
Jam dinding sudah menujukkan pukul 5 sore, itu tandanya Andra harus bersiap untuk pulang ke rumah. Semenjak kelahiran Ardan memang sudah hal wajib bagi Andra untuk pulang cepat dan tidak akan pernah lembur di kantor. Andra membereskan berkas yang ada di atas meja kerjanya lalu mematikan laptop nya.
Ketika membereskan meja kerjanya Andra terdiam melirik sebuah foto yang berada disana, itu adalah fotonya bersama Kinara dan juga baby Ardan jagoan kecil kesayangannya. Waktu begitu cepat berlalu, rasanya baru saja dia menemani Kinara dalam ruang persalinan, dan sekarang usia baby Ardan sudah menginjak 4 bulan saja. Mengingat hal itu membuat Andra semakin bersemangat untuk pulang karna dia sudah merindukan rumahnya.
.
.
Di perjalanan menuju rumah, tiba-tiba ponsel Andra berdering dan ternyata yang menelfonnya adalah Kinara. Andra segera menepikan mobilnya dan menjawab panggilan telefon dari Kinara.
"Halo sayang…!" Sapa Andra lebih dulu dari pada Kinara dengan nada suara penuh semangat.
"Ya ampun semangat banget sih daddy jawab telfonnya" Goda Kinara.
"Hahaha.. Iya dong, udah nggak sabar nih aku sampai rumah udah rindu banget sama dua orang kesayangan aku" Gombal Andra yang meskipun terdengan sedikit terlalu cheesy tapi tetap dapat membuat Kinara merona.
" Berarti kamu udah di jalan pulang ya? udah sampai mana Ndra?"
"Baru setengah jalan kok, kenapa Ra?"
" Nanti kamu mampir ke supermarket dulu ya Ndra? bisa kan Ndra? tolong beliin susu formula buat Ardan ya Ndra?"
"Bisa kok, nanti kirimin foto kemasannya ya Ra... Eh tapi bukannya kemarin pas belanja bulanan udah beli banyak ya?" Tanya Andra yang baru mengingat kalau kurang dari 2 minggu yang lalu saat belanja bulanan, dia melihat dengan jelas tumpukan susu formula baby Ardan yang memenuhi plastik belanjaan.
" Hmmm ya gimana, anak kamu itu benar-benar kerjaannya nyusu mulu, lihat aja pipinya yang bulat kayak bakpao itu, ya ampun... aku jujur agak takut dia over weight Ndra"
" Hahaha iya ya.. tapi kan kemarin pas ke dokter anak katanya gakpapa sayang, jadi kamu nggak usah khawatir yaa, ya udah aku lanjut jalan dulu deh, nanti kalau udah di supermarket aku hubungin kamu lagi"
" Oke deh, makasih sayang" Setelah mengucapkan terimakasih Kinara langsung menutup telponnya tanpa menunggu jawaban dari Andra.
" Ck..kebiasaan" Gerutu Andra.
.
.
Andra memarkirkan mobilnya di depan toko supermarket yang cukup banyak cabangnya di Indonesia, yaitu alfimart. Andra memasuki bagian susu formula untuk balita, dan mencari susu formula yang kemasannya sama dengan yang dikirim Kinara. Kening Andra mengernyit bingung,dan Andra pun segera menelpon Kinara.
" Iya Ndra?"
" Aku udah ketemu sama susu formulanya Ra, tapi yang ada disini varian rasanya beda sama yang biasanya di minum Ardan"
"Udah bener susunya buat yang usia bayi 0-6 bulan Ndra?"
" Iya udah"
" Emang yang ada tinggal varian rasa apa Ndra?" Tanya Kinara
"Adanya rasa cokelat, strawberry, sama madu, eh ada juga yang versi susu kedelai nya"
" Ya udah deh yang rasa strawberry aja, yang varian rasa coklat kemarin pernah nyoba terus di muntahin sama dia"
" Loh nanti yang varian strawberry ini bisa juga dong dimuntahin sama Ardan, kalau Ardan nggak suka gimana?"
" Semoga nggak sih, soalnya pernah aku kasih sedikit dari punya anak nya kak Dila tapi nggak kenapa-kenapa"
" Beneran nih? atau aku balik arah nyari ke supermarket yang gede aja?"
" Nggak usah Ndra itu aja, biar Ardan juga bisa coba rasa yang lain, nanti kalau nggak cocok aku pumping aja"
" Oke" Telepon pun kembali dimatikan.
.
.
