My Love Younghoon

My Love Younghoon
cemburu



hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁😁


Sudah jam 1malam dan Younghoon masih saja belum bisa memejamkan matanya. Dia selalu teringat cara Changmin memperlakukanku dan dia teringat bagaimana Changmin berusaha menenangkanku yang ketakutan dalam pelukannya. Younghoon lalu bangun dan duduk bersandar, dia lalu membuka Hpnya dan mensearching musibah dibulan agustus itu dan saat membuka beberapa foto Yonghoon melihat seorang gadis yang tengah menangis dipelukan seorang wanita. Younghoon memperbesar gambarnya dan dia melihatku dengan jelas.


"Ahh.... mengapa aku terus memikirkanmu ?" Omel Younghoon kecil lalu Yonghoon teringat akan dompet ku. Dia mencarinya dan akhirnya menemukannya didalam tasnya. Younghoon membuka dompet itu dan melihat foto ayahku yang hampir buram. Younghoon membukanya dan juga lipatannya.


Park bu yon


Itu nama yang tertulis dibawah foto itu.


Keesokan harinya saat aku akan berangkat bekerja. Aku bertemu dengan Younghoon diluar.



"Maaf, Aku semalam tidak datang. Tapi aku akan datang nanti untuk membereskan apartemenmu " Kataku.


"Ehmm. "


"Aku berangkat dulu. " Pamitku


"Tunggu dulu" Katanya menahanku. Aku menatapnya dan dia sedang mengambil sesuatu dari dalam tasnya.


"Ambillah.., " Katanya seraya menyerahkan kembali dompetku.


"Tapi bukankah ini jaminan ? "


"Aku percaya kau akan menepati janjimu. Lagi pula dompetmu kosong. "Katanya lalu menyerahkan dompetku padaku dan kemudian melanjutkan langkahnya. Aku membalik dan menatap Younghoon. Aku sedikit tersenyum untuknya.



Hari itu the Boys keluar kota untuk melakukan show. Jadi aku tak perlu untuk merapikannya. Setelah pulang bekerja aku berencana akan langsung kerumah Younghoon.


Park bu yon berjalan keluar dari kantornya, wajahnya sangat kesal karna bosnya selalu menekannya karna hasil produk yang dikembangkannya tak juga membuahkan hasil.


Changmin sedang asyik bervidio call denganku dia tak memperhatikan jalannya hingga tanpa sengaja menabrak Park bu yon.


"Maaf tak sengaja." Kata Changmin sopan lalu melanjutkan langkahnya. Park bu yon memperhatikannya mereka semua dan seketika Park bu yon punya ide.


Park bu yon menemui manager the Boys dan menawarkan kerja sama tapi manager mereka tampak menolak karna dia tahu kualitas produk itu tak bagus. Dan lagi the Boys sudah lebih dulu mengikat contrack dengan produk lain.


"Maaf , tapi the Boys terlalu besar, secara finansial perusahaanmu juga takkan mampu untuk membayar dan lagi produk yang kalian tawarkan juga tak terlalu bagus. Itu sama saja memperburuk citra the Boys."


"Tolonglah ku mohon "Kata Park bu yon. Tapi sang manger tetap menolak. Park bu yon berusaha dengan gigih hingga membuat member the Boys memperhatikannya.


"Pria itu aneh sekali. Sudah jelas jelas ditolak tapi dia tetap memaksa." Komen Sangyeon. Younghoon melirik ke arah park bu yon seolah dia pernah melihatnya.


"Hei Younghoon. Kita harus berangkat. Nanti kau terlambat." Kata New mengajaknya. Younghoon lalu mendekatinya. Tapi hatinya ragu. Sekali lagi dia melihat Park bu yon.


"Kau kenapa? " Tanya New yang duduk disampingnya.


"Ah, aku hanya seperti pernah melihat lelaki itu. Tapi aku tak yakin dimana." Kata Younghoon lalu membuka Hpnya dan kemudian bermain game.


Sore itu Younghoon melanjutkan syuting. New yang juga ikut memperhatikan Rose. Dia tampak memberi semangat pada Younghoon dari jarak jauh dan Younghoon juga selalu tersenyum untuknya.


"Tampaknya hubunganmu dengan Rose sudah sangat baik." kata New saat Younghoon kembali untuk berkemas.


