
hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari
happy reader
happy ngelahu 😁😁
"Maaf, aku merepotkan oppa"Kataku pada Changmin yang pagi itu mengantarkanku pergi bekerja.
"Tenang saja. Lagi pula akhir akhir ini kita jarang bertemu."
"Ku dengar kalian akan segera merilis sigle baru"
"Hmm. Kondisi Younghoon sudah membaik. Manager sudah menjadwalkannya dalam minggu ini."
"Baguslah. Kalian sudah berlatih keras. Aku percaya pasti akan menghasilkan yang terbaik. "
"Ehmm.. tampaknya kedepan juga akan sangat sibuk."
"Ehm... "
"Lalu bagaimana dengan kencan kita? ku harap kau akan menyisihkan waktumu dalam waktu dekat sebelum akhirnya aku jadi begitu sibuk."
"akan ku fikirkan." Kataku dan tak kama mobil berhenti dan kami sudah sampai.
"Baikkah kalau begitu Aku kerja dulu. sekali lagi trimakasih oppa."Kataku lalu turun dari mobil Changmin.
Pagi itu Younghoon keluar dan menuju kantor Park bu yon. Dia ingin mencari tahu profil Park bu yon secara langsung. Dia mengikuti Park bu yon hari itu.
Park bu yon sudah memiliki keluarga. Dia memiliki anak perempuan dan laki laki yang lebih muda dariku. Dia menikahi putri orang kaya dan kemudian bangkrut. Dan sekarang dia bekerja sebagai marketing disalah satu perusahaan produk perawatan. Saat melihat Park bu yon dari dekat Younghoon sangat yakin kalau dia adalah ayah yang ku cari.
"Hallo... "kata Younghoon saat rose menelponnya siang itu.
"Apa aku menggangumu? "
"Oh tidak. ada apa? "
"Aku hanya berfikir untuk menelfonmu untuk memastikan keadaanmu."
"Aku sudah sangat baik. "
"Baguslah aku senang mendengarnya. Oh yah bagaimana kalau kita keluar untuk minum kopi ? "
"Maaf sepertinya aku tak bisa. Aku dan anak anak akan kehotel xxxx ada sesi pemotretan disana"
"Baikkah kalau begitu aku akan datang kesana saja. "
Aku mengirim pesan pada Changmin. Aku akan pergi kencan dengannya sore ini setelah acara pemotreran selesai. Changmin bilang dia akan segera sibuk dan aku jaga akan mengikuti ship lembur mulai senin.
Sepulang bekerja aku langsung menuju hotel xxx , aku akan bertemu dengan Changmin disana.
Changmin melambaikan tangannya padaku saat dia melihatku tak jauh dari lokasi pemotretan. Aku tersenyum padanya namun kemudian aku melihat Rose datang dan mendekatiku.
"Ikut aku. Aku ingin bicara denganmu."Katanya lalu berjalan lebih dulu. Aku dengan niat baik mengikuti Rose yang berjalan agak jauh. Changmin sempat melihat kami saat dia berkemas sedang member yang lain sedang merayunya karna kami akan pergi berkencan.
Aku menghentikan langkahku saat aku melihat kolam renang yang begitu luas dihadapanku dan Rose berjalan kesana.
"Kenapa kau berdiri disana, bagaimana bisa kau mendengarkanku?"Katanya setelah menyadari aku tak ada didekatnya dan dia berbalik untuk melihatku.
"Memangnya apa yang ingin kau katakan ?"
"Mendekatkah dan akan kukatakan. Aku tak ingin menghabiskan tenagaku dengan berbicara cukup keras untukmu."Katanya dengan agak kesal. Aku lalu melangkah lebih dekat lagi mendekati Rose. Rose tersenyum padaku dan seketika mendorongku masuk kedalam air.
"Itu peringatan untukmu "Katanya lalu meninggalkan aku yang nyaris tenggelam didalam kolam. Saat itu sangat sepi sehingga tak ada yang melihatku disana.
Changmin dan yang lain berjalan menuju lobi dan Dia melihat Rose keluar sendiri.
"Dimana Ayara? "Tanyanya setelah mereka berpapasan.
"Aku memberinya sedikit pelajaran agar tak selalu dekat dengan Younghoon"
"Maksudmu apa? "
"Aku mendorongnya kekolam agar dia sadar."Kata Rose begitu senang. Younghoon segera berlari kencang. Dia melupakan kakinya yang masih sakit.
"Apa kau sudah gila? Ayara akan mati tenggelam "Kata Changmin lalu segera menyusul Younghoon.
Anggota yang lain juga segera berlari menuju kearah kolam untuk menyusul hingga membuat Rose begitu kesal.
"Ayara.. tunggu aku. Aku akan datang untuk menolongmu. Bertahanlah.. tunggu aku" teriak Younghoon dalam hatinya seraya berlari kencang tanpa mempedulikan kakinya yang baru sembuh. Langkah Changmin berhenti. Dia melihat Younghoon berlari sangat jauh didepannya.
Younghoon melihatku sudah tenggelam. Dia segera melompat kedalam air dan membawaku keluar dari sana. Aku sudah pingsan karna terlalu banyak menelan air. Younghoon membaringkanku dan mencoba memberi pertolongan kepadaku. Changmin sudah sangat dekat dan dia hanya diam saat melihat kepanikan Younghoon.
