
hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari
happy reader
happy ngelahu 😁😁
Seminggu berlalu dan hari hari mulai terasa menyenangkan. Setiap hari aku selalu sibuk membantu ajumma Min dan Min yori untuk menjaga toko dan membereskan semua pekerjaan. Semenjak kehadiranku, min yori bisa fokus untuk belajar. Dia ternyata salah seorang mahasiswa semester 6 dikampusnya. Dia seorang mahasiswa jurusan disign. Dia sangat pandai menggambar. Aku sering mengambil gambar buatannya dan membuatnya dimading dikamarku.
Suatu hari ajumma sakit dan aku harus mengantarkan bekal kekampus min yori. Saat keluar dari toko aku menggunakan masker untuk menutupi wajahku dan kemudian mendayung sepeda menuju kampus Min yori.
Saat dilampu merah aku berhenti dan tak sengaja aku melihat seekor anak anjing yang kakinya tersangkut dirongga besi selokan ditengah jalan. Aku segera bergegas berlari mengejarnya sebelum tertabrak dan aku tak sengaja menabrak seseorang yang menyebrang berlawanan arah denganku.
"Oh.... " Kata seseorang saat hpnya terjatuh. Aku belum memperhatikannya. Dimataku hanya anak anjing itu. Aku bergegas melepaskannya dari sana dan menggendongnya.
"Hei..... " Kata seseorang berteriak padaku.
"kau.... kau membuat hpku terjatuh.. " Katanya kesal seraya memperhatikan hpnya yang jatuh. Mungkin saat terjatuh pengendara lain lewat dan menggilas HP tersebut hingga hancur berkeping keping.
Aku terdiam disana memandangi wajah sedih dan kesal lelaki bertubuh tinggi dan putih itu.
Aku menggigit bibirku, aku begitu ceroboh.
dan tiba tiba salah seorang dari mereka berjalan kearahku yang masih menggendong anak anjing kecil dan memeluknya. Dia menatapku sedikit tajam dan lalu meraih lengan kananku dan menarikku ikut dengannya.
"Selesaikan distudio saja " Katanya seraya menyeretku melewati lelaki yang masih memegangi hpnya itu.
Lelaki berjaket hitam itu memasukkanku dalam mobil dan membawaku ikut dengan mereka.
"Dimana eonnie, Kenapa belum juga datang?" Fikir Min yori seraya melirik lirik gerbang kampus. Dia menungguiku disana sebelum kelas berikutnya dimulai dan karena bel berbunyi akhirnya Min yori memutuskan untuk kembali kekelasnya.
Aku didudukkan disalah satu kusir disatu ruangan yang dikelikingi kaca. Ada sekitar 14 orang yang sedang berada disana. Dan aku sedang terpojok pada tatapan tatapan tak menyenangkan dari sekelompok pria yang belum ku kenali itu.
."kau.... ,Kalau ini barang biasa aku bisa saja memaafkanmu " Kata lelaki pemilik hp itu,matanya menatapku begitu kesal tapi dia berusaha menahan emosinya.
"Tadi aku sudah mengingatkanmu, Jangan memainkan HP saat dijalan" Kata salah seorang dari mereka yang rambutnya berwarna pink. Dia juga memakai eyeliner. Aku menatapnya aneh.
"ini i phone keluaran terbaru, limited edision, kau tahu harganya berapa? "Kata sipemilik HP itu lagi begitu kesal.
"Mianhae,,, aku tidak sengaja. Aku hanya ingin menolong anak anjing ini. Dia terjebak disana" Kataku merasa bersalah dan tertunduk. Lelaki itu lalu berdiri dan melempar HP rusaknya kedalam tong sampah dan membuatku sedikit terkejut.
Aku hanya bisa tertunduk. Sesekali aku meliriknya yang menatapku dengan kesal.
"Aku akan berusaha untuk menggantinya. Saat ini aku tidak punya uang" Kataku untuk menunjukan rasa tanggung jawabku namun lelaki itu tampak tak tertarik. Aku menatap yang lain dan mereka tak berkomentar apa apa. Mereka malah menatap temannya itu menunggu jawaban.
"Berikan ktpmu" Katanya kemudian. Aku baru ingat kalau semua berkas pentingku masih ada dirumah Sesa. Aku lalu menggeleng
"Hpmu? "Katanya lagi dan sekali lagi aku menggeleng. Mereka makin bingung lalu salah seorang dari mereka mendekatiku dan menatapku lekat.
