My Love Younghoon

My Love Younghoon
boneka younghoon



hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁😁


Min yori membantuku untuk mencari pekerjaan setelah itu. Namun kemanapun kami pergi tak ada satupun yang mau menerimaku karena aku tidak punya tanda pengenal.


"Onni, sudahlah.. kita akan cari lain kali. "


"Aku merasa sangat tak berguna. Aku tak mungkin membiarkanmu menjadi tulang punggung, sementara ajumma sakit dan aku tak bisa berbuat apa apa. "


"sudahlah, setidaknya kau bisa membantu untuk menjaga omma dirumah. Kita akan cari jalan keluarnya." Kata Min yori menyemangatiku saat kami dalam perjalanan kerumah. Aku merasa sangat sedih hari itu.


Sore itu younghoon membelikan dua minuman segar. Dia berniat akan memberikannya pada Rose namun saat dia tiba dilokasi syuting dia melihat sang pemeran utama flim itu sedang mengobrol dengan Rose sambil menikmati minuman kaleng. Younghoon yang patah hati lalu meninggalkan tempat itu dan kembali ke studio.


"Kenapa wajahmu semurung itu ?" Tanya hak nyeon saat melihatnya datang.


"Bad mood "Singkatnya sambil memasuki ruang ganti dan menyibukkan diri disana.


tak lama setelah itu Jacob dan yang lain pulang dan hanya meninggalkan changmin disana untuk meneruskan latihannya.


Aku berjalan masuk juga tanpa semangat sedikitpun. Changmin melihatku dari cermin dan dia segera membalik.


"Kau sudah datang" Katanya


"kau belum pulang?"


"masih harus latihan. "


"oh... "


"Kenapa?" Tanyanya dan aku menatapnya bingung.


"Apa kau ada masalah ? "


"Sedikit. "Kataku. Changmin lalu duduk dilantai didekat pintu. Dia bersandar disana.


"Ayo duduk, ceritakan padaku." Katanya dan aku lalu datang dan duduk sejajar dengannya.


"soal apa? "


"Aku tak tahu apa aku harus mengatakannya. Tapi selain oppa, sepertinya tak ada yang ingin mendengarkanku."


"Katakan saja, aku akan mendengarkanmu."


"Aku merasa sangat tidak berguna. Ajumma yang memberikan aku tempat tinggal sakit. Sementara kami harus menutup toko. Anak perempuannya harus bekerja part time sedang aku tak bisa melakukan apa apa. Tak ada orang yang mau menerimaku bekerja karna aku tidak punya tanda pengenal. Aku tidak bisa berbuat apa apa untuk membantu Min yori untuk mendapatkan uang agar bisa bertahan hidup "


"Memangnya dimana tanda pengenalmu? "


"Ceritanya panjang. Aku meninggalkannya disuatu ditempat dan aku tak berani untuk datang kesana"


"Kenapa? kau harus mengambilnya. Jika tidak kau akan dalam masalah. "


"Aku tahu, aku juga ingin mengambilnya tapi kembali kesana berarti aku membunuh diriku sendiri."


"Maksudmu??? "


"Tidak apa apa, aku tak ingin menceritakannya lagi ." Kataku


"Sudahlah, jangan fikirkan lagi, aku akan membantumu mencari pekerjaan "


"Sungguh? "


"Ehmmm. Aku melihat kau sangat baik juga pekerja keras."


"Ehmm. boleh aku bertanya sesuatu? "Tanya lagi dan aku melihat wajahnya sangat serius.


"apa... "


"Sebenarnya kenapa kau selalu memakai masker, apa kau harus selalu memakainya? "


"ah... "



"Kalau kau tak mau menjawabnya juga tak apa apa. "


"Ehmm. Sebenarnya. Dulu saat aku masih kecil bahkan hingga dewasa banyak orang yang tampak membenciku bahkan anak anak seusiaku tak ingin berteman denganku."


"kenapa? "


"Karna wajahku ini sangat membebaniku." Kataku. Changmin menatapku begitu serius.


