
hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari
happy reader
happy ngelahu 😁😁
Setelah manager itu pergi. Aku mulai menyadari sesuatu. Aku menatap kearah Younghoon yang masih berada didekatku.
"Oh.. Younghoon" Kata seseorang yang menyadari keberadaan Younghoon. Younghoun lalu bergegas kabur agar tak dikerumuni para penggemarnya dan banyak gadis gadis yang mengejarnya.
"Kenapa begitu lama sekali ?"Protes Jacob saat Younghoon tiba dan membawakan topi kerucut yang baru dibelinya.
"Tadi terjebak di mall. Orang orang menyadari keberadaanku. Aku terpaksa kabur sebelum aku terperangkap disana. "
"Harusnya kau pakai masker" Kata New dan seketika Younghoon teringat kata kataku pada manager muda itu.
"Min yori,,, sudahlah. Jangan menangis lagi. "Bujukku setelah kami sampai dirumah.
"Onniee... "Katanya sedih sambil memelukku.
"Apa aku begitu buruk sehingga tak ada yang mau menerimaku." Aduhnya sedih.
"Tidak.. , mereka hanya orang orang bodoh yang menyia nyiakanmu. kawu sangat pandai menggambar. Mereka belum tentu punya keahlian sepertimu. Sudahlah, jangan menangis lagi. Besok kita cari lagi ok" Kataku menghiburnya.
Sore itu setelah selesai latihan Sangyeon mendapat kejutan ulangtahun dari teamnya. mereka sangat bersemangat walau sudah lelah seharian berlatih. Aku sampai disana dan melihat mereka sedang saling berkejaran dan mencolekkan cream ke wajah satu sama lain.
Secara tiba tiba seseorang dari belakangku muncul dan mengoleskan krim itu juga diwajahku. Dia adalah Changmin. Aku melihatnya tertawa lepas.
"Oppa... "Kataku menatapnya. Younghoon lalu melirik kearah kami.
"Sangyeon ulangtahun, hayo ikut merayakannya dengan kami. "Ajak Changmin sambil mengulurkan tangannya. Changmin sangat baik padaku. Sejak awal dia menarikku dijalan waktu itu. Dia seperti malaikat yang tersenyum padaku.
"Hei... "Kata Kevin lagi seraya mencolek wajah Changmin. Mereka lalu tertawa. Aku mulai tersenyum melihat kekocakan mereka. Aku tak menyadari selama ini aku berada ditengah tengah orang orang baik dan menyenangkan.
Tak lama aku menangkap sosok Younghoon yang juga dari jauh menatapku. Aku teringat kalau tadi dia menolongku. Apakah dia juga menyadari hal itu.
"hei Ayara... ini sepotong kue untukmu. makanlah" Kata Sangyeon seraya menyerahkan sepotong kue untukku.
"Trimakasih.. "
"Wajahmu juga terkena cream yah" Katanya saat melihat ada olesan cream diwajahku.
"Ehmm. Oh yah selamat ulang tahun yah" Kataku seraya memberi selamat. Sangyeon segera menyambutnya.
"Besok kyu juga ulangtahun."
"kyu...? "Kataku bingung.
"Changmin... kami biasa memanggilnya kyu"
"oh begitu"
Setelah acara itu. Satu demi satu mereka mulai bepergian. Aku mendapati ruang studio yang berantakan dan ada cream dimana mana. Aku dengan segera membersihkannya dan membereskannya.
"Maaf jadi sangat merepotkanmu"Kata Changmin yang tiba tiba muncul dibelakangku.
"Oh tidak apa apa,, "
"Oh yah ini untukmu "Kata Changmin sambil memberikan sebuah bungkusan padaku.
"ini apa? "
"Saat membeli kue ulangtahun Sangyeon. aku melihat cake ini. Ku rasa kau pasti suka" Kata Changmin.
Youghoon bergegas menuju lokasi syuting setelah itu. Rose masih menunggu giliran take, dia duduk disalah satu kursi didekat pohon sendiri.
"Sendiri saja" Kata Younghoon mendapatinya.
"oh.. Younghoon"
"boleh duduk bersama? "
"Yah tentu"Kata Rose dan Younghoon lalu duduk didekatnya.
"Tampaknya sangat lelah "Kata Rose kemudian.
"Ehmm seharian latihan koreo"
"Ku dengar kalian sedang mempersiapkan sigle terbaru"
"Aku juga sangat suka pada grup kalian. Kau juga punya suara yang sangat bagus"
"Benarkah...? "
"Ehmm. Sebenarnya aku sangat senang bisa bertemu disini denganmu. "Terang Rose lagi hingga membuat Younghoon kian bersemangat.
Malam itu sebelum tidur aku membuka bungkusan yang tadi diberikan Changmin. Aku lalu membukanya. Aku menemukan sepotong cap cake yang sangat lucu dan dikemas sangat baik. Aku teringat kalau besok adalah ulangtahun Changmin. Dia sudah sangat baik padaku dan aku ingin memberikan sesuatu padanya. Tapi kemudian aku bingung untuk memberikan apa.
