My Love Younghoon

My Love Younghoon
pekerjaan baru



hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁😁


"Bagaimana, kapan kau bisa memberi kepastian padaku? jika tak bisa menyerahkannya padaku aku akan menuntut sisa uangku 2 kali lipat."Kata Jung mengancam Sesa saat mereka bertemu disalah satu cafe dengan meja yang berbeda.


"sabarlah. Sedang ku usahakan "Kata Sesa sambil mengaduk kopinya. Dia duduk membelakangi Jung agar tak kentara terhadap yang lain.


"Sedari tadi kau tak konsen. kenapa? "Tanya Lee yang seong setelah mereka selesai take dilokasi syuting. Rose hanya meliriknya sekali. Dia tampak tak berminat untuk menjawab Lee.


"Mau ku traktir? "Tanya lee lagi.


Lee mengajak Rose untuk minum disalah satu cefe yang tak terlalu ramai dipinggir jalan. Lee banyak bercerita sedang Rose sibuk memandangi orang orang yang lalu lalang disebrang jalan. Tak lama dia melihat Sesa.


"Sesa ku mohon "Kataku seraya menepis tangan Sesa. Saat itu kami tak sengaja bertemu dan Sesa terus mengikutiku.


"Aku tidak mau menunggu lebih lama lagi. clientku akan menuntutku 2 x lihat jika aku tak segera menyerahkanmu atau uangnya kembali "Kata Sesa yang masih memegangi tanganku.


Rose memperjelas apa yang dilihatnya. Namun dia tak yakin jika gadis itu adalah aku.


Aku terlepas dari Sesa. dia memberi ancaman padaku. Bagaimana bisa aku harus menyerahkan diriku padanya. Atau bagaimana bisa aku harus membiarkannya menemui Younghoon. Bagaimana jika mereka tahu apa yang ku alami. Bagaimana mereka akan menatapku.


Saat aku kembali ke studio aku berusaha menyibukkan diriku dengan melanjutkan pekerjaanku sedang the Boys tengah sibuk diruangan yang lain. Namun ternyata Sesa seperti bayangan yang terus menghantuiku. Aku menangis didekat pintu. Aku menahan semua masalahku dihatiku dan hanya bisa memuaskannya lewat air mataku.


"Ayara... "Panggil Jacob. Aku segera menyeka airmataku dan berdiri menghadapnya..


"Kau baik baik saja? "


"Ehmm. "


"Kau menangis? "


"Aku hanya tiba tiba teringat ibu."Kataku


"Hei jangan menangis sendiri. Ayo ku bantu kau melepas perasaanmu."Kata Jacob sambil menarikku keruang rekaman.


"Kenapa kita kesini?"Tanyaku bingung.


"kau tau, dengan bernyanyi. Kau bisa melepaskan perasaanmu. Kau bisa mengutarakan perasaanmu ."


"Oppa bercanda. Suaraku tidak bagus."


"Tak harus baguskan ? Hayo kita coba "


"Tidak, aku tidak bisa. "kataku menolak tapi Jacob menarikku kearah mic.


"Aku hanya membantumu melepas perasanmu. Aku tak suka melihat perempuan menangis. Aku juga bukan kyu yang bisa memelukmu. Hayo cobalah "


"Aku malu... "


"Kalau begitu belakangi, Jangan melihat. kau tutup matamu, aku akan memutarkan musik pengikutnya. ok"


"Aku tak bisa bernyanyi korea. Tak ada lagu yang kubisa ku nyanyikan"


"Kalau begitu nyanyikan apa saja. Katakan kau mau lagu apa. Aku akan bantu mencarinya "Kata Jacob. Aku diam sejenak dan pada akhirnya aku ingat sesuatu


"heavy... "kataku


"Chester dan Kiara? "Tebak Jacob dan aku tersenyum.



"Yah sudah berbaliklah. Akan ku pasangkan musiknya."Kata Jacob. Aku lalu membalik tanpa sempat melihat kalau personil lain datang. Jacob memberi kode kepada mereka agar mereka mendengar saja diluar. Tak lama aku mendengar musik pengirimnya. Aku menutup mataku mencoba mengikuti apa yang Jacob katakan.


i dont like my mind right now


stacking up problems that are so unnecessary


wish that i could slow things down


i wanna let go but theres comfort in the panic


and i drive myself crazy


thingking everythings about me


yeah i drive myself crazy


cause i cant escape the gravity


im holding on


why is everything so heavy?


holding on


so much more than i can carry



Aku menyanyikan lagu itu penuh penghayatan. Changmin tersenyum kecil. Walau aku tak memiliki suara yang bagus seperti mereka tapi seolah mereka bisa merasakan curahan hatiku dari lagu itu.


Dan seolah otakku mengenang setiap peristiwa yang menimpaku dan ku biarkan airmata mengalir dipipiku. Sedang Younghoon teringat saat peristiwa penabrakan itu dan juga saat aku bermimpi dirumahnya dan dia datang memelukku.


Setelah aku menyelesaikan lagu itu. Aku menarik nafasku perlahan untuk menenangkan diriku. Jacob bertebuk tangan dan aku tersenyum untuknya.


"Apa sudah lebih baik? "Tanyanya. Aku tersenyum dan lalu dia melirik keluar seolah memberiku kode. Aku begitu malu dan terkejut saat melihat member yang lain bertepuk tangan dan tersenyum padaku.


