
hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari
happy reader
happy ngelahu 😁😁
Berita terbaru itu juga langsung dibaca oleh keluarga Younghoon dan mereka terkejut karna yang mereka tahu Younghoon tengah berpacaran dengan Rose.
Aku memberi Golden makan sore itu didepan kamarku saat Younghoon datang kesana.
Wajahnya tampak biasa sehingga aku tak bisa membaca apakah dia sedang marah atau tidak.
"Ku dengar Rose datang dan menarik tanganmu"
"Ehmm. "
"Masih sakit? "
"Sedikit"Kataku kaku.
"Lain kali jangan berfikir bodoh dan nekat seperti itu. Kau ingin bunuh diri disini. Bagaimana kalau akibatnya fatal. Dan apa kau tau apa akibatnya? "Tanyanya sedikit marah dan aku segera tertunduk sambil memegangi tanganku yang sakit.
"Aku benar benar kecewa padamu. Kau tak mau Mendengarkanku. Bahkan saat kau belum sembuh kau sudah meninggalkan rumah sakit. Kami semua mencarimu kemana mana. Itu karna kami semua perduli padamu"
"Aku benar benar minta maaf. Selain itu aku tak tahu harus berkata apa agar menunjukkan rasa bersalah dan menyesalku. Aku tidak pernah bermaksud membawa kalian dalam semua masalahku. Juga, aku tak pernah berfikir untuk merusak hubunganmu dengan rose. Aku tak pernah menyangka jika ayahku akan membuat rumor yang akan merusak karirmu. Aku benar benar tak menginginkan itu semua terjadi, bahkan saat aku berusaha agar itu tak terjadi. Aku tak bisa berbuat apa apa sekalipun aku ingin memperbaikinya. Aku merasa diriku ini seperti sebuah kesialan sehingga aku selalu menyusahkan orang orang disekitarku. Aku hanya bisa membuat mereka terluka. Aku merasa diriku ini sangatlah buruk sampai kau begitu marah dan membentakku. Aku merasa sangat memalukan. Aku merasa sangat hina. aku.......... " Aku mengatakan semua itu panjang lebar seraya menangis dan belum aku menyelesaikan semuanya tiba tiba aku merasa Younhoon menarik wajahku dan menciumku seketika dan memelukkku dengan sangat erat.
Changmin menghentikan langkahnya saat melihat Younghoon menciumku disana. Dia lalu memutar balik dan meninggalkan tempat itu. Dan kami tak sadar jika ada wartawan yang mengambil foto diam diam dari kejauhan.
Aku merasakan kedua tangan Younghoon yang menyeka wajahku saat sebelum dia melepaskan bibirnya. Aku tertunduk malu membiarkannya menatapku.
"Aku hanya tak sanggup menahan perasaanku. Hatiku gelisah setiap kali kau bersama kyu, aku sangat mencemaskanmu, Aku tak ingin kau terluka. "Kata Younghoon begitu tulus. Aku begitu tersentuh tapi aku tak sanggup mengungkapkan perasaanku karna aku tahu akibat yang akan Younghoon dapatkan dan aku tak ingin lagi mengulanginya. Aku tak ingin menghancurkan karir dan hidupnya hanya karna keberadaanku. Aku mendorong tubuh Younghoon dan kemudian berlari kembali kekamarku dan menangis disana.
"maaf.. aku benar benar tak bisa menyakitimu lebih dalam lagi. Aku harus meninggalkanmu. Aku harus merelakan perasaan ini untukmu."Teriakku dalam hati berharap Younghoon yang masih berdiri diluar dengan patah hatinya bisa mendengar.
Younghoon kembali keapartementnya dan Changmin juga. Semalam itu hati kami tak bisa tenang. Tidak tahu harus bagaimana tapi yang ku tahu aku harus meninggalkan mereka semua.
Pagi pagi sekali aku meninggalkan tempat itu dan membawa serta Golden bersamaku dan tak lupa aku meninggalkan surat untuk mereka dan menyerahkannya pada security disana.
pagi itu the boys dan management mereka bersiap untuk melaksanakan peluncuran sigle baru mereka. sang security tak berani mendekati mereka karna kesibukan itu.
