
Setelah perdebatan sengit dan pemaksaan yang luar biasa sulitnya akhirnya disinilah Andra sekarang, di ruang TV apartemen Kinara. Setelah berhasil menyusul Kinara tadi, dan menyelesaikan olahraga pagi mereka Andra memaksa Kinara agar ikut ke apartemen Kinara.
Tentu saja Kinara menolaknya namun bukan Andra jika tidak berhasil memaksa Kinara. Setelah sampai di apartemennya Kinara langsung pergi membersihkan diri di kamar mandi sedangkan Andra menunggu Kinara diruang TV.
" Kamu gak mau mandi? " Tanya Kinara yang sudah menyelesaikan ritual mandinya, sekarang Kinara sudah menggunakan kaos dan celana traningnya. Kinara mendudukan dirinya disamping Andra.
" Aku gak bawa baju ganti " Ucap Andra.
" Aku punya kaos yang over size, aku gak pernah pakai lagi, kamu pakai aja itu kalau celana gunakan saja celana yang sama, yang penting bajunya bersih "
Andra akhirnya mengangguk setuju, Kinara kembali beranjak menuju kamarnya dan kembali dengan membawa pakaian bersih dan juga handuk untuk Andra.
" Makasih sayang" Setelah itu Andra berjalan menuju kamar mandi setelah sebelumnya Kinara menunjukan kamar mandi khusus tamu.
" Seenaknya aja manggil aku sayang" Gumam Kinara
Setelah itu Kinara melangkah menuju dapurnya dan mulai membuatkan sarapan untuk Andra dan untuknya.
Kinara masih serius berkutat dengan sarapannya, kali ini Kinara membuat nasi goreng dengan tambahan telur dan sosis diatasnya, juga dua gelas jus apel. Andra yang sudah menyelesaikan mandinya segera menghampiri Kinara di dapur.
" Kamu buat nasi goreng? Kok ada sosisnya kan kamu tau aku gak suka sosis" Andra mengerut tak suka.
"Gak usah dimakan kalau gak suka " Jawab Kinara acuh.
" Aku akan makan kalau kamu suapin aku " Andra mencoba membuat penawaran namun tak diindahkan oleh Kinara.
" Umur kamu udah tua, gak malu sama anak tetangga apartemenku yang umur 2 tahun tapi selalu ingin makan sendiri tanpa mau disuapi? " Kinara membawa nasi goreng yang sudah jadi ke meja makan.
" Biarin aja, yang penting aku disuapi" Kinara memutar bola matanya malas.
" Gak, makan aja sendiri "
Kinara mulai mengambil posisi dan menyantap sarapannya, Andra pun ikut mendudukkan dirinya disamping Kinara dan menyantap sarapannya dengan memisahkan sosisnya.
Kinara melirik Andra yang sibuk memisahkan sosis dari nasi goreng nya hingga masih sedikit memakan nasi gorengnya, Kinara menghela nafas sejenak sebelum kembali menyantap sarapannya.
Andra melirik kearah Kinara yang terlihat acuh sekali, padahal dia sengaja sibuk memisahkan sosis dan berharap Kinara melihat dia yang tidak fokus menyantap sarapannya dan memilih menyuapinya namun itu hanya diangannya saja. Dengan lemas Andra mulai menyendokkan nasi gorengnya dan menyuapkan ke dalam mulutnya, meskipun Andra tak suka dengan sosis namun setelah 3 tahun lamanya tak merasakan makanan buatan Kinara tentu saja Andra tak ingin membuang-buang makanan yang sudah dibuat Kinara, baginya satu suap makanan yang dibuat Kinara itu sangat berharga.
Meskipun dulu Kinara jarang memasakkannya makanan tapi kerinduan akan makanan buatan Kinara membuatnya ingin menghabiskan seluruh makanan yang tersaji dihadapannya sekarang. Kinara tersenyum saat melihat Andra menghabiskan sarapannya, Kinara bangkit dan membawa piring kotor miliknya dan milik Andra ke dapur dan mulai mencuci piring kotor itu. Andra menyusul Kinara dan berdiri disamping Kinara, Andra memperhatikan setiap inci wajah Kinara membuat Kinara risih.