"Kami kembali keapartement Younghoon malam itu sekitar pukul 8 malam. Saat Younghoon sedang mandi suara bel berbunyi dan aku bergegas membukanya.


"Sudah. dia ada dikamarnya, sedang mandi"Kataku. Rose masuk melewatiku dan seketika dia membalik.


"Apa kau pergi ke xxx sore ini? "


"Ehmm. Aku habis berbelanja didekat sana. kenapa? "


" Tidak. Ku fikir aku hanya salah orang"Katanya lalu pergi menuju kamar Younghoon namun belum dia memasuki kamar itu Younghoon keluar dan melihatnya..


"Rose... "


"Bagaimana keadaanmu? "


"Sudah lebih baik. "


"Sudah makan? "


"Ehm.. tadi makan diluar bersama yang lain."


"Baguslah"


"Ehmm maaf mengganggu. "Kataku memotong pembicaraan mereka.



"Kalau kau sudah selesai, akan kuoleskan lagi salap untuk kakimu ".


"Tentu"Kata Younghoon lalu berjalan menghampiriku dan aku membantunya untuk berjalan kekursi diruang tamu. Younghoon mengangkat kakinya dan menaruhnya dipangkuanku. Aku segera mengambil obatnya dan mengoleskannya pada kakinya yang terkilir.


Rose merasa begitu kesal dan cemburu. Dia lalu mendekat dan menarik lenganku dengan keras.


"Biar aku saja yang melakukannya."Katanya


"Biarkan saja rose. "


"Aku bisa melalukannya untukmu."Kata Rose tak terima karna Younghoon tak berpihak padanya.


"Aku tahu niatmu baik tapi kau pun pasti sudah lelah. Sebaiknya istirahat saja."Saran Younghoon. Rose merasa begitu kesal sampai dia menggigit bibirnya.


"Baikkah. Aku pulang "Katanya lalu pergi meninggalkan kami disana.


"Dasar perempuan ******. benar benar membuatku kesal."Katanya setelah pintu tertutup. Dia merasa geram dan marah karna sikap Younghoon.


"Akan ku beri kau pelajaran "Katanya kesal lalu pergi.



"Kau sudah sangat rapi"Kata Younghoon saat pagi itu melihatku sudah rapi sambil menyiapkan sarapan untuknya.


"Aku harus bekerja."


"kerja? "


"Tolong mengertilah. Aku tak bisa begini. Aku tak enak dengan teman kerjaku yang lain. Aku akan segera kembali setelah pekerjaanku selesai. "


"yah sudah..., kau boleh pergi."


"aku sudah siapkan sarapan, makanlah. Aku berangkat dulu " Kataku berpamitan dan kemudian meninggalkan Younghoon disana.


"Selamat pagi... "Kataku menyapa Susan setibanya dikantor dan secara mendadak dia langsung menarik tanganku.


"Ku dengar Younghoon sakit apa itu benar? "


"Ehm.. kakinya terkilir"


"Bagaimana bisa? padahal mereka akan segera merilis sigle baru ".


"Oh. Saat latihan dia melompat dan kakinya terkilir. Tapi dia akan segera membaik."


"Oh baguslah" Kata Susan lega. Aku lalu melirik kearah kursi Seong ni yang masih kosong padahal waktu masuk sudah hampir habis dan dia bekum datang.


"Seong ni apa dia tidak masuk? "Tanyaku balik pada Susan yang duduk disamping kananku.


"Oh dia sedang istirahat semalam dia kerja lembur. Anaknya akan masuk sekolah dan dia harus mencari pemasukan tambahan"


"Pemasukan tambahan? "


"Iyah, dikantor kita ada 3 shit. ship pagi, sore dan malam. Tapi banyak karyawan yang menolak untuk masuk malam. Jadi bos membayar dua kali lipat untuk kerja extra sampai jam 12 malam."


"Dua kali lipat? "


"Iyah, dua kali lipat "


Mendengar kabar itu aku langsung berfikir untuk mengajukan diri. Jika dihitung hitung. Setelah aku pulang jam 3. Aku bisa membereskan studio dan apartemen Younghoon. Jika aku mengerjakannya dengan baik maka aku bisa mengikuti sift lembur. Ku rasa Tuhan sedang memberiku jalan untuk bisa mencicil pada Sesa.


Siang itu saat jam makan siang aku lalu membuat surat permohonan pada Seh yon agar bisa ikut ship malam dan tak disangka Seh yon menyetujuinya.


"Karna kau pemula, aku akan memberimu dispensasi. Datanglah jam 7." Katanya berbaik hati dan aku sungguh merasa senang.


"Hari ini hari apa? tumben sekali wajahmu berseri seperti itu "Kata New saat kami bertemu distudio.



"Ehmm, aku mendapat pekerjaan baru yang gajinya lebih tinggi. Oppa aku akan bekerja dengan baik."Kataku begitu gembira. Aku lalu masuk dengan begitu semangat membereskan pekerjaanku. Setelah itu aku juga menuju rumah Younghoon. Saat itu dia sedang sibuk dengan Hpnya.


"Ah kau sudah datang."


"Maaf aku terlambat sedikit."Kataku sambil tersenyum lalu berjalan menuju dapur. Aku membereskan pekerjaanku sambil bernyanyi nyanyi kecil. Younghoon begitu heran karna baru sekali itu dia melihatku begitu ceria dan lagi sudah seharian dia tak melihatku.