Sejak saat itu kami tak pernah lagi bertemu. Juga tak pernah komunikasi. Changmin juga enggan setiap kali berniat menghubungiku dan lagi Younghoon berusaha fokus bekerja untuk melupakan rasa patah hatinya. Dan aku harus bekerja dari pagi hingga malam agar bisa mengumpulkan banyak uang.
Min yori membaca berita siang itu. Dia begitu terkejut saat melihat gadis yang digandeng Younghoon saat dihalte dan lagi juga muncul berita baru soal foto saat Younghoon menciumku. Hal itu benar benar menjadi masalah dalam managemen dan juga berpengaruh terhadap peluncuran single mereka.
Manager mereka membantah semua berita itu. Dan banyak pihak yang berargument kalau semua rumor tentang Younghoon itu sengaja untuk tujuan mencuri perhatian publik terhadap launching mereka.
Suatu ketika aku berkunjung kekampus Min yori. Saat melihatku dia langsung bergegas lari dan memelukku.
"Hei onni,, bukankah kau gadis yang sedang digosipkan dengan Younghoon. Jadi pemilik hp itu adalah dia?" tebaknya tak sabaran.
Aku pun lalu menceritakan semua kejadian itu padanya. Min yori sudah seperti adikku, segalanya, tak ada satupun yang ku tutupi darinya dan dia seperti biasa selalu mendukung dan menyemangatiku.
Suatu sore setelah the Boys kembali kestudio. Sang security tersebut keluar dari posnya dan menghampiri mereka.
"Ada apa pak? "tanya New
"Ini, Ayara menitipkan kunci ini dan juga surat ini. "Katanya sambil menyerahkan kedua barang itu. hyunjae segera menarik surat itu dan membacanya.
Oppa,, trimakasih.
Kalian adalah orang yang sangat baik. Sejak dulu aku ingin sekali punya oppa dan saat bersama kalian aku merasa kalau Tuhan sangat baik memberikan banyak oppa yang begitu menyayangiku. Trimakasih kalian sudah menerimaku dan menyayangiku. Terimakasih buat semua usaha dan kebaikan kalian. Maaf mungkin melalui surat ini aku harus menyampaikan salam perpisahan. Aku harus pergi agar kalian bisa kembali seperti dulu. Aku akan hidup dengan baik dan bekerja keras dan aku akan berdoa pada Tuhan agar kalian selalu sukses dan bahagia. Aku akan sangat merindukan kalian.
Trimakasih oppa...
Hyunjae membacakan semua isi surat itu dan yang lain hanya mendengarkan .Younghoon juga tak berkomentar apa apa. Begitu pun dengan Changmin. Mereka lalu kembali ketempat masing masing dan mencoba untuk tetap tegar.
"Ibu tak perlu repot repot menjengukku. Aku baik baik saja"Kata Younghoon saat suatu ketika ibunya datang untuk menjenguknya.
" Bagaimana kau bisa baik baik saja? belakangan ini banyak sekali rumor tak baik tentangmu"
"Semuanya sudah diklarifikasi bu."Kata Younghoon tapi ibunya tahu kalau anaknya itu menyembunyikan kegelisahan dihatinya.
"Lalu bagaimana dengan Rose? dia pasti begitus sedih mendengarkan hal ini, hiburlah dia jika kau sempat. Kalian sama sama sibuk. Ibu khawatir ini akan mempengaruhi hubungan kalian."Saran beliau lagi.
"Aku berencana akan putus dengannya. Aku akan bicara dengannya secepatnya ."
"Kenapa ingin putus? "
"Karena sepertinya kami tidak cocok. Tak baik jika harus diteruskan."Jawab Younghoon. Agak lama mereka diam dan ibunya memperhatikannya. Tak lama kemudian beliau meraih tangan Younghoon.
"Younghoon"Panggilnya dan Younghoon segera melihat beliau.
"Apakah gadis yang bekerja disini kemarin adalah gadis yang kau sukai itu? " tanya beliau dan Younghoon segera gugup. Dia menarik tangannya dan berdiri.
"Ibu sudah malam. Hayo ku antar pulang." Katanya menghindar.
Setelah Younghoon mengantarkan ibunya pulang. Dia juga segera pergi. Ibunya masuk kedalam rumah dan kamarnya. Beliau meletakkan tasnya didepan meja riasnya lalu meraih sebuah foto keluarga. Tak lama beliau menelfon seseorang melalui telpon rumahnya.
"Hallo.... "katanya....