My Love Younghoon

My Love Younghoon
sia sia



hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁😁


"Hei Sangyeon bisa pinjam cameramu. Aku mau melihat vidio liburan kemarin." Kata Changmin saat mereka memasuki studio. Sangyeon lalu mencari kameranya didalam tas kemudian menyerahkannya pada Changmin.


"Ini sarapanmu, makanlah. "Kataku seraya meletakkan sarapan Younghoon dimeja makan.


"Aku pulang dulu. Aku akan segera kembali." Kataku berpamitan lalu meninggalkan Younghoon. Aku melangkah menuju lift dan saat Aku hendak masuk aku bertemu seorang gadis cantik yang lalu keluar dari sana. yah dia adalah Rose yang tampak anggun dan mempesona.


Rose menekan bel diapartement Younghoon. Younghoon yang baru mau menyuapkan sendoknya lalu menoleh. Dia meraih tongkatnya dan berjalan dengan susah payah menuju pintu.


"Rose... "Katanya


"Aku membawakan sarapan untukmu. Kau pasti belum makankan."Kata Rose. Rose lalu membantu Younghoon masuk menuju ruang makannya. Dia masih melihat bubur yang kubuatkan untuk Younghoon.


"Kau hanya makan bubur? "Kata Rose tak percaya.


"Orang yang merawatku yang membuatnya."Terang Younghoon seraya duduk. Rose lalu menggeser bubur itu dan menyajikan makanan yanh dibawakannya.


"Makan ini saja. Aku Membeliny dari restoran paling enak. Juga masih hangat. Hayo makanlah "Kata Rose, Younghoon seketika melihat bubur yang ada disampingnya tapi Rose terus mengarahkannya untuk menikmati makanan yang dibawakannya.


"Aku baru tahu kalau ada perawat yang mengurusmu."


"Dia bukan perawat. Hanya seorang pekerja yang mengurus apartementku. "


"Pembantu "Tebak Rose dan Younghoon hanya diam.


"Dia pergi sebelum kau datang"Jelas Younghoon dan seketika Rose teringat pada pertemuan kami didepan lift.


Changmin menonton vidio liburan sendiri sambil menunggu personil yang lain datang. Changmin tersenyum menonton kekocakan mereka dan tak lama senyumnya hilang saat matanya melihat expresi Younghoon yang tertangkap kamera terus melirikku dengan mata cemburu beberapa kali.


"Hei kyu.. ayo mulai, mereka sudah datang." kata Sangyeon sedikit berteriak memanggilnya.


"Aku datang."Katanya sambil meninggalkan kamera diatas meja.


"Hei kyu.. setelah latihan nanti kau ada kesibukan lain gak? "Tanya New saat mereka pemanasan bersama.


"tidak kenapa ?"


"Kita keapartement Younghoon saja. Dia merasa sangat bosan dan meminta agar kita datang kesana"


"Ohh. ok"


"Sekalian bisa bertemu Ayara disana."


Aku kembali kerumah Younghoon segera. Dia masih duduk dikursi makan sambil bermain Hp. Aku melihat bahwa bubur yang kutinggalkan belum berkurang sedikit pun.


"Kau tidak makan? "Tanyaku


"sudah... "


"Sudah bagaimana? ini sama sekali tidak berkurang. "


"Aku makan makanan lain. Tadi seseorang mengantarkannya untukku."Katanya. wajahku berubah sedih dan lalu membawa bubur itu kembali kedapur.


"Kau marah? "Tanya Younghoon setelah aku kembali.



"Apa hakku untuk marah ? aku hanya memasakkan bubur dan temanmu mengantarkan makanan enak untukmu. Bagaimana bisa sebanding? aku hanya merasa sia sia, aku bangun pagi, memikirkanmu untuk makan apa. Aku harus sangat baik memasakanya agar kau bisa menikmatinya. Aku menambahkan bahan bahan yang ku fikir bagus untuk kesehatanmu. Menatanya dengan baik agar kau merasa itu sangat lucu dan itu menambah selera makanmu. Tapi akhirnya harus terbuang percuma "Terangku Agak kesal lalu meninggalkannya untuk membereskan kamarnya. Younghoon masih diam disana dengan rasa bersalahnya.



Bel rumah Younghoon kembali berbunyi. Aku bergegas membukanya dan aku melihat sepasang orangtua yang datang bergandengan. Aku berfikir mereka adalah orangtua Younghoon. Aku segera memberi salam dan hormat pada mereka.


"Omma... "Kata Younghoon senang. Kedua orangtuanya lalu mendekatinya dan memeluknya. Tampak sikap manja Younghoon. Dia merengek dan mengadu manja pada ibunya.


