My Love Younghoon

My Love Younghoon
trauma



hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁😁


Sore itu setelah menyelesaikan semua pekerjaan. Aku pun lalu bersiap untuk pulang dan saat aku keluar aku melihat beberapa orang tampak berkerumun memandangi sesuatu. Aku yang penasaran lalu mendekat dan ternyata ada Changmin disana yang sedang diajak selfi oleh beberapa karyawan lain.


"Oh Ayara,,, kau sudah datang." Katanya setelah menyadari keberadaanku.


"Aku datang untuk menjemputmu." Katanya lagi dan aku lalu tersenyum.


"Aku baru tahu kalau kau dan team sangat populer. " Kataku saat kami dalam perjalanan pulang. Changmin hanya tersenyum kecil.


"Aku juga heran saat melihat reaksimu saat bertemu kami. Kalau yang lain pasti sudah berteriak histeris. Tapi kau tidak. "


"Sebenarnya oppa tak perlu repot repot menjemputku. Aku sungguh merasa tak enak"


"Kebetulan lewat sini"


"Ehmm. "


"Ini baru jam 3. Bagaimana kalau kita beli minuman dulu ?" kata Changmin


changmin membeli dua cup minuman dingin dan lalu mengajakku kepantai. Aku merasa sangat canggung namun aku tetap mengikuti Changmin untuk keluar.


"Kalau ada waktu luang aku sering kesini. Biasanya setiap sore selalu ada lumba lumba berenang disana. "Kata Changmin. Changmin lalu berjalan mendekati air. Berlari lari kecil disana. Sedang aku hanya memandanginya agak jauh.


"Hayo... "Kata Changmin memanggil. Aku hanya menggeleng dari jauh dan kemudian Changmin berlari mendekatiku.


"Aku takkan menyirammu."


"Tidak oppa,, aku... "


"Ku lihat foto profilmu berada dipantai. Bukankah kau suka pantai? "


"Yah.. dulu.. "Kataku dan Changmin bisa melihat wajahku yang berubah.


"Aku punya kenangan yang tak menyenangkan dengan laut. Sejak saat itu, aku tidak kepantai lagi. "Jelasku


Kami pun lalu kembali ke studio. Changmin langsung mengajakku kesebuah tempat yang akan menjadi kamar baruku.


"Bukalah" Katanya sambil menyerahkan sebuah kunci. Aku lalu meraihnya dan membuka kamar tersebut.


Aku terdiam. Melihat betapa bagusnya mereka menata dan menghias ruang kecil itu menjadi sangat nyaman.


"Anak anak yang design. Semoga kau suka." Kata Changmin yang masih berdiri dibelakang. Aku begitu terharu. Aku membalik dan memeluk Changmin, hingga membuat Changmin sedikit terkejut.



"Oppa... terimakasih... " Kataku dan aku bisa merasakan kedua tangan changmin yang kemudian membalas pelukanku.


Younghoon mengajak Rose berjalan jalan mengelilingi kota. Dia bingung ingin mengajak rose kemana.


"Sebenarnya kita mau kemana? "Tanya Rose saat melihat wajah bingung Younghoon saat menyetir.


"Aku bingung.. kalau kita keluar mungkin kita akan diburu. Aku tak mau mengambil resiko untukmu.


"


"Aku punya tempat favorite. bagaimana kalau kita kesana ?"


"dimana???? "


Younghhon lalu menyetir agak jauh meninggalkan kota. Rose mengajaknya kesebuah bukit yang dari sana tampak semua pemandangan kota dan lagi bukit itu tak terlalu ramai hingga mereka bisa leluasa untuk berjalan jalan disana sambil menikmati keindahan kota.


"Aku sering kesini.. disini sepi dan membuatku nyaman. Aku bisa punya waktu tenang untuk diriku sendiri. "Kata Rose


"Aku juga lebih suka menikmati waktu sendiri. "


"Oh yah... ,ku fikir kau lebih suka bergabung dengan member lainnya."


"Ehmm. Tapi juga suka sendiri."


"Sepertinya kita punya selera yang sama." Kata Rose lagi. Younghoon tersenyum dan memberanikan diri untuk meraih tangan Rose dan menggenggamnya.


Malam minggu itu Hwall, Kevin, Sun woo, Jacob, hyunjae dan Eric memutuskan untuk ngumpul dan menghabiskan waktu malam minggu mereka distudio. Jacob bermain gitar dan bernyanyi dengan Hyunjae. Sedang Hwall sedang mengambil remot dan membuka cctv.


"hei.. . kenapa buka cctv. Putarkan musik saja" Kata kevin.



"Aku tak sadar kalau dia punya rambut yang panjang. Setiap hari dia selalu menggulungnya." kata Kevin. Mereka begitu serius menonton hingga menarik perhatian anak anak yang lain.


"Menonton apa? "Tanya Jacob sambil mendekat dengan Hyunjae dan melihat keTv


"Bukankah itu kamar Ayara? " Tebak Hyunjae


"Hwall memasang cctv dikamarnya. Ingin melihat wajahnya terang kevin. Tak lama sosok Younghoon datang dan melihat teman temannya sedang asyik didepan Tv. dia lalu memperhatikan kearah Tv.


