
hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari
happy reader
happy ngelahu 😁😁
"Aku pacar younghoon."Katanya lalu masuk melewatiku. Aku mengikuti Rose yang berjalan masuk. Younghoon tampak baru keluar dari kamarnya dengan rambutnya yang masih basah dan acak acakan.
"Hai... "Sapa Rose
"Kau datang? "
"Ehmm. Aku segera pulang agar bisa mengurusmu."
" Tak perlu repot. Ada yang mengurusku disini."
"Aku mana mungkin mempercayakanmu pada pembantumu. "Kata Rose begitu jelas saat aku akan lewat. Aku berhenti seketika.
"Oh, kau tolong buatkan teh untukku."Katanya
Rose mengajak Younghoon duduk dikursi sedang aku membuatkan teh untuknya. Saat aku kembali aku melihat Rose sedang mengeringkan rambut Younghoon dengan handuk lehernya. Mereka tampak mesra dan aku tak ingin berlama lama melihatnya.
"Ini tehnya"Kataku seraya meletakkan segelas minuman dimeja.
"Aku membawakan makanan. Tolong siapkan untuk Younghoon dia harus segera makan."Katanya memerintah dan aku segera mengangguk.
Aku berdiri agak jauh dibelakang Younghoon dan Rose saat Mereka sedang makan malam. Mereka tampak serasi. Aku merasa begitu cemburu namun aku hanya bisa menahannya dihatiku.
Cukup lama Rose tinggal disana. Suara tawanya memenuhi ruangan itu. Aku merasa harus menjauh agar bisa sedikit tenang.
Aku melangkah kedapur. Duduk dilantai dan bersandar dibawah lemari. Aku menyandarkan kepalaku kelutut dan berfikir untuk istirahat sejenak menunggu Rose akan pulang.
Pukul 11 malam itu. Rose akhirnya pulang. Yonghoon yang merasa sepi lalu berjalan keruang makan namun dia tak menemukanku disana. Dia lalu meneruskan kedapur dan dia melihatku tertidur disana. Seketika dia teringat akan kata kataku tadi lagi saat aku tahu dia tak memakan bubur buatanku.
"Ayara... Ayara"Katanya membangunku. Aku tersadar dan mengangkat kepalaku.
"Jangan tidur disini"Katanya. Kami lalu bangkit dan berjalan kedepan. asli merasa begitu mengantuk sehingga aku langsung tidur di sofa.
Changmin tak bisa tertidur. Dia terus kepikiran pada Younghoon dan aku. Dia mencoba menelfon tapi aku tak mengangkatnya. Dan hal itu membuatnya semakin tak nyaman.
Younghoon masih belum tidur. Dia masih sibuk dengan Hpny. Sudah sangat sunyi dan dia bisa dengan jelas mendengar suaraku yang malam itu seperti biasa memimpikan musibah yang menimpaku. Younghoon datang mendekatiku dan duduk didekatku mencoba membangunkanku.
"Ibu tolong aku, aku tak bisa bernafas bu. Aku mohon tolong aku... ibu... ibu... "
"Ayara... Ayara.. bangunlah. Ayara"Katanya berulang ulang dan seketika aku terbangun. Aku melihat Younghoon dan aku memeluknya segera.
"Tolong aku. Aku sangat takut... "Kataku menangis dipelukannya. Younghoon mengusap kepalaku mencoba menenangkanku kembali.
"Jangan takut. Semuanya baik baik saja. Kau hanya bermimpi buruk. Jangan takut lagi. Aku disini untukmu "Katanya. Aku mencoba memenangkan diriku yang masih tersedu sedu. Younghoon lalu melepas pelukannya dan memperbaiki rambutku yang berantakan. Pipiku masih basah dan Dia mengusapnya dengan lembut. Aku tersadar tapi aku tak ingin lari. Aku menatap mata Younghoon. Aku merasakan tangannga yang hangat mengusap pipi kananku.
"Kau hanya bermimpi "Katanya lagi dan aku tertunduk dan kembali memangis. Sekali lagi Younghoon memelukku dan mengusap punggungku. Cukup lama aku merasakan bagaimana lembutnya tangan Younghoon mengusap kepalaku hingga membuatku perlahan tertidur dan terlelap dipelukannya. tanngan kanannya masih memegangi tanganku agar aku merasa aman.
Pagi itu aku terbangun. Aku masih tertidur dipangkuan Younghoon sementara dia duduk bersandar dikursi. Aku lalu perlahan menarik diriku agar tak membangunkannya. Aku sadar aku sudah menyusahkannya yang sedang sakit. Aku lalu bergegas kekamarnya dan mengambilkan selimut. Tapi sepertinya itu membuatnya terbangun.