"Ehm, sebenarnya kami sedang dalam proses pdkt. Hanya karna sibuk syuting kami hanya bisa komunikasi dan bertemu sebentar"


"Kapan kau akan menembaknya? ku perhatikan Lee yang seong juga mencoba mendekatinya. Apa kau tidak merasa cemburu? "


"Kalau memang dia lebih memilihnya setidaknya masih ada kau yang akan setia denganku. "


"Ahaha"


"Ayo.... " Younghoon mengajak New pulang daN setelah mengantarkan New, Younghoon pun bergegas untuk kembali keapartemennya.


Aku dan Younghoon bertemu dipintu. Dia kembali saat aku juga akan bersiap untuk pulang.


"Oh.. kau sudah mau pulang?"


" Hari ini aku tidak ke studio, jadi aku langsung kesini setelah pulang bekerja"


"Aku permisi dulu "


"Hei.., memangnya aku sudah mengijinkanmu untuk pulang? "Kata Younghoon


"Masakan makanan untukku. Aku sangat lapar." Katanya lalu masuk kedalam.


Aku lalu memasak untuknya selagi Younghoon mandi. Dan begitu dia selesai dia lalu keluar dan makanan sudah siap dimeja.


"Makananya sudah selesai. Apa aku sudah boleh pulang ?"


"makanlah dulu baru pulang " Katanya menyarankan.Aku dan Younghoon duduk berhadapan. Aku senang saat melihat Younghoon memakannya dengan lahap.


"Jangan terus memandangiku." Katanya dan aku segera tertunduk malu.


"Apa kau dan kyu sudah berpacaran? ku lihat kyu sangat perduli padamu. Kalian juga pamer kemesraan didepan umum."


"Mana mungkin aku berpacaran dengan oppa Changmin. Dia hanya begitu baik padaku ."


"Semua orang bisa melihat kyu menyukaimu."


"0oh... "


"Apa kau juga suka dia? "


"Kenapa kau terus menanyakan soal itu? itu membuatku tak nyaman."


"kenapa? "


"Karna kalian semua sangat baik padaku. Aku juga akan menjaga sikapku. Aku baru tahu siapa kalian dan aku cukup tahu diri. Gadis sepertiku tidak pantas jika dicintai oppa Changmin. "



"Apa itu berarti kau benar benar suka dia? "Tanya Younghoon seraya menatapku. Aku terdiam



"Aku sudah punya seseorang yang ku suka. Dia orang yang datang menyelamatkanku saat aku tertabrak. Walau hanya sekilas dan sebentar, aku bisa melihat wajahnya yang bercahaya, seperti malaikat, dia datang dan menggendongku."


"siapa orang itu? "


"aku juga tak tahu. Tapi dia sudah menyelamatkanku."Jawabku lalu kembali menikmati makananku.


"Hallo... " Aku menjawab telpon saat kami baru selesai makan.


"Kau dimana? " Tanya Changmin


"Dirumah Younghoon. "


"sudah kuduga. tunggulah disana, aku akan segera menjempumu" Kata Changmin lalu memutus Telponny. Aku pun bergegas menyelesaikan meja dan piring kotor sementara Younghoon sedang bermain game didepan Tv


Tak lama suara bel berbunyi. Younghoon segera membukanya dan melihat Changmin ada disana.


"Aku mau jemput Ayara." Katanya terus terang. Younghoon lalu membalik sementara aku berjalan kearahnya.


"Aku pulang dulu " Kataku berpamitan sebelum kami meninggalkannya sendiri disana.


"Sebenarnya oppa tak perlu repot untuk menjemputku. Aku merasa sangat tidak enak." Kataku saat kami dalam perjalanan pulang.


"Aku hanya kebetulan berada didekat sini."


"oh.. "


"Besok setelah membereskan studio bagaimana kalau kita makan diluar? "Ajaknya lagi. Aku teringat bahwa aku belum mengabulkan permintaan ulang tahunnya. aku segera mengangguk untuk menyetujuinya.



Sedang sekali lagi Younghoon tak bisa tertidur. Dia terus memikirkan apa yang sedang kulakukan dengan Changmin. Dia berputar putar dikamarnya. Mencoba bermain dengan Bori anjingnya dan melakukan hal lain tapi tetap saja dia tak bisa tenang.



"Ah...., menyebalkan sekali" Katanya seraya melemparkan bantalnya kesal.


keeseokan harinya aku kembali kekantor untuk bekerja dan aku tak sadar kalau hari itu aku berpapasan dengan Park bu yon ayahku di jalan.