
hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari
happy reader
happy ngelahu 😁😁
Pagi itu aku bangun lebih awal. Aku segera membereskan semua pekerjaanku karna jam 1 siang itu aku harus menemui sipemilik hp itu.
"Ajumma,, aku pergi sebentar yah. Aku akan segera kembali" Kataku berpamitan lalu menaiki sepeda dan mendayungnya.
"Seharusnya semalam tak membiarkannya pulang begitu saja. Dia bisa saja kabur dari tanggung jawabnya" Kata New saat mereka baru saja selesai latihan koreografi di studio.
"Dia akan datang" Kata Changmin yang terbaring dilantai sambil memainkan hpnya.
"Kenapa kau begitu yakin.?" Tanya Younghoon dan tak lama terdengar suara asisten mereka.
"Hei Younghoon dia sudah datang" Katanya. Younghoon melongo menatap kearah pintu. Aku memasukinya perlahan.
"Maaf aku terlambat." Kataku setelah masuk. Aku masih melihat mereka semua disana.
"Masuklah " Kata Changmin ramah dan aku mendekati mereka.
Aku duduk diantara mereka. Aku melirik raut wajah sipemilik HP itu. Wajahnya sudah mendingan. Sedang lelaki yang baik hati itu sangat lucu dengan bando boneka **** diatas kepalanya.
"Hei... disini aman, mengapa masih memakai masker, buka saja agar kami bisa lihat wajahmu" Kata kevin.
"Oh.. ,aku selalu pakai markes, aku ada sedikit alergi " Kataku menolaknya dengan sopan.
"Sudahlah baca ini. "Kata Younghoon seraya menyerahkan selembar kertas yang sudah diberi materai diatasnya dan aku lalu membacanya. Untung saja bahasa koreaku sangat bagus. Tidak sia sia ibu membekaliku dulu.
1 Harus bekerja selama setahun untuk membersihkan studio dan juga apartemen baru Younghoon tanpa menerima imbalan apapun.
2 Harus siap 24 jam jika tiba tiba Younghoon membutuhkan bantuan.
3 Jika melanggar semua aturan maka akan bersedia menerima hukuman dari Younghoon.
4 Jika melanggar pasal 1 hingga 3 maka saya yang bertanda tangan dibawah ini siap untuk dipidana.
Aku membacanya pelan dan kemudian menatap Younghoon.
"Jangan menindasku begini. Aku juga punya pekerjaan lain. Bagaimana bisa aku hidup kalau aku tak punya makanan " Kataku mengiba.
"Itu sudah sangat manusiawi, kalau difikir fikir itu tidak sebanding dengan HP ku yang rusak. "
" Memangnya kamu bekerja dimana? "Tanya Changmin lagi.
"Disebuah toko makanan kecil di jalan xxx, keluarga itu yang menolongku. Mereka mengijinkan aku tinggal disana dan aku harus bekerja untuk mereka sebagai imbalannya.
"Baiklah kalau begitu begini saja. Setiap hari datanglah kesini jam 5 sore, kami sudah selesai latihan. Tugasmu hanya membereskan ruangan ini dan ruang ganti. dan Apartemen Younghoon. Dia baru beli Apartement namun sangat jarang ditempati. Kau hanya perlu membersihkannya 3 kali seminggu. "
"Baiklah. Aku akan kerjakan. "Kataku karna aku merasa pembagian itu sangat adil.
"Dan ini. Ini untukmu "Kata Changmin seraya menyerahkan satu hp.
"Kalau kami ada keperluan. Kami akan menghubungimu. Kami sudah menyimpan nomormu" Kata changmin lagi.
Aku pulang kerumah. Aku masuk kekamar dan melihat isi kontak hp itu. Hanya ada no Changmin. Changmin begitu baik, malah memberiku hp.
Setelah istirahat sebentar aku kembali membantu bibi menjaga toko. Aku harus membagi bagi waktu menyelesaikan semua pekerjaan agar sorenya bisa menuju studio dan membereskannya.
Beberapa hari berlalu. Aku benar benar sibuk hanya untuk membagi waktu untuk bekerja ditoko dan distudio. Setiap kali aku datang mereka sudah pulang. Aku tak punya waktu untuk mengenal mereka.
