My Love Younghoon

My Love Younghoon
api cemburu



hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁😁


Aku mengenakan pakaian yang dibawakan New. Younghoon bilang dia ingin mengajakku kesuatu tempat tapi tidak memberi tahu untuk apa. Aku hanya diam mengikutinya.


"Aku dalam perjalanan tunggulah disana"Kata Younghoon sambil memparkirkan mobilnya.


Kami keluar dan menuju salah satu taman kecil didepan sebuah perusahaan. Seorang lelaki berpakaian jas rapi tampak sedang berdiri dibawah pohon. Dia memperhatikan HP ditangannya sehingga aku tak bisa melihatnya dengan jelas.


"Pergilah temui dia"Kata Younghoon padaku. Aku menatapnya bingung.


"Park bu yon, dia ayahmukan? "Katanya. hatiku begitu terkejut. Aku tak percaya. Aku melangkah pelan mendekati lelaki itu. Dia belum menyadari kedatanganku. aku memperhatikannya. Sekali dia mengangkat wajahnya dan melirikku. Mataku tak kuasa menahan air mataku.


"Ayah... "Kataku dan membuatnya bingung. Dia berjalan mendekatiku yang sudah menangis.


"Ayah... ini aku,, Ayara... "Kataku padanya. Dia tampak terkejut. Aku tak sabar, aku segera berlari dan memeluknya. Menangis keras dipelukannya sedang Younghoon hanya melihat dari jauh.


"Ayara... "kata Park bu yon masih tak percaya. dia melepas pelukanku dan memandangku.


"Iyah ayah. Ini aku Ayara anak ayah. Ayah meninggalkan aku dan ibu waktu aku masih kecil. Aku kesini untuk mencari ayah"


"Bagaimana bisa kau bisa sampai kesini ?"


"Stunami dikampung halaman. Ibu meninggal. Tak ada yang tersisa. Semuanya hancur. Seseorang membawaku kesini. Ku fikir aku bisa menemukan ayah jika aku kesini. Aku sangat senang bertemu denganmu. Aku sangat merindukanmu ayah. "Kataku menangis lalu kembali memeluknya.


Ayahku masih diam dan dia memandang kearah Younghoon yang kemudian berjalan mendekati kami.


"Ini Younghoon, dia yang membantuku menemukan ayah. "Kataku memperkenalkan. Park bu yon begitu mengenali Younghoon dia segera menjabat tangannya dengan sangat bahagia.


"Terimakasih, sudah membantu putriku. Aku sangat senang bertemu dengannya."Katanya dan Younghoon tersenyum.


"Dia sendiri disni. Tinggal distudio kami. Aku hanya menemukan paman tak sengaja. Jadi ku fikir akan mempertemukan kalian."


"Ehmm, aku sangat terkesan. Kau sangat dermawan. Sungguh sangat trimakasih."Kata ayahku.


Younghoon kembali kelokasi syutung. Saat melihatnya datang Rose dengan segera meghampirinya.


"Kau datang"


"Ehm... "


"Aku.... "


"Perbuatanmu kemarin sangat keterlaluan. Kau tahu Ayara sangat trauma pada kolam. Kau nyaris membuatnya mati tenggelam disana"


"0oh..., kenapa kau begitu marah padaku. Wajar kalau aku marah. Aku sangat cemburu melihatmu dekat dengannya. "


"Cemburu juga ada aturannya. Apa dengan membunuhnya kau merasa sangat senang dan puas ?"


"Younghoon"Bentak Rose tak terima.


""Sebenarnya kau anggap aku ini apa? aku ini pacarmu, seharusnya kau lebih memihakku dari pada pembantumu itu. Kau sangat keterlaluan. Benar benar membuatku kesal."Kata Rose tak terima lalu meninggalkan Younghoon.


"Maaf oppa, aku selalu merepotkanmu."Kataku setelah memintanya menghubungi bosku karna aku tak bisa masuk kerja.


"Tidak apa apa"


"Trimakasih"Kataku lagi dan dia tersenyum.



"Kau sedang ada kesibukan apa? "


"Tidak ada"


"Kenapa? "


"Kebetulan aku juga tak ada kegiatan. Bagaimana kalau kita pergi berkencan, bukankah waktunya sangat tepat?"


"Ehmm, aku akan hubungi Younghoon dulu. tadi aku hanya bilang akan pergi sebentar."


"Tidak usah, aku akan mengurusnya nanti."


"Tapi... "


"setiap kali Younghoon tahu kita mau pergi. Seperti selalu ada halangan. Jadi tidak usah mengabarinya."Kata Changmin dan aku pun lalu menyimpan kembali Hpku.


Kami pergi meninggalkan studio dan Kevin sempat melihat kami pergi saat dia akan keluar bersama Hyunjae dan Sun woo.


