My Love Younghoon

My Love Younghoon
awal hidupku yang kacau



hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁😁


Aku memilih untuk menerima tawaran mbak Arni. Wanita yang banyak membantuku selama ditenda pengungsian. Dia mengurus semua keperluanku agar aku bisa pindah ke Korea. Aku sudah memutuskan untuk melanjutkan hidupku disana. Mungkin aku bisa mencari ayah.


Yah dulu aku punya seorang ayah yang sangat memanjakanku. Tapi dia selalu pergi meninggalkan kami. Dia bekerja sebagai pelayar dikapal asing. Suatu kali ayah pergi dan berkata dia takkan kembali lagi. Saat itu aku tak mengerti tapi setelah cukup dewasa ibu menceritakan semuanya padaku. Ayahku memiliki istri lain dikorea. Dan dia ingin bercerai dengan ibu. Walaupun aku tak tahu ayah ada dimana dan bahkan satu satunya foto yang ku punya juga sudah kusam karna terendam air saat musibah itu terjadi. Tapi aku akan berusaha. Mungkin ini adalah jalan untukku, untuk menemukan ayah.


Saat itu akhir musim dingin. Itu pertama kalinya aku merasakan rasa dingin yang luar biasa. Untungnya mbak Arni sudah menyiapkan mantel tebal untukku.


Aku melangkah keluar bersama penumpang lain. Mbak arni bilang sepupunya akan menjemputku disana.


Aku melihat sebuah papan kecil yang bertuliskan namaku. Seorang wanita cantik dengan stylnya yang sudah tak pantas untuk umurnya. Aku datang untuk menghampirinya.


"Apakah mbak yang bernama sesa? " Tanyaku


"Ayara yah ?" Tebaknya aku lalu


menggangguk.


"Syukurlah kita segera bertemu. Kakiku sudah sangat pegal berdiri menunggu sejak tadi. "


"Maaf sangat merepotkan." Kataku sambil sedikit membungkukkan badanku sebagai rasa bersalah.


"sudahlah. hayo... " Ajaknya dan aku turut serta mengikutinya.


Sesa wanita muda yang berpenampilan sangat modis. Mbak Arni bilang dia adalah seorang agen untuk para pekerja. Sesa membawaku kerumahnya yang tampak begitu mewah dan besar.


"Ini kamarmu... istirahatlah dulu" Kata sesa begitu pengertian.


"Aku ada sedikit urusan. Aku akan kembali nanti malam. Makanlah sendiri, aku sudah minta pelayan untuk menyiapkannya untukmu " Kata sesa menjelaskan lalu pergi.


Aku masuk kedalam sebuah kamar kecil. Kamar yang sanga bagus. lebih bagus dari kamarku yang dulu. Pastilah sesa sangat kaya. Aku masuk kekamar mandi. Aku membersihkan diriku disana.


Waktu itu menunjuk jam 7 malam, Sesa berpesan agar aku makan dukuan karna dia akan pulang larut. Aku berjalan keruang makan. Pelayan disana menyiapkan beberapa menu makanan untukku.


Aku memandangi makanan itu. Aku teringat sejak ayah pergi,Ibu menjadi pekerja rumah tangga. Kami makan apa adanya, tak pernah menikmati makanan semewah ini. Tak terasa aku menangis, aku teringat ibu.


Malam itu aku bermimpi buruk lagi. Sejak kejadian musibah itu aku sering mengalami mimpi buruk. Aku mendengar suara teriakan dan tangisan dimana mana.


"Ah.... " Aku terbangun seketika dan aku begitu terkejut saat melihat sesa tengah berdiri dihadapanku.


"Mimpi buruk" Tebaknya. Aku lalu bangkit dan duduk didekatnya.


"Mandilah, aku akan membawamu keluar " Kata Sesa lalu meninggakkanku. Aku tak mau membuat Sesa menunggu lama. Aku bergegas mandi dan berpakaian.


Aku tak tahu apa tujuan sesa tapi hari itu dia membawaku kesalon. Menggunting rambutku lebih pendek, Menghias kukuku dengan sangat indah. Melakukan perawatan diri dan berbelanja gaun dan sepatu berhak tinggi.Sesa sangat baik. Dia bagai sedang menghibur hatiku yang sedih.


"Istirahatlah. Nanti malam aku akan mengajakmu keluar. Pakailah gaun yang kubelikan dan berdandan yang cantik" Kata Sesa setelah kami sampai dirumah.


"Kita mau kemana? "


"Bersenang senang" Singkat Sesa lalu meninggalkanku dan masuk menuju kamarnya.


Aku pun lalu kembali kekamarku. Aku memandangi barang barang mewah yang dibelikan Sesa, Dia sungguh dermawan. Pantas saja dia dilimpahi kekayaan.



