
hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari
happy reader
happy ngelahu 😁😁
"Kau baik baik saja? "Tanya Rose saat melihat wajah mengantuk Younghoon saat dilokasi syuting.
"hanya kurang tidur " Katanya
"Apa kau bermain game lagi? "
"Tidak... "
"Lalu kenapa bisa begadang? " Tanya Rose. Younghoon meliriknya. seolah Rose sedang mencurigainya
"Hanya imsonia saja. " Terang Younghoon. bibir Rose masih tampak cemberut. Younghoon lalu meraih tangannya dan menggenggamnya erat dan kemudian Younghoon bersandar kebahu Rose membuat Rose kembali tersenyum.
"Pak manager ku mohon periksalah dulu proposalku. Kalau setelah membacanya juga tak menyenangkanmu. Aku takkan mengganggumu lagi "Kata Park bu yon saat menemui manager the Boys di studio siang itu.
"Baikkah akan ku baca. Jika dalam 2 hari aku tak memberimu kabar berarti aku menolaknya.
"
"Baik, kalau begitu trimakasih sekali ." Kata Park bu yon senang. Dia meninggalkan proposalnya diatas meja manager tersebut dan kemudian kembali kekantornya.
Sore itu Sesa berniat untuk menemui Younghoon di studio namun tak sengaja kami bertemu didepan. aku yang begitu takut lalu berniat berlari menjauhinya tapi Sesa dengan sigap menahan tanganku.
"Jangan kabur kau" Kata Sesa kesal. Aku lalu menatapnya dengan rasa marah.
"Kau keterlaluan " Kataku kesal. Namun Sesa malah tertawa sinis.
"Tega sekali kau menjualku. Kau tidak punya hati nurani."
"Bukankah kau yang setuju untuk datang kesini. Salahmu sendiri kenapa tak menanyakan jenis pekerjaannya. Kau fikir aku orang bodoh. Menghabiskan banyak uang untuk membiayaimu datang kesini. Mengahabiskan uang ke salon dan belanja barang mewah. Kau fikir aku akan memberikannya cuma cuma." Katanya dan aku memaksa untuk menarik tanganku kembali.
"Lepaskan aku"
"Aku akan melepaskanmu. Tapi kau harus menutupi semua kerugianku dulu."
"Itu urusanmu. Aku tak memintanya padamu. "kataku melawan
"Tak semudah itu. Dengar aku akan memberimu dua pilihan. Yang pertama kau bisa kembali padaku dan mau berkencan dengan Jung atau kau bisa membayarnya secara kontan."
"Kau sudah gila. Aku tak menjual diriku."
"Jadi kau lebih memilih yang ke dua?"
"kau benar benar keterlaluan ."
"ku dengar kau bekerja diapartement Younghoon. Kau pasti tahu siapa dia. Bagaimana kalau kau minta Younghoon untuk membayar hutang hutangmu."
"jangan membawa bawanya dalam masalah ini."
"Ehm.. , kalau kau mau aku bisa memintanya langsung padanya. Tapi bagaimana reaksi para pemburu berita jika mereka tahu aku menemuinya. "
"Kau mengancamku? "
"Untuk uang akan kulakukan apapun juga. Terlebih kau sudah membuatku malu dan rugi. "
"Jangan sesekali kau mengganggunya. Aku akan berusaha mencari uangnya. "
"Bagus..., aku senang kau cepat membaca situasi. Dan yah satu lagi. Aku masih menyimpan semua barang barangmu. Aku akan menambah biaya 10 persen lagi untuk itu. "Kata Sesa menjelaskan.
"Dan ini kartu namaku. Hubungi aku jika kau sudah mendapatkannya. Aku akan segera datang untukmu."Kata Sesa lalu pergi.
"Tolong aku Tuhan, dimana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu?" Kataku kecil.
Aku melangkah menuju studio namun Changmin dan yang lainnya masih latihan disana. Aku hanya diam memandangi mereka berlatih koreografi. Mereka semua begitu baik padaku bagaiman bisa aku membawa masalahku pada mereka.
"Ohh.. Ayara" Kata Hyunjae saat melihatku.
"Ku dengar kau dan kyu akan pergi kencan" Katanya
"Ehmmm. " Aku menjawabnya seraya tersenyum kecil.
"Kami masih latihan sebentar lagi. Pergilah bersiap dulu. Ruangan juga masih rapi. Hari ini tak usah bekerja. "Kata Kevin kemudian.
