My Little Fiance

My Little Fiance
Saling Merindu



" Aduh kenapa telponku gak diangkatnya sih? Apa dia sudah tidur? " Andra bergumam saat tak berhasil menghubungi Kinara.


" Apa yang kamu lakukan disini Ndra? Ayo kita masuk ke dalam " Intan mengkaitkan lengannya pada lengan Andra membuat Andra merasa risih.


" Bisakah kamu lepaskan tanganmu? Aku merasa sedikit tak nyaman "


Intan cemberut mendengarkan penolakan Andra namun dia tetap memamerkan senyum yang menurutnya indah itu.


" Baiklah, ayo kita masuk ke dalam "


Andra diundang Pak Bowo untuk makan malam dan sebenarnya dia tak menyangka jika Pak Bowo akan membawa Intan. Pak Bowo adalah pebisnis yang sangat berpengaruh di Indonesia. Andra sendiri memiliki citra yang baik di mata Pak Bowo sehingga sering kali Pak Bowo mengajaknya bertemu untuk sekedar makan malam seperti sekarang ini.


" Ndra bagaimana kabarmu dengan tunanganmu? " Sebenarnya Andra agak terkejut saat Pak Bowo mengungkit soal tunangannya.


" Kami baik-baik saja Pak, ada apa ya pak? "


Pak Bowo tersenyum sekilas pada Andra sedangkan Intan hanya menyimak dengan wajah sedikit ditekuk karena membahas mengenai tunangan Andra.


" Tidak, saya hanya heran saja bagaimana bisa kamu bertunangan dengan anak yang umurnya masih sangat muda. Jangan tersinggung, saya hanya ingin tahu saja karena menurut saya banyak wanita di luar sana yang lebih dewasa dan cantik yang lebih siap melangkah ke jenjang pernikahan sedangkan tunangan kamu masa depannya masih panjang untuk memikiran soal pernikahan "


Andra tersenyum, ini bukan pertama kalinya orang lain mengomentari hubungannya dengan Kinara jadi tak heran jika Pak Bowo juga bertanya demikian.


" Alasannya simpel pak, cinta, itulah alasannya. Saya jatuh cinta padanya saat saya berumur 19 tahun dan dia 9 tahun. Saya sadar akan perbedaan usia kami yang sangat jauh, tapi saya membuktikan selama tahun ini kepada orang tua saya dan orang tuanya jika cinta saya ini bukan main-main  "


Pak Bowo tersenyum mendengar penuturan Andra, dia semakin kagum pada Andra yang begitu mencintai tunangannya.


" Sepertinya tunangan kamu hebat sekali membuat kamu bertekuk lutut padanya, saya akan menantikan undangan kalian  " Andra menjawab dengan anggukan, Intan mengepalkan tangannya mendengar itu semua.


Setelah makan malam selesai Andra bergegas pamit karena jam sudah menunjukan pukul 11 malam, dia sejak tadi memikirkan Kinara yang sendirian di rumah ditambah lagi Kinara tak mengangkat telepon dan membalas SMSnya.


Sepeninggalan Andra, Pak Bowo yang masih ada di dalam restauran bersama Intan pun langsung menatap gadis itu.


" Kamu lihat sendiri kan bagaimana cintanya Andra pada tunangannya? maaf aku tak bisa membantumu "


Intan mengerang kesal dalam hatinya karena tak bisa meluluhkan hati Andra lewat Pak Bowo, Intan masih sibuk dengan pemikirannya untuk mendapatkan hati Andra sedangkan Pak Bowo sudah pergi meninggalkannya seorang diri disana.


.


.


Andra menggeram kesal karena pagi ini Kinara sudah berangkat ke sekolah sebelum dia bangun apalagi semalam saat Andra pulang ternyata Kinara sudah tidur dan kamar yang di kunci membuatnya tak bisa melihat Kinara. Kemarin Andra tak melihat Kinara sama sekali membuatnya merasa kesal dan rindu setengah mati, biasanya walaupun dia sibuk paling tidak mereka pasti bertemu walaupun hanya sebentar.


