
hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari
happy reader
happy ngelahu 😁😁
Semua mata memandangiku saat aku melangkahkan kakiku perlahan memasuki ruangan itu. Aku melihat Younghoon berdiri didepan manager dan koordinatornya. wajahnya tampak begitu kesal.
"Maaf... semua itu kesalahanku. Aku.. "
"Berhentilah.. "Kata Younghoon dingin
"Younghoon biarkan dia bicara dulu. "Kata Hyunjae. Tapi Younghon segera mengangkat tangan kanannya agar menghentikan Hyunjae.
"Kau tak perlu mengatakan apa apa. "
"Kau harus mendengarkanku."
"Aku tidak ingin mendengar apa apa darimu." Katanya lagi begitu dingin. Aku menangis, tertunduk dan berjalan mundur.
"Mengapa dunia begitu kejam padaku. Aku tidak pernah berfikir untuk begitu menyusahkan. Aku minta maaf, aku sungguh minta maaf."Kataku lalu pergi. Changmin beriat mengejar tapi dia menahan kakinya karna dia ingin melihat reaksi Younghoon selanjutanya.
"Sudahlah, aku akan cari cara untuk menyelesaikan ini. Kalian kembalilah keruang latihan."Kata managernya dan mereka semua keluar.
Sedang aku terus berlari menuju kamarku. Aku mengunci diriku disana dan menangis tersesu sedu. Tak lama ada nomor baru menelfonku. Aku lalu megangkatnya.
"Bisa ku tebak kau sedang menangis."Katanya. Aku mengenali suara itu. itu suara Sesa.
"Jangan menangis. Datanglah padaku dan aku akan membantumu menyelesaikan semua masalahmu."
"Aku takkan pernah melakukannya."
"Oh yakin sekali. Anak manis dengarkan baik baik cepat atau lambat kau pasti akan ku dapatkan. "Katanya lalu memutus telponnya.
Aku duduk diatas tempat tidurku dan menangis disana. Aku merimangi semua musibah dan celaka yang menimpaku. Aku menangis sendiri sembari menutup wajahku.
Eric menyalakan Tv diruang latihan saat yang lain sibuk sendiri.
"Oh bukankah ini cctv dikamar ayara"Katanya dan Changmin mendengar bahwa aku menangis.
"Dia menangis "Katanya
"Tuhan.. mengapa kau biarkan aku terjebak disituasi ini, mengapa kau memanggil ibu untuk meninggalkanku, mengapa orang yang ku percaya malah memamfaatkanku untuk mendapatkan uang, mengapa kau biarkan aku melangkah sejauh ini, mengapa dunia memburuku seperti ini, mengapa kau membiarkan ayahku memanfaatkanku untuk merusak karir Younghoon, mengapa kau biarkan aku berulang kali hampir mati, mengapa tak ada cara untukku untuk membela diriku, mengapa kau biarkan aku sendiri mengahadapi ini ? aku tak ingin mereka memperdayaku, aku tak ingin mati ditangan mereka. Jadi biarlah aku mati dengan caraku sendiri. Tuhan,, jika kau ingin aku mati. Biarkan aku mengakhiri penderitaan ini "Kataku dan mereka semua mendengarkannya. Mereka semua hanya diam dan tak lama lama aku jatuh, aku terjatuh keatas tempat tidur dan tanganku jatuh tepat didepan kamera.
Tik tik tik
Tetesan tetesan darah segara mengalir dari tanganku dan menetes dilantai.
"Younghoon"Kata Hyunjae. Younghoon membalik dan melihat tanganku yang sudah dialiri darah. Younghoon segera berlari.
"Ayara... "kata Hyun jae yang tersadar. Mereka semua terkejut lalu berlari menuju kekamarku. Kesadaranku mulai hilang. Langit langit kamarku tampak samar dimataku. Tapi aku masih bisa mendengarkan seseorang berusaha mendobrak pintu. Younghoon berulang kali mendobraknya dan kemudian dibantu yang lain.
"Ayara... " katanya berteriak lalu mendapatiku. Dia memegangi tanganku yang tersayat dan Changmin segera membalutnya. Younghoon segera menggendongku dan melarikanku ke rumah sakit.
sekali lagi samar samar aku melihat malaikat itu datang, mengendongku. Aku melihat wajahnya. Aku ingin terus melihat wajahnya tapi semakin lama mataku semakin berat dan aku tak bisa menahannya lebih lama lagi.
"Younghoon, maafkan aku"
"Bu... aku ingin terus bersamamu."
