
Andra dan Kinara duduk berhadapan di sebuah restauran sushi, tadi mereka sudah memesan beberapa jenis sushi dan ramen. Kini mereka sedang menikmati musik yang diputar di restauran itu, suasana yang remang-remang karena hanya bercahayakan lilin-lilin kecil dan juga musik balad membuat suasana romantis sangat kental disana.
Andra sendiri sedang memandangi wajah Kinara yang sibuk melihat sekeliling restauran yang sangat indah, tangan Andra yang sejak tadi menggenggam tangan Kinara pun digerakkan nya untuk mengelus-elus tangan Kinara, mereka duduk di pojokan yang tak begitu terlihat banyak orang.
" Kamu senang sayang? " Kinara mengalihkan pandangannya kearah Andra.
" Tentu saja, sudah lama kita nggak makan malam di luar, kamu sih sibuk terus " Andra terkekeh mendengar protes dari Kinara.
" Maaf sayang, tapi aku juga kan bekerja untuk keluarga kita nanti "
Blusssshhh
Ucapan Andra membuat Kinara merona. Entahlah memikirkan mereka akan menikah dan berkeluarga membuat Kinara selalu merona karena malu.
" Iya aku ngerti " Jawab Kinara singkat.
Tak lama pelayan datang membawa makanan yang mereka pesan tadi. Andra dan Kinara pun makan dengan tenang, sesekali Kinara berceloteh namun Andra tetap mendengarkannya.
Drrttt Drrrrrtttt
" Halo ma, kenapa? " Andra menjawab telepon dari Ibunya.
" Kamu dan Kinara dimana? "
" Dari mana mama tahu Kinara sama aku sekarang? Kami sedang makan malam "
" Tentu saja tau, Kinara gak mungkin pergi tanpa mama kecuali kamu yang menculiknya, yasudah setelah makan cepat kembalikan princess padaku " Andra mencibir pada Ibunya meskipun Ibunya gak mungkin melihatnya.
" Princess ini milikku, jadi terserah aku kapan akan memulangkan nya, sehabis ini aku ingin berduaan dulu, aku akan memulangkan nya pada mama dalam keadaan hamil nanti " Jawab Andra asal membuat Kinara membulatkan matanya mendengar ucapan Andra.
" HEH! BERANI KAMU SENTUH PRINCESS MAMA, MATI KAMU DI TANGAN MAMA "
TUT TUT TUT
Andra terkekeh mendengar ancaman mamanya.
" Kamu ini senang sekali mengusili mama "
" Biarkan saja sayang, aku senang jika mama marah maka akan muncul kerutan di wajahnya, biar dia terlihat tua dengan kerutan itu, aku bosan melihat tingkahnya seolah masih muda saja " Kinara terkikik geli mendengarkan ocehan Andra tentang Ibunya.
" Bisa aku bayangkan kalau ada sedikit saja muncul kerutan di wajah mama pasti dia akan sibuk melakukan perawatan agar wajahnya kembali kencang " Andra mengangguk setuju dengan ucapan Kinara.
" Kamu ingat cerita papa ditelpon tiga bulan lalu? papa pusing karena mama gak mau makan dan sibuk diet ketat karena berat badannya naik hanya 2kg, ckckck mamaku ini benar-benar " Kinara dan Andra terbahak-bahak menceritakan mengenai tingkah ibu dan calon mertuanya sendiri.
" Iya, mama begitu menjaga tubuhnya agar tetap langsing tapi mama selalu memaksaku makan yang banyak, padahal kan aku sudah gendut "
Kinara mempoutkan bibirnya kesal mengingat Ibunya Andra selalu menyuruhnya makan yang banyak dan selalu menyuruhnya minum susu sebelum tidur. Andra mengelus pipi Kinara dengan lembut.
" Itu karena kamu masih dalam masa pertumbuhan sayang, kamu boleh berdiet nanti saat sudah berumur 20 tahun, saat ini kamu masih harus tumbuh dengan sehat " Kinara mengangguk mengerti.
" Yasudah kita habiskan ini setelah itu kita pulang sebelum mama mengamuk karena kita pulang terlalu malam "
Mereka pun menghabiskan makan malam mereka setelah itu kembali ke rumah orang tua Andra.