" Aku akan menjemputnya pulang sekolah "


Andra sudah bertekat bulat menjemput Kinara pulang sekolah nanti, paling tidak walau hanya akan mengantarkan Kinara pulang tetapi dia bisa bertemu dengan Kinara.


.


.


Andra sudah berdiri di depan halaman sekolah Kinara, dia sengaja tak memberitahu Kinara akan menjemput karena ingin memberikan Kinara kejutan, saat sedang menunggu tiba-tiba Dila berteriak memanggil Andra.


" Bang Andraaaa " Andra menoleh kearah Dila dan melambaikan tangannya, Dila berlari menghampiri Andra.


" Sedang apa abang disini? "


" Kinara mana? " Dila mengerutkan keningnya.


" Dia sudah pulang dari tadi bersama Justin, memangnya Bang Andra tak memberitahu Nara kalau mau menjemput? " Andra hanya menjawab dengan gelengan kepala.


" Apa tugas kelompoknya belum selesai? "


" Entah lah, tugasnya besok harus dikumpulkan, mungkin mereka masih belum menyelesaikannya. Mungkin mereka ada di apartemen sekarang " Andra mengangguk mengerti.


" Baiklah Aku pergi dulu ya, byee "


Andra pun bergegas melajukan mobilnya menuju apartemennya dan sesampainya disana hanya ada pembantu dan ternyata Kinara belum pulang. Andra mencoba menghubungin ponsel Kinara namun Kinara tak juga mengangkatnya, Andra kesal bercampur khawatir dan dia pun mengirimi Kinara sms namun lagi-lagi tak mendapatkan balasan dari Kinara. Sebenarnya Andra ingin mencari Kinara namun jam 3 nanti dia akan ada rapat penting sehingga dia memutuskan untuk kembali ke kantornya.


.


.


Ini sudah hari ketiga Andra tak bertemu dengan Kinara, jadwalnya benar-benar padat karena proyek yang akan dibangun dipulau jeju membuatnya super sibuk. Kemarin dia hanya beberapa kali bersmsan dengan Kinara, jujur saja jika ini proyek bukan proyek besar dipastikan Andra akan membatalkan jadwalnya hari ini dan menemui Kinara.


Andra memasuki apartemennya dan jam menunjukan pukul 12 malam, Andra berjalan menuju kamar Kinara dan membuka pintu kamarnya namun lagi-lagi Kinara menguncinya.


" Apa anak itu lupa kalau aku tadi mengsmsnya agar tak mengunci pintu kamarnya " Andra mengacak-acak rambutnya frustasi.


" Aku merindukanmu, aku hanya berharap mengecup dahimu dan mengucapkan selamat malam tapi kau malam mengunci pintumu hahhh, lebih baik aku tidur dan bangun lebih pagi agar dapat melihatmu sayang " Setelah itu Andra memasuki kamarnya.


Pagi Hari


Andra sengaja bangun pukul 04.30 agar bisa menyiapkan sarapan untuknya dan juga Kinara, biasanya saat dia bangun pukul 06.30 Kinara sudah berangkat berarti Kinara akan bangun pukul 06.00 dan sekarang masih pukul 05.45 masih ada waktu 15 menit untuk Andra menunggu Kinara bangun. Andra mengambil laptopnya dikamar dan mulai membuka email, Andra terus sibuk berkutat dengan laptopnya sampai telepon masuk berbunyi dari ponselnya.


" Halo "


" ... "


" Iya? serius? Sebentar aku periksa didalam tasku dulu, sepertinya semalam terbawa olehku " Andra beranjak dari duduknya dan memasuki kamarnya .


BRAK


Kinara membanting pintu kamarnya dengan tak elitnya, Kinara sibuk memasangkan dasi sambil merapikan pakaiannya, seharusnya dia bangun pukul 6 tadi tapi ternyata dia kesiangan sehingga baru bangun pukul 06.15 dengan segera Kinara mengambil sepatunya dan memakainya cepat setelah itu berlari secepat kilat menuju halte bus.


