My Love Younghoon

My Love Younghoon
rencana rose



hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁😁


Younghoon kembali keapartemennya. Dia sangat kesal sampai dia melempar topinya sembarang hingga mengenai vase bunga dan kemudian pecah.



Dia duduk bersandar dibawah tempat tidurnya. Hatinya tak kunjung tenang. Sedang setelah selesai makan, Changmin langsung mengantarkanku untuk pulang. Waktu itu masih jam 8, aku berfikir masih sempat kerumah Younghoon.


Aku bergegas masuk kedalam rumah setelah pintu terbuka. Aku begitu terkejut saat melihat vase bunga pecah dilantai.


"Oh yah Tuhan. Apa yang terjadi ?" Kataku seraya mengutip pecahan kaca itu. Younghoon berjalan pelan keluar dari kamarnya.


"Bagaimana vase ini bisa pecah? "Tanyaku, tapi kemudian aku sadar tatapan Younghoon sangat berbeda. Aku datang dan menghampirinya.



"Kau baik baik saja? "


"Pergilah, aku sedang tak ingin melihatmu."


"Kenapa, apa kau ada masalah .? " Tanyaku seraya ingin meraih tangannya.


"Aku bilang pergi." Younghoon membentakku dengan keras sambil menepis tanganku. Aku terdiam.


"Pergilah... "Katanya.


"Younghoon...." Panggilku dengan mata berkaca kaca. Baru sekali itu aku mendengar dia berteriak marah. Apakah aku telah melakukan kesalahan sehingga membuatnya begitu marah.


"Aku sedang tak ingin melihatmu. "Katanya begitu dingin lalu meninggalkanku dan kembali kekamarnya. Tak terasa aku menangis dengan sejumlah tanda tanya dihatiku. Sikapnya mendadak berubah. Younghoon yang selama ini kukenal begitu baik lalu mengapa tanpa sebab dia begitu membenciku.


Aku memungut setiap pecahan kaca dilantai, aku membiarkan air mataku terjatuh. Apakah seperti ini rasanya saat dia akan membenciku, Apakah aku begitu hina? aku berdiri dan menatap kearah pintu kamar Younghoon yang sudah tertutup rapat.



"Pagi Younghoon"Sapa Kevin saat Younghoon datang kestudio. Dia merangkul bahu Younghoon tapi Younghoon menepisnya dan lalu pergi.


"Anak ini kenapa? "Kata Kevin bingung. the Boys mendengarkan arahan dari sang manajer dan koordinator. Semua personil tampak sangat bersemangat tapi Younghoon dia hanya diam dengan wajahnya yang masih kesal.


"Hei Younghoon kenapa diam saja? katakan sesuatu" Kata sang manager.


"Tak ada yang harus ku katakann. Bukankah kalian mengurusnya dengan baik"


"Hei kau kenapa, apa sedang pms ?" Tanya Sun woo mengomel.


"Ehm, tadi pagi kau juga mengabaikanku. tidak seperti biasanya"Sambung Kevin.


"Apa kau putus dari Rose?"Tebak Hyunjae mengodainya. Tapi Younghoon segera berdiri dan meninggalkan ruangan itu.


"Aku mau cari minum."Katanya menghindar. Changmin bisa dengan jelas membaca sikapnya itu.


Latihan terakhir pun mereka mulai tapi Younghoon hanya melakukannya dengan asal. Changmin merasa kesal karna mereka sedang merekamnya sebagai dokumentasi. Changmin diam ditengah jalan dan memandang Younghoon kesal..


"Hei Younghoon"Katanya sambil menatap Younghoon. Younghoon meliriknya dengan tatapan kesalnya.


"Apa kau tak bisa serius sedikit ? lusa sudah harus launching dan kau masih bermain main"


"Kakiku masih sakit."


" Jangan membuat alasan."



"Lalu kau mau apa? "Tanya Younghoon balik menantangnya.



Hyunjae segera menengahi keduanya saat dia menyadari kalau ada hal yang memanas antara Younghoon dan Changmin.


"Hei sudahlah. kyu, Younghoon benar kakinya baru sembuh. Takutnya kalau dipaksakan akan memburuk. Kita akan segera launching. Kedepannya akan sangat sibuk. Jadi harus tetap jaga kesehatankan"


"Kalian lanjutkan saja. Aku ingin keluar"Kata Changmin berniat meninggalkan tempat itu.


"kyu.., kenapa kau ingin pergi? ini tidak seperti kalian yang biasanya. Hayolah jika ada masalah diantara kalian dibicarakan dengan baik. Menghindarinya takkan menyelesaikannya." Kata Eric yang menghadang Changmin.