" Kamu ngapain sih? Mendingan kamu duduk diruang TV dari pada berdiri gak jelas gitu " Andra tersenyum kemudian membelai rambut Kinara dengan sayang.
" Nggak, aku ingin lihat kamu, udah lama gak nikmatin suasana berdua sama kamu kayak gini " Ucapan Andra sukses membuat jantung Kinara kembali bergemuruh.
Kinara mencoba mengacuhkan ucapan Andra, dengan cepat Kinara menyelesaikan pekerjaannya kemudian beranjak menuju ruang TV, Andra mengikuti dari belakang.
Kinara mendudukkan dirinya di sofa diikuti Andra yang duduk disamping Kinara, Kinara menyalakan TV kemudian menonton acara talk show. Talk Show episode kali ini membahas mengenai ciuman pertama. Kinara dengan serius menonton acara itu, Andra menikmati wajah serius Kinara itu dari samping. Dengan seenaknya Andra menyenderkan kepalanya di bahu Kinara membuat Kinara berjengkit kaget.
" Apa yang kamu lakukan? Menyingkir dari bahu aku "
Kinara menggoyang-goyangkan bahunya agar Andra tak menyender lagi namun Andra cuek-cuek saja dan semakin menyamankan kepalanya di bahu Kinara yang terus bergerak. Karena lelah Kinara pun membiarkan Andra menyender padanya.
" Wah membicarakan ciuman pertama, aku jadi ingat ciuman pertama kita" Ucap Andra sambil tetap menatap layar TV, Kinara berdecak mendengar itu.
" Itu ciuman pertamaku, bukankah ciuman pertama kamu dengan cewek lain? " Andra mengangkat kepalanya dari bahu Kinara kemudian menatap Kinara.
" Da.. Darimana kamu tahu itu? " Kinara tersenyum sinis.
" Gak penting tau dari mana " Kinara kembali menatap layar TV.
" Bagi aku ciuman pertamaku tetap dengan kamu, " Ucap Andra sambil menatap Kinara yang tak menghiraukannya namun sebenarnya Kinara mencoba menutupi rasa bahagianya itu.
" Aku gak akan nyerah Nara, akan aku tunjukan betapa aku mencintai kamu, akan aku tebus semua kebodohan aku di masa lalu dengan kebahagiaan di masa depan untukmu " Ucap Andra dalam hati.
.
.
Lima menit lalu Andra baru saja pulang dari apartemennya, ibu Andra tiba-tiba menelponnya dan menyuruhnya pulang. Kinara kembali ke ruang TV, Kinara meraba sofa yang diduduki Andra tadi, saat ini apartemennya terasa sepi padahal baru beberapa waktu tadi dia merasakan kehangatan karena kehadiran Andra namun sekarang kembali terasa hampa. Air mata Kinara menetes, terdengar isakan kecil dari bibir Kinara.
" Aku menginginkan kamu disini Ndra, hiks aku ingin kamu disini " Kinara memeluk kedua lututnya yang ditekuk.
'" Aku rindu kamu....aku rindu banget sama kamu Ndra... hikss " Kinara kembali menangis.
Kinara menikmati kebersamaannya dengan Andra tadi, Kinara masih menginginkan kebersamaan itu terus namun dia tak bisa. Bukan sekarang waktunya, Andra memang menunjukan bahwa dia mencintai Kinara namun Kinara belum yakin akan hati Andra terhadapnya, Kinara takut kalau Andra mengecewakannya seperti dulu. Kinara ingin menerima Andra kembali setelah yakin kalau Andra benar-benar hanya mencintainya dan tak ada bayangan siapapun yang akan mengikuti mereka.
