My Love Younghoon

My Love Younghoon
cinta bersegi



hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁😁


Saat aku terbangun. Aku menyadari bahwa aku berada dirumah sakit. Aku melirik ketanganku yang sudah dibalut perban.


"Mengapa Engkau masih ingin aku hidup ?"Kataku dalam hati. Aku lalu bangkit. Hanya ada aku sendiri disana.


"Oh kau sudah bangun


"Kata seorang dokter yang baru muncul dari balik pintu.


"Dokter... "


"Bagaimana keadaanmu? "


"Aku merasa lebih baik."


" Baguslah, untung sekali kau segera dilarikan kesini. Kau kehilangan banyak darah."


"Siapa yang membawaku kesini?"


"Younghoon juga"


"Younghoon juga? "


"Ehm, kau tahu Younghoon kan, aku ingat betul anak itu. Kemarin saat kau kecelakaaan dia juga yang membawamu kesini. Semalam juga begitu. Dia bahkan mendonorkan darahnya untukmu."Terang dokter itu. Aku hanya diam mengetahui kebenaran itu. Aku tak menyangka bahwa dugaanku benar. Aku tak salah menebak kalau Younghoonlah malaikat yang datang untuk menyelamatkanku. Bukan hanya sekali tapi sudah berulang kali.


Setelah dokter pergi. Aku pun berniat untuk meninggalkan rumah sakit. Aku menarik jarum infus dan berjalan keluar dari rumah sakit, aku harus pulang.


Aku berjalan menuju kehalte tempat dulu aku pernah duduk setelah keluar dari rumah sakit. Saat aku keluar aku berpapasan dengan Younghoon dan member yang lain tapi mereka tak melihatku keluar, begitupun denganku.


Changmin membawakan bunga ditangannya. Mereka berjalan beriringan untuk melihatku tapi saat tiba di kamar inapku mereka begitu terkejut karna tak menemukanku disana.


"Dia tak ada disini. Pergi kemana dia?"Tanya Sun woo bingung setelah mereka mengecek dibeberapa tempat disekitar ruanganku.


"Apa mungkin dia sudah pulang? "Fikir Cahngmin


"Dia belum pulih. Bagaimana bisa pulang ?"Kata ericc


"Baiklah begini saja, kita berpencar mencarinya. Jika sudah ketemu kabari di grup"Saran New. Mereka semua lalu berpencar. Younghoon berniat mencari disekitar luar rumah sakit. Dia menaiki mobilnya dan berkeliling dengan New. Aku baru sampai dihalte dan duduk disana untuk istirahat. Aku sadar aku tak bawa uang. Aku harus berjalan kaki menuju studio.


Younghoon lalu menuju kearah halte. Pertama dia tak melihat tapi dia teringat akan gadis yang dulu dilihatnya duduk dihalte. Secara mendadak Younghoon memutar mobilnya hingga membuat New terkejut.


"Younghoon"Kata New kaget


"Aku tahu dimana dia."Katanya lalu kembali kejalan semula. Banyak kenderaan yang lewat hingga Younghoon tak bisa melihat dengan jelas. Dia lalu turun dari mobil dan berdiri memperhatikan halte tersebut.


Younghoon melihatku disana duduk tertunduk. Younghoon berjalan kesana sembari terkenang saat dulu dia juga melihatku disana. Suara klakson mobil berbunyi. Mereka kesal dengan Younghoon berjalan seenaknya ditengah jalan saat mobil akan lewat. Aku pun mengangkat kepalaku untuk melihat.



Aku melihat Younghoon berjalan kearahku. Aku berdiri menunggunya sampai dihadapanku. Aku ingin sekali menangis dan memeluknya tapi bukankah dia membenciku.



Agak lama dia menatapku dengan matanya yang tak bisa ku tebak. Aku tak tahu harus berkata apa padanya. Air mataku yang jatuh kemudian dan aku segera tertunduk. Aku menangis terisak isak. Orang orang mulai menyadari bahwa ada Younghoon disana. Mereka mengerumini tempat itu. Dan mengambil foto. Younghoon lalu tersadar,


Younghoon tiba tiba meraih tanganku dan menarikku ikut dengannya. Dia membuka pintu mobil dan meminta New untuk membawa mobil. Younghoon masih belum melepaskan tanganku. Dia terus menggenggamnya disepanjang jalan dan New melihatnya dari kaca diatasnya.


Changmin dan yang lain sudah dulu sampai distudio. Saat pintu mobil dibuka Changmin langsung berlari dan memelukku.


"Kenapa meninggalkan rumah sakit ? aku mencarimu kemana mana."Katanya. Younghoon hanya diam dan lalu pergi masuk kestudio.


hanya Changmin yang menemaniku masuk kekamar sedang yang lain menyusul Younghoon kestudio.


