My Love Younghoon

My Love Younghoon
mimpi buruk



hello reader,, sesudah baca critaku jangan lupa buat like dan coment yah. Biar aku makin semangat nulis setiap hari


happy reader


happy ngelahu 😁😁


Pagi itu sebelum syuting Rose mengunjungi Younghoon dirumah sakit. Dia datang sendiri sambil membawakan sebuket bunga.


"Aku sangat menghawatirkanmu."Kata Rose dengan wajah cemasnya.


"Tenanglah, siang ini aku sudah bisa pulang. Aku akan melanjutkan istirahat dirumah. "


"Apa paman dan bibi tidak datang? "


"Aku yang melarang mereka. Lagi pula ayah sangat sibuk. Mereka akan menjengukku dirumah besok."


"Lalu siapa yang akan merawatmu dirumah? "Tanya Rose dan seketika Younghoon diam dan berfikir.


"Hallo... " Kata Yuonghoon setelah Changmin mengangkat telponnya.


"Ada apa? "


"Siang ini aku sudah pulang. Aku perlu bantuanmu."


"Soal apa? "


"Tolong hubungi bos Ayara. Katakan dia tak bisa masuk selama 3 hari kedepan."


"Kenapa begiu? "


"Aku akan pulang siang ini. Dan dia akan mengurusku. Kau tahu aku tinggal sendiri."


"Ohh aku mengerti. Tenanglah akan ku urus." Kata Changmin mengerti.



Changmin mendadak menjemputku siang itu hingga teman kerjaku mulai bercakap cakap. Mereka merasa seolah aku anak emas yang bisa bolos bekerja sedangkan aku baru masuk kerja. Changmin mengantarkanku kerumah Younghoon dan dia berpamitan untuk langsung pergi.


"Kenapa wajahmu mutung begitu ?" Tanya Younghoon yang sedang main game sendiri dirumahnya.



"Kenapa aku harus bolos bekerja? kau tahu aku perlu bekerja agar bisa bertahan hidup. Kenapa malah harus membolos selama 3 hari. Kau tak tahu teman kerjaku mengataiku. Aku baru masuk dan sudah seperti anak emas yang bisa kerja atau tidak sesuka hati. " Protesku


"Hei.. jangan banyak protes. Kau fikir aku suka sakit begini ?"


"Kau bisa minta perawat untuk merawatmu disini."


"Jangan lupakan surat kontrakmu. " Kata Younghoon mengingatkan. Aku merasa kesal dan menggigit bibir bawahku.


"Sudah cepat siapkan makan siangku. Aku sudah lapar " Katanya. Aku lalu bergegas kedapur dan menyiapkan makanan untuknya.


"Ini makananmu, makanlah." Kataku masih agak kesal sambil membawakan meja kecil kehadapannya yang masih asyik main game.


"Tolong suapi aku. Gameku sedang war. "Katanya tanpa menatapku. Ingin sekali aku memukulnya. Aku sedikit mengangkat tanganku dan dia segera melirikku.



"Hei seorang pasien barus diperlakukan dengan baik." Katanya dan aku lalu duduk disampingnya dan mulai menyuapinya.


"Kau seperti anak kecil. " Ejekku


"Anak bungsu memang selalu manjakan ?"


"Tapi kau inikan sudah besar. Kau tahu melihatmu berlagak sok manja dan romantis terhadap member yang lain sangat membuatku geli. Kau seperti gay."


"Apa katamu?" Kata Younghoon tak terima.


"Iyah gay, setiap saat kalian selalu berpelukan, selalu menempel, kau fikir kau perempuan yang ingin selalu bermanja manja pada oppa? "


"Kau cemburu? "


"Kenapa aku harus cemburu? hubunganku dengan Oppa berbeda, bukan seperti kalian. Kalau aku yang ber ci.... " Aku menghentikan kalimatku saat aku akan mengatakan satu hal yang baru kualamai semalam. Aku tertunduk.



"Kalian ciuman? "Tanya Younghoon


"He.... , aku tidak bilang begitu"


"Lalu kenapa wajahmu memerah? jelas jelas kau berkata ci. Ci apa lagi kalau bukan ciuman." Tebaknya. Aku tertunduk sangat malu. "Dia benar benar menciummu? " Tanya sekali lagi dan aku mengangguk pelan.


" Dia tiba tiba mendekat dan menciumku. Aku sangat grogi karna dia begitu dekat. Tapi itu hanya sebentar. Hanya sebentar saja " Terangku. Younghoon diam. Aku lalu menyendok buburnya kembali dan ingin menyuapinya.


"Aku sudah kenyang." Katanya menolak tanganku.


"Kau baru makan sedikit."



Setelah makan siang itu aku dan Younghoon tak bicara lagi. Aku hanya duduk dikursi dibelakangnya. Dia diam tak mengacuhkanku dan fokus dengan gamenya. Akhirnya aku mengantuk dan lalu kubaringkan diriku disana. Aku tertidur, sudah lama sekali aku tidak merasakan enaknya tidur siang.