Drrrtt Drrttt Drrrttt
From : Bang Randi
Hei, Aku di Indonesia, ayo bertemu
Kinara terkejut karena Randi senior di kampusnya yang memang dekat dengannya tiba-tiba mengirim pesan padanya dan mengatakan berada si Indonesia. Kinara mengusap air matanya kemudian membalas pesan dari Randi.
To : Bang Randi
Sejak kapan abang disini? Mau bertemu dimana?
From : Bang Randi
Di Moon Cafe aja
To : Bang Randi
.
.
" Bang Randiii " Kinara langsung menerjang Randi dan memeluknya erat.
" Bagaimana kabarmu Nara? " Randi menarik Kinara untuk segera duduk setelah melepaskan pelukannya.
" Baik bang, abang sendiri kenapa tiba-tiba pulang ke Indonesia? Bukannya udah dapat kerja di Jepang " Kinara duduk dihadapan Randi.
" Aku akan menetap disini, udah dapat kerjaan baru juga disini, rasanya lebih baik kerja dekat dengan keluarga" Kinara manggut-manggut mengerti.
" Senangnya kalau abang disini, jadi bisa sering-sering ketemu " Ujar Kinara senang.
" Aku juga senang bisa bertemu denganmu terus " Randi menebarkan senyuman menggoda pada Kinara, Membuat Kinara tersipu.
Randi dan Kinara memang dekat saat kuliah dulu, mereka dekat karena mereka sama-sama berasal dari Indonesia. Disana sering ada perkumpulan mahasiswa asal Indonesia. Sebenarnya Randi menaruh hati pada Kinara namun dia tahu kalau Kinara masih mencintai mantan tunangannya. Randi sudah pernah mengungkapkan perasaannya pada Kinara namun Kinara menolaknya.
" Ini menunya silahkan dilihat "
Seorang pelayan menghampiri mereka dan memberikan menu pada mereka. Setelah memilih makanan pelayanan pun mencatat pesanan makanan mereka. Setelah pelayan itu pergi Randi dan Kinara melanjutkan perbincangan mereka.
" Kamu sungguh-sungguh ingin kembali pada mantan tunangan kamu itu ya? Sampai ngambil magang disini" Tanya Randi dengan lirihnya.
" Hmmm gimana ya bang, aku belum memutuskan kembali padanya karena hatiku masih ragu " Randi menggenggam tangan Kinara.
" Tidakkah kamu melepaskannya saja kalau masih ragu? " Kinara melepaskan genggaman tangan Randi dan menggeleng lemah.
" Aku nggak bisa melepaskannya bang" Ucap Kinara lirih.
" Kalau suatu saat hati kamu masih ragu, kumohon berikan aku kesempatan untuk membahagiakanmu " Mohon Randi. Kinara hanya dapat memandang Randi sendu.
.
.
Jam menunjukan waktu istirahat, setelah menyelesaikan pekerjaannya Kinara buru-buru membereskan mejanya untuk pergi makan siang.
" Kenapa terburu-buru begitu? Jam makan siang masih panjang, gak butuh waktu yang lama kok pergi ke kantin kantor " Ucap Andra saat melihat Kinara terburu-buru seperti itu.
" Aku mau makan diluar makanya harus cepat-cepat, aku pergi dulu " Kinara sudah bersiap keluar ruangan namun Andra menahan tangannya.
" Makan diluar dengan siapa? " Tanya Andra penuh selidik.
" Dengan temanku "
" lelaki? "
" Iya, udah dulu aku terburu-buru "
Kinara melepaskan paksa cengkraman tangan Andra lalu bergegas turun kebawah karena Randi sudah menunggunya sejak tadi. Andra melihat Kinara sudah pergi dengan segera Andra mengambil kunci mobilnya dan mengikuti Kinara.
