
Disinilah mereka sekarang, mereka berada di rumah Andra. Andra membawa Kinara menemui kedua orang tuanya dan kedua orang tua Kinara. Andra sengaja meminta mereka berkumpul untuk memberitahu rencana pernikahan mereka.
" Jadi kalian berniat kembali bersama? " Tanya ibu Andra sambil menatap Andra tajam.
" Iya ma " Jawab Andra mantap.
" Yakin gak akan berpaling ke lain hati? "
" Nggak ma, Andra janji dan Andra bakal buktiin" Jawab Andra percaya diri.
" Kalau mama minta Rissa kesini sekarang apa kamu akan goyah lagi? "
Kinara melirik ke arah Andra yang terdiam. Kinara menunduk takut, semua yang ada disana pun memandang Andra waspada.
" Kalau aku goyah karena ketemu sama Rissa, itu pasti akan terjadi seminggu yang lalu saat aku ketemu sama dia tapi buktinya sekarang aku menemui kalian untuk membicarakan pernikahan ini dan itu artinya aku gak goyah " ibu Andra memincingkan matanya masih belum percaya.
" Untuk apa kamu ketemu sama Rissa seminggu lalu Ndra? " Pertanyaan ibu Kinara mewakili Kinara yang sejak tadi bertanya-tanya dalam hati untuk apa Andra menemui Rissa.
" Tentu saja untuk memberi kabar kalau Andra udah mantap menikahi sepupunya " Jawaban Andra membuat Kinara, dan semua orang disana tersenyum.
" Jadi kamu serius meminang putriku Ndra? " Tanya Ayah Nara.
"Iya pa"
" Kapan kalian berencana melangsungkan pernikahan? " Tanya ayah Andra.
" Begitu Nara lulus kuliah aku pengen langsung nikah sama Nara, papa sama mama merestui kami? " Tanya Andra memastikan. Andra memandang mereka satu persatu dan mereka kompak menganggukkan kepala mereka membuat senyum Andra dan Kinara mengembang.
" Makasih ma..paa " Ucap Andra dan Kinara bersamaan.
" Padahal mama pikir Andra akan menderita mengejar kamu, ternyata semua diluar rencana kita " Ucap ibu Andra, Andra menatap ibu Andra bingung.
" Rencana? Rencana apa? " Kinara menggenggam erat tangan Andra.
" Maafin aku Ndra, sebenarnya dari awal aku datang ke Indonesia memang untuk kembali sama kamu tapi mama sama bang Bagas bilang lebih baik membuat kamu memeperjuangkan cinta kamu dulu baru aku kembali padamu "
" Bagas juga ada dibalik rencana kalian? " Kinara mengangguk sebagai jawaban.
" Sudah kamu gak perlu marah begitu, awas aja kamu macam-macam ke Bagas, mama hanya ingin kamu belajar dari kesalahan dan tidak lagi menyakiti Kinara "
" Huft... Baiklah, yang terpenting sekarang kami sudah kembali bersama " Ucap Andra sambil menggenggam erat tangan Kinara, para orang tua pun tersenyum melihat anak-anak mereka kembali bersama.
.
.
Satu jam lalu Andra dan Kinara resmi menjadi sepasang suami istri, kini mereka sedang menyalami tamu undangan. Terlihat dari tempat mereka berdiri, para sahabat mereka berjalan menuju ke atas pelaminan
" Selamatttttt" ucap para sahabat Andra dan Kinara dengan kompak.
"Bang Andra, jaga sepupuku dengan baik ya " Andra mengangguk mantap.
" Nara, doain aku dan bang Bagas cepat menyusul ya? Dan cepat beri kami semua keponakan " Ucap Dila sambil memeluk Kinara erat.
" Akhirnya kamu nikah juga Ndra, nggak galau-galau lagi " Bagas merangkul Andra cukup erat.
" Bang Andra, jangan sia-siakan sahabatku lagi kalau gak mau aku merebutnya darimu" mendengar ucapan Justin membuat Rissa dengan spontan menyikut perut Justin.
" Duh...sayang sakit " ringis Justin.
" Salah sendiri bicara begitu " Rissa mempoutkan bibirnya kesal, Justin pun memeluk Rissa dari belakang.
" Aku hanya bercanda sayang" bisik Justin.