"Pernah sekali ada satu perlombaan disekokahku, Juri bilang akulah pemenangnya. Namun kemudian peserta yang lain marah. Mereka bilang juri sengaja memenangkanku hanya karna wajahku ini dan tak sengaja aku mendengar mereka berbicara dibalik panggung. Mereka memilihku hanya karna wajahku ini. Anak anak perempuan lain juga membenciku mereka bilang kalau aku sudah membuat pacar mereka meninggalkan mereka. Sejak saat itu aku benci wajahku. Aku merasa dia sangat membebaniku. Aku tak bisa mengukur kemampuanku karna mereka hanya menilaiku dari wajahku. " Ceritaku tanpa menatap Changmin sedikitpun. Aku hanya tertunduk.


"Aku sangat senang dan terharu saat pertama kali oppa membelaku. Oppa tidak memandangku karna apa yang kumiliki. Dan lagi aku harus menyembunyikan wajahku ini. Aku takut orang itu melihatku dan menangkapku. Aku sangat takut. Aku tidak ingin kembali ketempat itu."Jelasku lagi.


Tak ku sangka Changmin meraih tanganku. Aku memandangnya dan dia tersenyum padaku.


" Jika ada orang yang ingin melukaimu beritahu aku. Kau bisa meneleponku. Aku akan segera datang." Kata changmin. Aku begitu senang dan langsung tersenyum. Changmin begitu baik dan lembut. Aku senang karna setidaknya ada satu orang lagi yang perduli padaku.


Senyumku dan Changmin berubah menjadi terkejut saat tiba tiba Younghoon membuka pintu dan keluar dari sana.


"Kalian berisik sekali." Katanya lalu meninggalkan tempat itu.



Aku pun lalu mulai bekerja dan membereskan studio namun saat membereskan ruang ganti aku menemukan sebuah boneka berwarna biru dan merah. Aku ingat Younghoon selalu membawa boneka itu bersamanya.


"Mungkin dia lupa. " Fikirku dan aku berniat mengantarkannya keapartement Younghoon.


Waktu itu sudah jam 7 malam. Aku menaiki lift sendirian menuju apartement Younghoon. Begitu sampai didepan pintunya aku segera menekan bel dan tak lama Younghoon membukanya.



"Kau... "Katanya saat melihatku.


"Aku menemukan ini di ruang ganti. Jadi aku mengantarkannya."Kataku sambil menyerahkan boneka kecil itu. Tak lama suara pintu terdengar terbuka . Seorang pria keluar dari ruang sebelah. Aku memandang pria itu dan hatiku begitu terkejut. Pria itu bagai berusaha mengenaliku. Dan aku berusaha untuk tak melihatnya dan mengasingkan wajahku. Namun secara tiba tiba dia dengan begitu berani menarik maskerku hingga terlepas.


"Kau "Katanya segera.


"ahh.. " Belum aku selesai bicara dia sudah membekap mulutku.


"Kau ikut aku. Kau sudah membuatku rugi. "Katanya


"hei.., kenapa kau bersikap seperti itu padanya. lepaskan dia "Kata Younghoon segera.


"Aku kenal gadis ini. Dia sudah membuatku rugi. Kau tak perlu khawatir." Kata pria itu lalu membawaku sambil terus membekap mulutku. Aku berusaha melepaskan diri. Berharap younghoon akan mengerti jeritan dari mataku. Aku merasa begitu takut namun lelaki itu dengan sangat kuat memegangiku dan menarikku menuju lift. Younghoon masih diam dipintu apartemenya dan tak lama dia teringat pada pembicaraanku dengan Changmin sore itu.


"Aku harus menyembunyikan wajahku ini. aku takut orang itu melihat dan menangkapku. aku sangat takut kembali ketempat itu."



Younghoon teringat dan setelah kami masuk kedalam lift younghoon berfikir untuk mengejarku. Namun lift sempat tertutup. Younghoon lalu berlari menuju tangga darurat dan sekencang mungkin berlari. Begitu lift terbuka, pria itu menarikku menuju mobilnya. Aku berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri tapi dia tak mau melepaskanku dan memaksaku. Dan saat dia membuka pintu mobilnya aku lalu menginjak kakinya dan berusaha melepaskan diriku untuk berlari. Tapi sekali lagi dia berhasil menangkapku.


"Kali ini aku takkan melepaskanmu" Katanya lalu dengan kasar menarikku dan membawaku paksa kembali menuju mobilnya.


"Tuhan tolong aku. Aku mohon tolong aku. Aku tidak mau kembali ketempat itu.. Younghoon selamatkan aku." Teriakku dalam hati sambil terus menangis, meronta.