Younghoon menjalani proses syuting pertamanya sore itu. New ada disana untuk menemaninya sambil memainkan hpnya. Younghoon sangat senang hari itu karna hari itu pertama kalinya Dia bertumu Rose. actriss pendatang baru yang lagi naik daun. parasnya begitu cantik dan menawan, pesonanya sangat menghipnotis Younghoon hingga betah berlama lama memandanginya.
Hari itu aku benar benar merasa kelelahan. Setelah menyelesaikan pekerjaanku. Aku duduk didepan meja rias diruang ganti. Aku membuka maskerku agar aku bisa sedikit bernafas lega. Dan menatap wajahku disana.
Changmin meninggalkan tasnya distudio dan berniat menjemputnya. Dia tidak mengira bahwa aku masih berada disana. Changmin dengan santainya membuka pintu dan masuk. Matanya langsung tertuju kekaca. Kami saling menatap lewat kaca. Changmin terdiam saat melihat wajahku dan aku bergegas memakai maskerku dan membalik menatapnya.
"Aku ingin melihat wajahmu sekali lagi" Katanya pelan. Aku tertunduk dan changmin mengangkat tangan kanannya. Aku melihatnya yang berusaha mendekatkan tangannya kewajahku.
"Changmin.... " Kevin tiba tiba muncul dan melihat kami berdiri disana.
"Aku harus pulang "Kataku lalu segera meninggalkan mereka disana.
"Hayo... "Kata Kevin lagi. Changmin meraih tasnya dan mendapati Kevin.
Begitu sampai dirumah aku langsung masuk kekamarku dan mandi. Aku segera berpakaian dan lalu duduk dilantai seraya menyisir rambutku yang panjang dan masih basah. Aku teringat cara Changmin menatapku dan itu membuat hatiku bergetar.
"Hei onnie.. "Suara Min yori terdengar memanggilku. Aku lalu keluar dan mendapatinya.
"Hayo makan" Ajaknya dan kami makan bersama malam itu.
Keesokan harinya Younghoon sampai distudio. Dia mendapati teman temannya sedang berkumpul dan sedang membicarakan sesuatu.
"Kalian bicarakan apa? "Tanya Younghoon ikut penasaran.
"Changmin cerita semalam dia memergoki Ayara sedang berada diruang ganti "Kata Hwall
"Kenapa, dia mengambil sesuatu? "
"Bukan.. "Singkat Hwall dan younghoon menatap Changmin
"Aku melihat wajahnya. Dia sedang bercermin . Kami saling bertatapan."
"apa menariknya? "
"Changmin bilang dia sangat cantik. Sangat sangat cantik" Kata New
"Benarkah ?"
"Aku jadi penasaran untuk melihatnya, lihat cctv yuk" Ajak Eric. Mereka lalu memeriksa cctv tapi karna membelakangi, mereka tak bisa melihatnya.
"Ah... sial sekali" Kata Eric.
"Hei Changmin kau yakin dia sangat cantik? "Katanya selanjutnya
"Swer... "Kata Changmin
"Sudahlah,, Hayo latihan... "Ajak Hyunjae kemudian.
"Hei Ayara istirahatlah dulu.Beberapa hari ini kamu sangat kelelahan" Saran bibi sebelum aku meninggalkan toko.
"Tidak apa apa bi. Hari ini aku harus kerumah Younghoon. Setelah dari studio aku harus kesana."
"Baiklah, kalau begitu hati hati yah" Pesan bibi Min dan aku lalu pergi.
tumben sekali hari itu saat aku datang Changmin dan yang lainnya masih ada disana
"Ohh akhirnya dia datang"Kata Hwall saat melihatku. Aku menatap mereka.
"Hei Ayara, Changmin bilang kalau kau sangat cantik. Hayo buka maskermu. Biar kami melihatnya juga"Kata Eric dari jauh. Aku menatap Changmin yang hanya tersenyum padaku.
"Hayo lepas "Kata Hwall lagi.
"Aku buru buru, aku masih harus ketempat Younghoon" Kataku lalu bergegas menuju belakang untuk mencari alat kebersihan.
Karna Changmin dan yang lainnya masih di studio aku lalu masuk keruang ganti dan aku menemukan Younghoon sendiri disana.
"Ohh kau sudah datang" Katanya.
"Aku bereskan ini dulu baru ketempatmu "Kataku. Younghoon segera beranjak dari sofa dan berniat keluar. Tapi beberapa kali kami berpapasan saat ingin lewat. Terakhir aku diam, aku melihat mata Younghoon yang juga menatapku seraya melangkah keluar.