.
.
Kinara sedang sibuk dengan buku-buku pelajarannya, satu minggu lagi dia akan menempuh ujian kenaikan kelas, jadilah dia sibuk belajar untuk persiapan ujian. ibunya Andra sendiri menemani Kinara sejak tadi, sedangkan Andra dan ayahnya Andra sedang di taman belakang mengobrol.
" Huftt susaaaaaaaaaah " Rengek Kinara saat melihat soal yang sulit dipelajarinya.
" Kenapa kamu tak ajak Dila kemari saja untuk belajar bersama sayang? " Usul ibunya Andra.
" Ah iyaa benar, aku akan mengajak Dila dan Justin mama " ibunya Andra mengerutkan keningnya saat Kinara menyebutkan nama Justin yang asing ditelinga nya.
" Justin? siapa? " Kinara melirik kearah ibunya Andra sambil mengetik sms untuk Justin dan Dila.
" Sahabatku dan Dila mama, kami belum lama berteman tapi sudah sangat dekat, dia pintar sekali ma " ibunya Andra hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah menunggu satu jam Dila dan Justin pun datang bersamaan, mereka janjian untuk berangkat bersama. Sekarang mereka sedang sibuk belajar sedangkan ibunya Andra sibuk menyiapkan beberapa cemilan untuk mereka. Andra dan ayahnya yang baru saja pulang pun masuk kedalam rumah dan melihat Kinara, Dila, dan Justin yang sibuk belajar diruang TV.
" Oh ada teman-teman Nara " ayahnya Andra menghampiri mereka diikuti Andra yang tak melepas pandangannya dari Justin.
" Iya pa, papa sudah mengenal Dila kan? Kalau yang cowok namanya Justin, dia sangat pintar loh pa " Ucap Kinara dengan polosnya tanpa menyadari tatapan tajam Andra.
" Halo om, saya Justin teman sekelas Nara " Justin menyalami ayahnya Andra dengan sopan.
" Iya, kalian lanjutkan saja belajarnya, om ingin ke kamar dulu "
Setelah itu ayahnya Andra berjalan menuju kamarnya sedangkan Andra memilih duduk di sofa, tepat dibawahnya Kinara sedang sibuk berkutat dengan bukunya. Kinara, Dila, dan Justin memang memilih duduk dibawah karena agar lebih leluasa, Andra sengaja duduk dibelakang Kinara karena Justin duduk ditengah-tengah Kinara dan Dila. Andra sedikit mengeram melihat Justin yang tak sengaja memegang tangan Kinara saat ingin melihat lembar jawaban Kinara.
" Bagaimana belajarnya sayang? " Tanya Andra sambil memeluk leher Kinara dari belakang.
" Tadinya sulit tapi sekarang tidak lagi karena Justin mengajariku " Kinara tersenyum pada Justin dan dibalas Justin dengan senyuman juga membuat Andra kesal.
" Justin, ini bagaimana? Aku masih kurang paham "
Justin melihat buku yang Dila sodorkan dan Justin pun menjelaskannya pada Dila. Kinara mendongak keatas untuk melihat Andra kemudian tersenyum pada Andra. Andra mengecup kening Kinara membuat Kinara tersenyum senang, Andra mengukir smirk saat melihat mata Justin meliriknya saat mengecup kening Kinara tadi.
.
.
" Yeeeeeeee aku naik kelas, nilaiku bagus semua dan aku mendapatkan peringkat ke 3 dikelas wahh senangnya "
Andra, ayahnya dan ibunya pun ikut tersenyum saat melihat Kinara tersenyum senang. Kini mereka dalam perjalanan menuju bandara setelah mengantar Kinara mengambil laporan hasil ujiannya. Tepat pada hari ini orang tua Andra harus kembali ke Jepang.
" Nara sayang, selama tak ada mama dan papa kamu harus baik-baik dengan Andra ya? dan kamu juga Ndra jaga Nara baik-baik " Andra mengangguk, Kinara mengeratkan pelukannya pada ibunya Andra.
" Kenapa mama pulang ke Jepang? Nara masih ingin bersama mama dan papa " ayahnya Andra tersenyum mendengar rengekan Kinara.