"Akhirnya mereka bisa berduaan."Kata Kevin


"Semalam aku sempat takut melihat expresi kyu. Ku fikir dia sedang cemburu. "


"Bagaimana tidak cemburu, kyu yang pertama menyukai Ayara. Lagi pula bukannya Younghoon dan Rose sudah berpacaran? "Sambung Sun woo lagi.


Changmin mengajakku berkencan, kami berjalan menyusuri taman bermain dan dia selalu menggandeng tanganku erat, sedang hatiku sedang ada pada Younghoon. Dia belakangan ini sangat baik padaku. Bukan hanya beberapa x menyelamatkanku tapi juga membantuku menemukan ayahku.


"Ayara mau ice cream?"tanya Changmin



"Yah.. tentu "Jawabku segera. Kami berjalan mendekati sebuah stan penjual ice cream. Aku memandangi Changmin. Dia sedang memesan dua ice cream. Wajahnya tampak begitu ramah dan sikapnya sangat lembut. Dia juga banyak menolongku. Dan kedekatan ini apakah berarti dihatinya. Bagaimana aku terjebak dalam dua perasaan sekaligus.


Hari sudah magrib. Younghoon kembali keapartementnya dan apartementnya masih seperti tadi saat kami tinggalkan. Masih ada cup minuman diatas meja dan itu berarti aku belum kesana. Younghoon menelfon dan menunggu beberapa saat hingga telfon itu diangkat.


"Younghoon" Changmin mengangkat telponku saat aku baru saja ingin mengangkatnya.


"Kenapa kau yang angkat ?"


"Oh.. aku bersama Ayara. Kami sedang berkencan. Maaf baru mengabarimu sekarang. Ku fikir kau sedang sibuk syuting. Mungkin Ayara takkan datang karna kami akan makan malam. Aku ingin mengajaknya ke restoran xxx."


"Ehmm. Aku mengerti"Kata Younghoon lalu memutuskan telponnya.


"sudah beres"kata Changmin sambil mengembalikan hpku. Aku tersenyum walau sebenarnya aku memikirkan Younghoon.


"Hayo kita makan malam. Aku sangat lapar "kata Changmin sambil mengajakku pergi meninggalkan tempat itu.



Younghoon menyandarkan dirinya disandaran tempat tidurnya. Dia baru saja selesai mandi, dia sedang berfikir apa yang sedang kulakukan dengan Changmin. Younghoon teringat saat terakhir aku berduaan dengan Changmin. Changmin menciumku. Hal itu sangat membuatnya terganggu tapi dia tak punya alasan untuk menghubungiku. Kemudian Younghoon berfikir untuk datang ke restoran xxx.


Younghoon keluar dari apartementnya dan bergegas menuju restoran xxxx, aku dan Changmin sudah ada disana lebih dulu. Setibanya disana Younghoon melirik kekanan dan kekiri. Dia memperhatikan restoran yang waktu itu agak ramai. Dia mengenakan topi hitamnya dan jaket agar kedatangannya tak terlalu mencolok. Changmin melihatnya pertama. Dia tersenyum kecil .


"Ayara... "panggil Changmin dan Younghoon mendengarnya. Dia berdiri tak terlalu jauh dari meja kami. Younghoon bergegas untuk duduk dimeja Dibelakang kami sebelah kanan. Jaraknya sekitar tiga meja. Changmin bisa melihatnya dengan jelas dan memperhatikannya. Tak lama seorang waiters datang kearah Younghoon dan menawarkan menu special dihari itu. Younghoon memesan seporsi xxxx, namun sesekali matanya mengarah kepada kami. Dia melihat Changmin masih menggenggam tanganku yang ada diatas meja, menatapku sambil tersenyum.


"Oppa,, jangan begini. Aku merasa tak enak."Kataku sambil berniat menarik tanganku tapi Changmin segera menahannya.


"Kenapa? "


"Aku tak mau orang akan berpendapat yang lain lain. Oppa seorang bintang seharusnya aku tak pantas berada ditempat ini denganmu."


"Lalu siapa yang kau harapkan ada disini denganmu?"Tanya Changmin dan aku terdiam tertunduk. Tangan Changmin meraih wajahku. "Lihat aku"Katanya sambil mendekatkan dirinya padaku. "Kau adalah malaikat dimataku. Jadi bagaimana kau merasa tak begitu pantas duduk disini denganku."Katanya. Aku terdiam, aku merasa begitu tersanjung. Apakah aku seberharga itu dimata Changmin. Changmin datang dan mencium keningku didepan mata Younghoon.



Younghoon merasa begitu kesal. Dia lalu meninggalkan sejumlah uang dimeja lalu pergi membawa rasa kesalnya dan dia tak tahu kalau Changmin memperhatikannya juga.