
hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari
happy reader
happy ngelahu 😁😁
"Aku langsung saja"Kata Rose setelah kami berdiri berhadapan.
"Aku sangat tidak suka denganmu. Younghoon itu pacarku dan karna kau hubunganku dengannya jadi berantakan."
"Aku tidak pernah bermaksud begitu."
"Percuma, saat ini hubungan kami sudah kacau karnamu dan karna itu kau harus tahu aku takkan tinggal diam. Aku tahu Siapa kau."Kata Rose dan seketika aku terdiam. bagaimana bisa dia berkata seperti itu?
"Sesa... aku tahu hubunganmu dengannya dan apa kau tahu siapa sesa itu? dia terkenal sebagai mami dikalangan kelas atas sebagai pemasok gadis gadis untuk dijual. "Katanya menambahkan. Aku memegangi erat kain pel ditanganku. Aku tak berkutik.
"Apa kau tahu bagaimana reaksi para the Boys jika tahu siapa kau ?"Katanya memperingati.
"Tinggalkan Younghoon atau aku akan berbuat lebih padamu."Katanya mengancamku lalu pergi.
Aku duduk dilantai. Tertunduk seakan aku tak sanggup menghadapi bumi. Aku memikirkan semua perkataan rose dan itu sangatlah benar. Hatiku dan fikiranku kacau. Aku merasa sangat kesal tapi tak punya cara untuk membela diriku sendiri.
"Ayara kau baik baik saja? "Hyunjae tiba tiba sudah ada didekatku dan menatapku khawatir.
"Aku khawatir Sesa melakukan sesuatu jadi aku datang melihatmu."Katanya sambil memperhatikan aku yang masih tertunduk.
"Kau baik baik saja? "Tanyanya sambil mencoba melihat wajahku. Aku lalu menatapnya dan tersenyum.
"Aku baik baik saja. Hanya sedikit lelah."Elakku
"Kau yakin? kenapa matamu berkaca kaca ?"
"Aku hanya menguceknya. Mataku sedikit gatal. Trimakasih sudah menghawatirkanku Oppa. Aku kembali bekerja lagi."Kataku lalu kembali melanjutkan pekerjaanku. Hyunjae menatapku sebentar. Entah apa yang difikirannya.
"Ayara... "Panggilnya dan aku menatapnya. airmataku terjatuh dan aku segera mengusapnya.
"Jika kau ada masalah, coba katakan padaku. Mungkin aku bisa mengerti dan membantumu." Katanya begitu baik.
"Aku hanya rindu ibuku. "
"Apakah sangat berat kau menanggungnya? sampai kau tak bisa menahan airmatamu. Bahkan saat kau berusaha tegar aku bisa melihat semuanya dimatamu."
"Aku tak punya hak untuk marah. Tapi kenapa tak ada yang mengatakan kalau ini tidaklah mudah. Juga kenapa tak ada yang mengatakan kalau semuanya ini sangatlah sulit. Semua masalah datang padaku dan aku tak bisa membela diriku sendiri."Kataku terisak isak. Hyunjae begitu sedih mendengarnya dia segera datang untuk memelukku.
" kalau kau tak bisa mengatakannya. Setidaknya katakan apa yang bisa ku bantu. Kau sudah seperti adik kecil dimataku. Melihatmu menangis sangat membuatku sedih"
Waktu itu pukul 5 aku datang keperusahaan untuk mencari ayahku. Aku rasa aku harus menemuinya mungkin dia bisa memberiku tempat tinggal.
"Ayara... ada apa. Apa kau baik baik saja? "Tanya ayahku saat menemuiku diluar.
"Ayah... maaf aku mengganggumu. Tapi saat ini selain ayah. Aku tak tahu harus kemana. "
"Kenapa, apa yang terjadi? ".
"Ayah.. bolehkan aku tinggal bersamamu? aku tak punya tempat lain. Aku harus segera pindah dari tempatku tinggal sekarang ini."
"Kenapa tiba tiba pindah, bukankah Younghoon sangat baik padamu? "
"Ehmm. Aku hanya merasa tak enak jika terus merepotkan mereka. "
" Maaf ayara bukannya ayah tak senang kau tinggal bersama ayah. Tapi sekarang ayah sudah punya anak dan istri. Jika mereka tahu kau ada disini mungkin mereka tak bisa menerimamu. Tapi ayah janji akan mencarikannya untukmu. "
"Aku mengerti. Maaf sangat merepotkanmu."
"Oh yah, ayah belum mengucapkan trimakasih pada Younghoon. Ayah berencana untuk memberinya sesuatu sebagai ucapan trimakasih. "
"Ehmm. "
"Ayah merasa tak enak jika tak mengungkapkan rasa trimakasih padanya. Ayah akan kirimkan makanan untuknya. bagaimana? "Tanyanya lagi
"Berikan ponselmu. Ayah akan ketikkan nomor ayah dan kau bisa mengirimnya. Jangan khawatir ayah tidak akan menyalah gunakannya."Kata ayahku membujuk lalu dengan sedikit rasa ragu aku memberikan ponselku. Ayahku mengetikkan nomornya disana dan kemudian aku mengirimkannya kepadanya.