CKLEK


Andra keluar dari kamarnya dengan membawa berkas yang dicarinya, Andra menengok kearah kamar Kinara dan membukanya namun tak menemukan Kinara, Andra mengecek kedalam kamar mandinya namun Kinara juga tak ada disana.


" Apa dia sudah ada dimteja makan? "


Andra melihat jam menunjukan pukul 06.40 , dengan cepat Andra berjalan menuju ruang makan tapi Kinara tak ada, Andra pun mendial nomor Kinara.


" Iya Ndra? " Jawab Kinara.


" Kamu dimana? "


" Tentu saja dalam perjalanan menuju sekolah, kenapa? " Andra menggeram menahan amarah.


" Kamu tau aku hari ini sengaja bangun pagi agar bisa bertemu dengan kamu, aku juga sengaja masak sarapan untuk kita tapi kamu malah pergi tanpa berpamitan denganku ! " Terdengar suara gugup dan bersalah dari Kinara.


" Maaf aku tak tahu kalau kamu bangun duluan dan aku tadi bangun kesiangan karena itu aku panik dan langsung pergi begitu saja " Sesal Kinara.


" Semalam aku sudah ngirim kamu sms agar tak mengunci pintu kamar tapi kenapa kamu masih saja mengunci pintu kamar kamu? " Geram Andra.


" Aku lupa Ndra, maaf, lagi pula ada apa kamu mau masuk ke dalam kamarku? Apa ada barang kamu yang tertinggal dikamarku? " Andra menggeram frustasi mendengar pertanyaan Kinara.


" Tentu saja bukan, itu karena aku ingin melihat kamu aku me.. merindukan kamu "


TUT TUT TUT


Setelah mengatakan itu Andra mematikan teleponnya sepihak, Andra memegang dadanya bisa dia rasakan detak jantungnya yang memburu cepat.


" Aku benar-benar merindukannya"


Andra menggeram frustasi lalu beranjak menuju kamarnya untuk bersiap-siap ke kantor.


.


.


Seperti kemarin, siang ini Andra kembali menunggu Kinara di halaman sekolahnya. Namun kali ini Andra datang sebelum bel berbunyi, beruntung hari ini jadwalnya tak begitu padat dan penting. Andra bertekad menghabiskan waktunya bersama Kinara, 3 hari tak bertemu Kinara membuatnya rindu setengah mati.


Dengan hati yang panas dan menahan amarah Andra menghampiri Kinara dan menghadang jalan Kinara dan Justin membuat Kinara terpekik terkejut.


" Andra, kenapa kamu berada disini? " Andra tampak tak suka dengan pertanyaan Kinara.


" Apa salahnya jika aku menjemput tunanganku sendiri, hmm? " Kinara tampak salah tingkah.


" Justin sepertinya hari ini aku tak bisa ikut denganmu, sampaikan salamku pada tante ya? " Justin mengangguk mengerti.


" Iya, nanti aku sampaikan salammu pada mama " Setelah itu Andra menarik Kinara masuk kedalam mobilnya.


Andra melajukan mobilnya entah kemana, Kinara tak berani menanyakan pada Andra karena dilihatnya Andra sedang menahan amarahnya. Kinara sendiri bingung kenapa Andra tiba-tiba marah namun lagi-lagi nyali Kinara terlalu ciut untuk sekedar bertanya ditambah lagi kecepatan mobil yang menggila membuat Kinara tahu bahwa Andra benar-benar marah saat ini.


Andra menghentikan laju mobilnya di sebuah hamparan ilalang yang luas, tempat ini sangat rindang, sejuk dan sepi. Andra keluar dari mobilnya dan diikuti Kinara dibelakangnya. Andra menghentikan langkahnya membuat langkah Kinara berhenti, melihat Andra diam saja membuat Kinara sedikit bingung namun dengan perlahan Kinara menghampiri Andra.


GREP


Kinara memeluk Andra dari belakang, menghirup aroma tubuh Andra yang dia rindukan, bohong jika 3 hari ini dia tidak merindukan Andra.


" Aku rindu kamu " Ucap Kinara dengan lirih


Andra melepaskan lingkaran tangan Kinara di pinggangnya dan membalikan tubuhnya menghadap Kinara lalu memeluknya erat, menenggelamkan wajahnya di leher Kinara, mengecup bahu Kinara berulang kali.