Andra sudah berada di rumah sejak satu jam yang lalu. Setelah membersihkan diri dengan mandi air hangat yang disiapkan Kinara, Andra langsung bermain dengan baby Ardan di ruang tengah. Baby Ardan belun dapat duduk sendiri dengan benar, harus dipangku oleh Kinara atau Andra. Kedua tangan mungil baby Ardan menggenggam mainannya yang sejak tadi dipukul-pukul kan ke karpet, dengan isengnya Andra mengambil mainan itu dan menjauhkannya dari baby Ardan sehingga membuat baby Ardan menjerit kesal.
Kinara hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat tingkah Andra yang sangat usil kepada baby Ardan, kalau diperingati Andra akan berkelit kalau suara teriakan Ardan bahkan tangisan kesal Ardan terdengar menyenangkan bagi Andra.
"Ndra..makan dulu itu aku udah siapin, Ardan biar main sama aku dulu"
"Nanti deh Ra, aku belum terlalu lapar pengen nunggu Ardan tidur dulu, senang banget bisa main gini terus sama si gembul ini" Andra menjawab ajakan Kinara dengan melemparkan senyum hangatnya, lalu meraih tubuh baby Ardan menggendongnya dengan gemas.
" Gimana Ardan mau tidur kalau kamu terus gangguin dia dan ajak dia main" Gerutu Kinara.
" Makan dulu sana Ndra, nanti main lagi kan bisa"
" Nggak mau nanti aja sayang ku, aku gak bisa mastiin kedepannya jadwal aku bisa diatur kayak gini terus atau nggak, aku gak mau ngelewatin waktu yang bisa aku pakai buat main sama Ardan gitu aja" Kinara hanya bisa tersenyum pasrah mendengar ucapan Andra, namun dia harus jujur hatinya menghangat mendengar ucapan Andra itu.
"Oke deh, tapi nanti jangan lupa makan ya.. jangan kelamaan mainnya" ucap Kinara sambil mengelus pipi Andra.
.
.
Setelah baby Ardan terlelap dengan tenang di box bayi nya, Andra baru beranjak dari posisinya yang sejak tadi fokus memperhatikan baby Ardan yang tertidur. Andra berjalan mendekati Kinara yang sedang membaca novel di atas ranjang mereka.
" Sayang... aku lapar" Andra mengadu pada Kinara. Kinara melirik sebentar Andra yang duduk disampingnya, kemudian melanjutkan kembali bacaannya.
" Ya kan kamu emang belum makan, wajar kalau kamu lapar" Jawab Kinara. Andra tersenyum kecut mendengar jawaban Kinara.
"Kamu nggak peka banget sih Ra?" Ucap Andra pada Kinara.
" Nggak peka dari mana? kan tadi aku udah nawarin kamu makan dulu biar nggak kelaparan, jangan salahin aku dong sekarang"
"Aku nggak salahin kamu..... aku cuma mau kamu nemenin aku makan, aku nggak suka makan sendiri tanpa kamu sayang ku" Gombal Andra yang membuat Kinara mendelik dan bertingkah seolah akan muntah.
" Ihhh lebay, ya udah ayo aku temanin... kamu tu ngapain coba tadi basa basi gitu, bilang aja langsung minta temanin makan" Kinara menandai batas bacaannya pada novelnya, kemudian meletakkan novelnya di nakas samping tempat tidur baru menarik tangan Andra untuk berdiri dan berjalan keluar kamar mereka menuju dapur.
Andra yang merasa senang memeluk Kinara dari belakang dengan tetap melanjutkan langkahnya, jadilah mereka berjalan sambil berpelukan. Kinara tertawa geli melihat tingkah Andra"
" Ndra.. ih nanti kita jatuh" Ucap Kinara ketika Andra mulai mencium puncak kepalanya kembali.
" Tenang aja... aku gak akan biarin kita jatuh"
" Manja banget sih! udah ah!"
" Nggak mau..." Bantah Andra
Kinara membalikkan badannya menghadap Andra, kemudian sedikit berjinjit mengacak rambut Andra dengan senyuman lebar di bibirnya.
" Duh... manja sekali sih daddy nya Ardan ini, makasih yaa hari ini udah bantuin aku beli susu Ardan dan jagain Ardan... sayang kamu daddy Ardan" Ucap Kinara lalu memberikan kecupan lembut pada Andra.
" Sayang kamu juga mommy nya Ardan" balas Andra dan memberikan kecupan lembut yang lebih panjang.