"Apakah kau yang bekerja disini? "Tanya ibunya dan aku langsung menunduk.


"Benar bibi"


"Maaf sedikit merepotkanmu untuk mengurusnya."


"Tidak apa apa bibi. Sudah jadi tugasku"


"Kau tak terlihat seperti orang asli korea? "


"Ah iya..., ayahku yang keterunan asli korea. ibuku berasal dari indonesia."


"Pantas kau sangat mahir dalam berbahasa"


"trimakasih bibi.. .. "


"Oh yah Younghoon. Semalam rose menelpon ibu katanya dia akan menjegukmu."


"Oh, dia datang pagi pagi sekali untuk mengantarkan sarapan untukku "Terang Younghoon.


"Rose sangat perhatian padamu. Ibu sangat mendukung hubungan kalian."Kata beliau dan entah mengapa hatiku begitu sedih mendengarnya.


itu berarti Younghoon sudah punya pacar. Pastilah gadis itu sangat cantik dan dia juga sangat perhatian pada Younghoon. Keluarga juga sangat mendukung hubungan mereka. Sungguh kehidupan yang sangat sempurna.


Aku keluar untuk berbelanja. Ada keluarga Younghoon yang menemaninya jadi aku bisa terbebas sebentar. Aku menyusuri lorong untuk bagian bahan makanan. Aku berdikir untuk membeli tomat tapi kemudian aku teringat ada pacar Younghoon yang akan mengantarkann sarapan untuknya.


Aku meletakkan tomat yang ada ditanganku. Aku teringat Younghoon sangat suka roti. Lebih baik aku membelikan itu saja untuknya.


Sedang ditempat yang sama Park bu yon semakin risau. Manager the Boys tak kunjung menghubunginya dan dia tahu bosnya akan sangat besar jika dia masih belum bisa memberikan solusi. Park bu yon berfikir untuk membelikan minuman dingin. Namun aku tak memperhatikannya saat dia sedang berdiri didekatku saat mengantri dikasir.


Aku kembali kerumah Younghoon sekitar jam 2 siang itu dan aku melihat New dan Changmin ada disana.


"Kau sudah pulang"Kata New.


"Aku tidak tahu kalian akan kesini."


"Kami baru datang. "


"Ehmm, akan ku buatkan minum yah."Kataku lalu menghampiri Younghoon.


"Ini kartumu dan struk belanjanya."Kataku menyerahkan.


"Kenapa begitu formal?"


"supaya kau bisa melihat daftar belanjanya dan biayanya. "Kataku lalu beranjak kedapur. Changmin menangkap mata Younghoon masih melihatku.



Ntah mengapa sejak menonton video itu hatinya jadi begitu terganggu.


"Ayara kemarilah ada yang ingin kukatakan "Kata Changmin setelah aku meletakkan minuman dimeja. Aku lalu mengikuti Changmin yang mengajakku duduk dikursi didelan Younghoon. Changmin memegang tanganku dan menanyakan hal hal yang kusuka. Aku lalu menjawabnya tanpa menyadari kalau sebenarnya Changmin hanya ingin melihat reaksi Younghoon yang akhirnya beberapa kali tertangkap mata Changmin melirik kearahku. Dia bagai penasaran dengan apa yang kami bicarakan waktu itu.


"Kau mau langsung pulang? "Tanya Lee yang seong setelah mereka selesai syuting.


"ehmm. Younghoon sakit dan aku mau melihatnya lagi. "


"Kalau begitu sampaikan salamku padanya. Aku tak bisa datang karna jadwalku terlalu padat. "Kata Lee lagi.


Rose mengendarai mobilnya sendiri. Ditengah perjalanan dia berhenti untuk membelikan makanan untuk Younghoon dan tak sengaja dia bertemu Sesa disana.


"Lama tak bertemu."Kata Sesa menyapanya.


"Berhentilah menggangguku. Aku sedang tak ingin berdebat denganmu.


"Jangan begitu. Ingat kalau bukan karna aku kau bukan siapa siapa ."Kata Sesa namun Rose tak mengacuhkannya. Dia lalu membayar pesanannya dan pergi dari sana.


Malam itu jam 7 aku bergegas memasuki lift saat sebelum lift tertutup. Aku segera masuk dan ternyata gadis yang kutemui didepan lift juga ada disana. Aku hanya diam sementara dia sesekali melirikku. Begitu pintu lift terbuka aku segera keluar dan langsung membuka pintu Yonghoon dengan kunci yang ku miliki namun saat aku hendak kembali menutupnya. Ada tangan seseorang yang menahannya. Aku lalu menarik kembali pintu dan menatap gadis cantik itu yang menatapku agak acuh.