My Love Younghoon

My Love Younghoon
younghoon membelaku



hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁😁


Setelah selesai membereskan studio. Aku mengikuti Younghoon keapartementnya. Jaraknya tak terlalu jauh hanya butuh waktu 15 menit perjalanan.


"Ini kunci untukmu, jadi kau bisa kesini saat aku tak ada"Kata Younghoon seraya menyerahkan sebuah kunci sebelum kami memasuki pintu apartemennya.


Aku mengikuti langkah Younghoon. Apartementnya luas dan sangat bagus.


"Aku akan istirahat selagi kau beres beres. panggil aku jika perlu sesuatu. "Katanya lalu melangkah menuju kekamarnya. Aku lalu mulai membereskan apartemen Younghoon selagi dia sedang beristirahat dikamarnya.


Jam menunjuk pukul 7:20. Younghoon masih belum keluar dari kamarnya. Aku duduk disalah satu kursi makannya dan akan menunggunya disana. Namun setelah lama aku menunggu Younghoon tak kunjung keluar. Mataku terasa semakin berat, lalu ku sandarkan tubuhku kemeja makan dan meletakkan kepalaku diatasnya. Yah aku tertidur, mungkin karna belakangan ini aku terlalu memporsir tenagaku dan juga belum terbiasa hingga membuatku sangat lelah.


Younghoon keluar dari kamarnya dengan berpakaian rapi. Dia memperhatikan ruang tamunya untuk mencariku dan karna tak ketemu dia melangkah ke ruang makan.


Younghoon berjalan mendekatiku. Mungkin secara tak sadar aku melepaskan maskerku dan menariknya kebawah daguku. Younghoon memperhatikan sebagian wajahku disaat aku tertidur lelap.



Younghoon berfikir akan mengambil fotoku dan mengirimkannya digrup mereka untuk menjawab rasa penasaran dari teman temannya.


Hwall dan Jacob yang pertama melihat foto itu mereka berkomentar dan minta foto yang lebih jelas lagi. Sedang Changmin hanya memberi emoticon love dan smile.



"Ohh kau sudah bangun"Kata Younghoon pelan saat aku menarik tubuhku kebelakang karena merasa pegal. Aku masih menutup mataku karna rasa mengantuk yang luar biasa.



Younghoon terdiam, matanya seakan tak berkedip saat melihatku. Dan perlahan saat aku membuka mataku. Aku melihat mata Younghoon tengah memandangiku. Aku tersadar dan spontan menunduk dan mengenakan maskerku kembali.


"Maaf aku ketiduran" Kataku lalu berdiri dihadapannya.


"Hayo kuantar kau pulang"Kata Younghoon dan aku segera mengikutinya. Sepanjang jalan kami tak bicara. Setelah mengantarkanku dia pun pergi tanpa mengatakan apa apa.


"Hei onni..., "Panggil Min yori dari pintu toko.


"Kau darimana saja? aku sejak tadi menunggumu"


"Oh hari ini aku setelah membereskan studio aku harus membereskan apartemen Younghoon. Aku benar benar lelah. "


"Younghoon...? "


"Ehmm sipemilik hp itu" Kataku lalu masuk dan berjalan menuju kekamarku meninggalkan Min yori yang masih berfikir keras menafsir Younghoon yang kumaksudkan.


"Hei Younghoon kau sudah datang. Cepatlah "Kata New saat melihat kedatangan Younghoon.


Malam itu mereka akan merencakan surprise untuk ulang tahun sangyeon besok.


"Hei Younghoon kenapa kau tidak mengirimkan lagi foto Ayara? kami hanya melihat setengah."Protes Ericc


"Ehmm. Dia terbangun saat aku ingin mengambil fotonya.


"Dia,,, kenapa menyembunyikan wajahnya yang cantik. Padahal semua gadis berlomba lomba untuk tampil cantik"


"Dia sudah bilang punya alergi" Kata Jacob.


" Tapi kalau setiap saat menggunakannya juga pasti sesak?"Kata Hwall menyambung.


"Sudahlah..., jangan bahas dia lagi. Kita kesini mau buat plan untuk acara ultah sangyeon besok" Kata Hyunjae menengahi.


Mereka lalu membuat rencana kecil dan saat yang lain begitu sibuk Younghoon menangkap Changmin yang juga sibuk sendiri dengan Hpnya. Younghoon sedikit penasaran dan lalu mendekat dan merangkul Changmin. Dia melihat fotoku sedang diedit edit olehnya.



"Dia benar benar cantik yah" Kata Younghoon dan Changmin langsung tersenyum.


"Kenapa, kau suka? "Tebak Younghoon dan sekarang senyum Changmin kian lebar.



malam itu aku kembali bermimpi buruk dan terbangun saat malam hari. Aku duduk dan bersandar didinding kamarku. Aku merasa tak bisa tidur lalu aku membuka hp pemberian Changmin. Aku membuka akun igku disana dan menuliskan sesuatu sebagai status terbaru.