Younghoon merasa begitu kesal. Dia menarik Changmin kehadapannya lalu memukulnya hingga terjatuh.


"Hei Younghoon apa yang kau lakukan !"Kata Sangyeon sambil berlari menengahi mereka. Younghoon yang kesal lalu pergi dan New mengejarnya.


"Kalian ini kenapa? kenapa tiba tiba ada masalah. Kita ini team" Kata Jacob mengomel.


Younghoon kembali keapartementnya. Saat dia membuka pintu dan masuk dia melihat sebuah vase baru dan bunga baru sudah kembali menghiasi meja dibawahnya. Younghoon teringat semalam dia memecahkannya. Younghoon berjalan dan mendekatiya. Ada sebuah note dibawah vase itu.


"Aku tidak tahu apa salahku. Juga tak tahu bagaimana baiknya menghadapimu. Tapi aku berharap apapun itu semoga semuanya akan segera membaik. Aku tak ingin membuatmu marah dan benci padaku. Tapi jika dengan membenciku membuat amarahmu lepas, maka bencilah aku."



Younghoon mengangkat wajahnya dan menutup matanya. Dia menyadari perbuatannya sudah keterlaluan.


"Hei Ayara, ku dengar kau ambil jam lembur mulai lusa, apa itu benar? "Tanya susan saat kami akan istirahat.


"Ehmm. Aku perlu uang, ku rasa itu akan sangat membantu."


"Lalu apa kau juga akan berhenti untuk ship pagi? "


"Tidak, aku akan melakukannnya sekaligus. Aku masih punya waktu sekitar 3 jam untuk istirahat. Itu sudah cukup "


"Jangan begitu, kau masih sangat muda. Tak baik jika kerja lembur. "


"Tidak apa apa. aku juga tak punya kesibukan lain. Aku sangat memerlukan uang itu. Jadi aku harus berusaha."


"Baiklah, terserahmu saja."


"Ada perlu apa kau mencariku ?"Tanya Sesa setelah Rose masuk kedalam mobilnya.


"Aku melihatmu bertemu dengan seorang gadis baru baru ini di xxx"


"Ayara.. "Tebak Sesa


"Apakah dia salah satu aset barumu?"


"Kenapa tiba tiba kau tertarik dengannya? "


"Aku hanya ingin tahu latar belakangnya."


"Tawaran apa yang kau punya? "Tanya Sesa sedikit tersenyum dan Rose lalu menyerahkan sebuah cek padanya. Sesa tersenyum dan segera mengambilnya.


"Adikku yang menemukannya. Dia dari indonesia. Dia dan keluarganya terkena musibah tsunami. Dia mau kesini karna berfikir akan mencari ayahnya."


"Ayahnya? "


"Ehmm, ayahnya penduduk asli korea. Setelah bercerai dengan ibunya dia pindah kekorea. Tapi sepertinya dia belum menemukannya."


"Lalu ?"


"Aku membawanya kesini. Jung membelinya dengan harga tinggi. Namun belum sempat membawanya, Ayara kabur. Karna ulahnya itu aku harus mengalami kerugian. Jung meminta uangnya kembali. Tapi aku hanya bisa mengembalikan setengah. Sebagai seorang pebisnis aku tak ingin rugi. Jadi aku sudah katakan padanya jika dia mau lepas dia harus mambayar semua kerugianku dulu. Atau dia bisa berkencan dengan Jung. "


"Lalu bagaimana bisa dia dekat dengan Younghoon? "


"Jung bilang dia bekerja sebagai pembantu dirumahnya Younghoon. Kenapa apa dia membuat masalah denganmu? "


"Ehm... ku rasa aku harus memberinya sedikit pelajaran "Kata Rose lalu pergi.


Sore itu sepulangnya dari Kantor aku bergegas menuju studio. Dan Rose juga datang kesana. Dia berpapasan dengan Hyunjae diluar saat dia akan pulang.


"Eh Rose... "


"Oppa... "


"Apa kau mencari Younghoon. Dia sudah pulang lebih dulu ."


"Ah bukan. Aku kesini untuk mencari Ayara"


"Ayara.. "


"Yah.. aku punya sedikit urusan dengannya. Apa dia ada? "


"Ehmm, dia baru datang. Ada distudio"Kata Hyunjae.


Rose melangkah dengan sombongnya kedalam studio. Dia langsung mencariku dan akhirnya menemukanku di dalam sedang mengepel lantai.