
hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari
happy reader
happy ngelahu 😁😁
"Aku akan ikut Sesa"Kataku sekali lagi dan mereka semua tak percaya.
Aku menahan diriku sebisa mungkin agar tak menangis. Aku harus memilih jalan ini. Aku tak punya pilihan lain. Sesa lalu meraih tanganku dan membawaku pergi dari sana. the Boys tak bisa berbuat apa apa. Mereka sangat kecewa dan manager tak ingin mereka ikut campur.
Aku masuk kedalam mobil Sesa dan kemudian tangisku pecah disana. Younghoon masih belum berpaling. Dia terus melihat kepergian kami hingga mobil sesa hilang dari matanya.
Min yori berniat mencariku karna kahwatir dengan keadaanku. Dia datang ketempatku bekerja namun Susan memberitahunya jika aku berada distudio the Boys. Min yori bergegas kesana untuk mencariku.
Min yori datang tak lama setelah kami pergi. Dia masih sempat melihat para the Boys ada disana.
"Maaf mengganggu. Aku adiknya Ayara. teman bekerjanya mengatakan kalau dia dagang kesini."Kata Min yori pada security disana.
"Dia baru saja pergi bersama temannya yang lain."
"Apa? kata Min yori tak percaya.
"Kau mencari Ayara? "Tanya Hyunjae menghampiri mereka.
"Oh Oppa... "Kata Min yori gugup sambil memberi hormat.
"Aku adiknya kak Ayara. Aku datang mencarinya "Kata Min yori
"Dia baru pergi? "
"Apa kau tahu dia pergi kemana atau bersama siapa? "
"Sesa membawanya? "
"Apa....??? "Min yori sedikit berteriak kaget karna hal itu. Dia lalu mendekat Hyunjae dan merengek padanya.
"Oppa jangan biarkan dia pergi dengan Sesa. Sesa wanita yang jahat dia akan mencelakainya"
"Ayara sendiri yang ingin pergi dengannya."Kata Hyunjae lagi.
"Oh tidak, itu tak mungkin. "
"Bagaimana tidak mungkin? dia sendiri yang ingin ikut"Kata Hak nyon menambahkan.
"Pasti Sesa sudah mengancamnya. Aku kenal kak Ayara. Dia gadis yang malang. Dia dijanjikan akan bekerja disini. Dia mau kesini karna ingin mencari ayahnya. Tapi ternyata orang itu malah ingin menjualnya. Saat itu kak Ayara berhasil kabur karna seseorang menabraknya. Oppa, ku mohon bantulah Ayara. Dia berkata padaku kalau Sesa mengancamnya. Dia hanya ingin menjaga kak Younghoon karna dia begitu mencintainya."Kata Min yori begitu sedih.
Younghoon yang terkejut lalu menarik lengan Min yori kehadapannya.
"apa katamu? "
"Kak Ayara sangat menyayangimu. Dia selalu berkata bahwa kau adalah malaikat yang selalu datang untuk menyelamatkannya. Kak ayara pasti bersedia ikut dengan Sesa hanya agar Sesa tak merusak karir dan hidupmu. Oppa tolonglah Ayara.. ,dia onniku yang baik. tolong lakukan sesuatu sebelum Sesa melakukan hal buruk padanya. "
Younghoon segera berlari menuju mobilnya berniat mengejar kami tapi kami sudah sangat jauh dan dia tak bisa lagi mendapatkannya.
Younghoon merasa begitu hancur. Semua kenangan bagai kembali mengingatkannya.
Dia sampai menangis karna merasa begitu kalut. Entah kemana dia harus mencariku. Changmin berusaha menghubungi Sesa tapi Sesa tak mau menjawabnya.
Aku masuk kedalam kamarku yang dulu. Sesa menyuruhku unyuk bersiap malam ini karna seseorang sudah membeliku dengan harga yang sangat mahal. Airmataku seakan kering. Aku sudah tak sanggup untuk menangis lagi. Didalam hatiku hanya ada Younghoon.
"Younghoon tenanglah, kita pasti punya cara untuk menemukannya. Aku akan minta bantuan temanku unyuk mencari tahu Sesa"Kata Hyunjae disaat Younghoon begitu kalut di parkiran studio. Mereka semua tak tega melibat Younghoon yang begitu frustasi dan hampir gila menangis.
"Ah......... "Teriakmya begitu kesal sambil memukul kaca mobilnya hingga retak. Younghoon lalu terduduk dilantai dan teamnya datang untuk memeluknya.
"Tenanglah..., Changmin sudah laporkan kepolisi, kita akan segera menemukannya "Kata Jacob mencoba menghibur.