"Kau bukan asli korea yah? " Tebaknya dan aku mengangguk.
"Kalau begitu berikan paspormu" Kata pria pemilik HP itu seraya menjulurkan tangannya kearahku. Aku hanya melihatnya dengan wajah merasa bersalah.
"Imigran gelap? " Tebak yang lain.
"Kau tinggal dimana? Kau pasti punya keluarga yang bisa menjaminmukan? "Tanya pria yang duduk didekatku itu.
"Aku hanya punya ini" Kataku. Sipemilik HP itu lalu meraihnya dan memeriksanya.
"Kau mau mempermainkanku. Ini kosong, apa kau benar benar semiskin itu? " Katanya sedikit membentak.
"Aku memang miskin. Aku tidak punya apa apa. Tapi aku sungguh akan bertanggung jawab. Aku akan menggantinya. Didalam dompetku ada satu foto. Itu satu satunya foto ayahku. Hanya itu yang ku punya" Kataku sedikit dramatis.
"Sudahlah, begini saja. Temanku ini masih kesal. Kami akan memikirkan jalan keluarnya. datanglah besok jam 1 siang kesini. Kita akan membicarakannya lagi." Kata pria yang duduk didekatku itu sangat baik. Aku segera membungkukkan badanku.
"Aku benar benar menyesal" Kataku sekali lagi.
"Yah sudah kau boleh pergi. Ingat besok kau harus datang" Katanya mengingatkan. Aku lalu beranjak dan sekali lagi memohon maaf pada sipemilik HP itu. Lalu aku berjalan mendekati pintu namun aku teringat satu hal yang membuatku tak jadi membuka pintu. Aku lalu membalik dan menatap kearah mereka lagi.
"Kenapa? " Tanya sipemilik hp itu lagi.
"Itu... aku tak tahu cara untuk pulang. Aku tidak tahu jalan " Kataku mengiba dan mereka semua tertawa.
"Hayo ku antar.. " Kata silelaki baik itu dan aku mengikuti langkahnya. Dia sangat baik mau mengantarkanku. Kami menaiki mobil mewahnya. Sesekali aku meliriknya dan semakin dilihat dia semakin tampan.
"Aku harus mengantarkanmu kemana? " Tanyanya.
"Ketempat tadi saja. Sepedaku ada disana. " Kataku dan dia lalu menuju kejalan tempat kami bertemu.
"Sudah sampai... "Katanya dan aku berniat turun tapi kemudian aku membalik lagi.
"Oppa... aku tak tahu bagaimana caranya untuk datang besok. Bisa gambarkan peta untukku." Pintaku. Lelaki itu lalu meraih sebuah pulpen dan sebuah kertas menggambarkan sebuah peta dari tempat kami sekarang.
"Gamsahabnida" Kataku lalu turun. Dia pun segera pergi.
Aku menemukam sepedaku masih disana. Aku begitu senang dan aku teringat aku harus mengantarkan makan siang Min yori. Aku lalu memasukkan anak anjing itu kekeranjang depan dan kemudian mendayungnya menuju kampus Min yori.
"Maaf, aku tadi sangat ceroboh. Jadi datang terlambat " Kataku meminta maaf setelah menemukan Min yori.
"Baiklah,, aku memaafkanmu. " Katanya.
" Memangnya kecerobohan apa yang onni lakukan ?
"
"aku menabrak seseorang saat ingin menolong anak anjing ini. Hpnya terjatuh dan terlindas mobil. Dia sangat marah padaku.
"Oh ya ampun"
"Katanya itu HP iPhone keluaran terbaru dan limited edision. Aku harus menggantinya.
"Oh daebak. Itu HP yang sangat mahal. Pasti pemilik HP itu bukan orang sembarangan"
"Aku akan menggantinya. Besok kami akan membicarakannya lagi. " Kataku sedih. Min yori mengusap usap punggungku.
"Tenanglah.. pasti ada jalan keluarnya." Katanya menghiburku.
"Aku pulang... " Kataku tak semangat seraya memasuki toko. Tampak bibi sudah menunggu disana.
"Kenapa lama sekali? bibi sangat khawatir"
"Maaf bibi"
"Yah sudah, masuk dan makanlah. Kau juga belum makankan" Katanya perhatian seraya menarikku masuk.