malam. Ibunya Younghoon begitu terkejut. Dia sangat syok dan kahwatir terhadap Younghoon dan itu membuatnya jatuh pingsan karna hypertensinya.
Younghoon segera berlari menuju ruangan ibunya begitu dia mendapat kabar itu. Ayahnya sudah lebih dulu disana untuk menemani ibunya.
Ayahnya menampar Younghoon seketika dan dia hanya diam saja.
"Dengan beberapa masalahmu sebelumnya mungkin ayah masih bisa memaklumi. Tapi kali ini ayah benar benar kecewa dan malu terhadapmu. Apa kurangnya Rose hingga kau harus berhubungan dengan ******* itu?"Tanya beliau begitu kesal.
"Siapa yang ayah sebut sebagai *******? "Tanya Younghoon dengan tenang dan ayahnya lalu menyerahkan bukti yang dikirimkan Rose pada ibunya.
Anggota the Boys yang lain juga begitu terkejut saat Rose mengirimkannya pada manajer mereka. Manager mereka sangat stress mendapat kabar itu dan tak habis fikir.
"Sekarang bagaimanan aku harus membelamu Younghoon ? aku benar benar akan gila jika kabar ini tersebar dimedia"Kata manager mereka yang tergeletak dikursi besarnya.
"Aku tidak yakin kalau Ayara itu *******. dia bahkan tak ingin mengumbar wajahnya"Kata Eric.
"Itu bisa saja alasan agar orang tak mengenalinya sebagai gadis malam."kata managernya lagi.
"Kita tak bisa langsung menerka. Ayara yang kita tahu adalah gadis yang baik. Dia sangat pekerja keras. Jika dia memang seorang ******* mengapa dia harus bersusah payah bekerja sana sini untuk tetap hidup"Kata Jacob
"Benar..., aku juga percaya itu. Mungkin ada beberapa pihak yang ingin memanfaatkan situasi ini."Tambah Eric.
"Kita harus tanyakan langsung pada ayara. Ku rasa dia pun akan terkena masalah karna hal ini"kata Sangyeon.
"Lalu dimana kita bisa menemukannya? "Tanya Hyunjae
"Bukankah kyu mengenal bosnya. Mungkin dia tahu "Kata Ju yeon.
mereka semua lalu menatap kearah Changmin yang duduk dikursi disudut ruangan itu.
"Hei kyu.., lakukan sesuatu. Kita harus temukan Ayara"Kata Hak nyon menambahkan.
"Aku ada urusan lain. Biar saja Younghoon yang mengurusnya. bukankah ini masalahnya "kata Changmin menghindar.
Sore itu sekitar pukul 3 sore aku keluar dari tempatku bekerja dan bergegas untuk pulang. namun saat akan menunggu bus. Aku melihat Younghoon datang.
"Aku ingin bicara denganmu"Katanya
"Apa sebegitu sibuknya sampai kau tak bisa meluangkan sedikit waktumu untukku? "
"Ehmm, aku bekerja dari pagi hingga tengah malam. Aku sangat sibuk. Aku harus mencari banyak uang agar aku bisa membayar semua hutangku."kataku lalu pergi meninggalkan Younghoon disana.
"Jadi kau adalah Sesa? "tanya Changmin setelah Sesa duduk dihadapannya disalah satu tempat yang sepi.
"Ehm... "
"Ku dengar kau pemasok gadis gadis untuk dijual? "
" Mengapa, apa kau tertarik? aku punya banyak gadis muda dan masih perawan. Tapi tentu saja harganya sangat tinggi. "kata Sesa ramah.
Changmin lalu melepas kaca matanya dan Sesa sedikit terkejut. Dia tahu bahwa Changmin adalah salah satu member the Boys.
"Aku sudah merekam pembicaraan kita barusan. "kata Changmin kemudian.
"Dengan bukti ini. Aku bisa saja
melaporkanmu kepolisi"
"Kau mengancamku. apa maumu? "kata Sesa kesal.
"Aku hanya ingin tahu soal Ayara. "Katanya
"Kenapa kau jadi tertarik padanya. Apa kau menyukainya? "
"Itu bukan urusanmu. Kau hanya perlu menjawab pertanyaanku"Kata Changmin menegaskan.
"Apa hubunganmu dengan Ayara. dan mengapa dia bisa berurusan denganmu ?"
"Apa itu sangat penting? "
"Terus terang saja. Setelah mendapat berita tentangmu yang mencemarkan nama baiknya. itu sangat menganggu. Bukan hanya secara pribadi tapi juga teamku."Terang Changmin dan Sesa kemudian tersenyum sinis.
"Ohh, aku mengerti sekarang. Dengarkan aku baik baik. Aku tak perduli jika kau tengah merekam kejadian saat ini tapi harus kukatakan bahwa ini sungguh sangat menguntungkanku. Dan lagi harus kukatakan sesuatu padamu"Kata Sesa. Sesa lalu mendekati Changmin dan membisikkan sesuatu ditelinga Changmin.
"Kalau kau bermaksud melindungi gadis itu. Kau harus fikirkan masa depannya. Tanda pengenal dan paspornya ada padaku jika kau berani melaporkanku. Akan ku jamin dia akan mendapat masalah sebagai imigran gelap."Kata Sesa lalu pergi begitu saja.
Keesokan harinya Sesa menelfonku saat aku tengah bekerja. Sebelum Susan membaca nama pemanggilnya aku segera meraih hpku dan mengangkatnya.
"Hallo"Kataku
"Aku hanya ingin memberitahumu kalau aku sekarang berada distudio the Boys. Semalam aku baru mendapat kabar baik dan ku rasa aku tak perlu menunggu waktu seminggu untuk menunggu uangku kembali. Kelihatannya banyak sekali yang menyukaimu. Ku rasa mereka takkan keberatan untuk membayar hutang hutangmu. "Kata Sesa lalu memutus telponnya.
Aku bergegas meninggalkan kantor menuju studio the Boys. Saat itu the Boys sedang mengikuti rapat hingga Sesa harus menunggunya diluar
"Sesa.... "kataku saat melihat Sesa ada dilobi. Aku sedikit mengatur nafasku sebelum akhirnya menghampirinya.
"Aku tak mengira kau akan datang secepat ini. Kenapa? "
"Ku mohon jangan lakukan ini"Kataku memohon dan tak lama the Boys keluar dari lift yang tak jauh dari kami dan Sesa langsung tersenyum.
"Ayara... "kata New
"Kebetulan sekali "Kata Sesa begitu senang.
"Kau mau apa kesini? " tanya Younghoon pada Sesa.
"Sebenarnya aku kesini untuk menemuimu dan bicara denganmu untuk membicarakan hal penting tapi tak ku sangka tampaknya Ayara sudah memutuskan sesuatu."kata Sesa seraya melirikku. Younghoon berjalan kearahku dan menatapku tajam.
"Katakan padaku kalau kau tak punya hubungan apa apa dengan wanita ini. Katakan sekali saja dan aku akan percaya padamu "Kata Younghoon marah hingga menambah kekacauan dihatiku.
"Aku akan ikut dengan Sesa. "