"Ayo susul dia"Kata New sambil berlari kemobilnya.
Aku merias diriku didepan kaca. Aku memakai gaun yang sudah diberikan Sesa. Aku membuat diriku cantik. Aku berharap Yonghoon akan melihatku. mungkinkah dia akan datang untuk menolongku kembali. Tapi tidak.. malam ini aku akan mengakhiri segalanya.
Sesa membawaku kesebuah hotel mewah dan meninggalkanku didalam kamar sendiri. Aku mendekati jendela kaca dan memandangi indahnya kota dimalam hari.
Younghoon aku ingin sekali melihat semua keindahan ini bersamamu. Aku berharap kau akan hidup bahagia. Semoga kau segera melupakan aku. Aku sangat menyayangimu.
Younghoon memasuki jalanan kota yang ramai dan mengebut kencang. Sekali karna tak hati hati. Younghoon mengebut diperempatan jalan saat sebuah truk juga akan melintas.
"Younghoon... "Teriak New kencang.
Mobil Younghoon tertabrak oleh truk yang segara mengerem mobilnya. New dan teman temannya segera turun dan berlari menuju mobil Younghoon. kepala Younghoon berdarah dan dia tersandar.
"Younghoon"Kataku tersentak tiba tiba saat pintu terbuka. Namun bukan Younghoon yang datang tapi laki laki lain yang berpakaian formal dan tampak lebih tua 5 tahun.
"Apakah kau menunggu laki laki lain ?"Tanyanya seraya mengunci pintu. Aku tak menjawabnya. Pria itu berjalan mendekat padaku.
"Kau benar benat sangat cantik. Pantas saja aku harus mengeluarkan uang banyak untukmu"Katanya ramah.
"Aku takkan menyerahkan diriku begitu saja padamu "
"Ahahahaha. Jangan bercanda. Kau ada disini dan aku sudah membelimu."
"Aku..., untuk menjaga orang yang paling kusayangi. Aku rela berada disini ."
"Apakah dia orang yang kau sebutkan tadi? "
"Aku takkan mengaitkanmu. Sejujurya sebelum datang kesini, aku sudah meminum sejumlah racun. Jadi tinggalkanlah tempat ini. Karna aku akan mati bunuh diri."
"Kau sudah gila !!!! "
"Aku lebih baik mati dari pada harus menjual diriku."Kataku sambil meneteskan airmata terakhirku sebelum akhirnya aku jatuh kelantai.
Younghoon dilarikan kerumah sakit. Saat mendengar kabar itu keluarganya segera datang dan juga manajer dan koordinatornya.
Sesa masuk kedalam rumahnya dengan sangat senang. Dia sudah mendapatkan apa yang dia mau. Dia tertawa sendiri sambil meminum anggur karana sudah memenangkan semua permainan itu.
"Ayara maafkan aku. Aku sudah gagal untuk menjadi malaikatmu. Aku tak tahu harus mencarimu kemana, ayara kembalilah. Aku membutuhkanmu"
"Bagaimana dokter? "Tanya Ayahnya Younghoon setelah dokter keluar.
"Dia hanya luka ringan dikepalanya. Mungkin saat tabrakan dia mengenakan sit bel. Dia akan istirahat dan akan segera siuman."Terang dokter dan hal itu membuat hati mereka semua begitu lega.
Aku membuka mataku kembali. Aku bisa. merasakan hangatnya matahari dari jendela didepanku. Aku mencoba untuk sadar. Apakah ini berarti aku masih hidup. Aku bangkit dan aku tahu bahwa aku berada dirumah sakit. Aku merasa tubuhku sangat lemah tapi aku harus kabur dari sana sebelum orang lain datang.
"Kau mau kemana? "Tanya seseorang yang baru keluar dari kamar mandi. Aku sedikit terkejut.
"Kembalilah ketempat tidurmu."Katanya menyarankan tapi aku segera Mundur darinya.
"Jangan takut. Aku takkan berbuat jahat padamu"
"Jangan dekati aku.. aku akan teriak "
"Jangan buang buang tenagamu. Kau baru saja keracunan. Daya tubuhmu sangat rendah "
"Aku tak menyuruhmu untuk menyelematkanku"
"Hei.. aku sudah membelimu dengan sangat mahal. Jangan lupa kau milikku sekarang."
"Aku takkan sudi. Aku lebih baik mati. Aku lebih baik mati. "kataku begitu kesal dan menangis. Aku terduduk dibawah tempat tidurku dan menangis disana.
"Apa kau sangat mencintainya? melihat usahamu sekeras ini. Pastilah dia sangat penting untukmu."Katanya tapi aku tak peduli.