
Andra berkutat dengan dokumen-dokumen di kantornya, namun dia mengernyit bingung saat melihat laporan yang ada beberapa kesalahan. Andra segera menghubungi sekretarisnya.
" Cepat ke ruangan ku sekarang " Tak lama sekretaris Andra masuk kedalam ruangan Andra setelah sebelumnya mengetuk pintu ruangannya.
" Ada yang bisa saya bantu pak? " Andra menyerahkan laporan itu pada sekretarisnya.
" Siapa yang membuat laporan ini? "
" Saya tidak tahu pak, ini pekerjaan yang dilakukan oleh bagian pemasaran "
" Cepat panggil kepala bagian pemasaran " Sekretaris Andra mengangguk paham kemudian segera bergegas keluar.
TOK TOK TOK
" Masuk " Sosok paruh baya itu masuk kedalam ruangan Andra.
" Ada apa pak? Apa terjadi kesalahan?" Andra menatap lelaki paruh baya itu.
" Siapa yang membuat laporan ini pak Hendri?" Andra menyerahkan laporan itu.
" Ini anak magang baru yang mengerjakannya pak" Andra mengerenyitkan keningnya.
" Saya baru tahu bahwa perusahaan kita mengizinkan anak magang untuk mengurus laporan penting seperti ini"
" Maaf pak, tapi hal itu dikarenakan salah satu staf pemasaran sedang cuti hamil pak dan saya mengizinkan dia untuk mencoba membuat laporan mingguan seperti itu pak sebagai pembelajaran, apa perlu saya panggilkan anak itu? " Andra menganggukkan kepalanya.
"Panggil dia suruh kemari dan bapak juga kembali lagi kemari " pak Hendri mengangguk paham kemudian keluar dari ruangan Andra. Tak lama pak Hendri kembali dengan pegawai baru tersebut.
" Pak, ini anak magang barunya " Andra melihat anak magang baru itu menunduk , Andra berdiri menghampirinya.
" Kinara?" Andra menatap terkejut sosok anak magang yang ternyata adalah Kinara, namun keterkejutannya itu hanya sementara karena kini smirk terukir di wajah tampannya. Pandangan Andra beralih menatap pak Hendri.
" Pak Hendri, sepertinya mulai besok anak magang ini tak akan bekerja di divisi anda, mulai besok dia akan menjadi asisten pribadi saya, saya akan mengajarkannya bekerja yang baik dan benar " Ucapan Andra yang membuatnya mendapatkan tatapan tajam dari Kinara sedangkan pak Hendri hanya mengangguk mengerti.
" Baiklah, ada yang bisa saya bantu kembali pak? " Andra menggelengkan kepalanya.
" Tak ada, anda bisa keluar sekarang pak " Tak lama pak Hendri keluar Andra pun melipat tangannya di dada kemudian menatap wajah Kinara.
" Tuhan ternyata berbaik hati padaku, sebelum aku berusaha bahkan Tuhan menyerahkan dirimu langsung padaku gadis mungil"
Andra meletakkan tangan kanannya di atas kepala Kinara dan mendekatkan wajahnya pada wajah Kinara, Kinara mempoutkan bibirnya tak suka saat Andra menyebutnya gadis mungil.
" Mulai saat ini, kamu akan menjadi tawanan aku, aku gak akan pernah melepaskan kamu lagi "
CUP
Andra mengecup sekilas bibir Kinara membuat Kinara membulatkan kedua matanya tak menyangka Andra akan seberani ini. Baru kemarin dia melihat sosok Andra yang terlihat rapuh namun kini sosok itu seolah tertelan dan tergantikan sosok yang lebih berani dan agresif. Seperti janjinya kemarin sepertinya Andra akan membuat Kinara kembali lagi padanya.
" Tak akan semudah yang kamu pikirkan bapak Andra Dirgantara yang terhormat, aku gak akan dengan mudahnya memberikan hati ini lagi padamu! "
DUK
"AWWW"
Andra meringis saat Kinara menendang kakinya, kemudian Kinara melangkah pergi meninggalkan ruangan Andra dan Andra yang meringis kesakitan sambil memegang kakinya yang terasa linu.
" Kita lihat saja, aku akan membuat kamu menyesali perkataanmu, aku gak akan pernah menyerah sampai kamu benar-benar menjadi milikku kembali " Gumam Andra
Kinara keluar dari ruangan Andra dengan wajah merah padam, bagaimana tidak jika setelah 3 tahun lamanya mereka berpisah dan baru beberapa waktu lalu bertemu Andra sudah lancang menciumnya. Kinara berjalan menuju atap gedung perusahaan ini, Kinara berdiri sambil merasakan angin sepoi-sepoi. Kinara teringat kejadian sebulan yang lalu.
FLASHBACK
" Nara sayanggggg" Ibu Andra berlari menghampiri Kinara kemudian memeluknya erat.
" Mama " ucap Kinara lirih.