"Oh yah, tunggu sebentar. Ayah akan coba periksa beberapa alamat rumah kos. Kau bisa melihat lihatnya."Kata ayahku. Dia lalu menggunakan hpku dan sibuk sendiri. Aku menunggunya hingga dia selesai.
"Ayah sudah temukan beberapa. Tapi biarlah ayah yang mengeceknya langsung. Tunggulah kabar dari ayah."katanya
Aku masuk kerumah Younghoon saat itu dia sedang baru keluar dari kamarnya.
"Ada yang ingin kukatakan."Kataku padanya
"Aku.., sepertinya telah melakukan kesalahan. Dan ku rasa sebaiknya kita tak perlu selalu bertemu. Ku rasa itu akan membuatmu lebih baik. Soal hutangku, aku akan coba membayarnya setelah aku gajian nanti. Aku akan mencicilnya hinga lunas. Dan lagi aku sangat berterimakasih karna selama ini kau sangat baik padaku. Aku benar benar menyesal jika telah melakukan kesalahan. "Kataku dan Younghoon hanya diam.
"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu. Sekali lagi terimakaih dan maaf."Kataku lalu menunduk dan melangkah mendekati pintu. namun sebelum pergi aku teringat sesuatu.
"Oh yah, mungkin aku harus katakan satu hal. Ayahku ingin mengirimkan sesuatu untukmu sebagai ucapan trimakasih. Maaf jika aku lancang memberikan alamatmu. Dia berjanji tidak akan menyalah gunakannya."Kataku menerangkan lalu pergi.
Aku kembali kestudio. Aku mengemasi beberapa barang untuk segera pindah. Dan lagi aku melihat boneka Younghoon aku kemudian menangis seraya memeluk boneka itu.
Keesokan harinya saat aku akan berangkat bekerja. Aku berpapasan dengan Younghoon didepan. Dan aku segera menghindar, aku harus bisa menghindarinya agar dia bisa berbaikan dengan Rose.
"Ayara, besok kau akan mulai ship lemburmukan? "Kata Seh yon saat menghampiriku dimeja kerjaku.
"Ehmm. aku akan bekerja dengan baik"
"baguslah. "
Siang itu beredar satu gosip yang langsung viral. Ada sebuah berita tengtang Younghoon yang memesan sebuah produk perawatan dan produk perawatan itu adalah produk dari perusahaan tempat ayahku bekerja. Secara mendadak produk itu langsung vifal dan habis dipasaran. Dan saat melihat berita itu manager the Boys sangat marah. Dan brand yang sudah menjalin kerja sama dengan mereka juga tidak terima. Mereka merasa dihianati dan ingin menuntut.
Aku yang baru mau makan siang tak sengaja melihat susan bergosip sambil membaca sesuatu yang sangat viral. Aku penasaran dan lalu mendekati mereka.
"Apa yang sedang kalian perbincangkan? sepertinya sangat serius "Kataku
" Baca berita ini. Produk xxxx yang sudah mengkontrak pihak the Boys ingin menuntut mereka karna Younghoon ketahuan menggunakan produk yang lain. "Kata Susan. Aku lalu meraih Hp itu dan membacanya. Tampak sebuah pesanan yang discrenshoot sebagai bukti. Itu adalah akun atas namaku yang memesan sejumlah produk. Dan lagi juga ada foto saat paket itu diketakkan dipintu apartement Younghoon.
Aku berlari kencang. Sekencang yang ku bisa. Aku merasa sangat marah. Bagaimana bisa ayahku melakukan hal itu. Mengapa dia memfaatkanku untuk kepentingan pribadinya. Aku harus segera menemuinya dan memintanya mengklarifikasi berita itu.
"Ayah... "Kataku saat ayahku datang menemuiku dikantornya.
"Apakah ayah yang melakukannya? "Tanyaku sambil menahan amarahku.
"Ayara.. saat ini keadaan sangat sulit. Bos ayah terus menekan ayah. Dia mengancam akan memecat ayah jika ayah tak segera menutupi kerugian."
"Tapi karna perbuatan ayah, Younghoon jadi terkena masalah."
"Ayah minta maaf"
" Ku mohon, klarifikasi. Tolong jelaskan bahwa itu tak benar."
"Ayara.. ayah tak bisa melakukannya. Itu sama saja menghancurkan karir ayah."
"Lalu bagaimana dengan Younghoon? "
"Dia bintang terkenal cepat atau lambat pasti akan membaik lagi."
"Ayah keterlaluan... aku akan jelaskan pada Younghoon. akwu akan katakan yang sebenarnya."Kataku menangis lalu kembali berlari menuju studio. Aku menangis disepanjang jalan. Aku harus segera menjelaskannya agar Younghoon tak kena masalah. Saat aku tiba distudio, studio kosong aku lalu bergegas menuju ruang ganti tapi mereka pun tak ada disana.
Aku lalu mencari mereka keruang pertemuan dan belum sampai dipintu aku mendengar sang manager dan koordinator mereka marah besar terhadap Younghoon. Aku merasa tak tega aku segera masuk untuk meluruskannya.
"Jangan salahkan Younghoon"Kataku dan mereka semua menatapku.