Aku menguploadnya dan kemudian aku berniat untuk menambahkan foto profilku di Wa. Aku mengupload foto lama saat aku masih di Indonesia. Changmin yang baru pulang dengan iseng membuka kontack Waku dan dia melihat bahwa sudah ada foto profil. Changmin begitu penasaran dan membuka fotonya.



Hanya sebuah foto candid saat aku sedang tertunduk memandangi pasir dipinggir pantai.


"belum tidur ?" Kata Changmin. Aku segera membacanya.


"Belum.. "Balasku singkat.


"Tidurlah, kau tampak kelelahan" Sarannya dan aku membalasnya dengan emoticon tersenyum dan lalu kembali tidur.


keeseokan harinya Kevin dan Changmin mendatangi sebuah toko roti dan memesankan sebuah kue ulangtahun untuk Sangyeon. Saat melihat lihat cake. Changmin berniat membelikannya juga untukku.


Sore itu disalah satu perusahaan seorang lelaki tengah mendapat teguran keras dari atasannya karna hasil produk mereka yang baru tak memberi hasil yang baik. Yang ada perusahaan mengalami kerugian.


"Saya tidak mau tahu. Bulan depan harus udah meningkat "Kata ceo perusahaan itu lalu meninggalkan ruang meeting.


"Park bu yon,,, cobalah untuk menganti strategi lain. Produk yang kita keluarkan sudah terlanjur diproduksi. Jika didiamkan akan menambah tingkat kerugian. "Saran Lee tah yong pada rekan kerjanya itu.


"Akan coba ku fikirkan"


Keesokan harinya saat aku sedang sibuk membereskan toko ajumma Min keluar dari dalam rumah. Wajahnya tampak pucat. Aku bergegas mendekatinya.


"Ajumma, apa kau baik baik saja? wajahmu sangat pucat" Kataku khawatir


"Aku baik baik saja"


"Tapi kau tampak sangat pucat. Duduklah dulu" Kataku seraya menuntun ajuma ke kursi.


"Hari ini biar aku saja yang mengurus toko. ajumma istirahat saja"


"Ayara... seharusnya kamu yang istirahat. setiap hari kau selalu bangun pagi pagi sekali dan tanganmu tak mau berhenti hingga malam hari. Kau mengurus toko dan juga studio. "


"Ah tak apa. Aku sudah mulai terbiasa"


"Kau sangat pekerja keras"


"Ajumma sangat baik, Min yori juga. Aku akan berusaha membalas kebaikan kalian. Sekarang kembalilah kekamar dan istirahat. ok" Saranku.


Park bu yon berencana untuk merekrut gadis gadis cantik berpenampilan menarik untuk mempromosikan bodylotion yang mereka produksi. Min yori juga menuliskan surat lamaran dan aku akan menemaninya untuk mengantarkannya kesebuah mall yang ternyata ada Younghoon disana sedang berbelanja.


"Hei baca ini. Atau kau tidak bisa membaca. Kami hanya membutuhkan karyawan yang cantik dan berpenampilan menarik. Lihat dirimu apa kau pantas masuk kriteria itu" Kata manager yang menjaga disana sambil menghina Min yori. Aku melihat min yori begitu sedih. Aku merasa kesal lalu mendekati manager muda itu.


"Anda benar benar keterlaluan. Kalau pun tak mau menerimanya tidak perlu harus menghinanya seperti itu" Kataku


"Pergilah,, aku tak punya waktu meladeni orang seperti kalian." Kata manager itu sambil mendorongku hingga aku melangkah mundur dan menabrak seseorang dan kemudian aku terjatuh.


"Kau tak apa apa? "katanya seraya mendekatiku. dan aku tak memperhatikan kalau itu adalah Younghoon.


"Kau kenapa mendorong kakakku? kasar sekali." Min yori membelaku dan membentak manager itu.


"Hei ajari adik mu sopan santun" Kata manager itu padaku.


"Hei kenapa kau sangat kasar terhadap wanita?" Kata Younghoon ikut membela.


"Kedua wanita ini hanya ingin membuat onar saja. Aku sudah bilang kalau hanya perempuan cantik yang diterima disini"


"Apa kalian hanya memandang fisik seseorang? "Kataku kemudian.



Younghoon menatapku dan dia seolah mengenali suaraku. Aku lalu berdiri dan meraih tangan Min yori.


"Kalau kalian hanya memandang kecantikan seseorang. Ku rasa kau pun sangat tak pantas berada disini. "


"Apa katamu?"


"Berkacalah sebelum kau menghina seseorang. Kau belum tentu lebih baik dari padanya "Kataku. Manager itu sangat kesal dan berniat menamparku tapi tangan Younghoon dengan segera menahannya.



"Jika berani memukulnya. Aku akan melaporkanmu"Ancam Younghoon. Manager muda itu tampak menahan kekesalannya. Dia lalu menarik tangannya dan pergi.