Selama diperjalanan Andra menerka-nerka soal lelaki yang pergi dengan Kinara, saat melihat Kinara memasuki sebuah mobil Andra tak melihat jelas wajah lelaki yang mengendarai mobil itu. Andra memarkirkan mobilnya tak jauh dari mobil yang ditumpangi Kinara. Andra mengendap-endap mengikuti mereka yang masuk kesebuah restauran. Andra memasuki restauran itu dan mengambil tempat yang tak jauh dari tempat Kinara berada.
Sekarang Andra bisa melihat jelas wajah lelaki itu, Andra terkejut saat melihat wajah lelaki itu. Beberapa hari lalu Andra mendapatkan hasil dari penyelidikannya soal kekasih Kinara, orang suruhannya mengatakan kalau Kinara tak punya kekasih selama 3 tahun ini menurut sumber yang orang itu dapat, namun Kinara dekat dengan seorang lelaki namun lelaki itu bukan kekasih Kinara. Andra juga sempat diberikan foto Kinara ketika bersama lelaki itu di Jepang, makanya saat melihat wajah itu Andra langsung terkejut.
Andra tak melepas pandangan matanya dari Kinara dan Randi. Andra membulatkan kedua matanya saat melihat lelaki itu menggenggam tangan Kinara dan dilihatnya Kinara tersenyum malu-malu pada lelaki itu. Andra tak tahan lagi, dengan segera Andra bangkit dan menghampiri mereka, menarik tangan Randi lalu menghempaskan tangan Randi membuat Kinara dan Randi menoleh kearahnya. Kinara terkejut tak menyangka Andra berada disana juga.
" Andra, apa yang kamu lakukan disini? " Andra tak menghiraukan ucapan Kinara, dengan emosi yang memuncak Andra menarik kerah kemeja Randi.
" Jangan sentuh tunanganku " Randi berdecak dan menatap Andra tajam lalu menyunggingkan senyum meremehkan.
" Mantan tunangan, jangan mengaku-ngaku kalau Kinara tunanganmu, lagi pula Kinara akan menjadi kekasihku" Andra lagi-lagi dibuat terkejut.
" Ke.. Kekasih? " Tanya Andra dengan terbata-bata. Randi melepaskan kedua tangan Andra yang melemas dari cengkraman di kemejanya lalu merapihkan kemejanya yang sedikit kusut.
" Iya, aku dan Kinara akan segera menjadi sepasang kekasih jika saja kau tak datang mengacau " Ucap Randi sambil merangkul Kinara tentu saja ucapan itu hanya dusta saja, Kinara menatap Randi sendu.
" Bang Randi jangan begini.... "
Randi tak mengindahkan ucapan Kinara dan tetap mempertahankan kebohongannya. Emosi Andra sepertinya sudah diujung tanduk ditambah melihat Randi merangkul pundak Kinara, tanpa memikirkan keadaan sekitar Andra melayangkan pukulannya ke wajah Randi dan itu sukses membuat Randi jatuh tersungkur. Kinara terkejut saat melihat Andra memukul Randi.
" Bang Randi! " Kinara sudah bersiap untuk membantu Randi berdiri namun Andra malah menarik tangan Kinara untuk keluar dari restauran itu. Semua orang yang berada disana menonton kejadian itu pun terkejut.
" Andra lepaskan!, aku ingin melihat keadaan Bang Randi, lepaskan aku "
Kinara meronta-ronta minta dilepaskan namun Andra tak mendengarkan dan terus menarik Kinara keluar.
" Lepaskan aku sekarang atau kita tak bertemu lagi selamanya "
Andra menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya kearah Kinara. Sejenak mereka saling menatap satu sama lain, tak lama Kinara merasakan cengkraman tangan Andra pada tangannya mengendur. Dengan segera Kinara berbalik arah menuju restauran itu kembali. Andra menatap punggung Kinara sendu
" Kumohon jangan berpaling, bertahanlah kumohon " Ucap Andra lirih.
Tbc~~~~
Jangan lupa vote dan komen teman-teman ^_^