" Ya ampun.......kalian ini bermesraan gak bisa lihat tempat dulu ya! Oi Justin cepat nikahi Rissa biar dia tenang gak cemburuan lagi " Ujar Dila membuat semua orang terkekeh mendengarnya.
" Nara, Andra Selamat yaaa... semoga bahagia terus kalian " Selvi mendekati Kinara dan Andra lalu memeluk keduanya bersamaan.
" Iya sel makasih banyak ya bantuannya dulu, Yoga mana? "
" Aku disini " Tiba-tiba Yoga datang dan langsung memilih berdiri di samping Selvi dan merangkul pinggang Selvi, iya Yoga dan Selvi ntah bagaimana ceritanya ternyata saling menyukai dan mereka sudah berpacaran sejak 1 bulan yang lalu
"Wuhuuuuu udah nggak bertepuk sebelah tangan lagi ya Yog " ucap Andra yang disambut gelak tawa para sahabatnya dan muka memerah dari Yoga dan Selvi
.
.
Andra dan Kinara sedang menikmati bulan madu mereka, Paris menjadi tempat mereka menghabiskan bulan madu romantis. Setelah semalam mereka melakukan ritual malam pertama, hari ini mereka hanya menghabiskan waktu di hotel karena Kinara masih lelah.
Setelah resepsi mereka langsung berangkat ke Paris belum lagi Andra yang tak memberi waktu untuk istirahat malah menghajarnya habis-habisan diatas ranjang. Padahal Kinara ingin sekali jalan-jalan namun kondisinya tak memungkinkan. Disinilah dia sekarang menikmati pemandangan kota Paris dari balkon kamar hotelnya.
" Apa yang kamu lakukan disini sayang " Andra memeluk Kinara dari belakang.
" Hanya menikmati pemandangan, setidaknya walaupun gak pergi kemana-mana masih ada pemandangan ini yang gak boleh dilewatin gitu aja "
Andra tersenyum kemudian mengecup puncak kepala Kinara dari belakang. Andra mengeratkan pelukannya pada Kinara lalu menaruh dagunya dibahu Kinara sambil ikut menikmati pemandangan dihadapan mereka.
Tak banyak kata yang terlontar, hanya menikmati suasana. Lama mereka terdiam Andra mulai merasa bosan, tanpa banyak bicara Andra menarik dagu Kinara agar kepala Kinara menoleh kebelakang kemudian membawa Kinara kedalam ciuman yang begitu dalam dan sedikit menuntut. Kinara sendiri hanya mengikuti alur yang Andra jalankan. Setelah puas mengeksplor bibir istrinya Andra membalikan tubuh Kinara dan mulai mengecup pipi, leher, tengkuk dan telinga Kinara.
Andra menghentikan kegiatannya itu sejenak, Andra mengelus kedua pipi Kinara dan tersenyum dan Kinara pun membalas senyuman Andra. Mereka kembali melanjutkan ciuman mereka, tangan Andra mulai menarik handuk kimono yang Kinara pakai dibagian bahu, Andra menurunkan ciumannya kebahu Kinara, Kinara memejamkan mata erat.
" Hei, kenapa mata kamu dipejamin gitu? " Tanya Andra saat sudah menghentikan aksinya mengecupi bahu Kinara.
" Aku maluuu " Kinara menunduk malu, terlihat rona merah dari kedua pipi Kinara, Andra hanya terkekeh melihat tingkah Kinara itu.
" Ya ampun, bahkan aku udah memakan kamu habis semalam, masih aja malu " Goda Andra
Kinara mempoutkan bibirnya kemudian memukul bahu Andra kesal.
" Menyebalkan "
Andra tersenyum kemudian menarik tali handuk kimono Kinara hingga terlepas, Kinara membulatkan kedua matanya saat Andra melakukan itu, pasalnya dia tak menggunakan apapun dibali handuk kimononya.
" Andraaaa!!!! " Teriak Kinara sambil menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya
PLETAAAAK
" Aww sakit Nara " Andra meringis saat Kinara memukul kepalanya.
" Ini masih di balkon, kamu malah buka kimono aku, kalau ada yang lihat gimana? Ishhh kamu ini mesum sekali sih" Kinara mengikat lagi tali handuknya.
" Gak ada yang lihat selain aku, kan kamu berdiri menghadap aku, dari belakangmu apalagi dari bawah sana gak akan terlihat sayang " Andra memajukan tubuhnya mencoba membuka lagi tali handuk Kinara namun dengan sigap Kinara mencegahnya.