Aku tersadar namun fisikku terasa begitu lemah. Younghoon menarikku untuk bangun dan dia memelukku.
"Tenanglah.. aku disini.., kau akan baik baik saja"Katanya sambil mengusap punggungku. dia lalu mengambil jaketnya dan membalutkannya padaku dan kemudian menggendongku dan membawaku sambil menahan rasa sakit dikakinya.
Changmin hanya diam melihat Younghoon lewat seraya membawaku meninggalkan tempat itu.
Diperjalanan Younghooon menelfon seorang dokter dan meminta dokter tersebut untuk turut serta membawa perawat wanita keapartemennya.
Setelah tiba diapartement, Younghoon meminta perawat itu untuk menggantikan pakaianku dengan kemeja hitamnya. Dan kemudian dokter datang untuk memeriksaku.
"Dia akan segera membaik. Aku sudah menyuntikkan obat untuknya"Jelas dokter. Younghoon lalu mengantar dokter dan perawat tersebut hingga ke pintu dan kemudian dia datang kembali kesalah satu kamar didekat kamarnya. Aku masih tertidur disana. Younghoon datang dan meraih tanganku.
"Aku adalah malaikatmu. Aku akan menjagamu"Kata Younghoon dalam hatinya
Changmin duduk sendiri dibalkon kamarnya. memandangi keramaian lampu dijalan. Sekali lagi dia terbayang saat melihat Younghoon berlari dengan kencang dan membawaku pergi dari sana. Changmin merasa begitu yakin dengan apa yang difikirkannya.
Keesokan harinya aku terbangun. Aku memeluk sebuah boneka. Yah itu adalah boneka kesayangan Younghoon. Aku lalu bangkit dan mencoba mengingat apa yang terjadi. Namun belum lama aku berfikir aku menyadari bahwa aku hanya memakai kemeja. Aku memeriksa diriku dibalik selimut tebal itu.
"Apa yang terjadi ? "Fikirku ketakutan dan seketika Younghoon muncul dari balik pintu.
"Jangan mendekat."Kataku panik
"Kenapa? "
"Harusnya aku yang tanya. Kenapa aku bisa ada disni, kenapa aku aku memakai bajumu. ?"Tanyaku panik
"Jangan berfikir aneh. Kau pingsan dan aku meminta perawat untuk mengganti pakaianmu. Aku tak mungkin membiarkanmu tidur dalam keadaan basah kuyub."
"Oh... "Aku merasa sedikit lega mendengarnya.
"Aku sudah minta New untuk memesankan pakaian untukmu. Dia akan segera datang. "
"Ehmm.. "Kataku sedikit malu.
"Aku sudah buatkan sarapan. Makanlah dulu "Katanya menyarankan lalu keluar.
Aku lalu perlahan memberanikan diriku untuk turun aku memperhatikan kemeja Younghoon yang besar dan nyaris menutupi lututku.
Dengan sangat pelan aku keluar dan menghampiri Younghoon yang sudah lebih dulu ada disana.
"Duduklah.. "Katanya dan aku segera duduk disampingnya. Younghoon masih berdiri dan mengoleskan selai diatas sebuah roti.
"Makankah dulu "Katanya
Kami sarapan bersama. Dan selagi sarapan aku teringat bahwa Younghoonlah yang membawaku keluar dari dalam kolam.
"Trimakasih sudah menolongku lagi."Kataku pelan .
"Apa kau ada masalah dengan Rose? "
"Ku rasa dia marah padaku karna cemburu."
"Cemburu juga ada batasnya. "
"Kalau dia tahu aku tak bisa berenang dia takkan melakukannya"
"Kau nyaris mati karna perbuatannya dan kau masih membelanya "Kata Younghoon protes dan aku tak berani lagi untuk memperpanjangnya.
Saat kami telah selesai makan Younghoon berniat memakaikan lagi salapnya. tapi tiba tiba bel berbunyi dan Younghoon pergi untuk membukakan pintunya.
"hei Younghoon"Kata Kevin
"Masuklan... "Ajak Younghoon. Younghoon segera duduk dikursi. Aku yang kaget melihat Kevin lalu menyembunyikan diri dibalik sandaran sofa didekat Younghoon.
"Hei Ayara. bagaimana keadaanmu? "Tanyanya seraya mendekat dan aku segera bergeser kedekat Younghoon lagi.
"aku baik baik saja".
"Kau kenapa, hei kenapa kau memakai kemeja Younghoon? "Tanyanya penasaran sambil mendekat. Aku juga segera bergeser lebih dekat kearah Younghoon. Younghoon yang paham lalu berdiri dan menjagaku dibelakangnya.
"Jaga sikapmu "Katanya.
"Kenapa, apa kalian melakukan sesuatu semalam ?"
"Jangan gila. Kau tahu semalam dia tenggelam. Aku hanya meminjamkan bajuku. Sebentar lagi New akan datang membawakan pakaian baru untuknya ."
"oh... "
"Kau, ayo masuk kekamar"Katanya melirikku. lalu sambil melangkah mundur kami bergerak menuju kamar.
"Tunggulah sampai New datang membawakan pakaian untukmu"Katanya