My Love Younghoon

My Love Younghoon
keluarga baru



hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁😁


Aku berjalan perlahan mengikuti langkah kakiku. Memandang kesekelilingku, orang orang lalu lalang dengan kesibukan mereka masing masing. Cuaca hari itu sangat cerah hingga aku mulai merasa kehausan. Aku duduk dihalte, Memandangi diriku sendiri yang masih mengenakan pakaian rumah sakit. Aku menarik celana kaki kananku. masih ada perban yang membalutnya.


"Hei Younghoon mau kemana? " Tanya new saat Younghoon membuka pintu mobil.


"Beli minuman. sebentar saja" Katanya lalu menutup pintu mobil. Younghoon menyebrang menuju salah satu minimarket. Setelah membayar minuman yang baru diambilnya. Younghoon segera keluar, dia harus berhenti sesaat karna mobil sedang melintas. Younghoon menyisir suasana halte didepannya. Melihat seorang gadis yang sedang memperhatikan luka dikakinya. sesaat Younghoon teringat dengan kecelakaan tadi malam.



"Hei Younghoon, cepatlah " Kata New sedikit berteriak dari dalam mobil. Younghoon lalu segera menyebrang dan memasuki mobil. saat mobil mereka melintasi halte, Younghoon sempat memperhatikan gadis yang masih tertunduk itu.


"Lihat apa? " Tanya New saat memperhatikan Younghoon.


"ah tidak... " Kata Younghoon seraya menutup kembali kaca mobil disampingnya.


"ta ta ta ta ta" Younghoon bernyanyi kecil mengikuti nada musik yang dipasang didalam mobil sambil memperhatikan situasi jalan dari dalam mobil. Dan saat mereka melewati rumah sakit tampak seorang suster dan pasien tengah berjalan jalan di dekat sana. Younghoon memperhatikan kedua wanita itu. dan dia teringat pada pakaian gadis yang dilihatnya dihalte.


"Kenapa, apa ada yang ketinggalan? " Tanya New lagi.


"Oh... tadi aku melihat seorang gadis. Dia memakai pakaian rumah sakit dan sedang duduk dihalte didepan minimarket tadi"


"Memangnya kenapa ?"


"Aku hanya bingung. Mengapa ada orang yang keluar dari rumah sakit menggunakan pakaian rumah sakit. Harusnyakan dikembalikan. "


"Kenapa begitu peduli."


"Ah.. aku hanya teringat gadis semalam. Dia juga dirawat disanakan?"


"Suster bilang dia baik baik saja. Kim sudah membereskan administrasinya"


"Oh.... "


Sesa merasa kesal saat mendapat telpon dari Jung. Jung meminta uangnya kembali karna merasa dirugikan.


"Gadis ini benar benar, berani sekali dia membuatku rugi begini. "Kata Sesa kesal didalam kamarnya. Sesa lalu masuk kedalam kamarku. Dan semua barang barangku masih ada disana.


"Kau pasti kembali. Kau harus membayar dua kali lipat untuk ini" Katanya lagi sambil memandangi paspor dan tanda pengenalku.


Aku melanjutkan perjalananku lagi. Perutku semakin terasa lapar. Sudah sore dan aku tak punya tujuan. Aku tak mungkin kembali kerumah Sesa yang sudah jelas jelas punya niat buruk padaku. Langit mendadak mendung dan hujan pun turun. Aku hanya bisa berdiri dikaki lima sebuah toko makanan.


Aku merasa begitu sedih, Tidak ada siapa siapa lagi tempatku mengadu dan aku tak punya tempat untuk pulang. Hujan pun turun kian deras. Pakaianku mulai basah dan aku hanya bisa diam kedinginan disana.


"Eomma lihat, dia kasihah sekali. Sejak tadi dia terus disitu. "Kata Min yori pada ibunya saat mereka mereka akan menutup toko. tak lama ibu Min yori keluar.


"Apakah dia akan mengusirku? " Tanyaku dalam hati.


"Berteduhlah didalam" Kata wanita itu padaku. Aku segera menurut tapi aku merasa begitu sungkan untuk melangkah masuk karna keadaanku yang sudah basah kuyub.


"Tidak apa apa masuklah" Kata ibunya Min yori ramah. Aku melihat anak gadisnya yang seusiaku datang membawakan segelas air hangat.


"Minumlah "Katanya begitu baik. Aku segera menerimanya dan langsung meminumnya.


"Gamsahabnida " kataku sambil sedikit membungkukkan tubuhku. Min yori memperhatikanku yang membuat matanya iba.


