My Love Younghoon

My Love Younghoon
perhatian team part 1



hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁😁



"Lepaskan dia" Kata Younghoon saat kami baru saja sampai didekat pintu mobil lelaki itu.


"Younghon" Kataku begitu terharu dalam hatiku


"Kau siapa ? berani sekali memerintahku." Kata pria itu. Younghoon dengan begitu berani mendekati kami. Matanya menatap tajam pria itu.


"Aku punya firasat tak baik padamu. Kenapa kau harus memaksanya ikut denganmu dengan cara seperti ini? "


"Sudah ku katakan gadis ini sudah membuatku rugi, dan dia harus membayarnya."


"Memangnya berapa banyak kerugianmu? " Tanya Younghoon dan pria itu lalu menyebutkan nominalnya.


"Kenapa kau begitu terkejut? ku rasa kau juga bukan orang sembarang, penghuni tempat ini mayoritas dari kalangan atas. Kenapa kau berminat untuk membayarnya? "Kata pria itu menantang Younghoon.


"Akan ku fikirkan, sekarang lepaskan dia." Kata Younghoon lalu menarik tanganku kearahnya.


"Sepertinya dia memberikanmu pelayanan extra sampai kau mau mengambil risiko membayar semua hutangnya. "


"Jaga mulutmu" kata Younghoon


"Kenapa, apa kau punya popularitas untuk dijaga? jangan khawatir sebagai sesama lelaki aku takkan membocorkan rahasiamu. "Kata pria itu lagi dan Younghoon segera memukul lelaki itu hingga membuat lelaki itu terjatuh.


"Jika kau berani mengganggunya lagi. Akan ku hajar kau"Kata Younghoon memperingati lalu membawaku dari sana.


Aku masih terisak isak saat Younghoon mengobati luka goresan dipipiku. Dia memberi plester bening untuk menghindarinya dari infeksi.



"Kenapa kau bisa berhutang sebanyak itu padanya? "Tanya Younghoon dan aku tak berani untuk menjawabnya. Aku merasa begitu hina jika sampai Younghoon tahu apa yang sudah ku alami sebelumnya.


"Kalau kau hanya diam. Aku tak punya cara untuk membelamu."


"Aku benar benar bersyukur kau menolongku. Tapi aku tak bisa mengatakannya padamu."


"kenapa ?"


"karena sulit untukku."


"apa jika bersama kyu kau bisa mengatakan semuanya? "Kata Younghoon kesal dan aku hanya diam.


"Hayo ku antar kau pulang "Kata Younghoon lalu beranjak dan pergi lebih dulu. Aku hanya bisa menatapnya yang meninggalkanku dengan kekesalannya.


Malam itu aku menangis sendiri dikamar. Hatiku begitu merindukan sosok ibu yang dulu selalu ada untuk menolongku disaat aku merasa kesepian.


"Aku bertemu gadis itu disana. Kalau kau tak sanggup untuk membayar hutangmu sebaiknya cepat dapatkan dia untukku" Kata Jung pada Sesa lewat telpon. Sesa merasa senang dia lalu mencari informasi mengenai pemilik apartement itu.


Keesokan harinya Changmin mengirim pesan padaku dan memintaku untuk menemuinya distudio. Segera setelah menyelesaikan pekerjaanku aku bergegas untuk datang kesana.


"Maaf aku terlambat "Kataku begitu tiba dihadapan changmin sambil sesekali mengatur nafasku sebab aku baru berlari agar tak membuatnya menunggu lama.


"Tidak apa apa. Eh wajahmu kenapa? "Tanyanya saat melihat plester yang masih menempel diwajahku.


"Oh.. hanya sedikit tergores., aku Kurang hati hati "Kataku bohong walau aku melihat Younghoon juga ada disana sedang melakukan pemanasan.


"Aku punya teman dan dia membutuhkan seorang karyawan dikantornya. Kalau kau mau aku akan memberitahunya."


"Tapi aku tak punya tanda pengenal "


"Tidak apa apa, aku sudah mengaturnya. "kata Changmin lagi. namun wajahku masih saja tampak tak senang.


"kenapa,, apa ada masalah ?"


"Ehmm, tidak. Aku senang mendengarnya. hanya saja aku..."