" Kenapa? " Protes Andra tak suka.
" Aku gak mau melakukannya, besok gak bisa jalan-jalan lagi, aku kesini untuk berbulan madu sambil berjalan-jalan " tolak Kinara, Andra berdecak pinggang mendengar alasan Kinara.
" Yang namanya bulan madu yah memang begini berduaan dan menghabiskan waktu di ranjang " Ujar Andra tak mau kalah.
" Kalau kamu mikirnya gitu untuk apa bawa aku ke tempat sejauh ini? Aku kesini untuk jalan-jalan, kalau kamu cuma pengen habisin waktu di dalam hotel seharusnya sejak awal kita diam di apartemen aja, gak perlu menyenangkan aku di awal dengan embel-embel pergi ke paris namun kenyataannya hanya diam disini! Huh dasar!!"
Kinara meninggalkan Andra masuk ke dalam kamar dan mengambil kopernya dari dalam lemari. Andra melihat itu langsung menahan tangan Kinara.
" Apa yang kamu lakukan? " Kinara menghempaskan tangan Andra.
" Pulang! untuk apa terus disini menghabiskan waktu dan uang aja "
Kinara mulai merapikan pakaiannya, Andra menghela nafasnya kemudian dengan lembut menarik Kinara kedalam pelukannya.
" Maafin aku, aku gak bermaksud gitu, kita masih satu minggu disini, tentu aku udah nyiapin hal-hal menarik yang akan kita lakukan disini, tapi aku memang merencanakan dua hari disini untuk berdiam diri di hotel, kamu ingat pemeriksaan kita di dokter sebelum menikah? " Kinara mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan Andra.
" Huh? Pemeriksaan dokter? Apa hubungannya dengan bulan madu? " Tanya Kinara bingung, Andra mengelus pipi Kinara lembut.
" Kamu ingat dokter mengatakan kemarin dan hari ini adalah masa subur kamu, aku ingin didalam sini segera tumbuh baby kita " Ucap Andra sambil mengelus perut Kinara yang ditutupi handuk.
" Ndraaa maaf, aku gak terpikirkan sampai sana, aku pikir kamu hanya ingin menghabisiku diatas ranjang dengan tingkah mesum kamu itu " Kinara menunduk menyesal sudah berpikiran seperti itu pada suaminya.
" Inginnya sih begitu, tapi kamu pikir aku juga gak mau jalan-jalan disini hah!? " Kinara hanya memberikan cengiran tak jelasnya.
" Kamu ingin cepat-cepat punya anak ya? " Tanya Kinara dengan polosnya, Andra mencubit hidung Kinara gemas membuat Kinara sedikit meringis.
" Kamu pikir umur aku sekarang berapa? Jika menunda nya bisa-bisa aku keburu tua saat anak kita lahir, lagi pula si ratu iblis itu akan terus menagih cucu pada kita jika kita gak segera kasih dia cucu "
" Bukannya kamu emang udah tua? tolong jangan hina ibu mertua aku!, dia juga ibu kandung kamu Ndra!, jangan selalu mengejeknya ratu iblis meskipun dia memang menyeramkan jika sedang mengamuk" ucap Kinara jujur.
" Iya aku tau, dan berani ya kamu ini bilang aku tua, yang penting biarpun tua aku masih bisa menjerat cinta wanita muda secantik kamu " Andra menggesek-gesekkan hidungnya dengan hidung Kinara, keduanya tertawa bersama.
"Nah sekarang waktunya kita buat baby yang menggemaskan " Andra langsung menggendong Kinara dan merebahkannya diatas ranjang kemudian menindih tubuh Kinara.
" I love you Nara " Kinara tersenyum kemudian mengelus pipi Andra sambil menatap kedua manik mata Andra.
" I love you too husband ... " balas Kinara dan keduanya pun memulai dengan ciuman panjang mereka. Setelah ini semoga saja tak akan ada lagi kata berpisah, semoga saja setelah ini kebahagiaan selalu menyertai keluarga kecil mereka.
End~
Makasih buat yang udah setia ngikutin cerita ini yaa, jangan hapus dulu ya ceritanya, kalau ada waktu aku mau kasih kalian bonus part nya.
Seperti biasa, jangan lupa vote dan komen ya teman-teman ^_^