"Maaf.. "


"Masalah Younghoon akan segera diselesaikan. Jangan difikirkan lagi."


"Itu salahku."


"Kesalahan itu bisa diperbaiki. Dan itu bukan kesalahan yang kau sengaja. Ayahmu sudah mengklarifikasi kebenarannya"Kata Changmin. Aku merasa sedikit lega. Changmin memelukku sekali lagi.


"berjanjilah seberat apapun masalahmu kau takkan mengulanginya lagi."Katanya dan aku segera mengangguk.


"Kau baik baik saja? "tanya New sambil menepuk bahu Younghoon dari belakang. Younghoon segera tersenyum padanya.


"Mengapa kau begitu yakin dia ada disana? "


"Cuma feeling saja"


"Apa kau benar benar menyukainya? "Tanya New lagi dan Younghoon terdiam.



"Aku juga bingung. Kau dan kyu sama sama menjadi orang yang kusayang. Dan aku tak mau hubungan kalian menjadi kacau hanya karna masalah ini. Kita sudah dewasa. Kepentingan team jauh lebih lebih berarti diatas kepentingan pribadi. Ku harap kalian akan selalu ingat itu. "


Aku beristirahat setelah Changmin pergi. Aku terus teringat bagaimana Younghoon datang dan kemudian membawaku pergi. Bagaimana hangatnya tangannya yang seolah memberiku kekuatan.


"Hei Rose lihat ini. Ini kabar terbaru. Ada gadis lain yang bersama Younghoon"Kata sang stylistnya sambil memperlihatkan beberapa fotoku dan Younghoon saat dihalte. Rose merasa sangat marah melihat bagaimana Younghoon menarik tanganku untuk ikut dengannya.


"Perempuan sialan. Berani sakali dia."Kata Rose begitu kesal.


"Rose kau harus menanyakan hal ini pada Younghoon. kau ini pacarnya,mengapa dia bersama gadis lain."Katanya membuat hati Rose kian geram dan lalu pergi menuju studio.


Rose menggedor gedor kamarku hingga membuatku terbangun. Aku lalu mendekati pintu dan membukanya.


"Dasar perempuan murahan."Kata Rose marah dan secara tiba tiba menamparku.


"Apa kau masih punya akal atau tidak, harus bagaimana aku memperingatkanmu untuk jauhi Younghoon ?"Katanya membentak.


"Rose,,, aku sama sekali tidak mendekatinya. Kenapa kau selalu kasar padaku? "


"Tidak katamu. Apa kau sudah berita siang ini. Kau benar benar membuatku marah."Katanya kesal. Rose lalu menarik tanganku yang diperban dan meremasnya sangat kuat.


"Ahh... "kataku kesakitan. Jacob yang baru datang mendengarkan teriakanku. Dia melihatnya dari kejauhan dan segera berlari untuk memisahkan Rose dariku.


"Rose. apa kau sudah gila ? tangannya terluka" Kata Jacob marah.


"Perempuan ini yang gila. Berani sekali dia ingin merebut Younghoon dariku."


"bukan dia yang ingin merebut Younghoon dari mu tapi Younghoon yang menyukainya."Terang Jacob kian kesal. Rose tertawa sinis dan lalu pergi meninggalkan kami.


"Tanganmu terluka. Hayo ku bantu gantikan perbannya."Kata Jacob lalu membawaku ke uks studio.


"Oppa,, aku merasa diriku sangat buruk, dimanapun aku berada seolah akan membawa masalah. Aku membuat susah banyak orang dan lagi aku sudah merusak hubungan Younghoon dan Rose"


"Jangan bicara begitu. Semua orang punya masalah masing masing. Hanya saja mereka menghadapinya dengan cara yang berbeda. Dan lagi jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri. "


"Aku merasa sangat bersalah."


"Sudahlah.. kau jangan fikirkan lagi. Yang penting kau sembuh. Kau tidak lihat bagaimana paniknya Younghoon saat melihatmu sudah pingsan."Terang Jacob lagi setelah selesai membalut lukaku.


"mungkin saat ini hubungan kalian sedang kacau. hubungan Younghoon dan Rose juga dengan kyu. aku percaya masalah ini pasti bisa dibicarakan dengan baik. "


"Maksud oppa? kenapa dengan Younghoon dan oppa kyu? "


"Mereka berdua menyukaimu tapi mereka tak bisa saling menjatuhkan. Jadi mereka saling menahannya dalam hati. Kami juga tak bisa berbuat banyak. Tapi semoga takkan berlarut dan berpengatuh pada team. "Kata Jacob lagi.


"aku harus menemui yang lain. kau istirahatlah "kata jacob menyarankan lalu pergi.