" Aku juga, aku juga merindukan kamu "


Mereka terlarut dalam pelukan hangat, setelah beberapa lama mereka berpelukan akhirnya mereka melepaskan pelukan mereka, Andra menatap Kinara intens begitu pulang dengan Kinara. Lama-lama wajah Andra semakin mendekat kearah Kinara dan entah sejak kapan kedua bibir itu mulai saling memanggut dan mengesap satu sama lainnya, menyalurkan rindu yang menggebu


Andra megeratkan pelukannya di pinggang Kinara dan satu tangannya lagi memegang tengkuk Kinara untuk memperdalam ciuman mereka, Kinara melingkarkan lengannya dileher Andra dengan erat. Terlihat keduanya ingin saling mendominasi ciuman diantara mereka hingga keduanya melepas panggutan itu dengan nafas terengah-engah .


Andra tersenyum melihat wajah Kinara yang memerah padam, direngkuhnya lagi tubuh Kinara kedalam pelukannya.


" Kamu membuatku gila tiga hari ini, kamu tau aku merindukan kamu sampai dadaku ini terasa sesak, aku tak ingin begini lagi, bagaimanapun kita harus menyempatkan diri bertemu walau hanya sebentar " Kinara mengangguk.


" Dan aku tak suka kamu dekat-dekat dengan teman sekelompok kamu itu " Kinara memandang Andra bingung.


" Justin maksud kamu? kenapa? " Andra mengehela nafas beratnya.


" Kenapa bertanya? Tentu saja aku cemburu melihat kamu bersama lelaki lain " Kinara tersenyum mendengarnya.


"Serius kamu cemburu? " Tanya Kinara sambil tersenyum-senyum senang.


" Tentu saja, wajar bukan kalau aku cemburu? Memangnya kamu tak cemburu melihatku bersama wanita lain hmm? " Andra mengelus lembut pipi Kinara yang sedikit merona.


" Tentu saja cemburu "


Andra tersenyum kemudian mengelus rambut Kinara yang diikatnya, Andra merasa janggal pun melepaskan pelukannya pada Kinara dan melihat rambut Kinara, Andra melepas ikatan rambut Kinara dan betapa terkejutnya melihat potongan rambut Kinara yang pendek.


" Kamu memotong rambut? kenapa? " Kinara tampak sedikit salah tingkah kemudian tersenyum pada Andra.


" Apa aku cantik? Tiba-tiba aku ingin merubah suasana saja, bosan rambut panjang terus " Andra mengerenyit tak suka.


" Jangan pernah potong rambut kamu lagi! Aku tak suka rambut pendek kamu "


Kinara cemberut menanggapi Andra, dipikirnya Andra akan suka melihat peubahannya, Andra mendekatkan wajahnya pada wajah Kinara dan menatap Kinara intens.


" Kamu menggunakan make up? Siapa yang mengajari kamu seperti ini ? "


Kinara tampak gelagapan melihat reaksi Andra, dipikirnya Andra akan senang dengan perubahannya namun diluar dugaannya justru Andra terlihat marah dan tak suka.


" Tak ada yang mengajariku, waktu itu aku hanya iseng saja mencoba alat make up di mall dan ternyata bagus jadi aku beli saja dan sayang kalau sudah dibeli tapi tidak dipakai jadi aku coba-coba saja memakainya " Jawab Kinara gugup.


" Jangan pernah memakai make up lagi, aku tak suka " ucap Andra dengan nada dingin.


" Kenapa? "


" Aku suka kamu yang alami tanpa make up, aku suka rambut panjang kamu yang terurai karena kamu terlihat sangat manis, aku tak suka melihat rambut kamu sekarang dan make up kamu karena aku seperti melihat orang lain, bukan seperti melihat Kinara tunanganku yang manis, polos dan alami " Kinara tertegun mendengar penuturan Andra, dengan sekejap Kinara memeluk erat Andra.


" Maaf, aku akan kembali menjadi diriku apa adanya " Andra tersenyum dan membalas pelukan Kinara dengan erat.