" Mama rindu banget sama kamu nak" ibu Andra melepaskan pelukannya pada Kinara kemudian membelai kepala Kinara dengan sayangnya.
" Ada apa papa sama mama, dan bang Bagas kemari? " Kinara terlihat bingung dengan situasi yang ada, Bagas merapatkan duduknya dengan Kinara.
" Aku mau mengundang kamu keacara pertunanganku dengan Dila bulan depan " Kinara membulatkan matanya.
" Wah beneran? Abang sama Dila akan tunangan? Selamat ya bang, gimana kabar Dila bang? " Tanya Kinara antusias.
" Dila baik-baik aja, terkadang suka murung kalau lagi rindu kamu, kamu gak memberinya kabar sama sekali selama 3 tahun ini " Kinara menunduk sedih.
" Maaf ya bang, aku hanya mencoba menata hatiku saja " Bagas tersenyum kemudian mengacak-acak rambut Kinara.
" Gakpapa, tapi pokoknya yang ini kamu harus datang ya" Kinara hanya mengangguk.
" Aku dengar kalau Rissa dan Justin berpacaran ya? "
" Iya, kamu sendiri bagaimana? "
Kinara tampak melirik kearah orang tua Andra yang sejak tadi menyimak pembicaraan mereka, Kinara hanya bisa bungkam tak tahu harus menjawab apa. Ibu Andra tersenyum dan membelai rambut Kinara lembut.
" Nara, apa kamu masih cintai sama anak mama ? " Pertanyaan Heechul membuat Kinara semakin bungkam.
" Nara, mama tahu Andra sudah menyakiti kamu tapi bisakah kamu membuka hati untuk Andra kembali? mama sebenarnya sejak awal tahu kalau kamu tinggal disini, mama sengaja memberimu kesempatan untuk melupakan Andra, begitu juga dengan mamamu, dia memberi kesempatan untuk Andra melupakanmu, kami bersepakat jika kalian tak juga saling melupakan maka kami akan turun tangan untuk menyatukan kalian kembali " Kinara menatap ibu Andra dan mamanya tak percaya.
" Iya ra, apa yang dikatakan mamanya Andra itu benar, mama tahu selama 3 tahun ini kamu selalu berusaha melupakan Andra namun pada kenyataannya kamu sama sekali gak bisa melupakannya kan? Kamu selalu menangis setiap malam, mama tahu itu nak " Kinara mulai menunduk menahan tangisnya.
" Andra jadi gila kerja semenjak kamu pergi meninggalkannya, tak sekalipun dia memikirkan untuk mencari penggantimu, setiap ada waktu senggang dia tak akan beranjak dari kamar kamu, bahkan kamar yang Andra tempati sekarang adalah kamar kamu dulu, kalian itu masih saling mencintai " Kinara tak dapat lagi menahan tangisnya.
" Lalu aku harus bagaimana hiks? "
" Kembalilah nak, ikut kami pulang ke Indonesia " Kinara menatap ayah Andra dan menggeleng lemah.
" Aku gak mau muncul tiba-tiba di depan Andra dan mengatakan ingin kembali padanya " ibu Andra terkekeh kemudian mencubit pipi Kinara gemas.
" Tentu saja gak gitu sayang" Kinara mengerutkan keningnya dan menatap Ibu Andra bingung.
" Tentu saja kita akan bermain-main dulu dengan anak setan itu "
" Sayang, itu anak kita, jangan mengatainya seperti itu " Nasehat Ayah Andra ketika mendengar keiisengan istrinya itu.
" Nara, dengarkan mama, kamu akan kembali ke Indonesia bulan depan saat pertunangan Bagas dan Dila, setelah itu kamu magang di perusahaan Andra aja, kamu bisa mengajukan magang disana, mama bisa bantu agar proposal magang kamu diterima" Kinara mengerut tak suka.
"Ma berarti aku magangnya jauh banget dong" Protes Kinara.
" Gakpapa, bukannya malah bagus kalau kamu bisa magang di salah satu perusahaan maju Indonesia, dosen kamu pasti tertarik untuk mengetahui bagaimana management bisnis yang ada disana"
" Aku berani bertaruh Andra justru akan menjadikan kamu asisten pribadinya, jika sudah melihat kamu bekerja disana, dia gak akan mau jauh dari kamu " Ucapan Bagas barusan disetujui semua orang yang ada disana.
" Buat dia mendapatkan kamu dengan cara yang gak mudah, tenang kami semua ada dibelakang kamu untuk membantu kamu, mau ya Ra? " Kinara tampak berpikir sejenak sebelum menganggukan kepalanya.
FLASHBACK END
Yah sesuai perjanjian mereka dulu, disinilah Kinara sekarang, Kinara meraba bibirnya yang dikecup Andra tadi. Kinara tersipu malu, jujur dia merindukan ciuman Andra namun dia harus bersabar sampai waktunya tepat nanti. Kinara menghela nafas kemudian kembali keruangannya.
Tbc ~~~~