"Ibu selalu bersamamu. "Katanya sambil tersenyum dan aku memeluknya. Aku tak ingin lagi melepaskannya. Aku ingin tinggal bersama ibu yang begitu sayang padaku dan aku percaya dia akan menjagaku.
"Bertahanlah" Kata Younghoon dihatinya sembari memelukku dan memegangi tanganku sedang changmin mengemudikan mobil dan membawanya dengan kencang menuju rumah sakit.
Younghoon dan yang lainnnya menunggu diluar saat dokter berusaha untuk menyelamatkan nyawaku. Dan tak lama dokter keluar.
"Apakah ada yang bergolongan darah A, pasien membutuhkannya. Dia kehilangan banyak darah"
"Aku"Kata Younghoon segera. Suster lalu membawanya masuk. Suster menyiapkan alat transfusi darah dan memulai prosesnya.
Younghoon hanya bisa memandangiku yang terbaring tak sadarkan diri tak jauh darinya. Seketika dia teringat semua kata kataku sebelum akhirnya aku memutuskan untuk bunuh diri.
"Bagaimana keadaanya? "Tanya Changmin setelah Younghoon keluar.
"Dia akan baik baik saja."Kata Younghoon lalu pergi
"Kau mau kemana? "tanya Changmin lagi.
"Ada yang harus ku urus, kau jagalah dia."Katanya lalu pergi.
Younghoon mencari ayahku dikantornya. Ayahku yang sedang baru keluar dari lift melihatnya dan dia merasa ketakutan.
"Kau ayah seperti apa?"Kata Younghoon kesal padanya. Younghoon menarik kerah bajunya dan mendorongnya kedinding hingga semua yang disana begitu terkejut.
"Maaf Younghoon. aku,,,,"
"Dia nyaris bunuh diri" Bentak Younghoon kesal.
"Dia jauh jauh kesini hanya untuk mencarimu. Tapi kenapa kau malah memanfaatkannya hanya untuk kepentingan pribadimu? "Bentak Younghoon lagi begitu kesal hingga membuat ayahku begitu ketakutan.
"Kalau bukan karna kau adalah ayahnya. Aku benar benar sudah menghajarmu"Kata Younghoon lalu mendorong ayahku hingga jatuh dilantai.
"Dan satu lagi. Jika dalam 3 jam ini kau tidak mengklarifikasi berita itu aku akan memasukkanmu kepenjara."Ancam Younghoon lalu pergi. Ayahku segera berlari dan memohon dibawah kaki Younghoon.
"Tolong, tolong jangan masukkan aku kedalam penjara. Aku mohon kasihani aku. Kasihani anak istriku."
"Kau minta dikasihani, lalu bagaimana dengan ayara apa kau tak kasihan padanya? "Kata Younghoon dingin lalu melangkah pergi. Dia tak lagi memperdulikan ayahku yang memohon agar dia tak dilaporkan. Ayahku menangis dilantai dan dilihat banyak orang. Kini perbuatan buruknya sudah diketahui banyak orang dan dia segera mengklarifikasi berita itu hingga kembali membersihkan Nama Younghoon.
Changmin menjagaku yang kini sudah dipindahkan keruangan lain. Dia begitu cemas hingga memilih untuk tetap tinggal dan menungguku hingga sadar.
"Younghoon jangan minum lagi. Itu sangat berbahaya. Kau baru mendonorkan darahmu "Saran Kevin saat mereka berada diapartemen Younghoon.
"Kalau kau benar benar menyukainya lebih baik kau terus terang pada kyu."Saran New.
"Jangan ceramahi aku."Kata Younghoon yang terbaring diatas karpet dirumahnya sambil merentangkan kedua tangannya dengan sekaleng minuman ditangan kanannya.
"Kalian bertiga bicarakan baik baik. Aku rasa lebih baik jika kalian mendengarkan pendapat Ayara. "saran Sangyeon lagi.
"Sudahlah, tak ada yang perlu dikhawatirkan. ada Kyu menjaganya disana." kata Younghoon sambil memejamkan matanya.
"kau benar benar seperti anak kecil. "Ledek New dan seketika Younghoon bangkit. Dia tampak mengeluarkan airmata dipipinya. New lalu memeluknya dan disusul yang lain.
"baru kali ini aku melihatmu menangis karna wanita. Kau benar benar payah "Kata New mengatainya.
"Hatiku terus mencemaskannya. Bagaimana bisa aku merebutnya dari kyu?"rengeknya
"kyu akan mengerti. Dia menyayangimu. Kami akan membantumu untuk bicara."kata Hyunjae lagi.