"Kau tampak bukan seperti orang Korea asli" Katanya.


" Ehmm. Aku baru pindah"


"Kenapa memakai baju rumah sakit? "Tanya pelan


"Kamu tinggal dimana?" Tanya ibu Min yori lagi dan hatiku langsung sedih. Aku menangis seketika.


"Hei.. apa kau baik baiak saja. ?" Tanyanya


"Aku.... aku tak punya tempat untuk dituju. Aku tidak punya siapa Siapa " Kataku agak terbata bata sambil menyeka air mataku.


"Kamu imigran? " Tanya ibu Min yori dan aku segera menggangguk.


"Lalu bagaimana bisa kesini? " Tanyanya lagi dan aku menceritakan kejadian yang menimpaku.


"Ohh daebak...., sudah tak apa apa" Kata Min yori seraya mengusap punggungku.


"Sudah jangan menangis lagi. Kalau kau mau tinggallah disini" Tawar ibu Min yori pengertian. Aku menatap beliau. Aku teringat ibuku. Ingin sekali aku memeluknya.


"Tinggallah disini jika kau mau. "


"Bagaimana aku bisa membayarnya? aku tidak punya apa apa. Aku sungguh tak ingin merepotkan"


"Kebetulan kami kekurangan karyawan. Kau bisa bekerja disni sebagai bayarannya, ok" Tawar ibunya Min yori lagi sambil tersemyum.


Min yori meminjamkan pakaiannya padaku, Dia juga begitu baik padaku.


"Disini hanya ada satu kamar. Dibelakang memang ada gudang. Besok bisa dirapikan agar kau bisa tidur disana. Malam ini tidurlah disini" Kata Min yori sambil memberikan selimut dan bantal padaku.


"Gamsahabnida . Sungguh gamsahabnida " Kataku pada min yori.


"Aku Min yori" Katanya memperkenalkan diri. Aku lalu menyalaminya dan menyebutkan namaku.


"Ayara" Kataku


Malam itu, kalau bukan karna kebaikan keluarga itu mungkin aku akan terlantar dijalanan. Aku menangis dan sedikit terharu dan aku lalu tertidur di ruang tamu rumah Min yori.


"Hei Younghoon belum tidur?"Kata Hyunjae saat melihat Younghoon masih duduk didepan tv sambil bermain game. Hyunjae yang baru keluar dari kamarnya lalu duduk disamping Younghoon dan meraih stick ps didepanya.


"Kita main bersama" Ajaknya dan Younghoon lalu merestrat gamenya.


"Ku dengar pihak xxx menawarkanmu untuk main flim" Kata Hyunjae saat mereka mulai menikmati game tersebut.


"Oh.., "


"Ku dengar Rose juga akan main. Apa dia akan menjadi lawan mainmu? "


"Ah bukan.. Aku hanya pemeran pendamping. bukan toko utama"


"Setidaknya sudah bisa dekat dengan Rose, bukankah kau begitu menyukainya? " Kata Hyunjae dan Younghoon lalu tertawa kecil.


"Kalau sudah dekat. Ajaklah dia berkencan, jangan sia siakan pesona princemu itu"


"tenang saja,, dia takkan menolakku"


Paginya saat aku terbangun aku mendengar ibu Min yori tengah sibuk di dapur. Aku lalu membereskan tempat tidurku dan mendapatinya.


"Ada yang bisa ku bantu ajumma?" Tanyaku


ajumma Min lalu mengajariku. Dia seperti ibuku saat sedang mengajariku memasak dan aku tak mau membuatnya kecewa. Aku akan bekerja dengan baik sebagai ungkapan trimakasihku pada keluarga kecil itu.


"Hei eonni" Panggil Min yori saat aku baru selesai mengepel lantai.


"Mulai sekarang aku akan memanggilmu eonni,,Hayo ku bantu bereskan gudang. Kita akan buat menjadi kamar barumu " Ajaknya dan aku lalu tersenyum. Min yori gadis yang baik, dia tidak pelit dan sangat lucu. Dia meminjamkan pakaiannya untukku dan membantuku menata gudang itu menjadi kamar kecilku.


Aku teringat pada kamarku yang dulu. Sebuah kamar kecil tapi sangat membuatku nyaman.


"Maaf hanya bisa begini. onnie" Kata Min yori sambil memandangi kamar kecilku.


"Ini sudah lebih dari cukup. Min yori, gamsahabnida" Kataku lalu memeluknya begitu senang.