Keesokan harinya Min yori kembali mencari pekerjaan Part time. Dia meninggalkan rumah lebih awal. Ajumma Min masih dikamarnya dia belum keluar karna sedang sakit. Waktu terus berlalu aku berencana untuk berpamitan pada ajumma Min dikamarnya.
"Ajumma. Aku pergi dulu yah. Aku akan segera kembali" Kataku dari depan pintu tapi ajumma min belum keluar dan juga tak menjawab.
"Ajumma. " Panggilku sekali lagi tapi ajumma tetap tak menyahut. Aku lalu membuka pintu dan menemukan ajumma pingsan dikamarnya.
"Oh ajumma. Ajumma" Kataku histeris sambil mencoba membangunkannya. Aku lalu memeriksa nafasnya. Dia masih bernafas. Aku lalu segera berlari keluar dan berlari menuju klinik kecil untuk memanggil seorang dokter.
"Kenapa dia belum datang juga ?" Kata Changmin seraya melirik kearah pintu masuk. Karena hingga jam 6 aku belum juga sampai disana.
"Hei kyu... cepatlah tiup lilinnya" Kata Sun woo tak sabaran. Changmin pun bergegas meniup lilin diatas kue ulangtahunnya dan mereka semua merayakannya tanpa menyadari kalau aku belum juga datang.
"Omma... " Min yori kembali pulang kerumah setelah aku menelfonnya. Dia menangis disisi ajumma min dikamarnya.
"Omma..., kau sangat membuatku khawatir, aku segera pulang karna mendengarmu jatuh pingsan."
"Omma sudah lebih baik. Berhentilah menangis."
"Min yori... dokter bilang ajumma tidak bisa kecapean. Sementara harus benar benar istirahat total." Kataku yang masih berdiri disisinya. Min yori tiba tiba semakin sedih dia menagis sambil memeluk ajumma min.
"Omma.. jangan bekerja lagi. Aku akan segera dapat pekerjaan." Katanya dan itu sangat membuat hatiku tersentuh.
Malam itu kami memutuskan untuk tak membuka toko lagi. Aku pun akan mencari pekerjaan lain agar bisa membantu Min yori dan ajumma Min untuk tetap bertahan hidup.
Aku kembali kekamarku. Kurasa apa yang sudah kami putuskan adalah jalan terbaik. Aku lalu melirik Hpku yang berada diatas tempat tidur. Saat itu jam 8 malam. Aku tersadar kalau aku tidak pergi bekerja dan hari ini adalah ulangtahun Changmin.
Keesokan harinya pagi pagi setelah aku menyelesaikan pekerjaan dirumah aku bergegas menuju ke studio dan untunglah mereka belum sampai sehingga aku masih sempat untuk merapikannya.
"Hei Ayara... "Kata Hak nyon & Jacob saat pertama kali melihatku bekerja diruang ganti.
"Tumben pagi pagi "Kata Kevin kemudian setelah masuk bersama jacob.
"Oh.. maaf semalam ajumma sakit. Aku tidak bisa datang. Jadi aku datang pagi pagi untuk membereskannya." Kataku merasa bersalah dan kemudian Changmin dan Younghoon masuk.
"Semalam kau tak datang "Kata Changmin.
"Aku benar benar minta maaf. Ajummaku sakit. Aku harus merawatnya." Kataku seraya membungkukkan sedikit badanku sebagai rasa bersalah.
"Ehmm. Tak apa apa"Kata Changmin. aku lalu mendekatinya dan membuat semua mata tertuju pada kami.
"Selamat ulangtahun." Kataku seraya menjulurkan tanganku. Changmin tampak tersenyum dan segera meraih tanganku.
"Aku ingin sekali memberikan hadiah untukmu. Tapi aku tak punya uang. Aku tak tahu harus memberikan apa"Kataku.
"Ada.. " Katanya dan aku segera menatapnya
"Temani aku sarapan. Kita makan bersama. kau datang pagi pagi sekali tentu belum makankan? "Tebaknya.
"Aku sudah makan" Kataku sedikit menolak. dan aku melihat wajahnya sedikit Kecewa.
"Bisa ganti dengan yang lain saja ?"
"Baiklah. nanti saat makan siang saja"
"Aku bukannya ingin menolak. Tapi aku mungkin akan sedikit sibuk, ajumma sakit. Kami tak berjualan lagi. Aku harus cari pekerjaan baru. "Kataku.
"Baiklah kalau begitu setelah kau ada waktu kabari aku. Aku akan mengajakmu jalan jalan sebagai ganti hadiah ulangtahunku" Kata Changmin.
Aku melihat Younghon kemudian. Tatapannya kurang bersahabat. Dan aku berpamitan untuk pulang.
"Hei onni aku punya kabar baik." Kata min yori saat aku baru saja masuk kerumah. Wajahnya tampak ceria.
"kabar apa? "
"aku diterima bekerja di xxxx, besok aku akan mulai bekerja." Katanya kegirangan dan lalu memelukku bahagia.