"Hei.. apa yang kalian lakukan? itu tidak sopan " protesnya. Tapi teman temannya tak peduli dan lalu Younghoon berdiri didepan Tv agar teman temannya terganggu.


"Hei Younghoon jangan begitu, minggirlah." kata ericc mendorong Younghoon dan disaat yang sama aku berdiri nyaris menghadap kekamera, mereka tampak tegang dan tiba tiba Golden muncul dan berlari. Aku tak sengaja menabrak vase bunga hingga vase Bunga terjatuh dan kamera itu terjatuh juga dan kini mengarah ke dekat ujung tempat tidur.


"Ah.... "kata Eric dan yang lain kecewa.


"Kamera nya jatuh.. "Kata Hwall kecewa. Younghoon sedikit tertawa.


Keesokan harinya aku berisap siap untuk membawa Golden berjalan jalan keluar dan aku bertemu Changmin dan yang lain saat mereka sedang tampak bersiap siap untuk pergi.


"Mau pergi yah" Kataku


"ehmm. "


"kau mau ikut? " Tanya New


Aku ikut dengan rombongan itu. Menaiki bus kecil. Mereka bernyanyi dan bercanda selama dalam perjalanan. Aku duduk di dekat Changmin dan ikut bertepuk tangan mengikuti nada lagu mereka.


Setelah menempuh dua jam perjalanan akhirnya kami sampai disalah satu objeck wisata alam. Dari pakaian mereka aku memang sudah mengetahui kalau mereka ingin piknik.


Saat aku turun dari bus. Changmin lagsung menggandeng tanganku dan menuntunku untuk masuk kekawasan objeck wisata itu. Tempatnya sangat bagus bernuansa alam. Younghoon melihatku dan Changmin berjalan bergandengan.


"Sepertinya Changmin tak segan lagi menunjukkan perasaannya. " Kata New padanya saat mereka keluar sambil membawa barang dan mengikuti kami dari belakang.


Setibanya dilokasi, aku melihat sebuah kolam air panas yang ditata sangat bagus dengan bebatuan alam. Sangyeon dan Hak nyeon segera menyebur kedalam. Hwall dan Sun woo juga menyusul. Mereka berenang dan menikmati kehangatan air itu.


Sementara yang lain menyiapkan makanan dan meja. Aku memilih untuk membantu Changmin memanggang daging.


Younghoon tak sadar selalu memperhatiakan kedekatan kami.


"Hei Younghoon ayo berenang."Kata New memanggilnya. Aku melirik kearah Younghoon, aku melihatnya membuka kaos hitamnya hingga membuat hatiku bergetar. Tak lama Younghoon masuk kedalam air dan berenang dengan lincahnya disana.


Setelah semua makanan disajikan dimeja para member yang lain pun datang untuk makan bersama.


"Hei Ayara kalau kau masih memakai masker bagaimana mau makan?" Kata New


"bukalah,,, " Saran Hwall. Aku menunduk seketika lalu aku melepas pengait masker ditelingaku perlahan. Saat aku mengangkat wajahku, aku melihat mereka semua tersenyum padaku.




"Cantik sekali... "Kata Hwall memuji. Aku tertunduk malu.


"Baiklah karna ini hari minggu. Mari kita berdoa sebelum makan." Saran Changmin kemudian.


"Ayara saja yang pimpin doa. " Kata Jacob dan aku lalu tersenyum.


"Baiklah.. aku yang pimpin doanya. " Kataku lalu melipat kedua tanganku didepan wajahku dan kemudian menutup mataku.


Aku lalu berdoa. Aku tidak sadar kalau mereka semua hanya memandangiku yang sedang berdoa sambil senyum senyum dan melipat tangan mereka.


"Hei Kevin.. makankah dulu. "Kata Chanming karena Kevin terus memainkan kameranya kearahku.


Setelah selesai makan. Kami berjalan jalan didekat kolam itu. Disana ada beberapa hewan yang sangat jinak dan ramah. Aku dan Changmin juga memberi mereka makan dan mengabadikan beberapa foto disana.



"Hei kyu..... "Panggil yang lain dan kami lalu menghampiri mereka didekat kolam dan secara mendadak Ju yeon menarik Changmin kekolam hingga dia basah kuyub. Kami semua tertawa. Dan secara tiba tiba seseorang juga mendorongku masuk kedalam air. Tiba tiba aku merasakan kengerian saat stunami menghamtam dan menenggelamkanku saat musibah itu. Aku berteriak dan seolah ingin mati tenggelam disana. Mereka semua terkejut karna air kolam itu tak terlalu dalam. Changmin lalu bergegas menolongku dan menggendongku keluar dari sana. Setibanya dilantai aku bergegas menjauh.


"Tolong aku, ibu... ,Aku tak bisa bernafas. tolong aku. Aku akan mati bu. Tolong aku." Kataku dengan expresi ketakutan yang tampak jelas hingga membuat mereka bingung. Aku merasa tersudut, Changmin datang dan memelukku dan berusaha menenangkanku.



Younghoon masih diam menatap Changmin memelukku erat.


Aku masih duduk didekat Changmin. Dia membalutkan handuk dipunggungku sedang yang lain duduk mendengarkanku bercerita soal musibah itu. Aku menangis terisak isak dan Changmin memelukku dan menyeka air mataku. Kini dia tahu alasanku tak menyukai laut.