" I love you sayang, jadilah diri kamu yang apa adanya, aku suka itu " Kinara mengangguk dalam pelukan Andra.


" Aku juga mencintai kamu "


.


.


Andra memasuki kamar Kinara dan merebahkan dirinya di kasur Kinara, malam ini dia memutuskan untuk tidur bersama Kinara dikamar Kinara. Jangan berpikiran yang tidak-tidak, mereka hanya akan tidur bersama, Andra masih sangat merindukan Kinara sehingga dia ingin tidur sambil memeluk Kinara malam ini.


Kinara masih berada di kamar mandi, Andra menatap kamar Kinara yang seperti kamar anak-anak, namun sangat manis. Andra bangkit dari tidurnya dan berjalan ke arah meja belajar Kinara yang terdapat beberapa buku yang tergeletak disana dan juga bingkai foto yang terdapat foto mereka berdua yang tersenyum bahagia menatap kamera.


Andra mengalihkan pandangannya kearah buku-buku yang menumpuk, Andra mengernyitkan dahinya saat melihat banyak buku-buku dan majalah fashion juga note yang terselip disana. Seketika amarah Andra meradang membaca note itu.


CKLEK


Kinara keluar dari kamar mandi dan melihat Andra sudah ada di kamarnya, Kinara tersenyum dan mendekati Andra namun langkahnya terhenti saat melihat Andra membalikan tubuhnya dan memandangnya tajam, yang lebih mengejutkan lagi Andra melempar beberapa buku, majalah fashion dan juga note ke arahnya. Kinara membulatkan matanya melihat itu semua, Kinara menatap Andra dengan takut-takut dan mencoba mendekati Andra walaupun tubuhnya bergetar hebat.


" A..aku..aku bisa jelaskan " Kinara berdiri di hadapan Andra.


" Apa maksud kamu dengan semua ini? " Tanya Andra dengan dingin membuat Kinara tak dapat menahan lagi tangisnya.


" Kamu salah paham Ndra hiksss ini bukan seperti yang kamu pikirkan " Kinara mencoba meraih Andra namun Andra menepisnya.


" Aku tak menyangka jika kamu merubah penampilanmu demi lelaki lain, aku sungguh kecewa Nara, apa perasaan kamu padaku sudah berubah? " Tanya Andra dengan lirihnya, Kinara menggeleng dengan keras.


" Bukan begitu. Kamu salah paham Ndra hiksss " Andra menghela nafas, kemudian melepaskan pelukan Kinara padanya.


" Sebaiknya kamu tidur, aku akan kembali ke kamarku " Andra hendak meninggalkan kamar Kinara tapi dengan cepat Kinara menahannya.


" A.. Aku ingin kamu tidur disini " Pinta Kinara dengan takut-takut.


" Maaf, aku sedang ingin sendiri "


Setelah itu Andra benar-benar meninggalkan kamar Kinara, meninggalkan Kinara yang terduduk diatas ranjangnya sambil menangis.


" Kamu salah paham Ndra, bukan seperti itu hikssss " Kinara meraih note itu kemudian beranjak membuka laci dan mengambil jepit rambut menggenggamnya erat kemudian kembali menangis.


NOTE


To : Nara si Kelinci


Ini hadiah pertama untukmu,


Rambut pendekmu sangat cantik,


Semakin cantik lagi jika kau hiasi dengan jepit ini,


Hehe


NB: Make up mu hari ini pas, wajahmu semakin cantik ^^


By: Lelaki paling tampan Justin ^^


" Disaat aku dan Justin sudah berteman akrab, kenapa justru hubunganku dan Andra yang memburuk hiksss, kenapa? Andra salah mengira, aku berubah untuknya bukan untuk Justin hiksss. Aku berubah untuknya tapi kenapa justru orang lain yang menyukai perubahanku hiksss aku harus bagaimana Ndra? Hikssss " Kinara merebahkan dirinya diatas ranjang, memeluk boneka Kelinci dengan erat sambil menangis.


Tbc~~~


Jangan lupa vote dan komen teman-teman