"Maaf.. "Kataku. Younghoon memperhatikan sekeliling. Dan kemudian dia bangkit dan pindah kekamarnya untuk melanjutkan tidurnya.
Aku kembali ketempatku pagi pagi sekali agar aku bisa mandi dan memberi golden makan dan setelah itu aku kembali bergegas ke apartement Younghoon. Saat aku berada dilorong menuju apartement Younghoon aku melihat Rose keluar dengan wajah kesalnya. Dia menatapku kesal dan kemudian meneruskan langkahnya.
Younghoon yang berada diruang makan mendengar pintu terkunci. Dia lalu membalik dan menatapku masuk dan mendekatinya.
"Kenapa lama sekali? aku sudah lapar. "protesnya.
"Pacarmu sudah datang, bukankah dia datang untuk mengantarkan sarapanmu?"
"Aku tidak belanja sayuran, ku fikir juga percuma. Ini makanlah "Kataku sambil menyajikan omelet dan sebuah roti lapis dan segelas susu.
"Aku tak tahu kau suka yang mana" Kataku lagi. Younghoon lalu memakan keduanya. Dia memakannya lahap sampai mulutnya tampak penuh.
"Kenapa kau berdiri saja disitu? makanlah denganku" Katanya sambil menyodorkan makanan yang masih dibungkus yang dibawakan Rose.
"Younghoon... "
"Yah... "
"Semalam terimakasih."Kataku saat kami mulai makan bersama.
"hm... "
"Aku selalu merasa kalau kau seperti malaikat yang dulu datang menolongku. Saat itu, pertama kali aku kesini. Aku sedang menonton konser dan seseorang mengejarku. Aku terus berlari ketakutan. Aku berlari tak tahu arah dan secara tiba tiba sebuah mobil muncul dan menabrakku. Aku terjatuh, kakiku terasa sakit dan tak lama seseorang muncul dan menggendongku. Dia seperti malaikat, wajahnya sangat bersinar. "Kataku bercerita dan seketika Younghoon teringat pada waktu kejadian dia menabrakku.
"Kenapa kau merasa dia sepertiku? "
"Setiap x melihatmu dari samping aku selalu teringat wajahnya. "
"Ehmm. "
"Saat itu kakiku benar benar sakit. Lihat masih ada bekasnya"Kataku sambil memperlihatkan bekas luka dia kakiku. Younghoon ingat bahwa luka dikaki gadis yang ditabraknya waktu itu juga ada disana.
"Apakah itu berarti kau gadis yang kutabrak waktu itu? "Fikir Younghoon dalam hatinya dan tak lama suara bel berbunyi.
"Akan ku bukakan."Kataku lalu beranjak dan berjakan menuju pintu.
"Oppa... "Kataku saat melihat Changmin. kami lalu masuk dan berjalan menuju dapur.
"Kalian sedang sarapan rupanya ."Kata Changmin
"Mau makan bersama?"
"Tidak trimakasih. Aku hanya mampir sebentar untuk melihatmu."
"Oh.. bagaimana distudio? "
"Semua baik. Latihannya hampir sempurna. "
"Baguslah... aku jadi tak sabar."
"Seharian disini pasti sangat membuatmu bosan. ikutlah kestudio" Katanya memberi saran.
Younghoon akhirnya ikut kestudio. Kami membantunya berjalan hingga ruang latihan. Dan member yang lain sangat senang melihatnya datang.
"Selagi disni. Aku kekamarku dulu. Ada yang ingin ku kerjakan"Kataku setelah Younghoon duduk dikursi untuk melihat teman temannya yang lain latihan.
"Ingin kerjakan apa? "
"Oh. aku, ingin lihat golden. Dia belum makan siang."
"Ehmm, jangan lama lama. Jika aku perlu sesuatu bagaimana"Katanya mengingatkan.
Sang manager datang kestudio pagi itu. Dia ingin melihat hasil latihan hari itu. Dan yah seperti biasa dia sangat kagum dengan kekompakan team dan juga hasilnya.
"Sangat bagus "Kata manager itu sambil bertepuk tangan.
"Oh yah.. besok kalian akan mengikuti pemotretan untuk brand terbaru."
"Jangan bilang itu brand yang ditawarkan Park bu yon"Kata koordinator mereka bercanda. Younghoon seperti pernah mendengar nama itu.
"ehh hyung apa tadi kau mengatakan Park bu yon? "Katanya memperjelas
"ehmm. Park bu yon"