"Ah tidak apa apa. Sekali lagi trimakaaih. Aku akan berusaha." Kataku lagi sambil tersenyum untuk menenangkan hati changmin. Aku merasa tak perlu memberitahunya bahwa aku tak punya pakaian untuk dipakai kerja kantoran. Dia sudah terlalu banyak membantuku.


"Besok datanglah kesini jam 8.Aku akan mengantarkanmu kesana"


"Baik oppa." Kataku berterimakasih dan lalu aku menatap kearah Younghoon. Aku segera berpaling saat aku melihat dia juga menatapku.



"Ahh aku senang sekali mendengarnya. "Kata Min yori saat aku mengabarinya lewat telpon saat aku berada di pantri. Aku tak menyadari kala Eric datang kesana dan mendengar pembicaraanku waktu itu.


"Tapi aku tidak punya pakaian dan sepatu yang cocok. Aku harus bagaimana. Aku tidak mau membuat mereka kecewa." keluhku


"nanti akan coba ku bantu. Aku akan segera pulang. ok" Kata min yori lalu aku memutus telponnya.


Siang itu aku dan min yori mencoba mencari baju yang cocok tapi selain celana jeans dan celana training. Min yori tak punya model baju yang lain.


"Onni maaf, tapi hanya ada ini. "Kata Min yori merasa bersalah.


"hei Younghoon" sapa Rose setelah Younghoon selesai take.


"Actingmu bagus" Puji rose dan younghoon segera tersenyum.


"Terimakasih "


"Aku punya makanan, apa kau mau membantuku untuk menghabiskannya? "


"ehmm tentu, kebetulan aku juga sedikit lapar "Jawab younghoon.


Rose dan Younghoon lalu duduk berdua didekat meja kecil dan memandang kearah lokasi syuting. Tampak sang pemeran utama sedang menjalani syuting disana.


"Makanlah.. "Kata Rose sambil menyerahkan sekotak makanan kecil.


"Tampaknya kau sangat dekat dengan hyung" Kata Younghoon.


"hyung... ?" Tanya Rose bingung dan Younghoon lalu menunjuk kearah Lee yang seong, sang pemeran utama.


"Ahh kami hanya dekat karna proses syuting. bukankah kami harus saling mendapat cemistri. "


"ehmm sungguh? "


"ehmm. memangnya kenapa? "


"tidak apa apa." Kata Younghoon agak malu.


Malam itu saat kami makan malam. Seseorang datang dan mengetuk pintu rumah. Min yori yang pertama bergegas untuk membukakannya. Aku masih dikamar saat mendengar suara seseorang tengah memarahi min yori, aku lalu bergegas keluar untuk menemuinya.


"Kenapa? "Tanyaku saat melihat wajah Min yori tampak sedih.


"Pemilik tempat ini,ingin kita mengosongkan rumah ini besok ." Katanya begitu sedih.


Min yori menghubungi beberapa keluarganya dan syukurkah ada salah seorang dari mereka yang mau menerima. Malam itu kami harus mengemasi barang barang agar besok bisa memindahkannya segera.


Pagi itu jam 8 aku bergegas menuju studio. Changmin akan mengartakanku nanti. Saat aku tiba disana aku melihat mereka semua sudah datang.


"Selamat pagi.. "Sapaku dan mereka menatap kearahku. Hari itu aku tidak memekai celana training lagi tapi memakai celana jeans dan kemeja lengan pendek dengan rambut tergulung.


"Maaf, aku sedikit terlambat. "Kataku menyesal.


"hei Ayara apakah kau ingin pergi bekerja dengan pakaian begitu?" Tanya Kevin. Aku hanya diam sambil memandangi diriku mulai dari sepatu. Tak lama New datang dan menarikku. Dia membawaku keruang ganti dan menyerahkan beberapa bungkusan padaku.


"Pakai yang ini. Seharusnya dari segi ukuranmu harusnya pas semua "Kata New lalu keluar dan mengunci pintu.


Aku melihat isi bungkusan itu. Ada beberaa rok span selutut dan juga baju atasan yang sangat bagus.


"hei, cctv kita onlinekan "Kata Jacob lalu membuka Hpnya dan changmin dengan segera merampasnya.


"heii, itu tak sopan "Katanya. Baju yang mereka berikan sangat pas dan tampak bagus. Aku sedikit tersenyum saat melihat diriku dikaca.


Saat mereka mendengar pintu terbuka. mereka semua lalu memandang kearahku.