" Saat ada waktu libur kamu dan Andra pulang lah langsung ke Jepang ya? Orang tua mu juga pasti rindu sama kamu"
" Isss siapa yang kamu sebut manja? menyebalkan, mamaaaaa " Kinara mengadu pada ibunya Andra, Andra sendiri sudah tertawa melihat Kinara merajuk seperti itu.
" Andra, fokus menyetir dan jangan mengganggu Princess "
Andra langsung bungkam dan fokus menyetir saat ayahnya memperingatinya. Tak lama mereka pun sampai di bandara, mereka sedang menunggu pengumuman keberangkatan pesawat. Kinara sibuk dengan ponselnya sedangkan calon mertua nya dan Andra sibuk mengecek beberapa barang-barang bawaan.
" Andra, jam 3 nanti Rissa sampai, masih ada waktu 2 jam lagi, kita tunggu saja disini ya? Sekalian menjemput Rissa " Andra hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Sepupu kamu sampai hari ini princess? Wah kebetulan sekali kalau begitu, tapi sayangnya dia datang setelah mama tak disini jadi tak bisa bertemu " Ucap ibunya Andra sedih, yah seminggu lalu Kinara memang sudah memberitahu orang tua Andra kalau sepupunya akan tinggal di Indonesia dan baru semalam Kinara mendapatkan kabar kalau Rissa akan tiba hari ini sekitar pukul 3 sore.
" Baiklah sudah saatnya mama dan papa pergi, kalian ingat jangan bertengkar terus ya "
ibunya Andra memeluk Kinara yang matanya sudah berkaca-kaca sedangkan ayahnya Andra memeluk Andra kemudian orang tua Andra bergantian memeluk Andra dan Kinara. Setelah itu mereka pergi meninggalkan Kinara yang sudah menangis di pelukan Andra.
" Sudah jangan sedih lagi, bukankah sepupumu akan kemari, kamu akan ada yang menemani nanti " Kinara mengangguk, kemudian Andra menggiring Kinara menuju coffe shop sambil menunggu kedatangan sepupu Kinara.
2 Jam kemudian
" Uhhh Rissa kenapa belum muncul juga sihhhh "
Kinara sibuk melihat penumpang dari Korea satu persatu yang keluar. Andra hanya menggelengkan kepalanya melihat Kinara yang tak sabaran itu.
" Sabar sayang, mungkin sebentar lagi"
Kinara masih mengedarkan pandangannya kesana kemari namun tak lama dia mengulas senyumnya saat melihat cewek mungil yang mirip sekali dengannya keluar, dengan segera Kinara berteriak sambil menghampiri sepupunya itu.
" Rissaaaaaa" Cewek yang dipanggil Nara itu menolehkan kepalanya kearah Kinara kemudian dia tersenyum sambil merentangkan tangannya kearah Kinara dan mereka pun berpelukan erat. Andra yang mengikuti Kinara dari belakang tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat manik mata Rissa.
DEG
" Kenapa mereka sangat mirip, dan kenapa mata itu gak asing bagiku " Guman Andra dalam hati.
" Akhirnya kau sampai juga Sa, aku sudah tak sabar menunggumu sejak tadi tahu " Ucap Kinara setelah melepaskan pelukannya dengan Nara.
" Hahaha, kau merindukanku ya? Ya ampun kenapa dengan rambutmu ini? Kau memotongnya sebahu? Biasanya kau tak suka rambutmu dipotong jika tak melebihi bahu, apa selera mu sudah berubah? " Kinara menunduk sedih teringat kebodohannya beberapa waktu lalu.
" Tidak, ini hanya kebodohan ku saja, ah iya kenalkan ini Andra tunanganku " Kinara menarik tangan Andra dan memeluk tangan kiri Andra. Rissa tersenyum pada Andra kemudian mengulurkan tangannya pada Andra.
" Halo aku Carissa, sepupu kesayangan Kinara, salam kenal" Andra membalas uluran tangan Nara dengan sedikit kaku.
" Aku Andra, tunangannya Nara " Kinara tersenyum melihat mereka.
" Berarti aku panggilnya bang Andra aja ya? " Andra hanya mengangguk sebagai jawaban.