Tak lama suara hp Younghoon berbunyi. Yah, dia meletakkannya di atas meja. Younghoon melirikku dan dia melihatku tertidur. Younghoon bangkit berdiri dan mencoba mendekati meja menggunakan tongkatnya. Dia meraih hpnya dan lalu mensilentkan nadanya.



Younghoon duduk didepanku. Memandangiku yang tertidur menyamping menghadap kearahnya yang bersandar di kursi didekatku.


"Kenapa aku selalu merasa pernah melihatmu? Kenapa selalu memikirkanmu?dan kenapa hatiku sangat cemburu saat melihatmu dengan kyu ? "Tanya Younghoon dalam hati kecilnya.


Sore itu sudah jam 5 . Seluruh member the Boys berencana untuk menjenguk Younghoon. Younghoon segera membuka pintunya.


"Diamlah, ada yang sedang tidur ." Kata Younghoon mengingatkan. Kevin yang penasaran lalu melangkah menuju ruang tamu dan melihatku tidur disana.


"Ohh Ayara... "Katanya agak keras. dan Younghoon segera memukul kepalanya.


Aku terbangun dan melihat mereka semua sedang menatapku sambil tersenyum.



"Bahkan bangun tidur pun kau tampak sangat mempesona "Kata Jacob yang berdiri disamping Changmin. Aku pun melihat Changmin menatapku hingga membuatku malu dan grogi.


"Akan ku ambilkan minum."Kataku lalu kabur dari sana. Aku membuka kulkas dan mengambil beberapa minuman kaleng untuk dibawa kepada mereka.


"Ah.. Younghoon, aku pulang dulu yah. Ini sudah sore."Kataku setelah menyajikan minuman itu pada mereka.


"Kau akan datang lagikan? "


"Kenapa aku harus datang lagi. sudah malam, kau pun harus tidur."


"Kalau aku perlu sesuatu bagaimana? Aku tak mau tau kau harus segera kembali."Katanya kesal.



"We... mana bisa aku bermalam dirumahmu. Kita ini bukan suami istri."


"Memangnya siapa yang mau jadi suamimu? ingat kontrakmu." Kata Younghoon tak mau kalah. Hyunjae lalu berdiri dan mendekatiku


"Sudah jangan bertengkar. Ayara,, tinggallah dulu untuk merawat Younghoon. Dia sedang sakit. Bahaya juga kalau ditinggal malam hari. "Bujuk Hyunjae. Aku terdiam seraya menatap Changmin, yang juga tersenyum kecil.


"Tenang saja, kyu takkan cemburu. Iyahkan kyu ?" Kata New lagi dan Changmin lalu mengangguk.


"Baiklah ayo kuantar pulang ." Kata Changmin seraya berdiri dan mengajakku untuk pulang.


Disepanjang jalan kami hanya diam. Changmin memperhatikanku dengan wajah merasa bersalahku.


"Tidak apa apa. Younghoon baik. Dia takkan mengganggumu "Katanya menghibur.


"Hmmm"


"Lagi pula kakinya sakit begitu bagaimana bisa mengganggumu. "Katanya lagi bercanda dan membuatku sedikit tersenyum.


"Dudukkah sebentar. Aku akan mandi dan memberi makan golden dulu." Kataku mempersilahkan Changmin duduk disebuah kursi didekat tempat tidurku. Changmin lalu duduk dan aku bergegas keluar. Changmin memperhatikan ruangan itu dan dia menemukan kartu nama sesa di atas meja. Dia melihatnya dan membacanya.


Malam itu aku merebahkan diriku diatas kursi diruang tamu Younghoon sedang dia tidur dikamarnya. Aku tak bisa tertidur dan tak lama Changmin mengirim pesan bergambar buatku.



"Tidurlah... my angel"


Aku tersenyum kecil melihat wajah manis Changmin yang masih tampak berada didalam mobil. Aku lalu berbaring dan menarik selimutku.


"Ibu... ibu... tolong aku. Aku tak bisa bernafas bu. Ibu aku tak bisa bernafas. Tolong aku.... , aku tak bisa bernafas."Kataku saat mimpi buruk itu kembali datang mengisi malamku. Younghoon yang terbangun berniat akan mengambil segelas air. Namun karna sudah habis Younghoon lalu keluar dan dia mendengarkanku mengigau ketakutan.


"Ibu.... " Kataku sedikit berteriak dan lalu terbangun. Aku bangkit dan mengusap wajahku yang sudah keringatan. Aku menopangkan tanganku untuk menutup wajahku.



"Kau baik baik saja? "Tanya Younghoon yang sudah ada didekatku.


"oh Younghoon.. ,Aku baik baik saja."


"Ehmm"


"Kau mau kemana? "Tanyaku saat melihat gelas ditangannya.


"Mau ambil air. "


"biar aku saja " Kataku. Aku lalu mengambil air dan membantu Younghoon kembali kekamarnya.


"Tidurlah. Aku keluar dulu. Kalau ada apa apa panggil saja. Jangan paksakan kakimu "Kataku lalu pergi.