"Baiklah kalau begitu aku akan mandi dulu" Kataku lalu pergi untuk mempersiapkan diriku. Namun agak lama aku bersiap. Aku tak punya baju yang bagus untuk dipakai. Tapi syukurlah aku masih menyimpan jeans pemberian Min yori. Aku lalu memakainya dan memadukannya dengan sebuah kemeja kerjaku.
Aku lalu kembali ke studio untuk menemui mereka dan aku melihat mereka sudah selesai latihan dan sedang bercanda bersama.
"Kau sudah siap?"Tanya New sambil memperhatikanku. "Apa kau akan berkencan dengan stelan seperti ini? " Tanyanya lagi dan aku hanya diam. "Apa kau sama sekali tak bisa berdandan? setidaknya untuk berkencan dengan kyu, kau harus bisa tampil maksimal. "omelnya dan aku hanya diam cemberut.
"Sudahlah. Jangan buang waktu. Mari ku dandani" Kata kevin. New dan kevin lalu membawaku kekamar ganti. Seolah mereka mengerti. Mereka juga sudah menyiapkan pakaian bagus untukku. Sebuah dress berwarna pink dengan bentuk leher v tanpa lengan dan dipadukan dengan hills. Tak lupa Mereka juga menata rambutku dengan baik dan merias wajahku sedikit. Aku merasa begitu gembira. Aku memandangi diriku dicermin dan aku merasa begitu sempurna.
"Tara....... " Kevin dan new mempersembahkanku saat aku melangkah keluar dari ruang ganti.
"cantik sekali... "Kata Jacob seraya tersenyum melirikku.
Changmin menghampiriku dan meraih pipiku sambil tersenyum.
" Kau benar benar sangat cantik." Katanya memuji dan tak lama aku mendengar suara tepuk tangan dari yang lain tapi tidak dengan Younghoon yang melirikku dengan matanya yang dingin.
"Baiklah kalau begitu kita pergi. "Katanya seraya meraih tanganku. Younghoon membalik dan aku hanya bisa melihatnya dari cermin yang ada didepanku. Saat kami mendekati pintu tiba tiba terdengar suara terjatuh.
"oh Younghoon" kata New kaget saat Younghoon terjatuh saat berusaha berlatih gerakan melompatnya. Yang lain bergegas mendekati Younghoon yang meringis kesakitan dan hal itu juga membuat kami berhenti dan segera berlari kearahnya.
"Kakinya terkilir... bawa kerumah sakit."Kata Hyunjae khawatir. Kami pun bergegas membawanya sehingga sekali lagi aku dan Changmin gagal untuk pergi.
Kami menunggu diluar dengan khawatir dan tak lama dokter keluar dan Younghoon dipindahkan keruangan lain. Kami semua bergegas mengikutinya.
"Jangan khawatir aku akan segera sembuh." Katanya sambil tersenyum.
"Lain kali harus hati hati. Ini benar benar bahaya." Kata Sun woo. Aku hanya diam disamping Changmin. Younghoon mencoba mendengarkan teamnya itu tapi dia juga memperhatikan saat Changmin dengan begitu baiknya memberikan jaketnya untukku dan menggenggam tanganku selalu.
"Maaf, kalian jadi tak jadi kencan."Kata Younghoon setelah yang lain pergi dan kini hanya tinggal kami bertiga disana.
"Tidak apa apa. Lain kali masih bisa. "Kata Changmin yang duduk dihadapan younghoon diatas tempat tidurnya dan aku berdiri disamping Changmin.
"Padahal Ayara sudah berdandan cantik untukmu ."
"Dia tak perlu harus berdandan. Bukankah dia sangat cantik." Kata Changmin seraya meraih tanganku. Dan aku bisa melihat Younghoon tersenyum untuknya.
Kami kembali kestudio setelah itu dan Changmin mengantarkanku hingga kedepan pintu kamarku.
"Lain kali kita pergi " Kata Changmin
"ehmm.. " Aku hanya mengangguk dan tersenyum kecil. Dan tiba tiba suasan serasa begitu kaku. Aku pun tertunduk dan tak lama aku merasakan tangan Changmin menyentuh pipi kananku.
"Ayara..., kau seperti malaikat dimataku." Katanya dan seketika Changmin mendekat dan kemudian menciumku. Aku merasa bibirnya sangat hangat dan dia dengan begitu lembut menciumku. Benarkah aku sudah menyukainya?