Sesa meninggalkanku disalah satu bangku yang agak jauh dari para penonton. Itu seperti tempat exklusif. Dari sana aku bisa melihat secara langsung beberapa idol kpop yang tengah menampilkan performa terbaik mereka. Aku menunggu Sesa cukup lama. Aku merasa bosan sendirian disana. Aku tak tahu Sesa dimana dan kenapa dia pergi lama sekali bahkan sampai konser itu selesai.


"Ayara... " Sapa seorang lelaki yang mendekatiku. Seorang lelaki seumuran mbak Arni yang berpakaian rapi dan tampan.Tampak sangat berkelas.


"Sesa pulang. Dia harus segera pergi karna ada urusan penting. Dia memintaku untuk mengantarkanmu" Katanya. Aku hanya diam dan terpaksa menuruti langkah lelaki itu. Aku merasa begitu canggung terutama saat lelaki itu dengan berani menyentuh bahuku saat kami berjalan. Aku mulai merasa aneh dan semakin tak nyaman.


"Masuklah" Katanya setelah membuka pintu. Aku berdiri menatapnya. Dia tersenyum padaku dan aku tak suka caranya saat menatapku.


"Maaf sangat merepotkan tapi aku akan pulang naik taxi saja" Kataku menolak.


"Jangan sungkan. hayo masuklah " Katanya sedikit memaksa.


"Tolong jangan bersikap seperti ini. Aku merasa sangat tidak nyaman. " Kataku mencoba menjaga jarak darinya. Aku melihat lelaki itu tersenyum sangat kesal.


"Aku akan pergi. maaf" Kataku seraya berniat pergi. Tapi lelaki itu dengan spontan menarikku dan memelukku paksa.


"Lepas, lepaskan aku" Kataku mencoba melepaskan diri.


"Jangan berpura pura bodoh. Aku sudah membelimu dengan harga mahal" Katanya. mataku terbelalak. Apakah itu berarti sesa hanya memanfaatkanku. Itu berarti dia menjualku. Aku begitu marah. Aku begitu kecewa. Aku memberontak dan menggigit lelaki itu hingga dia melepaskanku. Aku berlari. Berlari kencang menjauhinya yang kemudian datang mengejarku. Aku berlari meninggalkan tempat itu tanpa tentu arah. dan sekali aku terjatuh dan menabrak sebuah kardus berisikan tepung. Aku segera beranjak dalam kondisiku yang berantakan. Aku terus berlari hingga aku nyaris tertabrak sebuah mobil yang tiba tiba muncul dihadapanku.


Ahh.........


Aku berteriak kencang sesaat sebelum mobil itu menabrak kakiku, dan aku terjatuh. Samar samar aku melihat seorang menghampiriku. Dia berwajah makaikat. Wajahnya sangat putih bercahaya sampai aku tak bisa melihatnya dengan jelas. Dia menggendongku dan membawaku meninggalkan tempat itu.


Aku tersadar, aku membuka mataku. Aku melihat seorang suster ada didekatku sedang memeriksa tekanan darahku.


"Aku dimana? " Tanyaku


"Rumah sakit. " Katanya. Aku lalu berusaha bangkit. aku melihat ada pasien lain disampingku. Aku mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya.


"Suster bagaimana aku bisa sampai disini? "


"Seseorang yang membawamu kesini. Dia langsung pergi. Kamu punya nomor keluarga? Kami akan bantu menghubunginya " Kata suster itu sangat baik. Aku terdiam sebab aku tak memiliki siapapun lagi.


"Hei younghoon jangan fikirkan lagi. Dia hanya luka kecil. " Kata New saat mereka tengah menikmati sarapan pagi bersama.


"Aku merasa tidak enak meninggalkannya begitu.


"Sudahlah. Aku akan minta asisten untuk memeriksa dan mengurusnya. "Kata New lagi. New lalu menelfon asistennya dan menyuruhnya untuk memeriksaku kerumah sakit.


"Pasien itu sudah pergi?" Kata kim tak percaya saat dia datang untuk memeriksaku kerumah sakit.


"Apa katamu? " New sedikit ikut terkejut saat mendengar kabar itu. Younghoon yang sedang berlatih koreografi lalu penasaran dengan expresi New yang kemudian datang untuk menemuinya.


"Kenapa? "Tanya Younghoon sambil sedikit melakukan gerakan koreonya.


"Gadis itu sudah pergi "


"Pergi, apa dia baik baik saja? "


"kim bilang dia sudah membaik. Suster disana mengatakan kalau gadis itu tidak punya siapa siapa. Tampaknya dia juga bukan asli korea. " Terang New lagi lalu melanjutkan gerakannya lagi. Younghoon merasa bersalah tapi dia tetap melanjutkan aktifitasnya seperti biasa.