" Ayo kita pergi, dan sebaiknya malam ini kau menginap saja di apartemen kami besok kami akan membantumu merapikan apartemenmu lagi pula kami libur " Rissa tampak melihat kearah Andra.
" Apa boleh bang jika aku menginap disana? " Andra kembali mengangguk sebagai jawaban.
" Nah kalau begitu ayo kita berangkat sekarang " Kinara menarik tangan Rissa meninggalkan Andra.
" Andra bawakan barang-barang Rissa ya" perintah Kinara dengan seenaknya namun Andra tak keberatan dan mempermasalahkan hal itu.
.
.
Rissa sedang membersihkan dirinya di kamar mandi sedangkan Andra dan Kinara duduk diruang TV sambil menunggu pesanan makanan mereka datang, Kinara menyenderkan kepalanya di bahu Andra.
" Andra, aku senang Rissa sudah disini, aku seperti memiliki teman kembali " Andra terkekeh kemudian menarik Kinara kedalam pelukannya.
" Aku juga senang kalau kamu senang sayang" Kinara tersenyum kemudian mengecup bibir Andra kilat.
" Kenapa hanya mengecup saja? Aku mau lagi" Pinta Andra membuat Kinara merona malu.
" Isshhh jangan mesum, nanti kalau Rissa melihat bagaimana? "
" Tapi kamu yang memulainya sayang"
Kinara kembali mengecup bibir Andra namun kali ini dengan sigap Andra menahan tengkuk Kinara. Mereka terus saja berciuman tanpa menyadari Rissa yang memperhatikan mereka, Rissa hanya terkekeh melihat keduanya asyik berciuman, menghabiskan waktu 8 tahun di Korea membuat Rissa terbiasa akan hal-hal seperti ini jadi dia tak merasa canggung sama sekali.
" EHEM asik sekali yang sedang berciuman "
Andra dan Kinara sontak melepaskan tautan bibir mereka saat mendengar interupsi dari Rissa, Andra memalingkan wajahnya kearah lain sedangkan Kinara yang sudah merona hebat hanya bisa menundukkan kepalanya. Rissa terkekeh melihat keduanya yang tampak malu, Rissa mendudukkan dirinya di sofa single.
" Tak perlu malu begitu, di Korea itu hal yang biasa" Kinara melirik kearah Nara yang tersenyum padanya.
" Eh, kalung itu, kau masih menyimpannya Nara? " Rissa mendekati Kinara kemudian melihat kalung yang dikenakan Kinara.
" Tentu saja, kau yang memberikannya masa aku tak menyimpannya" Andra tampak terkejut dengan ucapan Kinara.
" Apa maksudmu sayang? Kalung ini bukan kah milikmu? "
" Iya milikku tapi sebelumnya ini milik Rissa, dia memberikannya padaku sebelum kepergiannya ke Korea" Andra kini menatap Rissa.
" Kapan tepatnya kamu ke Korea? " Kinara dan Rissa saling berpandang-pandangan sedikit bingung mendengar pertanyaan Andra yang menurut mereka tak penting.
" Kapan ya Ra, aku lupa kalau nggak salah bulan juni delapan tahun lalu kan Ra? kenapa bang? " Andra menegang kaku.
" Apa sebelum ke Korea kamu pergi ke taman bermain yang ada disekitar rumah Nara 8 tahun lalu? " Rissa tampak mencoba mengingatnya, kejadian itu sudah lama sekali, dia sedikit lupa.
" Oh iya, aku janjian dengan Nara pada hari itu karena lusanya aku sudah berangkat ke Korea tapi aku lupa pokoknya saat itu kami tak bertemu karena suatu hal tapi aku lupa apa kemudian kami bertemu saat di bandara lalu aku kasih kalung itu padanya "
Andra tampak mengusap wajahnya kasar kemudian berlalu meninggalkan Kinara dan Rissa yang menatapnya heran kemudian memasuki kamarnya.
BLAM
" Ini tidak mungkin, ini ada yang tidak beres, tidak mungkin aku keliru, Ya Tuhan ini tidak mungkin " Andra meremas rambutnya sambil memejamkan matanya.
Tbc~~~
Jangan lupa vote dan komen ya teman-teman ^_^